Connect with us

EKONOMI

Percepat Inklusi Keuangan, Pemerintah Dorong Peran Fintech

Avatar

Published

on

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto : Instagram @airlanggahartarto_official)

Mediaemiten.com, Jakarta – Teknologi Finansial atau Fintech memiliki potensi besar dalam mempercepat inklusi keuangan. Melalui penggunaan teknologi, masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan aman, nyaman, dan berbiaya terjangkau.

Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi pembentukan Indonesia Fintech Society (IFSoc).

“Selamat atas peluncuran IFSoc. Saya memiliki keyakinan bahwa ini bisa mengangkat potensi, tantangan, dan lanskap kebijakan terkait fintech di masa mendatang,” ujar Airlangga dalam acara peluncuran IFSoc secara daring, Senin (9/11/2020) di Jakarta.

Airlangga menjelaskan fintech akan terus memainkan peranan penting dalam inklusi keuangan yang sudah mencapai sekitar 76 persen. “Saya percaya kita bisa memenuhi target keuangan yang inklusif di tahun 2024 sebesar 90 persen,” terangnya.

Oleh karenanya, lanjut Menko Perekonomian, digitalisasi layanan keuangan akan menjadi isu krusial dan menjadi tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat.

Ia pun menyebutkan sektor fintech merupakan salah satu sektor yang paling dinamis, kompetitif, dan menjadi bagian penting dari ekonomi digital. Pada tahun 2019, laporan Google, Temasek, dan Bain & Co menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia adalah yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN.

Fintech memilki peranan besar dalam hal ini, dengan estimasi nilai sebesar $40 miliar dan pertumbuhan tahunan sebesar hampir 50 persen. “Pada tahun 2025, fintech diperkirakan bernilai lebih dari $100 miliar, didorong terutama oleh pembayaran digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan lain-lain,” papar Menko Airlangga.

Pada tahun 2020, Indonesia juga terus mengejar Singapura dalam jumlah fintech. Singapura memiliki 39% dari seluruh jumlah fintech di ASEAN, diikuti oleh Indonesia (20 persen), Malaysia (15 persen), dan Thailand (10 persen).

Kemudian dalam hal penyaluran pinjaman, akumulasi penyaluran peer-to-peer (P2P) lending mencapai lebih dari Rp100 triliun hingga September 2020, naik sebesar 113,05 persen secara year-on-year (yoy).

Di penghujung sambutannya, Menko Airlangga mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan mengejar pertumbuhan positif.

“Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan untuk pemulihan ekonomi nasional. Termasuk dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial,” tegasnya.

Sebagai rangkaian acara, diselenggarakan pula Diskusi Publik bertajuk “Peranan Fintech dalam Transformasi dan Pemulihan Ekonomi Nasional”. Menko Airlangga berharap rekomendasi dari Diskusi Publik tersebut pun bisa berkontribusi pada peningkatan peran fintech dalam pemulihan ekonomi nasional. (inf)


EKONOMI

Catat, Pengelolaan Keuangan Negara Harus Efektif, Efisien dan Akuntabel

Avatar

Published

on

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI, Indra Iskandar. (Foto: dpr.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pada pengelolaan keuangan negara setidaknya ada empat prinsip dasar yang harus dipenuhi yaitu, akuntabilitas berdasarkan hasil atau kinerja, keterbukaan dalam setiap transaksi pemerintah, pemberdayaan manajer profesional, serta adanya lembaga pemeriksa eksternal yang kuat, profesional, dan mandiri.

Demikian ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR RI Indra Iskandar saat Pelatihan Kepemimpinan dalam Pengelolaan Anggaran kepada para pejabat struktural di lingkungan Sekretariat Jenderal DPR RI tentang efektifitas, efisiensi, dan akuntabilitas ­ di Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020).

“Mengutamakan efektifitas, efisiensi, dan akuntabel. Tiga hal itu mutlak. Teman-taman harus menyadari setiap rupiah harus punya manfaan, bukan hanya output, tapi outcome nya harus jelas,” tegas Indra. Dia mengungkapkan, permasalahan yang berulang dalam pengelolaan anggaran adalah soal perencanaan.

Oleh sebab itu Indra mengingatkan para ASN pengelola anggaran, setiap triwulan bisa melakukan perencanaan secara baik dan matang. Meskipun saat ini di rata-rata nasional, serapan anggaran DPR RI masih cukup baik, dimana hingga triwulan ke tiga sudah terserap sekitar 68 persen. “Tapi kalau case planning bisa dilakukan lebih baik lagi, kita di triwulan tiga (serapan anggaran) bisa sampai 70 persen. Ke depan menajemen anggaran harus lebih baik,” ujar Indra.

Sampai dengan saat ini Setjen DPR RI telah 12 kali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) hasil audit dari Badan Pemeriksa Keungan (BPK). Indra menjelaskan, hampir setiap kegiatan di DPR dilakukan pendapingan oleh Inspektorat Utama (Ittama) DPR RI. Prinsipnya setiap pengelolaan anggaran harus mengacu pada aturan yang ada, jadi kalaupun ada temuan-temuan dari auditor atau BPK, sifatnya hanya catatan administratif, bukan yang bersifat material.

