Connect with us

corporation

Pelindo 1 dan Pertamina Bangun Infrastruktur Energi di Pelabuhan Kuala Tanjung

Avatar

Published

on

Acara Groundbreaking secara virtual Sarana dan Fasilitas Bunker Penunjang Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) serta Peresmian Jalur Pipa Gas Kuala Tanjung di lokasi Kuala Tanjung Multipurpose Terminal. /Instagram.com/@budikaryas.

MEDIA EMITEN – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 bersinergi dengan Pertamina untuk pengelolaan sarana dan fasilitas bunker penunjang bahan bakar minyak (BBM) dan jalur pipa gas di Pelabuhan dan Kawasan Industri Kuala Tanjung guna memenuhi kebutuhan energi investor.

Proses pembangunan infrastruktur tersebut ditandai dengan Groundbreaking Sarana dan Fasilitas Bunker dan Peresmian Jalur Pipa Gas Kuala Tanjung di Area Terminal Multipurpose Kuala Tanjung Pelindo 1 di Batu Bara, Sumatera Utara yang telah dilaksanakan pada Jumat 4 Desember 2020 kemarin yang dilakukan secara luring dan daring.

Groundbreaking sarana dan fasilitas bunker proyek dilakukan bersama-sama oleh Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati serta disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, serta turut hadir Bupati Batu Bara Zahir, Executive GM Regional Sumbagut Herra Indra, dan Kepala Syahbandar Utama Belawan Jhonny R Sillalahi.

Sarana dan Fasilitas Bunker (Bunkering Service) akan berdiri di lahan milik Pelindo 1 di Pelabuhan Kuala Tanjung dan kelak akan menjadi bagian dari pengembangan tangki BBM untuk bunker Kuala Tanjung.

Atas upaya tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyambut baik upaya Pertamina dan Pelindo 1 dalam mengoptimalkan potensi yang ada untuk kemajuan ekonomi wilayah.

“Sumatera Utara merupakan provinsi besar ke-4, yang bisa memberikan dukungan ekonomi nasional, apalagi Kuala Tanjung didukung Pusat Industri Sei Mangkei.”

“Kerja sama antara Pelindo 1 dan Pertamina sangat berarti dan sangat mengapresiasi pembangunan tangka bunker BBM dan jalur pipa gas. Saya sarankan Pertamina dan juga Pelindo 1 dapat memanfaatkan Sei Mangkei untuk mengembangkan kerja sama dengan pihak-pihak multi nasional,” tutur Budi Karya.

Pages: 1 2 3


corporation

Lebaran, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat NTB dan Sulawesi Utara

Avatar

Published

on

Menyambut Lebaran, Pegadaian memberikan santunan kepada masyarakat di NTB dan Sulawesi Utara./Dok. pegadaian.com.

MEDIA EMITEN – Menyambut Lebaran (Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah), PT Pegadaian (Persero) memberikan santunan kepada anak yatim piatu di beberapa panti asuhan dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dasi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Sekretaris Perusahaan Pegadaian, R. Swasono Amoeng Widodo mengatakan, kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim piatu ini merupakan rangkaian kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Ramadhan.

Baca Juga: Perluas Akses Layanan Digital, Pegadaian Gandeng Shopee

“Kegiatan pemberian santunan merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya anak yatim piatu. Kami berharap bantuan dapat tepat sasaran dan kembali membuat senyuman diwajah mereka,” ujar Amoeng dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com.

Tak hanya NTB, bentuk kepedulian pegadaian dalam program Safari Ramadhan juga dilakukan melalui Pegadaian Kantor Wilayah V Manado, bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Utara dengan menyerahkan 3000 paket Ramadhan berupa sembako untuk kaum duafa.

Santunan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey dan Pemimpin Wilayah V Pegadaian Manado, Edy Purwanto di dampingi Ketua Baznas Sulut, Abid Takalamingan di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado.

