Connect with us

KORPORASI

Antisipasi Libur Panjang, KAI Tambah Kapasitas Perjalanan Kereta Api

Published

on

KAI menambah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan sebanyak 13 persen menyambut libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama. (Foto: kai121_)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia /KAI (Persero) menambah perjalanan kereta api yang melayani pelanggan sebanyak 13 persen menyambut libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir Oktober. Penambahan perjalanan KA ini untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah pelanggan pada masa libur long weekend tersebut.

“Pada masa libur panjang akhir pekan nanti, KAI siap melayani pelanggan dengan menambah perjalanan KA. Dengan begitu akan semakin banyak pelanggan yang dapat menikmati perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, dan sehat,” jelas VP Public Relations KAI, Joni Martinus, Sabtu (24/10/2020).

Jumlah perjalanan KA Jarak Jauh yang melayani pelanggan pada periode 27 Oktober s.d 1 November 2020 sebanyak 505 KA, naik 13 persen dibandingkan pada 20 s.d 25 Oktober sebanyak 448 KA.

KA favorit masyarakat yang dapat dipesan di masa Long Weekend nanti diantaranya KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi – Gambir pp, KA Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir pp, KA Jayakarta relasi Surabaya Gubeng – Jakarta Kota pp, KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi – Pasar Senen pp, dan berbagai KA lainnya.

Menurut Joni Martinus, peningkatan jumlah perjalanan KA ini secara otomatis menambah jumlah tempat duduk yang KAI sediakan. Jumlah tempat duduk KA Jarak Jauh pada 27 Oktober s.d 1 November 2020 sebanyak 221.193 tempat duduk, naik 13 persen dibandingkan dengan 20 s.d 25 Oktober sebanyak 195.211 tempat duduk.

Tiket KA Long Weekend libur Maulid Nabi Muhammad SAW dan cuti bersama akhir Oktober sudah dapat dipesan mulai H-14 di aplikasi KAI Access, situs kai.id, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya.

Ia menambahkan, masyarakat juga bisa memperoleh Railpoint dari setiap pembelian tiket KA Jarak Jauh Komersial dengan melakukan registrasi pada aplikasi KAI Access versi terbaru. Selain itu, dengan melakukan transaksi tiket KA di aplikasi KAI Access, pelanggan dapat langsung memesan Taksi Bluebird untuk melanjutkan perjalanan dari stasiun kedatangan ke tujuan akhir secara praktis.

“KAI tetap mengedepankan protokol kesehatan saat melayani pelanggan pada libur Long Weekend. Protokol tersebut seperti pelanggan diharuskan dalam kondisi sehat dan menunjukkan Surat Bebas Covid-19 (Tes PCR/Rapid Test) yang masih berlaku (14 hari sejak diterbitkan). Guna menjaga jarak selama perjalanan, KAI juga hanya menjual tiket sebanyak 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia,” tegasnya.

Sebagai upaya peningkatan pelayanan dalam menerapkan protokol kesehatan, KAI menyediakan layanan rapid test di 30 stasiun, yaitu Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Cirebon Prujakan, Semarang Tawang, Tegal, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Blitar, Kertosono, Jombang, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Jember, Ketapang, Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, dan Lubuk Linggau.

Penyediaan layanan rapid test di stasiun bertujuan untuk memudahkan pelanggan sehingga tidak perlu mencari tempat rapid test di luar. Sejak dibuka, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan tersebut sudah mencapai 190 ribu pelanggan.

Joni mengatakan agar masyarakat tidak perlu ragu lagi dalam menggunakan berbagai layanan KAI, karena KAI telah dispilin dalam menerapkan protokol kesehatan. Konsistensi KAI dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kereta api telah diakui dengan diperolehnya Safe Guard Label SIBV. Ia berharap minat masyarakat untuk menggunakan kereta api kembali seperti sebelum adanya pandemi.

“Perjalanan KA libur long weekend ini diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan menerapkan 3M yaitu, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak,” tutup Joni. (inf)


EMITEN NEWS

Pefindo Turunkan Peringkat PT PP Jadi A

Published

on

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan sejumlah surat utangnya./Dok. ptpp.co.id

MEDIA EMITEN – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan sejumlah surat utangnya.

Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta yang dikutip mediaemiten.com, menyebutkan, peringkat PTPP turun dari sebelumnya A+ menjadi A.

