Connect with us

INTERNASIONAL

Pemilihan Presiden Amerika Serikat Resmi Dimenangkan Joe Biden

Published

on

Calon Presiden AS, Joe Biden. (Foto: Instagram @joebiden)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) resmi di menangkan oleh pasangan Joe Biden dan Kamala Haris, Sabtu (7/11/2020) malam waktu setempat. Hal tersebut, membuat Biden mendepak Donald Trump dari Gedung Putih.

Tidak hanya itu, Pemilu AS 2020 kali ini juga rupanya berhasil mencatat berbagai sejarah baru. Tidak tanggung-tanggung, pemilu yang digelar di tengah pandemi ini setidaknya mencatatkan empat rekor baru. 

Lalu apa saja fakta-fakta menarik seputar Pemilu AS 2020, yang telah berjalan beberapa minggu terakhir ini? Berikut ringkasan yang berhasil RRI rangkum dari beberapa sumber, diantaranya: 

1. Digelar Saat Pandemi

AS menjadi salah satu negara yang tetap menggelar pemilu meski di tengah pandemi COVID-19. Saat ini, jumlah kasus di AS sudah mencapai lebih dari 9.95 juta kasus. Dari jumlah itu, ada lebih dari 230 ribu pasien corona yang meninggal dunia. 

Sayangnya, Pemilu AS 2020 berpotensi mendatangkan gelombang penularan baru. Apalagi, pemilu ini juga diwarnai aksi demonstrasi dan pesta kemenangan hingga melanggar protokol kesehatan serta jam malam di beberapa negara bagian.

2. Tiga Kali Calonkan Diri

Pemilu AS 2020 merupakan kali ketiga bagi Biden, mencoba mencalonkan diri sebagai Presiden AS. Sebelumnya, ia pernah mencoba mencalonkan diri melalui Partai Demokrat pada tahun 1988 dan 2008, namun gagal. 

Baru di Pemilu 2020, Biden berhasil lolos menjadi calon Presiden AS dari Partai Demokrat. Tidak hanya itu, ia juga berhasil memenangkan pertarungan melawan petahana Donald Trump dengan suara elektoral 279. 

3. Wapres AS Perempuan Pertama

Wakil Presiden AS Terpilih, Kamala Harris, juga memecahkan rekor sebagai Wakil Presiden AS perempuan pertama sepanjang sejarah. Tidak hanya itu, Kamala juga merupakan perempuan kulit hitam dan keturunan Afrika-India pertama yang menjadi Wapres AS. 

Salah satu alasan Biden memilihnya menjadi wapres, adalah untuk mendongkrak pemilih kulit berwarna. Apalagi, saat ini, situasi di AS masih tidak kondusif akibat pembunuhan warga kulit hitam, misalnya kasus George Floyd di Minneapolis Mei lalu. 

Pada 3 November lalu, Biden pernah berjanji akan memilih perempuan sebagai pasangannya di Pemilu AS. Setelah membahas rencana tersebut dengan berbagai pihak, termasuk istri Biden, Jill Biden, akhirnya pilihan tersebut jatuh ke tangan Kamala Harris. 

4. Hubungan Kamala dengan Keluarga Biden

Kamala Harris bukan orang asing di lingkaran keluarga Biden. Sebelum menjadi wakil presiden, Kamala merupakan teman dekat anak Joe Biden, Joseph Robinette “Beau” Biden III. 

Saat itu, Kamala menjabat sebagai Jaksa Agung California, sedangkan Beau, adalah Jaksa Agung Delaware. Namun, pada 2015, Beau meninggal akibat kanker otak. 

5. Trump Pernah Sumbang Kampanye Kamala

Sebelum menjadi lawan politik di Pilpres 2020, sebenarnya Donald Trump pernah menyokong kampanye Kamala Haris. Pada tahun 2011 dan 2013 silam, Trump menyumbang total 6 ribu USD untuk menjadikan Kamala Jaksa Agung di California. 

Namun, tidak hanya Trump, putrinya, Ivanka Trump, juga ikut memberikan sumbangan ke Kamala Haris. Saat itu, Ivanka menyerahkan 2 ribu USD pada 2014 untuk hal yang sama. 

6. Suara Populer di Pemilu AS Terbanyak

Joe Biden berhasil memecahkan rekor popular voters terbanyak sepanjang sejarah AS. Di Pemilu AS 2020, ia tercatat mendapatkan 74.857.880 suara atau 50,6 persen. 

Dengan angka tersebut, ia resmi mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang Barack Obama. Saat Pemilu AS 2008, Obama mendapatkan 69.498.516 suara. 

7. Kemenangan Demokrat di Georgia

Biden berhasil mengembalikan kemenangan Partai Demokrat di Georgia. Sejak masa keemasan Bill Clinton di Pilpres AS 1992, Partai Demokrat belum pernah menang lagi di Georgia. 

Di negara bagian tersebut, Biden berhasil menang tipis melawan Donald Trump. Ia mendapatkan 49.5 persen, sedangkan Trump 49.3 persen. Kemenangan ini membuat Biden mengantongi tambahan 16 suara elektoral. 

