Connect with us

BISNIS

Kedelai Sempat Hilang, Satgas Pangan Telusuri Kemungkinan Dugaan Penimbunan

Avatar

Published

on

Ilustrasi kacang kedelai. /Pixabay.com/pnmralex.

MEDIA EMITEN – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan Syailendra mengatakan Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri tengah mengerahkan tim Satgas Pangan untuk menelusuri dugaan penimbunan kedelai imbas kenaikan harga di pasaran. Hal ini ditegaskan dalam pesan singkatnya, Kamis 7 Januari 2021.

“Iya kan dugaan bisa, tapi kan sudah dicek. Nanti kita lihat saja lah hasilnya dari Bareskrim dari Satgas Pangan.”

“Kita lihat hasil dari Satgas Pangan Bareskrim nanti kita lihat hasilnya, kan masih turun di lapangan juga,” katanya.

Syailendra menyebutkan bahwa Kemendag turut dilibatkan dalam melakukan pengecekan stok kedelai di pasaran. 

Melalui pengecekan ini, Kemendag menjamin stok kedelai saat ini aman terkendali.

“Satgas pangan dalam hal ini, memang satgas pangan dengan teman teman dari Ditjen PKPN (Kemendag) sih sedang turun ke lapangan untuk memverifikasi, mengecek stok,” jelasnya.

Kemendag pun menunggu hasil penelusuran yang dilakukan oleh tim Bareskrim. 

Pages: 1 2


BISNIS

Pemerintah Naikkan HET Pupuk Subsidi Tanpa Konsultasi, Begini Tanggapan DPR

Avatar

Published

on

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin. /Dok. dpr.go.id.

MEDIA EMITEN – Kementerian Pertanian menerbitkan kebijakan baru melalui Permentan Nomor 49 Tahun 2020 yang mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi.

Dalam peraturan tersebut, harga Pupuk Urea yang semula Rp 1800 per kilogram (kg) menjadi Rp 2.250 per kg, lalu pupuk SP-36 dari HET Rp 2.000 per kg menjadi Rp 2.400 per kg.

Sementara itu, pupuk ZA mengalami kenaikan sebesar Rp 300 menjadi Rp 1.700 per kg dan pupuk organik granul naik sebesar Rp 300 menjadi Rp 800 per kg. Sedangkan pupuk jenis NPK tidak mengalami kenaikan dan tetap Rp 2.300 per kg.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin menyayangkan keputusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian menaikan HET pupuk bersubsidi tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan dari DPR RI.

Hal itu diungkapkannya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Hortikultura, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dirjen Perkebunan, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan, di Senayan, Jakarta, Rabu 13 Januari 2021.

“Bulan-bulan kemarin saya ingin menaikan HET pupuk, tapi setelah diskusi dengan teman-teman, beliau-beliau ini mengatakan ‘jangan’ karena rakyat lagi susah. Tapi tiba-tiba tanpa konsultasi, tanpa diajak ngomong, tiba-tiba HET naik.”

“Hebat sekali Kementerian Pertanian. Apa salahnya sih ngomong. Dan ini akan saya kemukakan di depan menterinya nanti,” tegas Sudin.

Pages: 1 2 3


Continue Reading

BISNIS

Meski Ada Vaksinasi Kemungkinan Investasi Masih Tersendat, Begini Argumentasinya

Avatar

Published

on

MEDIA EMITEN – Investasi diperkirakan masih akan tersendat di awal tahun ini, meski ada harapan ekonomi akan membaik karena program vaksinasi sudah berjalan .

Analis pasar modal Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen positif dari dalam negeri menjadi peluang semakin meningkatnya investasi portofolio pasar modal Indonesia, namun tidak sama halnya dengan investasi langsung.

Menurut Ibrahim,  investasi langsung ke Indonesia kemungkinan masih akan tersendat karena masih adanya pembatasan orang yang keluar masuk Indonesia.

“Investasi langsung kemungkinan masih akan tersendat. Karena sampai saat ini pun pemerintah masih melarang warga negara asing masuk ke Indonesia.”

“Larangan bisa saja diperpanjang sampai Februari. Ini yang akan sedikit menghambat laju investasi,” ujar Ibrahim, Rabu 13 Januari 2021.

Meskipun Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), sambung Ibrahim, menyebut bahwa aka nada pemindahan investasi ke Indonesia, sebagai contoh perusahaan asal Korea Selatan Hyundai.

“Tapi bisa jadi investasi itu baru masuk ke Indonesia di kuartal kedua atau ketiga karena adanya pembatasan ini,” kata Ibrahim.

Pages: 1 2


Continue Reading

BISNIS

Garuda – Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pontianak, Begini Penjelasannya

Avatar

Published

on

Ilustrasi Pesawat. /Pixels.com/Maria Tyutina.

MEDIA EMITEN – Pesawat Garuda Indonesia dan Lion Air rute Jakarta-Pontianak gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Rabu, 13 Januari 2021 sore kemarin.

“Memang benar hari ini (kemarin, red) ada dua maskapai yang dialihkan pendaratan (divert) disebabkan cuaca buruk,” kata General Manajer PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio Pontianak Eri Brawliantoro kepada Antara, di Sungai Raya.

Eri mengatakan, kode penerbangan GA 504 miliki maskapai Garuda Indonesia, dan kode penerbangan JT 684 milik maskapai Lion Air dialihkan mendarat di bandara lain.

“Divert (bukan di tujuan semula) dan RTB (Return to Base) atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandar udara awal atau bandar udara alternatif terdekat karena alasan tertentu, itu hal lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan,” ungkapnya.

Pesawat Lion Air dialihkan ke Bantam, sedangkan pesawat Garuda dialihkan ke Palembang. (rad)


Continue Reading

Trending