Kemudian peringkat untuk obligasi berkelanjutan II tahap I seri A dan seri B tahun 2018 dan tahap II seri A dan seri B tahun 2019 PT PP (Persero) Tbk senilai maksimum Rp 2,75 triliun juga diturunkan peringkatnya menjadi idA dari sebelumnya idA+.

Selanjutnya, peringkat obligasi perpetual tahap I PTPP dengan pokok Rp 150 miliar juga diturunkan menjadi idBBB+ dari sebelumnya idA-.

Baca Juga: Laba Indocement Tergerus 1,58%, Imbas Lesunya Permintaan Semen

Menurut analis Pefindo, Aryo Perbongso dan Martin Pandiangan, peringkat untuk surat utang perpetual berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan PTPP untuk memasukkan sifat subordinasi dengan kebijakan penuh dalam penangguhan kupon.

“Tindakan pemeringkatan tersebut mencerminkan pandangan kami bahwa belanja modal PTPP akan tetap tinggi untuk kebutuhan anak perusahaan di sektor infrastruktur dan properti, sementara penurunan kegiatan usaha konstruksi dan properti di tengah kondisi pandemi akan menekan perolehan arus kas PTPP,”tulisnya.

Aryo dan Martin memperkirakan profil leverage keuangan PTPP hingga 2023 akan tergolong agresif dengan proyeksi rasio utang bersih terhadap EBITDA di atas 7 kali.

Dengan penurunan peringkat tersebut, Pefindo juga merevisi prospek peringkat PTPP menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Baca Juga: Moeldoko Ketum Partai Demokrat Versi KLB, SBY Tabuhkan Genderang Perang

Khusus untuk surat utang perpetual tahap I senilai Rp 150 miliar, Pefindo yakin PTPP bakal mampu melunasinya saat jatuh tempo pada 15 Mei 2021 menggunakan kas internal. (BUD)


Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Laba Indocement Tergerus 1,58%, Imbas Lesunya Permintaan Semen

Published

on

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat penurunan kinerja keuangan lantaran lesunya permintaan semen akibat imbas pandemi Covid-19./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat penurunan kinerja keuangan lantaran lesunya permintaan semen akibat imbas pandemi Covid-19.

Emiten produsen semen ini mengalami penurunan laba bersih 1,58% dibandingkan akhir tahun 2019 dari Rp 1,835 triliun menjadi Rp 1,806 triliun di akhir 2020.

Dalam laporan keuangan perseroan yang telah diaudit seperti dikutip mediaemiten.com, laba laba per saham dasar turun dari Rp 498,56 menjadi Rp 490,69.

Produsen Semen Tiga Roda ini mencatat penurunan total pendapatan 11,01% dari Rp 15,939 triliun menjadi Rp 14,184 triliun.

Namun, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 9,07 triliun atau turun 13,03% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat Rp 10,439 triliun, sehingga laba kotor turun 7,03% menjadi Rp 5,113 triliun.  

Pada sisi ekuitas tercatat turun 3,91% dari Rp 23,08 triliun menjadi Rp 22,176 triliun.

Sementara total kewajiban tercatat sebesar Rp 5,168 triliun atau tumbuh 11,69% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp 4,627 triliun.

Baca Juga: Indocement Targetkan Pasar Ekspor Naik 25%

Sebaliknya aset perseroan tercatat turun 1,31% dari Rp27,707 triliun menjadi Rp 27,344 triliun.

Sedangkan arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 3,538 triliun atau tumbuh 0,22% dibandingkan Rp 3,53 triliun

Indocement juga mengungkapkan, penjualan semen pada Februari 2021 sebesar 1,2 juta ton.

Menurut analis Mirae Asset Sekuritas, Mimi Halimin mengutip dari data Indocement bahwa penjualan semen perseroan turun 8,3% secara tahunan (year-on-year/YoY) dan turun 11,1% secara bulanan (month-on-month/MoM).

Volume penjualan produsen semen Tiga Roda ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan penjualan semen secara nasional yang tumbuh positif secara tahunan.

”Kondisi cuaca kurang baik juga menjadi salah satu faktor negatif yang berdampak pada penjualan INTP pada Februari,” tulis Mimi dalam riset terbarunya.

