Connect with us

BISNIS

Kemendag RI Dorong Ekspor Produk Kreatif dan Digital Indonesia

Avatar

Published

on

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto : Instagram @jerry.sambuaga)

Mediaemiten.com, Jakarta – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, Kementerian Perdagangan akan mendorong pengembangan ekspor produk kreatif dan digital Indonesia. 

“Technopark Cimahi sudah memiliki potensi penyewa (tenant) binaan yang sudah sangat berkembang dan diharapkan akan memberikan dampak besar terhadap ekspor produk digital Indonesia. Kunjungan ke technopark ini juga sesuai dengan misi Kementerian Perdagangan yaitu mencari peluang potensi ekspor alternatif seperti produk digital, industri kreatif, dan produk berteknologi tinggi,” ujar Jerry, dalam siaran persnya,  Minggu (13/9/2020).

Jerry menjelaskan, Technopark Cimahi merupakan sebuah kawasan yang digunakan pemangku kepentingan mengembangkan inovasi, kolaborasi, dan inkubasi produk-produk kreatif dan teknologi seperti aplikasi, produk animasi dan film, serta kerajinan. 

“Technopark ini dikembangkan sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin memiliki pusat-pusat teknologi di banyak daerah yang berpotensi melakukan pengembangan produk berdaya saing dan bernilai tambah tinggi. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota (pemkot)Cimahi untuk selalu mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) dengan keterbatasan sumber daya alam,” jelasnya.

Menurut Walikota Cimahi, Ajay Muhammad, total wilayah Cimahi hanya sekitar 40 km persegi. Cimahi juga tidak memiliki hutan atau sumber daya alam lainnya. Untuk itu, Pemkot Cimahi mendorong potensi SDM, khususnya generasi muda dengan mengembangkan berbagai produk digital dan kreatif yang hasilnya sudah mulai dipakai. Selain itu, Pemkot Cimahi juga sudah membangun kerja sama dengan berbagai pihak.

Jerry kembali menekankan, saat ini, industri digital Indonesia berada di urutan terdepan di ASEAN. Kementerian Perdagangan melihat potensi digital Indonesia yang akan terus melejit ke depan. Pada 2018, industri digital Indonesia sudah mencapai nilai kurang lebih Rp560 triliun. Nilai ini diperkirakan akan melonjak tahun 2025, khususnya dengan adanya pandemi Covid-19.

“Kementerian Perdagangan akan memfasilitasi para pemangku kepentingan dengan para pengembang digital Indonesia agar industri digital Indonesia semakin berkembang dan bisa menembus mancanegara. Indonesia juga diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk digital, tetapi juga mengambil posisi menjadi produsen,” tutur Jerry.

Pengembangan ekspor produk digital ini, lanjut Jerry, juga merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam menjaga neraca perdagangan yang positif. 

“Indonesia sudah harus mulai menggeser pengembangan ekonominya, termasuk melakukan diversifikasi produk ke arah digital. Produk digital juga diharapkan mampu mengangkat daya saing produk-produk industri maupun produk primer pertanian dan perkebunan,” ujar Jerry.

Jerry menambahkan, aplikasi dan sistem digital akan memudahkan dan mempercepat proses produksi, pengolahan, dan pendistribusian yang dapat meningkatkan daya saing. Fungsi sistem digital tersebut harus didorong karena akan memberikan dampak yang sangat positif, baik secara ekonomi maupun sosial.

“Kementerian Perdagangan akan mendorong ekspor produk digital dan kreatif agar selaras dengan tema Kabinet Indonesia Maju yaitu Revolusi Industri 4.0. Tema ini meyakini bahwa transisi ekonomi dengan memanfaatkan teknologi secara luas dan intensif akan memperkuat struktur ekonomi dan produktivitas,” tutup Jerry. (inf)


BISNIS

Hadapi Tantangan Memasi Era Industri 4.0, dengan Kolaborasi

Avatar

Published

on

Live streaming acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2020 melalui akun Youtube Bamsoet Channel dan Instagram @bambang.soesatyo. (Foto: Tim Bamsoet)

Mediaemiten.com, Jakarta – Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan peringatan 92 tahun Sumpah Pemuda pada 28 Oktober tahun ini penuh dengan tantangan. Dunia saat ini sedang memasuki era industri 4.0 yang selalu bergejolak, tidak pasti, kompleks dan membingungkan yang disebut dengan era Vuca. Tantangan di era Vuca ini semakin besar terutama dunia saat iini sedang bergerak pesat menuju era digitalisasi.

