Connect with us

corporation

Masih Tetap Untung di saat Pandemi, DPR Beri Apresiasi BTN

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon. /Instagram.com/@sondangtampubolon.dki1.

MEDIA EMITEN – Sektor usaha saat ini mengalami tekanan yang besar, termasuk perbankan akibat pandemi Covid-19. Meskipun begitu, Bank Tabungan Negara (BTN), berhasil mencetak laba sebesar Rp 1,1 triliun sampai Oktober 2020. Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon mengapresiasi upaya BTN yang tetap berhasil bertahan di tengah perekonomian Indonesia maupun dunia yang melemah karena terdampak pandemi. 

“Dipaparkan oleh BTN bahwa sampai saat ini bagaimana pertumbuhannya masih bagus, kemudian keuntungannya juga sampai Rp 1,1 triliun sampai dengan Oktober kemarin. Kita apresiasi sekali,” jelas Sondang usai menghadiri pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dengan direksi PT. Bank BTN, direksi PT INKA, dan direksi PT PT Stadler INKA Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 23 November 2020.

Pada kesempatan itu, Sondang juga meminta BTN dapat mengikuti standard rate (suku bunga acuan) yang telah ditetapkan Bank Indonesia sebesar 3,75 persen, untuk mendukung pemerintah yang saat ini yang tengah berupaya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Anggota DPR dapil DKI Jakarta I ini pun berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat segera pulih usai berjalannya program vaksinasi. Ia pun meminta agar BTN mengantisipasi dampak ekonomi setelah vaksin diterima masyarakat.

“Maka kita harapkan BTN juga bisa mengikuti standart rate yang ditetapkan Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin cepat lagi. Kita harap nanti apabila sesudah vaksin ditemukan itu makin melejit. Karena kita yakin sekali Indonesia masih bisa tumbuh di atas 10 persen pertumbuhan ekonominya dan itu harus didukung oleh perbankan yang kuat juga,” optimis politisi PDI-Perjuangan itu.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta, yang mengapresiasi keberhasilan BTN tetap mendapatkan keuntungan saat pandemi Covid-19. Namun, Nyoman tetap meminta agar BTN lebih ekspansif memberikan kredit untuk masyarakat, khususnya dalam permohonan pemberian kredit perumahan. Mengingat masyarakat saat ini sudah menilai memiliki rumah adalah kebutuhan, sehingga ini menjadi tantangan untuk BTN agar bisa memperbanyak kuota pemberian kredit perumahan untuk masyarakat.

“Agar BTN lebih ekspansif, khususnya dalam memberikan kredit-kredit untuk masyarakat karena begitu banyak yang membutuhkan dan selama ini tidak bisa ter-cover semuanya. Permohonan unit perumahan begitu banyak, namun BTN tidak mampu melayani semuanya. Sebab itu, karena sekarang mengalami keuntungan yang cukup bagus, saya berharap itu kuotanya diperbesar lagi,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Legislator dapil Bali ini mengatakan akan memperjuangkan agar BTN bisa mendapatkan alokasi anggaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang besar untuk insentif di sektor perumahan. Hal ini untuk mendukung langkah BTN melakukan ekspansi pemberian kredit perumahan, sebab sangat banyak masyarakat yang saat ini permohonan kredit rumahnya belum bisa dipenuhi. (dpr)


corporation

Penjualan Produk UMK Binaan Pertamina Adaptif Covid-19 Capai Hampir Rp20 Miliar

Published

on

total penjualan produk UMK binaan Pertamina adaptif Covid-19 mencapai hampir Rp 20 miliar./ Dok Pertamina

MEDIA EMITEN – Dukungan PT Pertamina (Persero) untuk pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di masa pandemi Covid-19 terus mengalir.

Salah satu support yang diberikan yakni dengan menyerap produk mitra binaan yang berkaitan dengan pencegahan Covid-19.

Hingga saat ini total penjualan produk UMK binaan Pertamina adaptif Covid-19 mencapai hampir Rp20 miliar.

Baca Juga: Hallo Media Ajak Wartawan Berkolaborasi untuk Menjadi Pengusaha Media Online

Seperti dikutip Media Emiten dari laman resmi Pertamina, nilai tersebut berasal dari peran 176 UMK mitra binaan Pertamina yang tersebar di seluruh Indonesia yang mendukung bantuan Covid-19 dengan nilai bantuan rata-rata sebesar Rp 3 miliar.

Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui lebih dari 10.000 produk bantuan dukungan, antara lain berupa produk multivitamin dan herbal, madu, sabun, hand sanitizer, desinfektan, masker dan sebagainya yang mendukung upaya pencegahan Covid-19.