“Dalam pengelolaan keuangan dan pengelolaan BMN (Barang Milik Negara), semua harus memahami soal mekanisme akun, memahami soal pencatatan, dan kalau itu bisa dilakukan, insyaAllah kita bisa mempertahankan WTP,” pungkas Indra. (dpr)


Continue Reading

EKONOMI

Gubernur BI Perry Warjiyo Sebut Think Investment Think West Jawa

Avatar

Published

on

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto : bi.go.id)

Mediaemiten.com, Bandung – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Barat (Jabar) yang kembali menggelar West Java Investment Summit 2020 untuk mengejar para investor, baik investor dalam negeri ataupun asing, datang ke Jabar.

“Presiden menegaskan sangat penting untuk terus mendorong investasi bagi pemulihan ekonomi nasional, baik daerah atau nasional. UU Ciptakerja sudah disahkan semoga investasi bisa semakin terdorong,” tegasnya, Senin (16/11/2020).

Ia mengatakan promosi investasi juga sudah dilakukan oleh daerah lain, dimana terbaru adalah dari Jateng yang menghasilkan triliuanan rupiah dari sejumlah komitmen kerjasama investasi. Kali ini di Jabar, ia berharap hal yang serupa akan dicapai.

“Jabar salah satu yang leading dalam hal investasi. Terbukti ada 21 proyek investasi yang ditawarkan secara langsung dalam WJIS kali ini dari total 30 proyek dengan nilai mencapai Rp33,6 triliun. Mari kita sinergi membangun optimisme mendorong investasi bagi pemulihan ekonomi. Think investment, think West Java,” tuturnya.

Tema WJIS kali ini yakni “invest in West Java for beter feature, life and work” menunjukan kuatnya semangat optimisme akan pemulihan ekonomi yang lebih baik, dengan didukung pennigkatan ivestasi di Jabar.

Ia meyakini akan ada perbaikan ekonomi pada kwartal empat tahun ini, dimana pertumbuhan akan kembali mencatat angka positif setelah pada triwulan II dan II lalu, tumbuh negatif. Bahkan tahun depan diprediksi pertumbuhan akan mencapai 5 persen. Jika didukung oleh perbaikan investasi, konsumsi dan ekspor serta terjaganya stabilitas rupiah.

“Sinergi dan koordinasi kebijakan ekonomi nasional sangat kuat dan erat antara pemerintah, BI, OJK, maupun berbagai instansi dan lembaga terus dilakukan,” tutupnya. (jbr)


Continue Reading

EKONOMI

Perekonomian Indonesia Sudah Menunjukkan Ada Perbaikan

Avatar

Published

on

Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto. (Foto : Instagram @ditoganinduto)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pada masa penanganan pandemi Covid-19 yang masih berlanjut, triwulan III perekonomian Indonesia menunjukkan perbaikan dan titik balik (turning point) yang ditunjukkan adanya perbaikan di berbagai sektor. Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan-III 2020 tumbuh menjadi -3,49 persen (yoy) membaik daripada triwulan-II 2020 sebesar -5,32 persen (yoy). 

“Titik balik perbaikan perekonomian Indonesia mulai terlihat dari seluruh komponen pertumbuhan perekonomian, baik dari sisi pengeluaran dan produksi mulai mengalami peningkatan,” kata Dito usai Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua DK Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua DK Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (12/5/2020). 

Titik balik dari perekonomian di Triwulan III 2020 ini, menurut politisi Fraksi Partai Golkar ini, dipengaruhi oleh akselerasi stimulus fiskal (APBN) dan program pemulihan ekonomi nasional yang dapat dilihat dari peningkatan konsumsi pemerintah di triwulan-III 2020 yang mampu tumbuh positif sebesar 9,8 persen (yoy). Selain itu, per 9 November 2020 program PEN telah terealisasi Rp383,01 triliun atau 55,1 persen dari pagu Rp695,2 triliun. 

Selanjutnya, Dito menyatakan bahwa di kuartal-IV 2020, penyerapan belanja APBN 2020 dan program pemulihan ekonomi (PEN) dapat terus diakselerasi untuk menangani permasalahan kesehatan akibat pandemi Covid-19, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan aktivitas dunia usaha kembali bangkit dan menjaga momentum dari pemulihan ekonomi nasional.

Pentingnya koordinasi dan sinergi pemerintah dengan otoritas terkait seperti Bank Indonesia, OJK, dan LPS, dinilai Dito, tetap harus diperluas untuk memperkuat sinergi kebijakan dan memastikan stabilitas perekonomian agar tetap terjaga serta mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Saya berharap optimisme dari seluruh masyarakat, pelaku usaha, dan market  bahwa momentum pemulihan bisa berlanjut ke depan sehingga kita bersama-sama dapat melewati dampak terburuk dari pandemi COVID-19 ini berhasil dilewati,” pungkas legislator daerah pemilihan Jawa Tengah VIII itu. (dpr)  


Continue Reading

Trending