“Sehingga jika kita tidak mampu berdaptasi dan tidak bisa menyiapkan generasi selanjutnya secara baik, tentu Indonesia akan tertinggal dari negara-negara lain,” kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, dalam live streaming Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2020 melalui akun Youtube Bamsoet Channel dan Instagram @bambang.soesatyo sebelum pengumuman pemenang giveaway program “Sepeda Kuning Bamsoet” di Blackstone, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2020).

Bamsoet menambahkan tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini semakin berat karena pandemi Covid-19 dan ancaman resesi ekonomi. “Saat ini kita sedang dihadapkan oleh sebuah wabah atau pandemi Covid-19 dan ancaman resesi ekonomi yang tentu akan menjadi berat bagi kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Pada saat bersamaan, lanjut Bamsoet, Indonesia juga sedang mempersiapkan tahun emas Indonesia pada tahun 2045. Karena itu, menurut dia, diperlukan cara-cara baru, yaitu kolaborasi. “Cara lama harus kita pinggirkan. Zaman kompetisi harus kita kurangi. Era kolaborasi lah yang harus kita kedepankan saat ini untuk Indonesia maju,” imbuhnya. 

Usai menyampaikan pesan untuk peringatan Hari Sumpah Pemuda Bamsoet bersama artis dan Youtuber Irfan Hakim mengumumkan pemenang giveaway dari program sepeda “Kuning Bamsoet”. Pengumuman giveaway ini merupakan putaran yang kedua, setelah giveaway perdana pada minggu lalu, dengan membagikan sepeda “Kuning Bamsoet” dan handphone android kepada follower Instagram dan Youtube Bamsoet Channel. Giveaway diundi kepada 15 orang terpilih dari sekitar 2.000an orang yang memberikan komentar dalam Instagram dan Youtuber Bamsoet Channel.

“Saat ini subscribers saya sudah hampir 60.000. Nanti kalau sudah mencapai 75.000 subscribers, giveaway kita tambah berupa sepeda motor kuning. Jika nanti jumlahnya mencapai 150.000, grand giveaway berupa mobil warna kuning,” ujar Bamsoet.

Bamsoet menuturkan melalui program giveaway “Sepeda Kuning Bamsoet”, ia bisa lebih dekat dengan netizen Instagram atau selebgram dan Youtuber yang didominasi kalangan milenial. Dengan masuk ke milenial, Bamsoet mengatakan lebih mudah melaksanakan misi untuk menginternalisasikan sosialisasi Empat Pilar, yaitu Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kepada generasi muda.

“Mereka jarang membaca surat kabar, menonton berita tv. Mereka rata-rata akrab dengan smartphone, dan media sosial seperti Instagram, youtube, twitter, facebook. Karena itu melalui program ini saya ingin menularkan semangat kebangsaan dan membangkitkan rasa ke-Indonesiaan. Mereka harus bangga dengan Indonesia,” ujarnya. 

Bamsoet menambahkan cara seperti itu merupakan out of the box dan cara informal di luar penyampaian secara formal melalui webinar, seminar, atau focus group discussion. “Mereka perlu dibekali dengan pengetahuan yang paling mendasar yaitu Pancasila, pentingnya menjaga NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, dan memahami UUD NRI Tahun 1945. Mereka harus ditanamkan nilai-nilai ke-Indonesiaan, membangun karakter bangsa, budi pekerti. Inilah yang kita lakukan yaitu menyentuh pemikiran dan hati mereka untuk merawat kebangsaan,” katanya. 

Melalui pengundian digital oleh Irfa Hakim yang disiarkan langsung secara live streaming melalui akun Youtube Bamsoet Channel dan Instagram @bambang.soesatyo, pemenang giveaway “sepeda kuning Bamsoet” putaran ke-2 minggu ini jatuh kepada Ibu Andri dari Kayumanis Jakarta Timur dan Budi Fahreza dari Cimahi, Jawa Barat, follower @bambang.soesatyo dan subscriber Youtube Bamsoet Channel.

Sedangkan pemenang handphone jatuh kepada Budiyanto dari Palmerah Jakarta dan Fahri dari Bandung, Jawa Barat, follower @bambang.soesatyo dan subscriber Youtube Bamsoet Channel. (*/tim)


Continue Reading

BISNIS

Ketergantungan Impor Energi Jadi Tantangan Pemerintah

Avatar

Published

on

Menteri ESDM, Arifin Tasrif. (Foto : esdm.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Beban anggaran negara masih berat karena ketergantungan impor energi. Salah satunya impor gas minyak bumi cair atau Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Hal tersebut diungkapkanMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, melalui keterangannya, Kamis (22/10/2020).

