Connect with us

corporation

BPUI Jadi Holding, Bagaimana Nasib Jamkrindo dan Askrindo

Avatar

Published

on

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam. (Foto : dpr.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Dua perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang jaminan asuransi kredit, PT. Jamkrindo (Persero) dan PT. Askrindo (Persero), saat ini berada di bawah perusahaan holding asuransi PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Perusahaan holding yang baru dibentuk Kementerian BUMN itu akan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 20 triliun untuk menjalankan mandat sebagai perusahaan penyelamat Jiwasraya.

Dalam rapat dengar pendapat Komisi XI DPR RI bersama Jamkrindo, Askrido, Jamkrida dan Aspenda yang juga dihadiri Dirjen Kekayaan Negara (DJKN) dan Dirjen Pengelolaan Pembiayaan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam sempat mengutarakan kekhawatirannya terhadap kelanjutan dari Jamkrindo dan Askrindo. Sebab tidak hanya menaungi lembaga penjaminan pelat merah tersebut, BPUI juga membawahi Asuransi Jasindo dan Jasa Raharja.

“Saya agak sedikit worry ketika ada proses penggabungan atau holding-isasi industri asuransi menjadi BPUI. Karena ketika berbicara roadmap holding-isasi itu, titik beratnya adalah penyelamatan Jiwasraya. Padahal sesungguhnya, Jamkrindo dan Askrindo ini adalah suatu skema yang terpisah daripada asuransi yang nature of business-nya sama dengan Jiwasraya, seperti Taspen, Bumiputera, Asabri itu kan masih satu rumpun,” kata Ecky saat mengikuti rapat secara virtual melalui video conference, Selasa (20/9/2020).

Menurut politisi Fraksi PKS itu, Jamkrindo dan Askrindo memiliki pola bisnis dan regulasi yang sangat berbeda, bahkan style pengaturan bisnisnya berbeda dengan Jiwasraya dan asuransi sejenisnya. “Karenanya kami akan sangat worry, walaupun kalau saya bertanya pada direksi Jamkrindo dan Askrindo, saya yakin jawaban mereka tentu akan baik-baik saja karena itu sudah keputusan Menteri BUMN,” ungkapnya.

Meski memahami posisi sulit Jamkrindo dan Askrindo, Ecky sempat menekankan perlunya roadmap atau peta jalan yang perlu diketahui dari BPUI. Perlu diketahui dimana sinergi, hingga keuntungan yang akan diperoleh Jamkrindo dan Askrindo dengan adanya holding BPUI. Sebab setelah adanya program KUR, dirinya bersama Komisi XI senantiasa berjuang terus untuk memberikan PMN secara langsung kepada Jamkrindo dan Askrindo.

“Kemudian sekarang, kita tahu yang terjadi malah holding-isasi maka Jamkrindo dan Askrindo posisinya menjadi anak perusahaan dan bukan lagi BUMN secara langsung sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh Komisi XI. Walaupun tentunya kita akan tetap berjuang karena ini untuk rakyat, tetapi kita ingin keterbukaan dari Jamkrindo dan Askrindo terkait kelemahan dan kelebihan roadmap dari BPUI bagi Jamkrindo dan Askrindo, bukan bagi Jiwasraya karena itu tujuan holding-isasinya,” tandas Ecky.

Sebelumnya dalam rapat tersebut, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata sempat mengungkap bahwa Jamkrindo dan Askrido yang berada di bawah BPUI, mendapat tugas untuk memberikan penjaminan atas program pemberian insentif kredit kepada UMKM sebagai bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sesuai aturan POJK Nomor 2 Tahun 2017, maksimum gearing ratio dalam penjaminan usaha produktif hanya 20 kali.

Sedangkan saat ini, kondisi fearing ratio Jamkrindo dan Askrindo masing-masing 18,1 kali dan 19,1 kali. Namun dengan tugas dalam program PEN, gearing ratio keduanya diproyeksikan akan naik pada tahun 2021 menjadi 22,7 kali dan 21,9 kali. Gearing ratio sendiri merupakan perbandingan antara total nilai penjamianan yang ditanggung sendiri dengan ekuitas lembaga penjamin pada waktu tertentu.

