Connect with us

BISNIS

Pacu Stabilisasi Perunggasan dengan Implementasi Pola Kemitraan

Avatar

Published

on

Kementan terus berupaya melakukan stabilisasi usaha ayam potong. (Foto : ayamkita.com)

Mediaemiten,com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya melakukan stabilisasi usaha ayam potong, salah satunya dengan pola kemitraan.Pola kemitraan mendorong peternak ayam potong yang telah mengikutinya untuk mendapatkan kepastian pasokan, sarana produksi dan pemasaran ketika panen, serta terbukti menguntungkan bagi peternak.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menilai pola kemitraan usaha ayam potong (broiler) memberikan perlindungan kepada peternak. Melalui kemitraan usaha, peternak mendapatkan jaminan kepastian usaha dan risiko terhadap fluktuasi harga.

“Bahkan dalam kondisi menurunnya harga ayam hidup (livebird/LB) saat ini, pola kemitraan menjadi sandaran peternak mendapatkan penghasilan yang layak,” ujar Menteri SYL di sela-sela kunjungannya ke Balai Veteriner Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (13/9/2020).

Dalam kemitraan usaha ayam potong, peternak sebagai pihak plasma mendapatkan jaminan pasokan DOC (Day Old Chicken), pakan ternak, obat vaksin desinfektan (OVD) dan jaminan pemasaran sesuai harga kontrak mengacu perjanjian tertulis dengan perusahaan sebagai pihak inti.

Peternak plasma pada penerapan pola tersebut menyediakan kandang, sarana peralatan dan tenaga kerja untuk memelihara ayam potong sejak DOC sampai panen. Kemudian perusahaan berkewajiban menyerap seluruh hasil panen peternak dalam bentuk ayam hidup/livebird (LB) dengan harga kontrak.

“Bahkan peternak masih mendapatkan tambahan penghasilan berupa insentif atas kinerja pemeliharaan dan bonus pasar jika harga pasar melebihi harga kontrak LB berdasarkan selisih harga dengan besaran sekitar 20% diperhitungkan dengan total ayam terpanen,” papar Menteri SYL.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah menjelaskan program kemitraan ini sesuai dengan Permentan No. 13 Tahun 2017 tentang kemitraan usaha peternakan yaitu kerja sama antar usaha peternakan atas dasar prinsip saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, menguntungkan dan dengan prinsip utama berkeadilan.

“Kami mengapresiasi perusahaan perunggasan terintegrasi yang telah menggandeng banyak peternak dalam pola kemitraan,” ucap Nasrullah.

Nasrullah menerangkan, perusahaan terintegrasi secara langsung melakukan pembinaan teknis kepada peternak mitra. Peternak mendapatkan bimbingan untuk melakukan budidaya ayam potong sesuai target perfoma. Disisi lain, peternak mendapatkan jaminan pemasaran dan harga panen livebird/atam hidup berdasarkan perjanjian tertulis antara pihak perusahaan sebagai inti dan peternak sebagai plasma. Jadi, selalu seimbang.

Keseimbangan ini sekaligus membuktikan bahwa kemitraan usaha direkomendasikan layak dan relevan terhadap perlindungan peternak UMKM, terlebih di masa pandemi covid-19. Sebaliknya, perusahaan sebagai pihak inti juga bergantung kepada peternak plasma untuk memelihara ayam.

“Sehingga keseimbangan terjadi pada pola kemitraan usaha karena menitikberatkan aspek kerjasama yang saling menguntungkan bagi para pihak yang bermitra. Untuk itu sesuai dengan amanat pada Permentan nomor 13/2017, para pihak yang bermitra harus memiliki perjanjian tertulis yang diketahui oleh Pemerintah, sehingga hal – hal yang tertuang dalam perjanjian kemitraan dapat dievaluasi oleh para pihak dan juga Pemerintah”, ucap Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah menjelaskan bahwa di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2020 terdapat potensi produksi daging ayam ras sebanyak  64.211 ton berkontribusi sebesar 1,96% terhadap produksi daging ayam nasional. Sementara kebutuhan konsumsi daging ayam di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 50.636 ton sehingga terdapat potensi surplus sebanyak 13.575 ton.

