Connect with us

METROPOLITAN

Jacob Oetama, Wartawan Senior Pendiri Kompas Gramedia Tutup Usia

Published

on

Wartawan senior Indonesia sekaligus pendiri dan pemilik Kompas Gramedia Group, Jakob Oetama (Foto: kompas.tv)

Infofinansial.com, Jakarta – Wartawan senior Indonesia sekaligus pendiri dan pemilik Kompas Gramedia Group, Jakob Oetama (88), tutup usia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

“Telah meninggal dunia pendiri Kompas Gramedia, Pak Jakob Oetama,” demikian pernyataan dari Kompas TV.

Dikutip dari Kompas TV, jenazah rencananya akan dibawa ke tempat persemayaman di Gedung Kompas Gramedia.

Jakob Oetama mengawali karirnya pertama kali menjadi seorang guru. Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga kemudian mendirikan jaringan media bernama Kompas Gramedia.

Di bawah kepemimpinannya, Kompas berkembang pesat hingga kini memiliki beberapa anak perusahaan, mulai dari yang bergerak di bidang media massa, percetakan, hingga Universitas Multimedia Nusantara di Tangerang . (*/tim)


METROPOLITAN

DKI Jakarta Buka Pendaftaran Fakir Miskin dan Orang Tak Mampu, Cek Caranya

Published

on

Suasana kota Jakarta di malam hari. /Dok. bappeda.dki.jakarta.go.id.

MEDIA EMITEN – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kesempatan kepada warga yang termasuk kriteria fakir miskin dan orang tak mampu untuk mendapatkan bantuan sosial.

Pemprov DKI Jakarta telah membuat aplikasi untuk fakir miskin dan orang tak mampu yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: PKK Jagakarsa Jakarta Selatan Panen Sayuran Hidroponik Bayam Merah

Untuk pendaftaran dan persyaratan lainnya, Anda bisa membuka website https://fmotm.jakarta.go.id.

Pusat Data dan Informasi Jaminan Sosial (Pusdatin Jamsos) Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta seperti dikutip mediaemiten.com menyebutkan, aplikasi ini dibuat sebagai salah satu bentuk upaya untuk mendata para warga DKI Jakarta yang membutuhkan.

“Kami berharap setiap bantuan yang ada bisa disalurkan pada warga yang benar-benar membutuhkan,” kata keterangan Pusdatin Jamsos Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta dalam website https://fmotm.jakarta.go.id.

Melalui aplikasi ini, Pemprov DKI Jakarta mengajak para warga yang masuk kategori fakir miskin atau warga tidak mampu di wilayah DKI Jakarta untuk mendaftarkan diri/ kerabat/ orang disekitarnya yang memang benar-benar membutuhkan.

Lantas bagaimana cara pendaftarannya? Pertama, Anda buka website https://fmotm.jakarta.go.id, kemudian buat akun pendaftaran.

Setelah membuat akun, Anda harus mengisi kolom-kolom yang terdiri dari, Masukan NIK, Nama Lengkap, Alamat Email, Nomor Telpon, Buat Kata Sandi, Ulangi Kata Sandi.

Sementara yang sudah punya akun, bisa langsung login dengan mengisi email atau NIK.

Simak Pula: Minat Menjadi Patriot Energi, Kementerian ESDM: Pahami Kriteria dan Tahapan Seleksinya

Setelah membuat/punya akun, Anda bisa mengeceknya dengan mengkilk Cek Status Pendaftaran FMOTM.

Bila Anda masih belum jelas atau masih ada yang harus ditanyakan kepada Pusdatin Jamsos Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, bisa datang ke alamat: Jl. Gunung Sahari X No.31, RT.12/RW.4, Gn. Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10720.

Pusdatin Jamsos DKI Jakarta membuka layanan dari jam: 08:00 s.d. 16:00 WIB. (wan)


Continue Reading

METROPOLITAN

PKK Jagakarsa Jakarta Selatan Panen Sayuran Hidroponik Bayam Merah

Published

on

Ibu-ibu PKK tengah memetik hasil panen bayam merah tanaman hidroponik, di Binawarga Farm, Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan./Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Tim Penggerak PKK Jagakarsa Jakarta Selatan memanen sayuran hidroponik hasil produksi kelompok Binawarga Farm Kelurahan Srengsengsawah, Jagakarsa berupa bayam merah.

Hasil panen yang kedua ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Baca Juga: Ibu Walikota Jaksel Kunjungi Panen Raya Tanaman Hidroponik di Binawarga Farm Srengseng Sawah

Bayam merah bisa bertumbuh mencapai satu meter.

Menurut Umi Nita Arlianti yang menjadi motor penggerak petani kota ini, dalam uji coba tanaman hidroponik bayam merah kali ini telah ditanam sebanyak 50 batang.

“Ternyata hasilnya cukup bagus. Selain bayam merah, kami juga menanam bayam hijau, pokcay, dan ciaisim,” ujar Umi Nita kepada mediaemiten.com.

Ia menambahkan, para ibu PKK sangat antusias sangat panen tanaman hidroponik.

“Kami merasa senang panen kali ini karena hasilnya sangat memuaskan,” kata Umi Nita.

Panen tanaman hidroponik bayam merah ini merupakan hasil kerja keras para ibu yang pantang menyerah sehingga membuahkan hasil positif.