Sebanyak 3000 paket didistribusikan ke 6 kabupaten dan kota yang ada di Sulut yakni Manado 1863 paket, Sangihe 766 paket, Minahasa Utara 200 paket, Minahasa Tenggara 95 paket, dan Sitaro 76 paket.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pegadaian, untuk mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dalam mengentaskan kemiskinan di daerah tersebut,.

“Kami mau kehadiran Pegadaian bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur Amoeng

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Pegadaian dan Baznas Sulut.

Olly berharap, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu pemerintah dalam mengurangi dampak sosial, khususnya ditengah pandemi.

Simak Pula: Kinerja Pertamina Geothermal Energy Lampaui Target Meski Ditengah Pandemi

Sinergitas Pegadaian dan Baznas diharapkan turut memberikan perhatian secara nyata kepada masyarakat sekitar.

“Kami berharap koordinasi Baznas dengan pemerintah terus berjalan dengan baik, termasuk koordinasi dengan seluruh BUMN yang ada di Sulawesi Utara,” katanya. (ENI)


Continue Reading

BISNIS

Sinergi BUMN, Pertamina Hulu Rokan Manfaatkan Pasokan Listrik PLN

Avatar

Published

on

Pertamina Wilayah Kerja Rokan./Dok pertamina.com.

MEDIA EMITEN – Menjelang alih kelola yang bersamaan dengan momentum kebangsaan pada Agustus 2021, PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memastikan kesiapannya dalam pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan.

Salah satunya dengan mewujudkan sinergi BUMN dalam pemanfaatan suplai listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN untuk operasional produksi Migas di WK Rokan.

Berdasarkan data, dengan rata-rata produksi berada di kisaran 161 ribu barel per hari, saat ini WK Rokan membutuhkan pasokan listrik mencapai 400 Megawatt (MW) dan uap sebesar 335 ribu barel standar per hari (MBSPD).

Dikutip mediaemiten.com dari laman pertamina.com, untuk menjamin suplai listrik dan uap dalam operasional WK Rokan, PLN dan PHR telah menyepakati dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) pada 1 Februari 2021 lalu.

Dari kesepakatan tersebut, PLN akan menjalankan dua tahap untuk memastikan suplai listrik dalam operasional WK Rokan tersedia dengan aman.

Baca Juga: Pertamina Pastikan Kebutuhan LPG di Tanjung Selor Kaltim Terpenuhi

Tahap pertama, masa transisi dengan memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun, mulai 9 Agustus 2021.

Adapun tahap kedua, masa layanan permanen akan mengandalkan pembangkit dan jaringan PLN yang akan dimulai pada 2024.

“Sinergi BUMN Listrik Nasional akan menciptakan operasional yang lebih efisien, karena pasokan listrik dari PLN diyakini Pertamina lebih handal dengan pembangunan jaringan interkoneksi sistem dan gardu induk serta dapat dibackup dari pembangkit listrik lain, sehingga dapat meningkatkan kapasitas suplai listrik untuk kegiatan operasional WK Rokan,” ujar Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relation Pertamina, Agus Suprijanto di Jakarta.

Agus menambahkan, Pertamina sebagai holding akan mengawal kinerja PHR untuk memastikan proses alih kelola WK Rokan berjalan dengan baik dalam rangka menjaga produksi migas nasional yang sekitar 25% dikontribusikan dari produksi WK Rokan.

Produksi tersebut diperoleh dari lima lapangan besar yaitu Duri, Minas, Bangko, Balam South, dan Petapahan yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Riau. 

“Mengingat WK Rokan tersebut tergolong mature, Pertamina akan memanfaatkan teknologi terkini dan telah mempersiapkan program jangka panjang untuk menahan laju penurunan produksi minyak di WK Rokan,” ujar Agus.

Menurutnya, beberapa upaya yang dilakukan untuk mempertahankan produksi WK Rokan, diantaranya mempersiapkan dan menyelesaikan proses perizinan, proses peralihan pekerja, memastikan alih kontrak barang dan jasa serta data transfer dari operator existing berjalan lancar.