“Permintaan energi kita masih andalkan fosil, sebagian besar masih diikuti dan berasal dari impor, ketergantungan energi kita pada impor besar, misalnya LPG, salah satu kebutuhan utama untuk konsumsi di rumah-rumah,” kata Arifin.

Menurutnya, ketergantungan impor LPG ini  menjadi tantangan berat bagi pemerintah.

Oleh karena itu,  perlu ada substitusi ke sumber energi dalam negeri. Bila substitusi ini terjadi, maka tidak hanya kemandirian energi yang terdorong, namun juga berdampak pada seimbangnya neraca perdagangan Indonesia.

“Jadi, tantangan berat bagi pemerintah kalau tidak lakukan substitusi dari sumber energi dalam negeri. Kalau substitusi ini terjadi, neraca perdagangan bisa seimbang,” tambahnya.

Pemerintah saat ini sedang mendorong industri hilir tidak hanya bagi komoditas mineral, tapi juga batu bara. Tujuannya, agar batu bara yang mulanya didominasi untuk ekspor, akan lebih banyak dimanfaatkan di dalam negeri.

Batu bara bisa diolah menjadi beberapa produk seperti methanol yang dapat dijadikan campuran untuk biodiesel (Fatty Acid Methyl Esters/ FAME), lalu Dimethyl Ether (DME) yang bisa digunakan sebagai substitusi LPG. Dengan hilirisasi batu bara menjadi DME, artinya ketergantungan pada impor LPG bisa ditekan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin mengatakan sejak zaman Belanda pemanfaatan batu bara oleh PTBA hanya digunakan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). 

Namun  paradigma pemanfaatan batu bara telah berubah. Menurutnya, masa depan batu bara adalah melalui hilirisasi. (inf)


Continue Reading

BISNIS

Kemenhub Pembatasan Angkutan Barang di Tol Japek Libur Maulid Nabi

Avatar

Published

on

Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi. (Foto: Instagram @setiadibudi.85)

Mediaemiten.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur tentang Pembatasan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Balik Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas.

Adapun pembatasan operasional ini akan berlaku untuk arus mudik pada 27-28 Oktober 2020 dan arus balik pada 31 Oktober- 2 November 2020.

“Angkutan barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan; serta mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan,” jelas Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setiyadi pada Kamis (22/10/2020).

Menurut Dirjen Budi, pembatasan operasional angkutan barang ini demi mengutamakan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas pada masa libur mudik dan balik Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang diperkirakan akan terjadi pekan depan.

“Maka dari itu Ditjen Hubdat akan melakukan pembatasan operasional angkutan barang pada Tol Jakarta-Cikampek (Japek),” ujar Dirjen Budi.

Adapun pembatasan operasional angkutan barang berupa pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Tol menuju Jalan Arteri dilakukan dengan ketentuan:

1) arus mudik:

a. 27 Oktober 2020 pukul 12.00 WIB sampai dengan 28 Oktober 2020 pukul 14.00 WIB;

b. Mobil barang dari arah barat ke timur akan mulai dilakukan pemeriksaan mobil barang untuk dikeluarkan di Gerbang Tol Cikarang Barat dan masuk kembali di Gerbang Tol Palimanan.

2) arus balik:

a. 31 Oktober 2020 pukul 20.00 WIB sampai dengan 2 November 2020 pukul 08.00 WIB;

b. Mobil barang dari arah timur ke barat akan mulai dilakukan pemeriksaan mobil barang untuk dikeluarkan di Gerbang Tol Palimanan IV dan masuk kembali di Gerbang Tol Cikarang Barat.

Meski demikian, Dirjen Budi menyatakan pembatasan operasional angkutan barang ini tidak berlaku bagi beberapa jenis kendaraan angkutan barang dengan muatan tertentu.

“Pembatasan ini tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, dan sebagainya,” ungkap Dirjen Budi.

Pekerjaan konstruksi di sekitar main road Jalan Tol juga akan dihentikan sementara selama masa arus mudik dan arus balik libur Nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah mulai 28 Oktober 2020 sampai dengan 1 November 2020 mendatang.

“Pemberlakuan pembatasan operasional angkutan barang ini nantinya akan memperhatikan juga kondisi di lapangan saat hari-H dan sesuai dengan diskresi dari Polri. Sehingga memungkinkan untuk dilakukan perubahan sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi dan dinamika di lapangan. Selain itu selama arus mudik dan balik saya mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dengan 3 M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker,” pungkas Dirjen Budi. (inf)


Continue Reading

Trending