Mimi mencatat konsumsi semen domestik di Jakarta turun 8,6% YoY dan Jawa Barat turun 6,4% YoY.

Penjualan di pasar utama INTP ini relatif lebih rendah dibandingkan pertumbuhan volume total penjualan semen nasional yang tumbuh 0,8%.

Simak Juga: Warga Perumahan Dian Asri II Cibinong Dukung Pengurus RW Lawan Gugatan PT BPJ

Seiring dengan jumlah kasus positif Covid-19 yang terus berkurang dan aktivitas ekonomi perlahan kembali, Mimi yakin penjualan Indocement akan pulih dalam beberapa bulan ke depan.

Apalagi, aktivitas perekonomian diperkirakan lebih baik pada 2021 dengan potensi anggaran infrastruktur yang tinggi dan pemulihan di sektor properti. (ENI)


Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Indocement Targetkan Pasar Ekspor Naik 25%

Published

on

PT Indocement Indonesia Tbk (INTP) akan menekan ekspansi bisnis dan lebih menggenjot ekspor./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – PT Indocement Indonesia Tbk (INTP) akan menekan ekspansi bisnis dan lebih menggenjot ekspor.

Christian Kartawijaya, Direktur Utama PT Indocement Indonesia Tbk mengatakan perseroan belum ada rencana ekspansi pabrik di tahun ini karena pasar masih oversuplai 55 juta ton.

“Ini sangat tidak logis kalau ekspansi di tahun ini di saat kapasitas produksi semen dalam negeri oversuplai 115 juta ton, tetapi konsumsi baru 62 juta,” katanya dalam paparan publik secara virtual di Jakarta.

Namun menurutnya, peluang ekspansi masih terbuka di tahun depan dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar.

Ia menambahkan, saat ini kondisi pasar yang oversuplai selain disebabkan banyaknya pemain baru juga kondisi cuaca yang mempengaruhi rendahnya konsumsi semen dalam negeri.

Untuk mensiasati hal tersebut, Indocement akan terus menggenjot ekspor semen klinker.

Tahun ini, perseroan menargetkan ekspor naik 20-25% menjadi 600 ribu ton dari tahun lalu 400 ribu ton.

Apalagi, ucap Christian, perseroan mendapatkan kontrak jangka panjang ekspor semen klinker 147 ribu-255 ribu ton ke Brunai Darussalam dan juga China.

Perseroan, masih menaruh asa ada kenaikan penjualan semen pasca lebaran.

Pasalnya, saat ini geliat pasar properti menjadi faktor permintaan pasar semen perseroan meningkat kendati untuk proyek infrastruktur belum mendominasi.

”Realisasi penjualan sampai Februari 2021, industri semen catat positif dan bahkan minggu kedua di bulan positif dengan dominasi penjualan di residensial,”tutur Christian.

Ia menambahkan, , kebijakan pemerintah dengan bunga KPR rendah dan uang muka 0% memberikan sentiment dan geliat sektor properti kembali tumbuh sehingga mampu mengerek penjualan semen.

Kedepan, perseroan akan terus meningkatkan pangsa pasar dengan membidik pulau Sumatera seiring dengan kenaikan pangsa pasar Indocement 25,5% menjadi 25,8%.

“Dalam memperluas pangsa pasar, kita sudah membikin terminal di Lampung dan Palembang karena pulau Sumatera mulai berkembang baik setelah Jawa,” katanya.

Menurutnya, fakrtor lainnya, hadirnya jalan tol Trans Sumatera juga membuat geliat ekonomi juga ikut naik sehingga berdampak pada meningkatnya permintaan semen.

Selain itu, perseroan juga telah membuat terminal floating di Konawe untuk masuk pasar di Sulawesi.

Diharapkan dengan hadirnya terminal tersebut bisa membawa angkutan semen lebih efektif dan efisien.

Perseroan juga merilis produk semen Rajawali untuk penetrasi pasar semen di kelas curah dengan kualitas bagus dan harga cukup kompetitif.

Disamping itu, Indocement juga mulai memperkenalkan semen ramah lingkungan dengan kualitas tinggi.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan modal kerja atau capex Rp 1,1 triliun atau naik 10% dari tahun lalu. (wan)

Baca Juga:Menperin: Honda Akan Kembangkan Mobil Listrik di Indonesia

BI Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah


Continue Reading

Trending