Paparan tersebut disampaikan oleh Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Arya Dwi Paramita dalam Webinar Pertamina UMK On Air di radio Sonora, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: ESDM: Pemenang Lelang WK Migas South CPP dan Lima Gunakan Skema Kontrak Cost Recovery

Menurut Arya, selain dari UMK binaan, juga terdapat peran besar dari para UMK yang masuk program inkubasi Rumah BUMN (RB). 

“Pertamina juga mengaktifkan sebanyak 30 Rumah BUMN (RB) yang membawahi lebih dari 9 ribu mitra binaan, terutama pada 420 UMK mitra RB yang adaptif terhadap wabah Covid-19 dengan nilai penjualan sebesar lebih dari Rp 16,8 miliar, sehingga total penjualan UMK adaptif Covid-19 binaan Pertamina mencapai Rp 19,92 miliar,” ucap Arya.

Pertamina telah menghimpun sejumlah produk milik binaan Pertamina terutama produk yang berhubungan dengan kesehatan dan herbal. Produk-produk tersebut didatangkan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. 

Baca Juga: 4 Pernyataan Ketua KPK Tanggapi Soal Isu Penetapan Tersangka Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin

Seperti produk VCO milik Bali Pure dari Buleleng Bali dan Farida Intan dari Yogyakarta. Madu Mellifera milik Madu Center Indramayu, gula aren Yu Sugar dari Tasikmalaya, serta produk jahe merah murni milik CV N&N International, cardamom Rumah Rempah Noni, beras organik dari Prabu Batik dan PT Kaltim Utama Mandiri Sukses masing-masing dari Jakarta dan Bekasi.

Selain sebagai upaya dukungan kepada tenaga kesehatan, pelibatan UMK binaan dalam program ini yakni sekaligus untuk membantu para UMK, dengan menyerap produk para UMK sehingga mereka juga turut adaptif di masa pandemi.

“Juga sebagai media memperkenalkan produk-produk asli Indonesia buatan binaan Pertamina dengan khasiatnya yang bagus untuk kesehatan,” katanya.

Baca Juga: KPAI Ajak Masyarakat Boikot Saipul Jamil dan Meminta Media Tidak Memberikan Ruang

Melalui Program Pendanaan UMK, Pertamina ingin menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi bahan bakar, serta energi yang menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan. 

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalui implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya.

Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), demi mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat. (ENI)

Baca Juga: Olahraga Crunch dan Plank Ampuh untuk Bakar Lemak dalam Tubuh, Simak Penjelasannya


Continue Reading

corporation

Pesan Dirut Pertamina untuk Milenial: Jangan Pernah Takut Mengambil Kesempatan

Published

on

MEDIA EMITEN –  Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menyampaikan pesan untuk generasi muda milenial untuk  Jangan pernah takut mengambil kesempatan.

Hal itu disampaikan Nicke saat menjadi pembicara di Young on Top National Conference yang diselenggarakan langsung melalui YouTube pada Sabtu, 17 Juli 2021, di Jakarta.

Baca Juga: Pertamina Bangun Lagi Rumah Sakit Modular Darurat Covid-19 dengan Disain Unik

“Setiap hari kita harus berlajar hal-hal yang baru untuk mempersiapkan diri kita jika ada kesempatan yang datang. Artinya, diri kita harus siap terlebih dahulu, ketika kesempatan itu datang, diri kita sudah siap,” ucap Nicke kepada kurang lebih 500 peserta yang menonton acara tersebut.

Tak hanya itu, Nicke berpesan bahwa hal yang paling penting adalah harus memiliki kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi.

“Artinya, kemampuan untuk mendengar dan memahami orang lain menjadi sangat penting karena dengan kita bisa mendengarkan dan memahami maka kita bisa berkomunikasi dan meyakinkan semua pihak agar dapat bekerja sama mencapai satu tujuan,” ujar Nicke.

Namun menurutnya, hal itu tidak akan berjalan baik jika tidak mengendalikan diri.

“Mengendalikan diri sendiri itu yang paling sulit, kita harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangan diri sendiri sampai pada akhirnya kita bisa menerima diri sendiri. Hal itu adalah paling mendasar yang harus dimiliki,” tutur Nicke.

Simak Pula: Pemerintah Akan Lelang Surat Utang Negara dengan Target Maksimal Rp 49,5 Triliun

Disampaikan juga menyampaikan anak muda saat ini harus terus belajar untuk mengasah critical thinking (berpikir kritia) agar siap dalam permasalahan apapun.

“Dengan mengasah hal itu, kita akan memiliki kemampuan untuk menjadi problem solver. Problem solving ini sangat dibutuhkan karena kita akan selalu berhadapan dengan masalah yang beraneka ragam dan kompleks,” ucap Dirut Pertamina.(ENI)


Continue Reading

corporation

Pertamina Bangun Lagi Rumah Sakit Modular Darurat Covid-19 dengan Disain Unik

Published

on

Alat-alat berat dikerahkan untuk menyelesaikan pembangunan RS Modular Tanggap Darurat Covid-19 Tanjung Duren, Jakarta pada Jumat, 16 Juli 2021./ Dok. pertamina.com.