“Kami mencatat dari 24 kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Selatan terdapat 5 kab/kota dengan produksi ayam potong tertinggi yaitu Kota Makassar 16.188 ton (25,21%), Kab. Bone 9.670 ton (15,06%), Kab. Gowa 4.047 ton 6,30%, Kab, Sidrap 3.905 ton (6,08%) dan Kab. Bulukumba 3.786 ton (5,90%),” tambahnya.

Mengacu data Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, saat ini di Provinsi Sulsel diketahui terdapat 1.683 peternak ayam potong yang terdiri dari 967 peternak mandiri, 244 internal (kandang komersial perusahaan) dan 472 kemitraan dengan perusahaan perunggasan terintegrasi (pabrikan).

Peternak yang mengikuti pola kemitraan  peternak dengan pabrikan di Sulsel makin banyak.  Salah satu peternak ayam potong di Maros, H. Pangeran, mengungkapkan, sudah 10 tahun lebih melakukan kemitraan dengan PT Charoen Pokphand.

Selain di masa pandemi, stabilitas penghasilan dari hasil penjualan juga dirasakan ketika harga ayam sedang turun, atau harga pakan sedang naik. “Kami tidak terlalu memikirkan hal itu, tugas kami adalah memastikan performa terbaik, ayam sehat dan dapat dipanen sesuai target,” tutur H. Pangeran.

Dr. Syahril Akil, S.Pt. selaku perwakilan dari PT. Bintang Sejahtera Bersama (CPI Group) juga turut membenarkan pernyataan peternak, dengan bermitra kedua belah pihak saling ketergantungan dan berkeadilan. Lebih lanjut Syahril menambahkan bahwa pihak nya bersama stakeholder terkait berkomitmen di situasi pandemi saat ini kegiatan usaha tani ternak tetap berjalan seperti biasa guna mencukupi kebutuhan protein hewani utamanya di wilayah Sulsel. Harga pasar yang tidak menentu selama masa pandemi COVID-19 tidak menjadi hambatan dalam menentukan harga produksi. Hal ini dilakukan berkaitan dengan tanggung jawab untuk ikut menjaga stabilitas kondisi perunggasan, pungkasnya. (inf)


BISNIS

Hadapi Tantangan Memasi Era Industri 4.0, dengan Kolaborasi

Avatar

Published

on

Live streaming acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2020 melalui akun Youtube Bamsoet Channel dan Instagram @bambang.soesatyo. (Foto: Tim Bamsoet)

Mediaemiten.com, Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan peringatan 92 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober tahun ini penuh dengan tantangan. Dunia saat ini sedang memasuki era industri 4.0 yang selalu bergejolak, tidak pasti, kompleks dan membingungkan yang disebut dengan era Vuca. Tantangan di era Vuca ini semakin besar terutama dunia saat iini sedang bergerak pesat menuju era digitalisasi.

“Sehingga jika kita tidak mampu berdaptasi dan tidak bisa menyiapkan generasi selanjutnya secara baik, tentu Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain,” kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, dalam live streaming Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2020 melalui akun Youtube Bamsoet Channel dan Instagram @bambang.soesatyo sebelum pengumuman pemenang giveaway program “Sepeda Kuning Bamsoet” di Blackstone, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2020).

Bamsoet menambahkan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin berat karena pandemi Covid-19 dan ancaman resesi ekonomi. “Saat ini kita sedang dihadapkan oleh sebuah wabah atau pandemi Covid-19 dan ancaman resesi ekonomi yang tentu akan menjadi berat bagi kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Pada saat bersamaan, lanjut Bamsoet, Indonesia juga sedang mempersiapkan tahun emas Indonesia pada tahun 2045. Karena itu, menurut dia, diperlukan cara-cara baru, yaitu kolaborasi. “Cara lama harus kita pinggirkan. Zaman kompetisi harus kita kurangi. Era kolaborasi lah yang harus kita kedepankan saat ini untuk Indonesia maju,” imbuhnya. 

