Connect with us

JAWA

Kemendag Bawa Pelaku Usaha Jatim Tembus Pasar Internasional

Avatar

Published

on

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (Foto : agusuparmanto)

Mediaemiten.com, Jakarta – Program pendampingan eksportir (Export Coaching Program) yang diadakan Kementerian Perdagangan berhasil membawa pelaku usaha asal Jawa Timur melakukan ekspor perdana secara mandiri di tengah kondisi ketidakpastian global akibat pandemi Covid-19.

Pelaku usaha tersebut yaitu PT Demapra Mega Perkasa yang mengekspor produk kopi Arabika sebanyak satu kontainer senilai USD106 ribu ke Amerika Serikat dan CV Hortindo Agrokencana dengan produk ubi beku senilai USD35 ribu ke Jepang.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Rabu (14/10/2020) menyatakan, capaian ini merupakan hasil menggembirakan dari partisipasi keduanya pada program pendampingan ekspor yang diselenggarakan Kementerian

Perdagangan melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha Indonesia lainnya untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar global,” kata Mendag.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun. Program ini dikhususkan bagi para pelaku usaha yang telah mendaftarkan diri dan memperoleh rekomendasi dari dinas yang membidangi urusan perdagangan di masing-masing daerah. Para peserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional. Program pendampingan eksportir ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 2010.

“Pada program tersebut, pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu, para peserta dapat membuka peluang di negara tujuan ekspor didampingi praktisi pelaku ekspor,” ujar Kasan.

Kepala Balai Besar BBPPEI Noviani Vrisvintati menjelaskan, program pendampingan ekspo untuk wilayah Jawa Timur saat ini sudah memasuki tahap keempat yaitu pendampingan produk, dari delapan tahapan yang direncanakan. Fasilitator BBPPEI dan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Provinsi Jawa Timur terus memberikan pendampingan kepada para peserta untuk peningkatan kualitas produk; perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor; serta pengembangan tim ekspornya.

“BBPPEI akan terus mendampingi, membantu, mendorong, dan memberikan fasilitasi kepada para pelaku usaha potensial ekspor guna peningkatan kesiapan ekspor dan pencapaian transaksi ekspor. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor nasional,” ungkap Noviani.

Noviani juga berharap, melalui berbagai tahapan dalam program pendampingan ekspor ini, pelaku usaha yang menjadi peserta diharapkan mampu berkembang dan melakukan ekspor secara mandiri tanpa melalui perantara atau trader. “Pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui prosedur, ketentuan, dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk ekspor yang berlaku di dalam negeri maupun di negara tujuan ekspor. Selain itu, mampu melakukan riset pasar ekspor dan mencari calon mitra potensial melalui internet maupun informasi dari perwakilan perdagangan,” tutupnya.

Selain pendampingan, BBPPEI juga melaksanakan berbagai kegiatan secara virtual seperti seminar web ekspor untuk menyiasati keterbatasan pertemuan secara fisik akibat pandemi Covid-19.

Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan perwakilan perdagangan di luar negeri di berbagai negara dengan mengikutsertakan para peserta program pendampingan ekspor. BBPPEI juga merekomendasikan para pelaku usaha peserta pendampingan untuk mengikuti sejumlah kegiatan penjajakan kerja sama dagang (business matching) secara virtual yang diselenggarakan oleh perwakilan perdagangan dengan calon mitra potensial di negara tujuan ekspor. (inf)


JAWA

Menteri Edhy Serahkan Bantuan Rp12,2 Miliar ke Nelayan di Brebes

Avatar

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar. (Foto: Instagram @edhy.prabowo)

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar untuk nelayan hingga pelaku UMKM saat mengunjungi Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020).

Penyerahan bantuan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan.

Acara penyerahan bantuan berlangsung di Desa Sawo Jajar, Kecamatan Wanasari dengan menerapkan protokol kesehatan. Ada sembilan kelompok masyarakat penerima, di mana bantuan yang diserahkan di antaranya sarana pengolah produk turunan mangrove, sarana prasarana produksi budidaya, paket rehabilitasi saluran tambak udang padat karya, chest freezer, alat tangkap, mesin ketinting, hingga bantuan modal usaha, yang bila ditotal jumlahnya lebih dari Rp12,2 miliar.

“Mudahan-mudahan bantuan bisa terus kita tambah untuk membantu bapak/ibu dalam berkegiatan maupun menjalankan usaha,” ujar Menteri Edhy.

