Connect with us

INTERNASIONAL

Presiden Kirgistan Mundur Setelah Pemilihan Parlemen

Avatar

Published

on

Presiden Kirgistan, Sooronbay Jeenbekov. (Foto : Instagram @sooronbai_zheenbekov_official)

Mediaemiten.com, Bishkek – Presiden Kirgistan hari Rabu (14/10/2020) mengatakan bahwa dia akan mundur hanya jika pemilihan parlemen baru sudah digelar dan pemilihan presiden diumumkan.

Pernyataan Sooronbay Jeenbekov, yang dikeluarkan melalui sekretaris persnya Tolganay Stamaliyeva, menyusul pertemuannya dengan Perdana Menteri Sadyr Zhaparov.

Jeenbekov menekankan bahwa menurutnya tidak tepat meninggalkan jabatannya sekarang, karena hal itu dapat memicu skenario yang tidak dapat diprediksi atas negara.

Zhaparov, mantan anggota parlemen yang dibebaskan pekan lalu dari penjara oleh para pendukungnya saat berlangsung protes terhadap hasil pemilu pada 4 Oktober yang memilih 120 anggota baru parlemen, mengatakan mereka akan menuntut pengunduran diri Jeenbekov besok, seperti dilansir dari Anadolu Agency.

Parlemen Kirgistan mengangkat Perdana Menteri Zhaparov pada hari Sabtu lalu (10/10/2020).

Berkumpul di Kediaman Negara Ala Archa di ibu kota Bishkek, 63 anggota parlemen saat ini dengan suara bulat menyetujui jabatan baru Zhaparov dan kabinetnya.

Protes di Kirgistan meletus di awal bulan ini, dengan warga membobol parlemen dan gedung lainnya dan bentrok dengan polisi, menuntut pemilihan parlemen baru. Otoritas pemilu kemudian membatalkan hasil pemilu 4 Oktober tersebut.

Sebelumnya, otoritas pemilu mengumumkan bahwa hanya empat dari 16 partai yang berhasil melewati ambang batas 7% untuk masuk parlemen.

Sejak Minggu, pendukung partai yang gagal mencapai ambang batas mengumumkan penolakan mereka terhadap hasil pemilu, dengan alasan proses pemilu tidak adil.

Bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan menyebabkan satu orang tewas dan 590 lainnya terluka. (rad)


INTERNASIONAL

Disney Tunda Penayangan Film Animasi Black Widow

Avatar

Published

on

Disney masih belum menentukan tanggal perilisan pasti Black Widow. (Foto : pinterest.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – Disney berencana kembali menunda penayangan Black Widow, yang dijadwalkan rilis 6 November karena pandemi Covid-19. 

Melansir Variety, Kamis (17/9/2020), Disney juga disebut mempertimbangkan opsi lain dalam merilis animasi garapan Pixar, Soul. 

Saat ini film animasi Soul masih dijadwalkan rilis di bioskop pada 20 November. Sejumlah sumber menyebut ada peluang Soul akan ditayangkan ke Disney+, namun orang dalam Disney membantah hal itu.

Kabar penundaan ini datang beberapa hari setelah Warner Bros mengumumkan penundaan dari Wonder Woman 1984, menjadi Desember. Bukan hanya itu, Universal juga menunda penayangan Candyman dari Oktober menjadi 2021.

Hingga saat ini, film ke-25 James Bond, No Time to Die menjadi satu-satunya film besar yang masih menetapkan 20 November mendatang sebagai tanggal perilisan.

Sebanyak 70 persen bioskop di Amerika Serikat sebenarnya telah dibuka kembali, namun mereka kesulitan mendatangkan penonton. Sementara itu, pasar domestik terbesar yaitu New York City dan Los Angeles masih ditutup. Semula, pemilik bioskop berharap film Christopher Nolan, Tenet, dapat mendatangkan penonton.

Namun kekhawatiran akan pandemi hanya mampu membuat Tenet meraup US$29 juta setelah dua pekan penayangan. Black Widow yang dibintangi oleh Scarlett Johansson telah mengalami penundaan tayang beberapa kali. Awal kali, film ini ditenggatkan rilis pada Mei.

Hingga saat ini, Disney masih belum menentukan tanggal perilisan pasti Black Widow dan dampaknya pada film juga serial Marvel yang lain seperti Eternals, Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings, serta Thor: Love and Thunder.