MEDIA EMITEN – Pertamina kembali membangun Rumah Sakit (RS) Modular Darurat Covid-19 dengan total kapasitas sekitar 300 bed, di atas lahan Pertamina berlokasi di Tanjung Duren dengan luas lahan sekitar 4,2 hektare.

Sebelumnya pada 2020 lalu, Pertamina telah membangun dua RS Modular Darurat Covid-19 di halaman Hotel Patra Comfort Cempaka Putih dan juga di Simprug.

Baca Juga: Dokter Spesialis Saraf RS Pertamina: Keluhan Low Back Pain Sering Dialami Pekerja Kantoran

Dikutip mediaemiten.com, pembangunan RS Modular ini dilakukan oleh salah satu anak usaha Pertamina, PT Patra Jasa dan akan menjadi ekstensi dari RS Pelni, yang juga merupakan anak usaha  Pertamedika-IHC. Pembangunan dimulai pada 9 Juli 2021 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2021.

Dari 300 bed kapasitas yang disediakan, RS Modular Tanjung Duren ini mengalokasikan 128 bed untuk ruang perawatan, 70 bed di ruang IGD dan IGD ICU serta 104 bed khusus untuk di Gedung ICU.

Direktur Penunjang Bisnis Pertamina, Dedi Sunardi  mengatakan Pertamina berkomitmen mendukung Pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, kali ini melalui penambahan ketersediaan bed untuk perawatan masyarakat pasien Covid.

Pertamina juga mengapresiasi perhatian dan dukungan DPR dalam upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

“Pada pembangunan ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN serta melakukan sinergi Pertamina Group dan BUMN lainnya. Diharapkan dalam dua minggu ke depan dapat selesai secara bertahap ,” ujar Dedi . 

Direktur Utama Pertamedika, Djan Rachmat mengatakan selain RS Modular Tanjung Duren, Pertamedika juga mengelola RS darurat Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede.

Ke depan, dalam waktu dekat juga sedang dikaji beberapa lokasi di Bandung untuk fasilitas darurat Covid-19.

“Kita akan bersinergi dengan beberapa BUMN lain seperti Kimia Farma, Telkom dan Pindad untuk menyediakan fasilitas perawatan Covid-19,” jelas Fathema.

Ketua Satgas Covid DPR,  Sufmi Dasco memberikan apresiasinya kepada Pertamina Grup atas pembangunan RS Modular Covid-19 Tanjung Duren yang akan diselesaikan dalam waktu singkat. 

Sufmi Dasco yang juga Wakil Ketua DPR ini mengatakan disain yang diusung untuk RS Modular Covid-19 Tanjung Duren ini sungguh unik dan menarik. Seperti kaca- kaca yang bisa tembus keluar sehingga pasien bisa melihat pemandangan luar kamar.

“Desain rumah sakit ini unik, contohnya orang yang masuk rumah sakit bisa melihat view (pemandangan). Karena desain ada kaca yang bisa melihat keluar, jadi di luar ada pohon, dapat matahari, sehingga walaupun dalam keadaan perawatan Covid-19 bisa mengurangi stres,” ujarnya saat meninjau persiapan RS Modular Tanjung Duren pada Jumat, 16 Juli 2021.

Fathema mengatakan dalam waktu dekat rumah sakit ini sudah siap digunakan dengan seluruh peralatan dan fasilitasnya.

Fasilitas yang akan dibangun seperti Laboratorium dengan Negative Pressure, IGD sebanyak 22 bed dan IGD ICU 70 bed, Gedung ICU dengan 59 bed non-ICU sebanyak 151 bed yang ditampung dalam 2 gedung terpisah. Ada pula ruang operasi, ruang laboratorium, dan radiologi (CT-Scan dan X-Ray).

Selain itu, seluruh ruangan di RS Modular Tanjung Duren akan dilengkapi negative pressure dan filter HEPA.

Ruang bersalin bagi ibu hamil positif Covid-19. Instalasi hemodialisis (terapi cuci darah) untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan cuci darah.

Simak Pula: Pertamina Targetkan Portofolio Energi Hijau 17% Pada 2030

Instalasi farmasi, instalasi gizi, ruang sentral sterilisasi, ruang laundry dan ruang pemulasaraan jenazah. Serta Ruang Rekreasi yang bisa digunakan pasien untuk berjemur dan lainnya.

“Ada ruang rekreasi dimana pasien bisa berjemur. Dengan ruangan ini pasien juga bisa memperbaiki situasi emosinonal dan kekebalan tubuh akan meningkat. Dengan upaya yang dilakukan semoga Pertamina bisa menurunkan angka kematian dan menurunkan angka Covid-19i,” ucap Fathema. (ENI)

 


Continue Reading

Trending