Selain bantuan pemerintah, Menteri Edhy juga menyerahkan bantuan dari kantong pribadinya berupa bibit mangrove sebanyak 2.500 batang dan alat pengolahnya.

Edhy menegaskan, dalam upaya KKP mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir, keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting. Bahkan penanaman mangrove akan masif dilakukan demi pesisir yang lebih hijau.

Terlebih, sambungnya, penanaman mangrove sekarang tidak hanya menjadi program kelautan dan perikanan tapi termasuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan ikhtiar pemerintah dalam memperbaiki kondisi ekonomi imbas pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Kelompok Losari Ikhtiar, Subhan, yang menjadi penerima bantuan, mengaku chest freezer yang diterimanya sangat berguna untuk mendukung usaha bandeng presto yang digeluti. Dengan adanya chest freezer, produksi yang tadinya 8 kwintal per bulan, bisa ditingkatkan.

“Bantuan ini sangat membantu sekali, untuk kami menyimpan dan menjaga kualitas bahan baku. Apalagi di masa pandemi seperti ini,” akunya.

Dia berharap pemerintah terus memberi perhatian bagi pelaku usaha UMKM di Indonesia. Tidak hanya alat, tapi juga pelatihan dan akses pasar supaya pelaku UMKM di Indonesia terus tumbuh dan berkembang.

Sebagai informasi, Menteri Edhy mengunjungi Brebes bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam rangka padat karya penanaman mangrove guna pemulihan ekonomi nasional. Kunjungan kerja kedua menteri itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan.

Jakarta,InfoPublik – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar untuk nelayan hingga pelaku UMKM saat mengunjungi Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020). Penyerahan bantuan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan. (jbr)


Continue Reading

JAWA

Nilai Tukar Pertanian Jawa Barat Agustus 2020 Menurun

Avatar

Published

on

Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,57 persen. (Foto : Instagram @pertanian_indonesia)

Mediaemiten.com, Bandung – Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dadang Supriadi mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 0,56 persen dibandingkan Juli 2020, dari 100,08 menjadi 99,52. 

Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,57 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) turun sebesar 0,02 persen. 

Disebutkan, pada bulan Agustus 2020, subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen; subsektor tanaman Hortikultura mengalami penurunan sebesar 2,63 persen; subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan 0,80 persen; subsektor Peternakan mengalami penurunan sebesar 1,82 persen; dan subsektor Perikanan dengan kenaikan sebesar 0,16 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada Agustus 2020 sebesar 100,09 atau turun 0,76 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu konsumsi Rumah Tangga di daerah perdesaan mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.Indeks yang dibayar petani untuk keperluan proses produksi, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada Agustus 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen. (jbr)


Continue Reading

JAWA

Dedi Ruslan, Lokomotif Usaha untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Avatar

Published

on

Bakal Calon Bupati Kabupaten Sukabumi, Dedi Ruslan.(Foto : Tim Dedi Ruslan)

Mediaemiten.com, Palabuhanratu – Membangun Kabupaten Sukabumi menjadi obesesi besar Dedi Ruslan saat ini. Pasalnya Kang Dedi-begitu sapan akbrabnya-melihat tanah kelahirannya ini masih jauh dari harapan menjadi daerah maju.

Padahal kata pengusaha muda yang malang melintang di kancah nasional, ini sumber daya alam di Sukabumi begitu banyak dan melimpah ruah. Seharusnya, potensi daerah ini dikelola dengan baik agar mendapat kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, kenyataannya, masih jauh panggang dari api.

Kondisi tersebut membuat hatinya tersentuh dan ingin berbuat lebih banyak. Kang Dedi, berkeinginan besar mengabdikan hidupnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sukabumi.

BACA : MENGABDI UNTUK SUKABUMI, NIAT TULUS SANG PENGUSAHA SUKSES

Kini, Kang Dedi sebagai salah satu bakalan calon Bupati Sukabumi periode 2020-2025. Dukungan dari masyarakat pun terus mengalir deras karena figur Kang Dedi sudah mendapat tempat di hati masyarakat.

“Orang tua saya orang Sukabumi, saya lahir di Sukabumi, saya tahu apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Saya berkeinginan mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Kang Dedi.

Membangun Ekonomi Kerakyatan

Salah satu dari program yang diusung oleh Kang Dedi adalah membangun ekonomi kerakyatan. Dengan mengusung konsep ekonomi Pancasila atau ekonomi gotong royong yang bisa melawan para rentenir.