“Pertamina terus membangun komunikasi dengan pemerintah untuk memastikan investasi, kelancaran program pengeboran PHR di WK Rokan sepanjang 2021 tetap berjalan, yakni 84 sumur yang terdiri dari 44 sumur pengembangan dan 40 sumur tambahan lainnya,” ungkap Agus.

Simak Juga: Pefindo Turunkan Peringkat PT PP Jadi A

Selain pengeboran sumur pengembangan, dalam jangka panjang disiapkan pula program lainnya berupa Infill Drilling, pengeboran sumur eksplorasi, workover/well intervention, optimasi program waterflood dan steamflood serta program lainnya untuk menambah cadangan.

“Sebagai BUMN yang mengemban amanah mengelola migas nasional, Pertamina mengharapkan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masa depan WK Rokan lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ucap Agus. (ENI) 

 

 

 


Continue Reading

BISNIS

Pertamina Pastikan Kebutuhan LPG di Tanjung Selor Kaltim Terpenuhi

Avatar

Published

on

Pendistribusian LPG 3 kilogram di Kalimantan Timur./Dok. pertamina.com

MEDIA EMITEN – PT Pertamina (Persero) mengalihkan suplai LPG 3 Kg dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Sangata menjadi SPPBE di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini dilakukan sejak, 17 Maret 2021 lalu untuk memenuhi kebutuhan LPG di wilayah Tanjung Selor yang didistribusikan oleh 4 agen LPG dan 120 pangkalan.

Total ada sekitar 14 ribu tabung LPG 3 kg yang dialihkan suplainya.

Dikutip mediaemiten dari laman pertamina.com, pengalihan suplai tersebut dilakukan sebab kondisi jalanan rusak  yang tidak bisa dilalui oleh truk agen sehingga melihat dari sisi aspek safety,

Pertamina memutuskan untuk menggunakan suplai alternatif.

Susanto August Satria, Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VI menjelaskan, dengan adanya pengalihan ini waktu tempuh dan jarak menjadi lebih lama dibandingkan dari titik suplai regular.

Perjalanan memakan waktu sekitar 1-2 hari sedangkan dari Sangatta saat normal sekitar 15-18 jam saja. 

Pada, 19 Maret 2021 suplai sudah berlangsung secara normal dengan dibantu suplai dari SPBBE Samarinda selain dari Sangatta.

Menurutnya, per 19 Maret, agen di Tanjung Selor sudah mendistribusikan ke 120 Pangkalan secara normal kembali.

“Masyarakat dapat membeli LPG 3 Kg seperti sedia kala, kami harap pula warga untuk tidak panic buying, keterlambatan ini disebabkan faktor cuaca dan jalanan rusak di Sangkulirang yang mengakibatkan truk agen terhambat ke SPPBE Sangatta,” ucap Satria. 

Waktu operasional SPPBE di Samarinda dan Sangatta juga ditambah dengan tetap melalukan operasional di hari Minggu untuk mengoptimalkan suplai ke Tanjung Selor.

Satria menambahkan Pertamina memiliki varian elpiji yang kualitasnya sangat terjamin, harga terjangkau dan warna yang sangat cantik yaitu elpiji bright gas. 

Elpiji Bright Gas memiliki tiga varian yaitu 5.5 kg, 12 kg, dan bright gas can 220 gram.

“Kami tidak berhenti mengimbau kepada masyarakat mampu untuk menggunakan produk Bright Gas ini, tidak menggunakan Elpiji subsidi 3 kg.” tutur Satria

Pertamina senantiasa mengoptimalkan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan BBM dan LPG untuk masyarakat.

Partisipasi aktif dari masyarakat sangat bermanfaat untuk meningkatkan performa layanan Pertamina dengan menghubungi call center 135 atau email ke pcc135@pertamina.com.**. (ENI)


Continue Reading

Trending