Connect with us

NUSA TENGGARA

Abaikan Protokol Kesehatan, Kapolresta Tegur Pemilik Kafe

Avatar

Published

on

Polresta Mataram mengunjungi salah satu Kafe di ujung Jalan Catur Warga, Kota Mataram. (Foto : Instagram @Istimewa)

Mediaemiten.com, Mataram – Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto kembali memipin patroli skala besar untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan di wilayah hukum Polresta Mataram. Kegiatan dilaksanakan Sabtu malam (22/8/2020) sekitar pukul 21.15 wita. Kapolresta dan tim gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan Kota Mataram dan Satpol Polpp Kota Mataram langsung melaksanakan patroli. 

Saat patroli dilaksanakan. Kapolresta mengunjungi salah satu Kafe yang berada  di ujung Jalan Catur Warga, Kota Mataram. Di tempat ini, Kapolresta langsung memberikan teguran. Karena kafe tersebut mengabaikan protokol kesehatan. Bahkan secara kasat mata. Petugas mendapatkan cukup banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker. ‘’ Pemiliknya kita berikan teguran. Karena disini cukup banyak protokol kesehatan tidak dijalankan,’’ ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto. 

Tidak hanya itu. Pengunjung kafe tersebut juga cukup membeludak. Tentunya juga melanggar protokol kesehatan lainnya. Yakni tidak menerapkan sosial distancing. ‘’ Cukup banyak pengunjungnya. Duduknya pun tidak menerapkan sosial distancing dan physical distancing,’’ bebernya. 

Karena sudah melebihi pukul 22.00 wita. Kapolresta meminta pengunjung untuk segera pulang. Upaya tersebut untuk menindaklanjuti surat edaran Wali Kota Mataram tentang jam malam yang dibatasi sampai pukul 22.00 wita. ‘’ Kita minta mereka untuk mengikuti surat edaran itu. Kita minta mereka pulang karena sudah lewat jam 22.00,’’ Katanya.

Guntur berdialog dan menegur langsung pemilik kafe tersebut. Kedepannya juga akan terus diawasi. ‘’ Kita juga akan terus menyambangi dengan menurunkan petugas. Tadi pengelolanya sudah kita tegur,’’ ungkapnya.

Guntur lalu meminta pemilik atau pengelola kafe dan sejenisnya untuk mentaati ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Terutama tentang patuh terhadap protokol kesehatan. Karena dengan mematuhi protokol kesehatan. Akan lebih mudah memutus mata rantai penyebaran Covid-19. ‘’ Ini untuk kebaikan kita semua. Kita berupaya maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Kita bersama pemerintah sedang berupaya agar Kota Mataram segera menuju zona hijau,’’ harapnya. 

Sebelum melaksanakan patroli skala besar. Kapolresta Mataram memimpin langsung apel patroli gabungan, bertempat di Halaman Pendopo Wali Kota Mataram. Patroli dibagi menjadi dua tim. Satu tim menuju Cakranegara. Tim lainnya mengarah ke wilayah Ampenan. 

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Wakapolresta Mataram, Kabag Ops Polresta Mataram, Kabag Ren Polresta Mataram, Pasi Ops Kodim 1606 Lombok Barat, Kasat Samapta Polresta Mataram, 13 anggota Kodim 1606 Lobar, 26 anggota Polresta Mataram, 5 anggota Dinas Perhubungan Kota Mataram dan 14 orang anggota Satpol Pp Kota Mataram. Secara keseluruhan, kegiatan patroli tersebut berjalan aman dan lancar. (psp)


NUSA TENGGARA

Polresta Mataram Berhasil Ringkus Pelaku Percabulan Anak

Avatar

Published

on

Polresta Mataram mengungkap kasus dugaan pencabulan anak. (Foto : Istimewa)

Mediaemiten.com, Jakarta – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram meringkus pria berinisial BD (43 tahun) yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur. Pelaku berasal dari Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Barat. Lelaki paruh baya tersebut ditangkap karena diduga berbuat cabul dengan korban dua orang kakak beradik di Lingkungan Pejeruk Bangket, Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Kedua korban masing–masing berusia 18 tahun dan 13 tahun.

‘’ Kami mengungkap kasus dugaan pencabulan di wilayah Pejeruk. Modus pelaku berpura-pura menjadi dukun pintar,’’ ungkap Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Selasa (18/08/2020).

Kejadian pencabulan ini terjadi hari Kamis (13/08/2020) sekitar pukul 16.00 wita. Awalnya pelaku yang bersahabat dengan ayah korban. Diminta datang untuk mengobati kedua anaknya. Korban oleh orang tuanya diminta mengobati kedua anaknya agar tidak melihat hal gaib. Lalu juga untuk tidak sering termenung. Pelaku yang mengaku tidak bisa mengobati hal gaib. Nekat untuk mencoba mengobati.

‘’Awalnya diminta ayah korban untuk mengobati anaknya. Mereka sudah berteman lama,’’ bebernya.

Pelaku lalu meminta ayah korban untuk menyiapkan beberapa barang sebagai media atau syarat mengobati hal gaib. Diantaranya menyiapkan tebu, batang kencur dan daun sirih. Perbuatan bejat pelaku dimulai. Korban diobati secara bergiliran. Awalnya, korban diminta untuk memakan tebu. Dimulai kakak korban yang diperintahkan masuk ke kamar. Lalu mulai membuka celana korban. Pelaku mulai mencium pusar dan menggeranyangi tubuh korban. Setelah itu celana korban dibuka pelaku. Perbuatan yang sama dilakukan terhadap adiknya korban.