“Hingga tahun 2024 diperkirakan akan menjadi 23,2 kali dan 25,1 kali yang tentu akan melampaui batas yang diperkenankan OJK, untuk itu kemarin diusulkan PMN kepada BPUI karena Jamkrindo dan Askrindo jadi anak perusahaan, maka disalurkan kepada BPUI yang kemudian disalurkan kepada Jamkrindo dan Askrindo, sehingga dengan tambahan itu gearing ratio bisa terkendali pada level di bawah 20 kali,” kata Dirjen DJKN. (dpr)


corporation

Masih Tetap Untung di saat Pandemi, DPR Beri Apresiasi BTN

Avatar

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon. /Instagram.com/@sondangtampubolon.dki1.

MEDIA EMITEN – Sektor usaha saat ini mengalami tekanan yang besar, termasuk perbankan akibat pandemi Covid-19. Meskipun begitu, Bank Tabungan Negara (BTN), berhasil mencetak laba sebesar Rp 1,1 triliun sampai Oktober 2020. Anggota Komisi VI DPR RI Sondang Tiar Debora Tampubolon mengapresiasi upaya BTN yang tetap berhasil bertahan di tengah perekonomian Indonesia maupun dunia yang melemah karena terdampak pandemi. 

“Dipaparkan oleh BTN bahwa sampai saat ini bagaimana pertumbuhannya masih bagus, kemudian keuntungannya juga sampai Rp 1,1 triliun sampai dengan Oktober kemarin. Kita apresiasi sekali,” jelas Sondang usai menghadiri pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI dengan direksi PT. Bank BTN, direksi PT INKA, dan direksi PT PT Stadler INKA Indonesia di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 23 November 2020.

Pada kesempatan itu, Sondang juga meminta BTN dapat mengikuti standard rate (suku bunga acuan) yang telah ditetapkan Bank Indonesia sebesar 3,75 persen, untuk mendukung pemerintah yang saat ini yang tengah berupaya meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia. Anggota DPR dapil DKI Jakarta I ini pun berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat segera pulih usai berjalannya program vaksinasi. Ia pun meminta agar BTN mengantisipasi dampak ekonomi setelah vaksin diterima masyarakat.

“Maka kita harapkan BTN juga bisa mengikuti standart rate yang ditetapkan Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin cepat lagi. Kita harap nanti apabila sesudah vaksin ditemukan itu makin melejit. Karena kita yakin sekali Indonesia masih bisa tumbuh di atas 10 persen pertumbuhan ekonominya dan itu harus didukung oleh perbankan yang kuat juga,” optimis politisi PDI-Perjuangan itu.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Nyoman Parta, yang mengapresiasi keberhasilan BTN tetap mendapatkan keuntungan saat pandemi Covid-19. Namun, Nyoman tetap meminta agar BTN lebih ekspansif memberikan kredit untuk masyarakat, khususnya dalam permohonan pemberian kredit perumahan. Mengingat masyarakat saat ini sudah menilai memiliki rumah adalah kebutuhan, sehingga ini menjadi tantangan untuk BTN agar bisa memperbanyak kuota pemberian kredit perumahan untuk masyarakat.

“Agar BTN lebih ekspansif, khususnya dalam memberikan kredit-kredit untuk masyarakat karena begitu banyak yang membutuhkan dan selama ini tidak bisa ter-cover semuanya. Permohonan unit perumahan begitu banyak, namun BTN tidak mampu melayani semuanya. Sebab itu, karena sekarang mengalami keuntungan yang cukup bagus, saya berharap itu kuotanya diperbesar lagi,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Legislator dapil Bali ini mengatakan akan memperjuangkan agar BTN bisa mendapatkan alokasi anggaran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang besar untuk insentif di sektor perumahan. Hal ini untuk mendukung langkah BTN melakukan ekspansi pemberian kredit perumahan, sebab sangat banyak masyarakat yang saat ini permohonan kredit rumahnya belum bisa dipenuhi. (dpr)


Continue Reading

corporation

ZINC Kaji Potensi Pasar Domestik Bijih Besi

Avatar

Published

on

PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), Emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (Galena) di Indonesia. /Dok. PT Kapuas Prima Coal Tbk.

MEDIA EMITEN – PT Kapuas Prima Coal Tbk (“ZINC”), Emiten yang bergerak di bidang pertambangan logam dasar (Galena) di Indonesia, menangkap peluang positif dari meningkatnya harga komoditas bijih besi sejak Juli 2020. ZINC diketahui memiliki cadangan mineral bijih besi sebanyak 23 Juta ton yang belum dieksplorasi. ZINC sempat melakukan eksplorasi bijih besi pada 2008-2014 namun dihentikan sementara karena harga komoditas bijih besi yang menurun drastis pada saat itu.