8. Kemenangan Pertama Partai Demokrat di Arizona

Tidak hanya di Georgia, Biden juga mengembalikan kejayaan Partai Demokrat di Arizona. Di sana, Biden berhasil memperoleh suara 49,6 persen dan mengantongi 11 suara elektoral. 

Partai Demokrat juga terakhir kali memenangkan pemilu di Arizona di masa pencalonan Bill Clinton. Saat itu, di Pemilu AS 1996, Bill Clinton yang berpasangan dengan Al Gore berhasil menang telak dari pasangan Bob Dole-Jack Kemp. (rad)


INTERNASIONAL

Pertemuan Menlu ASEAN-Rusia, Menteri Retno Dorong Kolaborasi Produksi Vaksin

Published

on

Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi./Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Dalam pertemuan para menteri luar negeri ASEAN dengan Menlu Rusia, Menlu Retno L.P Marsudi mendorong kerja sama dalam memproduksi vaksin.

Menteri Retno dan Menlu Rusia Sergey Lavrov memimpin bersama Pertemuan Khusus Tingkat Menteri ASEAN-Rusia, Selasa, 06 Juli 2021) secara virtual.

Baca Juga: Pemkab Bogor Kembali Gelar Vaksinasi Massal untuk 2.500 Orang di TSI Puncak

Pertemuan tersebut membahas kerja sama kemitraan strategis ASEAN dan Rusia yang tahun ini memasuki tahun ke-25.

Dikutip mediaemiten.com dari laman setkab.go.id, Selasa, 07 Juli 2021, pertemuan tersebut membahas kerja sama kemitraan strategis ASEAN dan Rusia yang tahun ini memasuki tahun ke-25.

Dalam pertemuan tersebut, Retno mendorong penguatan kerja sama dalam sektor kesehatan, khususnya penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi.

Ditambahkan, kenaikan kasus Covid-19, kemunculan berbagai varian baru dan kesenjangan vaksinasi global merupakan pengingat bahwa ASEAN dan Rusia harus bekerjasama dengan lebih baik dalam menghadapi pandemi.

“Namun di sisi lain, upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tetap harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Retno menyampaikan dua isu utama. Pertama, mengenai kerja sama penanganan pandemi.

Ia mendorong Rusia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan vaksin di kawasan melalui doses-sharing, memprioritaskan negara ASEAN sebagai penerima vaksin Rusia serta menjajaki kemungkinan joint-production dengan negara anggota ASEAN.

Menteri Retno juga mengajak ASEAN dan Rusia untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap COVAX Facility, negosiasi TRIPS Waiver serta kesetaraan pengakuan terhadap vaksin.

Selain ituia menegaskan pentingnya penguatan ketahanan kesehatan kawasan.

Kolaborasi dengan Rusia diharapkan dapat meningkatkan kemandirian kawasan dalam industri kesehatan dan farmasi, penelitian serta penguatan sistem pencegahan dini kawasan.

“ASEAN-Rusia juga memiliki tanggung jawab untuk memperkuat WHO dan tatanan kesehatan global untuk mengantisipasi munculnya pandemi di masa mendatang,” ujarnya.

Kedua, terkait arsitektur kawasan. Retno melihat persamaan prinsip-prinsip visi Rusia mengenai arsitektur kawasan dan ASEAN Outlook on The Indo Pacific (AOIP), yang menjadi semakin relevan di masa pandemi.

“Saatnya kita mengedepankan kerja sama dibandingkan persaingan, kolaborasi dibandingkan kompetisi,” ucapnya menggarisbawahi pentingnya kerja sama dan kolaborasi kedua belah pihak.

Dikatakan Indonesia juga mengajak Rusia untuk mendukung sentralitas ASEAN serta upaya mengatasi situasi di Myanmar, termasuk implementasi Five-Point Consensus.

Terkait usulan Rusia untuk menyelenggarakan Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN Rusia pada Oktober 2021, Retno menekankan bahwa KTT harus menjadi momentum penguatan kemitraan ASEAN dan Rusia untuk mengatasi berbagai tantangan dan juga meningkatkan kontribusi Rusia di kawasan.

Pertemuan yang diselenggarakan untuk mendorong komitmen dan peran aktif Rusia di kawasan Asia Tenggara tersebut telah menghasilkan outcome document berupa Co-chairs Summary yang pada intinya menyepakati untuk mempercepat proses pemulihan pascapandemi, termasuk menekan dampak-dampak sosio-ekonomi, mengembalikan stabilitas makroekonomi dan finansial, supply chain, konektivitas dan memperkuat ketahanan lingkungan.

Simak Pula: Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro Luar Jawa-Bali, Pengetatan di 43 Kabupaten/Kota

Pertemuan juga menyepakati rencana diselenggarakannya KTT ASEAN-Russia pada bulan Oktober 2021, dan berbagai kesepakatan kerja sama di berbagai bidang, antara lain keamanan maritim, keamanan teknologi komunikasi dan informasi, penanganan bencana, serta penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas.