“Kalau mempraktekkan ekonomi Pancasila di derah maka prakte rentenir yang menyusahkan rakyat akan hilang. Karena konsep ekonomi ini mengembangkan UKM berdasarkan prinsip gotong royong,” kata tokoh muda kabupaten Sukabumi ini.

Pengembangan usaha di daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi tersendat lantaran masih menjamur para renternir yang justru menyulitkan para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Itu karena banyak aturan yang pro liberalis. Ke depan harus kita tata aturan dan perda yang pancasilais,” ungkapnya.

Lebih jauh Dedi menambahkna, jika nanti ia dipercaya memimpin Kabupaten Sukabumi maka konsep ekonomi Pancasila ini akan menjadi dasar dan pijakan pembuatan peraturan daerah.

Kemudian untuk mendongkrak pertumbuhan sektor UKM Kang Dedi telah merencanakan bekerja sama dengan pusat-Kemenkop-UKM melalui Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kemenkop-UKM, Sutarmo.

Karena itu bimbingan teknis ketahanan usaha UKM sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat daerah.

“Bimtek bagi pelaku UMKM sangat diperlukan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, ini juga dalam rangka perlindungan bagi pengusaha kecil di tengah derasnya arus persaingan global,” paparnya.

Menurut Dedi, kekuatan daerah ada di Koperasi dan UMKM. Karena itu, timnya telah mempersiapkan dengan matang untuk bekerjasama dengan Kemenkop-UKM.

“Nantinya setiap desa harus ada pelatihan UMKM, jika ini terwujud maka persaingan global tidak menjadi sesuatu yang dikuatirkan melainkan menjadi peluang besar untuk kemajuan perekonomian masyarakat daerah,” pungkasnya.

Warung Pro Rakyat (WPR)

Selain itu, Kang Dedi juga akan mengembangkan Warung Pro Rakyat (WPR) di kabupaten Sukabumi. Warung ini kelak akan dibangun di setiap desa dan kelurahan, dengan jumlah 10 warung di setiap desa dan kelurahan.

Namanya warung, tetapi konsep sebenarnya adalah toko mini swalayan yang menyediakan kebutuhan pokok warga.

Pendirian WPR ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran di daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Program ini membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Nantinya karyawan yang bekerja di warung pro rakyat akan direkrut dari warga dari masing-masing desa dan kelurahan sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyrakat,” katanya.

Program WPR ini sejalan dengan program presiden Jokowi-Maruf Amin. Apalagi, tujuannya baik yakni untuk mendukung tersedianya stabilitas harga barang kebutuhan rakyat di pasar dan jaminan produk halal.

Penataan Ekowisata

Pengembangan dan penataan ekowisata di Kabupaten Sukabumi juga menjadi prioritas program Kang Dedi. Menurutnya masih banyak destinasi-destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi yang belum tergarap secara maksimal. Pasalnya infrastuktur seperti jalan dan jembatan ke lokasi tersebut belum memadai.

“Infrastuktur ini kita akan benahi. Jika sektor pariwisata ini bisa dimaksimalkan akan berdampak pada sektor-sektor lain seperti sektor UKM dan perhotelan di Sukabumi,” katanya.

Konsep Kampung Kuring juga untuk seluruh hotel di Sukabumi akan terangkat karena daerah ini sebagai salah satu basis budaya Sunda yang harus ditingkatkan dari sisi budayanya, apalagi di tengah arus deras globalisasi.

“Kita akan buat konsep wisata Kampung Kuring di seluruh hotel yang ada di kabupaten Sukabumi agar nantinya masyarakat daerah kita betul-betul merdeka dari sisi budaya. Apalagi di era global dan digitalisasi ini benteng budaya kita adalah menghadirkan konsep kultur asli Sunda di berbagai sektor, salah satunya adalah hotel,” papar ketua dewan pembina Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA).

“Nantinya kita hadirkan busana Pangsi bagi pegawai hotel dan restoran, tidak lupa juga agenda jaipongan di setiap agenda penting hotel. Jika ini kita lakukan maka kabupaten Sukabumi akan menjadi pelopor pemberdayaan budaya Sunda secara nyata,” tandas Kang Dedi. (Tulisan ini dikutip dari majalah Indonesia Report, Edisi Agustus 2020)


Continue Reading

Trending