Usai menyampaikan pesan untuk peringatan Hari Sumpah Pemuda Bamsoet bersama artis dan Youtuber Irfan Hakim mengumumkan pemenang giveaway dari program sepeda “Kuning Bamsoet”. Pengumuman giveaway ini merupakan putaran yang kedua, setelah giveaway perdana pada minggu lalu, dengan membagikan sepeda “Kuning Bamsoet” dan handphone android kepada follower Instagram dan Youtube Bamsoet Channel. Giveaway diundi kepada 15 orang terpilih dari sekitar 2.000an orang yang memberikan komentar dalam Instagram dan Youtuber Bamsoet Channel.

“Saat ini subscribers saya sudah hampir 60.000. Nanti kalau sudah mencapai 75.000 subscribers, giveaway kita tambah berupa sepeda motor kuning. Jika nanti jumlahnya mencapai 150.000, grand giveaway berupa mobil warna kuning,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menuturkan melalui program giveaway “Sepeda Kuning Bamsoet”, ia bisa lebih dekat dengan netizen Instagram atau selebgram dan Youtuber yang didominasi kalangan milenial. Dengan masuk ke milenial, Bamsoet mengatakan lebih mudah melaksanakan misi untuk menginternalisasikan sosialisasi Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada generasi muda.

“Mereka jarang membaca surat kabar, menonton berita tv. Mereka rata-rata akrab dengan smartphone, dan media sosial seperti Instagram, youtube, twitter, facebook. Karena itu melalui program ini saya ingin menularkan semangat kebangsaan dan membangkitkan rasa ke-Indonesiaan. Mereka harus bangga dengan Indonesia,” ujarnya. 

Bamsoet menambahkan cara seperti itu merupakan out of the box dan cara informal di luar penyampaian secara formal melalui webinar, seminar, atau focus group discussion. “Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan yang paling mendasar yaitu Pancasila, pentingnya menjaga NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dan memahami UUD NRI Tahun 1945. Mereka harus ditanamkan nilai-nilai ke-Indonesiaan, membangun karakter bangsa, budi pekerti. Inilah yang kita lakukan yaitu menyentuh pemikiran dan hati mereka untuk merawat kebangsaan,” katanya. 

Melalui pengundian digital oleh Irfa Hakim yang disiarkan langsung secara live streaming melalui akun Youtube Bamsoet Channel dan Instagram @bambang.soesatyo, pemenang giveaway “sepeda kuning Bamsoet” putaran ke-2 minggu ini jatuh kepada Ibu Andri dari Kayumanis Jakarta Timur dan Budi Fahreza dari Cimahi, Jawa Barat, follower @bambang.soesatyo dan subscriber Youtube Bamsoet Channel.

Sedangkan pemenang handphone jatuh kepada Budiyanto dari Palmerah Jakarta dan Fahri dari Bandung, Jawa Barat, follower @bambang.soesatyo dan subscriber Youtube Bamsoet Channel. (*/tim)


Continue Reading

BISNIS

Ketergantungan Impor Energi Jadi Tantangan Pemerintah

Avatar

Published

on

Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (Foto : esdm.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Beban anggaran negara masih berat karena ketergantungan impor energi. Salah satunya impor gas minyak bumi cair atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Hal tersebut diungkapkanMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melalui keterangannya, Kamis (22/10/2020).

“Permintaan energi kita masih andalkan fosil, sebagian besar masih diikuti dan berasal dari impor, ketergantungan energi kita pada impor besar, misalnya LPG, salah satu kebutuhan utama untuk konsumsi di rumah-rumah,” kata Arifin.

Menurutnya, ketergantungan impor LPG ini  menjadi tantangan berat bagi pemerintah.