Berawal dari kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjang mendorong ibu-ibu PKK berinisiatif untuk berkebun tanaman hidroponik.

“Tanaman hidroponik ini sangat cocok untuk kawasan dengan lahan terbatas seperti Jakarta,” kata Umi Nita.

Panen kedua kali ini bisa menghasilkan 50 kilogram bayam merah, dan langsung terjual habis.

Mohammad Lutfi, Ketua Binawarga Farm Srengsengsawah, Jagakarsa, Jaksel merasa senang kegiatan panen tanaman hidroponik ini banyak melibatkan warga .

“Kami akan meningkatkan lagi tanaman hidroponik dengan menambah lahan baru yaitu Green House.

“Insya Alloh habis Lebaran akan kamin kerjakan,” ucap Mohammad Lutfi.

Ahmad Sahal, bagian pelaksana pembangunan tanaman hidroponik mengatakan sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan Green House di lokasi Binawarga Farm Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Simak Pula: Nama Dicoret dari Daftar Penerima BST, Banyak Warga Pertanyakan Peran Menteri Risma

“Biaya yang kami butuhkan sekitar Rp 30 juta,” ucapnya. (TIM)


Continue Reading

METROPOLITAN

Nama Dicoret dari Daftar Penerima BST, Banyak Warga Pertanyakan Peran Menteri Risma

Published

on

Warga saat menerima BST yang berlangsung di kantor Kelurahan Srengsengsawah, Jagakarga, Jakarta Selatan. /Dok. mediaemiten.com.

MEDIA EMITEN – Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Srengsengsawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan mengeluh lantaran namanya dicoret dari daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Mereka mempertanyakan peran Menteri Sosial, Tri Rismaharani, akrab disapa Risma yang digadang-gadang akan maju dalam Pilkada DKI Jakarta.

Pada penyaluran BST 18 April 2021 lalu, banyak warga Srengsengsawah yang pada tahap sebelumnya mendapatkan jatah kini namanya tidak masuk lagi dalam daftar warga yang berhak mendapatkan bantuan.

Baca Juga: 848 Warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan Terima Bantuan Sosial Tunai

Menurut sejumlah warga yang ditemui mediaemiten.com, mengungkapkan nama mereka dicoret oleh Kementerian Sosial sebagai penerima BST.

Padahal Menteri Risma yang belum lama ini dilantik menjadi Mensos berjanji semua warga KPM akan mendapatkan BST.

Dalam penyaluran BST tahap pertama Januari 2021 dan tahap kedua kedua Februari 2021, semua warga KPM mendapatkan bantuan sesuai data yang masuk di kelurahan.

Namun pada tahap ketiga tidak ada penyaluran BST lantaran akan digabung dengan April 2021.

BST akhirnya cair di tanggal 18 April 2021, namun banyak warga kecewa karena sebelumnya dapat kini tidak lagi, mereka menilai Menteri Risma telah ingkar janji.

Mereka pun protes dan mempertanyakan ke perangkat RT da RW kenapa namanya dicoret dari penerima jatah BST.

“Saya gak tahu kalau banyak warga yang tadinya dapat sekarang tidak. Itu urusan Mensos yg mencoret nama bapak ibu,”ucap Sabarudin, Ketua RW 07 kelurahan Srengsengsawah.

Chepy, Ketua RT 005/07 Srengsengsawah mengungkapkan kekesalannya lantaran banyak warganya yang tidak lagi mendapatkan jatah BST.

“Kalau saya maunya warga yang berhak semua dapat, tapi nyatanya ada yang tidak. Warga nanya ke saya sebagai ketua RT, tapi saya kan gak mungkin nanya ke Bu Risma,” tutur Chepy.

“Seharusnya Bu Risma jangan main coret nama saja dong,” katanya lagi.

Petugas Kantor Pos Srengsengsawah menjadi sasaran kekesalan warga yang mendatangani mereka.

“Maaf ya bapak bapak, saya hanya menjalankan tugas, saay tidak tahu kalau ada nama yang dicoret,” ujar Awang petugas Kantor Pos yg mendistribusikan BST di RT 005/07.

Warga juga mendatangi kantor Kelurahan Srengsengsawah.

Staf Kelurahan Srengsengsawah, Adhi Suryo juga mengatakan tidak tahu menahu masalah pencoretan nama warga penerima BST.

“Saya menyayangkan kenapa ini bisa terjadi, kami tidak pernah mencoret nama warga yg sudah terdaftar sebagai penerima BST,” kata Adhi.

Simak Pula: Ibu Walikota Jaksel Kunjungi Panen Raya Tanaman Hidroponik di Binawarga Farm Srengseng Sawah

“Kalau begitu ini ulah Risma yang tidak mau memikirkan nasib warga DKI. Bagaimana maujadi menjadi gubernur DKI kalau tidak becus ngurusin warganya.”ujar seorang warga yang merasa kesaal dengan Mensos Risma.

BST adalah salah satu program bantuan tunai yang diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 Januari 2021.

Pemerintah menyiapkan anggaran BST senilai Rp 12 triliun untuk penyaluran selama empat bulan dari Januari hingga April 2021.

Namun Mensos, Tri Rismaharini mengumumkan tidak akan memperpanjang program BST lantaran tidak ada anggaran. (TIM)


Continue Reading

Trending