Menurut Retno, Rusia telah menjadi mitra strategis ASEAN sejak tahun 1996, dan dalam kurun waktu 25 tahun tersebut telah mengembangkan hubungan dan kerja sama yang erat di berbagai bidang, termasuk politik dan keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya. Indonesia menjadi negara koordinator kemitraan ASEAN-Russia untuk periode tahun 2018-2021. (EMA)


Continue Reading

INTERNASIONAL

Seperti Tahun Lalu, Arab Batasi Ibadah Haji untuk 60 Ribu Jemaah, Hanya untuk Penduduk Lokal dan Ekspatriat

Published

on

Pelaksanaan ibadah haji./Dok. arabnewscom/AFP.

MEDIA EMITEN – Seperti tahun lalu, pemerintah Arab Saudi kembali tidak memberikan kuota kepada warga asing untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2021.

Arab hanya memberikan 60 ribu kuota haji untuk warga lokal dan ekspatriat dengan alasan masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Batal, Anggota DPR: Kinerja BPKH Kita Awasi Jangan Salah Urus

Arab juga memberlakukan persyaratan ketat untuk calon jemaah haji.

“Calon jemaah haji harus sudah divaksin dan bebas dari penyakit kronis, berusia antara 18 tahun hingga 65 tahun,” kata keterangan Kementerian Urusan Haji Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam sebuah keterangan resmi yang dikutip mediaemiten.com dari aljazeera.com.

Kementerian menambahkan, pembatasan pelaksanaan dengan pertimbangan pandemi Covid-19 di seluruh dunia yang angkanya masih tinggi, ditambah dengan adanya varian virus baru.

“Otoritas terus memantau situasi kesehatan global,” ucap Kementerian.

Tahun lalu, Kerajaan membatasi kuota haji hanya 1.000 untuk warga lokal dan warga asing yang menetap di Arab untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, warga negara dari negara lain tidak diijinkan untuk menjalankan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima.

Tahun ini, pelaksanaan ibadah haji diperkirakan akan dimulai pada pertengahan Juli 2021.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, setiap tahun sebanyak sebanyak 2,5 juta jemaah datang ke Arab untuk melaksanakan rukun haji.

Simak Juga: Haji Batal, Begini Prosedur Pengembalian Setoran Biaya Menurut Kementerian Agama

Ibadah haji menjadi sumber pemasukan utama bagi Arab.

Menurut data resmi, Arab Saudi meraup sekitar US$ 12 miliar per tahun dari pelaksanaan ibadah haji. (wan)

 


Continue Reading

INTERNASIONAL

Kena Sanksi Barat Soal Pelanggaran di Xinjiang, China Balas Uni Eropa

Published

on

Pengunjuk rasa melakukan aksi meminta pemerintah China menghentikan aksi genosida terhadap muslim Uighur./Dok. Reuters

MEDIA EMITEN – Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, dan Kanada menjatuhkan sanksi kepada pejabat China atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Sanksi yang dijatuhkan pada Senin, 21 Maret 2021 itu merupakan tindakan Barat terkoordinasi yang pertama terhadap Beijing di bawah Presiden baru AS, Joe Biden.

Dikutip mediaemiten.com dari laman channelnewsasia.com, Selasa, 22 Maret 2021, China tidak tinggal diam dan langsung bereajsu atas sanksi tersebut.

Pemerintah China menutup pintu perdagangan terhadap Uni Eropa (UE), termasuk anggota parlemen Eropa, diplomat, lembaga serta para keluarganya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah Barat berusaha meminta pertanggungjawaban Beijing atas penahanan massal muslim Uighur di barat laut China.

AS menyebutnya China telah melakukan pembunuhan massal (genosida) muslim Uighur.

Namun pemerintah China menyangkal semua tuduhan tersebut.

Pejabat senior AS mengatakan mereka setiap hari melakukan kontak dengan pemerintah di Eropa mengenai masalah terkait China – mereka menyebutnya sebagai “roadshow Eropa”.

“Di tengah meningkatnya kecaman internasional, China terus melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Xinjiang,” kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken dalam pernyataannya menjelang pertemuan dengan para menteri Uni Eropa dan Nato di Brussel, Belgia, pekan ini.

Kementerian Luar Negeri Kanada menyatakan, telah ditemukan bukti yang kuat soal pelanggaran hak asasi manusia yang sistemik oleh pemerintah China.

Aktivis dan pakar hak asasi PBB menyebutkan, setidaknya satu juta muslim Uighur telah ditahan di kamp-kamp di Xinjiang.

Para aktivis dan beberapa politisi Barat menuduh China menggunakan penyiksaan, kerja paksa dan sterilisasi.

Namun pemerintah China mengklaim kamp-kamp tersebut menyediakan pelatihan dan kejuruan dan dibutuhkan untuk melawan ekstrimisme.

Uni Eropa merupakan yang pertama menjatuhkan sanksi terhadap empat pejabat China, termasuk direktur keamanan tertinggi, dan satu entitas, yang kemudian diikuti oleh Inggris dan Kanada.

Mereka yang juga menjadi sasaran AS adalah Chen Mingguo, Direktur Biro Keamanan Umum Xinjiang dan pejabat senior lainnya di wilayah tersebut yakni Wang Junzheng. (BUD)















Continue Reading

Trending