Sementara itu, Scarlett Johansson memastikan film Black Widow dibuat untuk mencerminkan gerakan #MeToo serta Time’s Up yang bergaung selama beberapa tahun belakangan. (rad)


Continue Reading

INTERNASIONAL

19 Tahun Tragedi Serangan terhadap Gedung World Trade Centre (WTC)

Avatar

Published

on

11 September 2020 19 tahun tragedi serangan terhadap gedung World Trade Centre (WTC) di New York. (Foto : Instagram @universofcporto)

Mediaemiten.com, Jakarta – Hari ini, 11 September 2020, tepat 19 tahun tragedi serangan terhadap gedung World Trade Centre (WTC) di New York, Gedung Pentagon di Washington DC, dan Pennsylvania.

Sedikitnya 2.753 orang tewas ketika pesawat American Airlines Flight 11, dan United Airlines Flight 175 menabrak Gedung WTC di kawasan Manhattan.

Pesawat pertama menabrak menara WTC utara sekitar pukul 08.46 waktu lokal, lalu 17 menit kemudian, pesawat kedua menabrak gedung selatan WTC. 

Di lokasi lain, pesawat American Airlines bernomor 77 menabrakkan diri ke gedung Kementerian Pertahanan AS di Washington DC. Sebanyak 184 orang tewas dalam insiden itu.

Sementara itu, pesawat United Airlines dengan nomor penerbangan 93 menabrak sebuah ladang di Shankville, Pennsylvania. Saat itu, pesawat membawa 40 penumpang termasuk awak pesawat.

Para korban tewas itu berusia mulai dari dua tahun sampai 85 tahun. Sebanyak 75-80 persen korban tewas merupakan pria. Hingga Juli 2019, 1.644 dari total 2.753 korban tewas telah teridentifikasi.

Tercatat setidaknya kerugian ekonomi akibat serangan mencapai US$123 miliar selama 2-4 minggu pascaserangan berlangsung. (rad)


Continue Reading

INTERNASIONAL

WNI Dilarang Masuk Malaysia, KBRI Bentuk Satgas

Avatar

Published

on

Juru bicara (Jubir) Kemlu, Teuku Faizasyah. (Foto: Kemlu.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Dampak diberlakukanya larangan warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk ke Malaysia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia langsung bergerak cepat membentuk Satgas guna memfasilitasi WNI yang terdampak dengan aturan ini.

“Menlu sudah menugaskan perwakilan kita di Malaysia untuk membentuk Satgas juga untuk memastikan dan memfasilitasi kalau ada WNI yang terkendala dan berdampak langsung dengan adanya penerapan pembatasan kunjungan tersebut,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah, kepada RRI, Selasa (8/9/2020).

Teuku mengatakan, bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI), sudah memanggil Duta Besar (Dubes) Malaysia terkait kebijakan larangan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk masuk negeri Jiran tersebut.

“Jadi apa yang disampaikan dubes Malaysia adalah bahwa kebijakan ini dikaitkan dengan adanya ancaman Malaysia dari kasus Covid-19 yang dibawa orang datang. Dalam pertemuan perwakilan Menlu dengan Dubes Malaysia menjelaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan akan ditinjau kembali dari waktu ke waktu,” kata ia.

Dirinya juga memastikan, kondisi dan keberadaan WNI di Malaysia  sampai saat ini tidak ada persoalan.

“Sebenarnya untuk warga Indonesia yang sudah ada di Malaysia tidak ada persoalan, sementara yang sudah di tanah air untuk sementara waktu berharap bisa balik studi yang sudah memeliki izin tinggal jangka panjang, namun dengan kebijakan ini belum bisa kembali ke Indonesia,” katanya.

Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri Yaakob sebelumnya mengumumkan, Malaysia akan melarang masuk pemegang izin tinggal jangka panjang dari India, Filipina, dan Indonesia lantaran meningkatnya kasus Covid-19 di tiga negara tersebut.

KBRI Kuala Lumpur juga telah mengeluarkan surat edaran bahwa larangan tersebut berlaku bagi penduduk tetap, pemegang pass program Malaysia My Second Home (MM2H). Larangan masuk juga berlaku bagi ekspatriat seluruh kategori termasuk professional visit pass (PLIK), pass residen, pasangan warga negara Malaysia (spouse visa), dan pelajar.

Selain itu Malaysia akan menutup pintu masuk bagi setiap negara dengan kasus Covid-19 lebih dari 150.000.Beberapa di antaranya adalah Amerika Serikat, Brasil, Prancis, Inggris, Spanyol, Italia, Arab Saudi, Rusia, dan Bangladesh. (rad)


Continue Reading

Trending