Oleh karena itu,  perlu ada substitusi ke sumber energi dalam negeri. Bila substitusi ini terjadi, maka tidak hanya kemandirian energi yang terdorong, namun juga berdampak pada seimbangnya neraca perdagangan Indonesia.

“Jadi, tantangan berat bagi pemerintah kalau tidak lakukan substitusi dari sumber energi dalam negeri. Kalau substitusi ini terjadi, neraca perdagangan bisa seimbang,” tambahnya.

Pemerintah saat ini sedang mendorong industri hilir tidak hanya bagi komoditas mineral, tapi juga batu bara. Tujuannya, agar batu bara yang mulanya didominasi untuk ekspor, akan lebih banyak dimanfaatkan di dalam negeri.

Batu bara bisa diolah menjadi beberapa produk seperti methanol yang dapat dijadikan campuran untuk biodiesel (Fatty Acid Methyl Esters/ FAME), lalu Dimethyl Ether (DME) yang bisa digunakan sebagai substitusi LPG. Dengan hilirisasi batu bara menjadi DME, artinya ketergantungan pada impor LPG bisa ditekan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin mengatakan sejak zaman Belanda pemanfaatan batu bara oleh PTBA hanya digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

Namun  paradigma pemanfaatan batu bara telah berubah. Menurutnya, masa depan batu bara adalah melalui hilirisasi. (inf)


Continue Reading

BISNIS

Kemenhub Pembatasan Angkutan Barang di Tol Japek Libur Maulid Nabi

Avatar

Published

on

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi. (Foto: Instagram @setiadibudi.85)

Mediaemiten.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur tentang Pembatasan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Balik Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas.

Adapun pembatasan operasional ini akan berlaku untuk arus mudik pada 27-28 Oktober 2020 dan arus balik pada 31 Oktober- 2 November 2020.

“Angkutan barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan; serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan,” jelas Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi pada Kamis (22/10/2020).

Menurut Dirjen Budi, pembatasan operasional angkutan barang ini demi mengutamakan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada masa libur mudik dan balik Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang diperkirakan akan terjadi pekan depan.

“Maka dari itu Ditjen Hubdat akan melakukan pembatasan operasional angkutan barang pada Tol Jakarta-Cikampek (Japek),” ujar Dirjen Budi.

Adapun pembatasan operasional angkutan barang berupa pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Tol menuju Jalan Arteri dilakukan dengan ketentuan:

1) arus mudik:

a. 27 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan 28 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB;

b. Mobil barang dari arah barat ke timur akan mulai dilakukan pemeriksaan mobil barang untuk dikeluarkan di Gerbang Tol Cikarang Barat dan masuk kembali di Gerbang Tol Palimanan.

2) arus balik:

a. 31 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB sampai dengan 2 November 2020 pukul 08.00 WIB;

b. Mobil barang dari arah timur ke barat akan mulai dilakukan pemeriksaan mobil barang untuk dikeluarkan di Gerbang Tol Palimanan IV dan masuk kembali di Gerbang Tol Cikarang Barat.

Meski demikian, Dirjen Budi menyatakan pembatasan operasional angkutan barang ini tidak berlaku bagi beberapa jenis kendaraan angkutan barang dengan muatan tertentu.

“Pembatasan ini tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, dan sebagainya,” ungkap Dirjen Budi.

Pekerjaan konstruksi di sekitar main road Jalan Tol juga akan dihentikan sementara selama masa arus mudik dan arus balik libur Nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah mulai 28 Oktober 2020 sampai dengan 1 November 2020 mendatang.

“Pemberlakuan pembatasan operasional angkutan barang ini nantinya akan memperhatikan juga kondisi di lapangan saat hari-H dan sesuai dengan diskresi dari Polri. Sehingga memungkinkan untuk dilakukan perubahan sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi dan dinamika di lapangan. Selain itu selama arus mudik dan balik saya mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dengan 3 M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker,” pungkas Dirjen Budi. (inf)


Continue Reading

Trending