Hendra William selaku Direktur ZINC mengatakan, “Pada saat ini, ZINC melihat kesempatan positif dari meningkatnya harga komoditas bijih besi yang berada di kisaran US$120 per ton (kadar Fe 62 %). Didukung fakta tersebut, ZINC sedang bersiap agar dapat menambah penjualan komoditas bijih besi untuk penjualan domestik dalam waktu enam bulan ke depan, dengan target rata-rata penjualan

30.000 ton per bulan. Diharapkan dengan menambah penjualan komoditas bijih besi di pasar domestik dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja ZINC.”

Secara umum, seluruh harga komoditas logam dasar membaik sejak Juli 2020. Harga komoditas Seng berada di kisaran US$2.721 per ton, sementara Timbal berada di kisaran US$1.951 per ton berdasarkan data London Metal Exchange (LME) pada 19 November 2020. Menanggapi membaiknya harga komoditas Seng dan Timbal yang merupakan     produk     tambang ZINC,Perseroan    telah mengeluarkan dana Rp20,3 Miliar per September tahun 2020 untuk pengembangan dan eksplorasi lahan tambang milik ZINC. Potensi sumber daya mineral ZINC menurut pelaporan per Agustus 2020 menunjukkan adanya tambahan potensi menjadi 23,33 Juta ton dari data sebelumnya sebesar 14,44 juta ton pada tahun 2018.

“Sementara itu, kinerja keuangan ZINC hingga kuartal III-2020 mencatatkan pendapatan sebesar Rp380,46 Miliar dan laba bersih sebesar Rp26,38 Miliar. Terdapat koreksi kinerja dikarenakan adanya bencana banjir besar di Kalimantan Tengah pada Juli lalu, yang mengakibatkan kemunduran jadwal pengapalan ke pembeli di bulan September ke Oktober 2020. Meskipun begitu, ZINC tetap melihat adanya permintaan yang sangat signifikan terhadap komoditas yang Perseroan produksi,” tutup Hendra.

Respon cepat dan tanggap ditunjukkan ZINC yang langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dan seluruh pemangku kepentingan di lokasi untuk memperbaiki kondisi jalan yang terdampak oleh banjir tersebut. Koordinasi antara seluruh pihak diharapkan dapat mengembalikan kondisi jalan kembali ke keadaan normal secepatnya. Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang penuh ketidakpastian, kegiatan penambangan dan pengolahan ZINC masih berjalan normal hingga saat ini dan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat sesuai anjuran Pemerintah. (kpc)


Continue Reading

corporation

Macet di Bandara Soetta, Garuda Bebaskan Biaya Reschedule dan Refund

Avatar

Published

on

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Maskapai penerbangan Citilink memberlakukan pembebasan biaya reschedule maupun refund tiket. (Foto: Instagram @garuda.indonesia)

Mediaemiten.com, Jakarta – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Maskapai penerbangan Citilink melakukan penyesuaian beberapa jadwal penerbangan serta memberlakukan pembebasan biaya reschedule maupun refund tiket bagi penumpang pesawat yang terdampak atas kondisi kemacetan akses menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) pada Selasa, 10 November 2020 pagi ini.

“Kami sepenuhnya mengerti kekhawatiran yang dialami penumpang. Untuk itu, Garuda Indonesia berkomitmen untuk selalu hadir bersama seluruh penumpang dengan menghadirkan sejumlah solusi bagi penumpang yang terdampak imbas kemacetan akses menuju bandara,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, Selasa (10/11/2020).

Adapun bagi para penumpang yang masih harus melanjutkan perjalanannya Garuda juga mempersiapkan opsi pengalihan jadwal keberangkatan ke penerbangan selanjutnya.

“Penerapan kebijakan fleksibilitas penyesuaian jadwal dan refund tiket tentunya mengacu pada ketentuan yang berlaku,” jelas Irfan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perubahan jadwal penumpang, Irfan menyarankan pengguna jasanya untuk dapat menghubungi Call Center Garuda Indonesia (24 jam) di nomor 021-2351 9999 dan 0804 1 807 807. atau melalui

www.garuda-indonesia.com serta Twitter @IndonesiaGaruda.

Sementara untuk Citilink, Direktur Utama Citilink Juliandra menjelaskan, bagi penumpang yang terdampak atas penyesuaian jadwal penerbangan ini dapat menghubungi call center Citilink di 0804 1 080808 atau live chat di www.citilink.co.id. (inf)


Continue Reading

Trending