‘’ Pelaku sempat mencium pusar dan membuka celana korban,’’ bebernya.

Perbuatan bejat itu terendus setelah kakak korban melihat pelaku mencium pusar adiknya. Seketika korban langsung berteriak. Teriakan keras itu mengundang perhatian warga sekitar dan mendatangi rumah korban. Massa sempat tidak terkendali dan main hakim sendiri. Wajah sebelah kanan pelaku lebam terkena pukulan massa. Beruntung pelaku bisa diselamatkan petugas dan diamankan ke Mapolresta Mataram. ‘’ Teriakan korban itu yang membuat massa datang dalam jumlah banyak,’’paparnya.

Pelaku di depan petugas mengakui semua perbuatannya. BD mengaku tidak bisa mengobati korban. Tapi karena diminta oleh ayah korban yang tak lain sahabatnya. Dirinya memberanikan diri untuk mengobati. ‘’ Saya tidak bisa. Itu coba-coba saja,’’ ungkapnya.

BD juga mengaku, dirinya selama ini tidak pernah berbuat tindak pidana. Perbuatan bejatnya itu spontan terjadi karena melihat kemolekan tubuh korban. ‘’ Saya sempat menolak disuruh obati. Saya hanya coba. Saya mengaku khilaf,’’ ungkap pria yang masih beristri itu.

Dengan perbuatannya itu. Pelaku diduga melanggar pasal 82 ayat (1) juncto pasal 76e Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (ist)


Continue Reading

NUSA TENGGARA

Pemerintah Mulai Konstruksi Bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat

Avatar

Published

on

PUPR memulai pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di Kab Sumbawa Barat. (Foto : Instagram @kemenpupr)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2020 telah memulai pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bendungan yang berada di wilayah Kecamatan Brang Ene ini dibangun dengan kapasitas 55,90 juta m³ untuk menambah jumlah tampungan air di Indonesia, khususnya di NTB sebagai salahsatu lumbung pangan nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Bendungan Tiu Suntuk merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan untuk menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga.

Bendungan Tiu Suntuk dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan luas genangan 337 hektar. Bendungan ini akan menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 1.743 hektare yang mencakup wilayah Kecamatan Taliwang dan Brang Ene di Kabupaten Sumbawa Barat. Kedua kecamatan dinilai memiliki lahan/areal pertanian cukup luas, namun sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja karena kekurangan suplai air.

Keberadaan Bendungan Tiu Suntuk juga akan menambah pasokan air pada sistem irigasi Bendung Kalimantong I yang berada di wilayah hilir. Daerah irigasi Bendung Kalimantong I memiliki luas total 1.368 hektar, dimana 46 hektar nantinya berasal dari Bendungan Tiu Suntuk.

Kontrak Bendungan Tiu Suntuk terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket I telah mulai konstruksi sejak 23 Januari 2020 dengan kontraktor PT Nindya Karya dan PT Bahagia Bangun Nusa (KSO). Sementara untuk paket II sudah tahap lelang dan menunggu penetapan pemenang lelang.

Untuk paket I, pekerjaannya meliputi persiapan, pekerjaan pengelak, bendungan utama, bangunan pengambil, pekerjaan hidromekanikal dan elektrikal serta pekerjaan pembangunan fasilitas lainnya. Saat ini tengah dikerjakan pembangunan kantor dan barak pekerja di lapangan, pekerjaan galian main dam, dan galian bangunan pengambil. Hingga akhir Juli 2020, secara keseluruhan progres konstruksinya mencapai 7%.

Biaya pembangunan Bendungan Tiu Suntuk sebesar Rp1,41 triliun dengan masa pelaksanaan selama 1.415 hari kalender dan ditargetkan selesai Desember 2023. Adapun tipe bendungan berupa urugan random batu dengan elevasi puncak sekitar 97 meter.

Selain untuk irigasi, manfaat lain Bendungan Tiu Suntuk adalah sebagai infrastruktur pengendali banjir untuk wilayah yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Rea, khususnya Kecamatan Taliwang yang merupakan Ibu Kota dari Kabupaten Sumbawa Barat. Tampungan air dari bendungan ini dirancang dapat mereduksi banjir sebesar 426 m³/detik.

Selain itu juga dapat memberikan manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 68 liter/detik untuk Kabupaten Sumbawa Barat dan potensi sebagai sumber tenaga listrik sebesar 0,81 MW. (set)


Continue Reading

NUSA TENGGARA

Petani Jagung NTB Siap Penuhi Kebutuhan Industri Pangan 

Avatar

Published

on

Pemenuhan jagung untuk industri pangan ini masih sangat tergantung dari luar negeri. (Foto : pixabay.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – Jagung merupakan salah satu jenis komoditi pertanian tanaman pangan di Indonesia yang menempati urutan kedua terbesar setelah padi. Jumlah produksi jagung di Indonesia setiap tahun kurang lebih 22 juta ton dengan penggunaan Lebih dari 70 persen produksi digunakan untuk kebutuhan bahan baku industri pakan ternak terutama unggas baik berupa ayam pedaging maupun ayam petelur.

Selain sebagai sumber bahan baku industri pakan ternak, jagung juga digunakan sebagai bahan baku industri pangan dengan syarat mempunyai kadar alfatoksin dibawah 20 ppb.

Akan tetapi, pemenuhan jagung untuk industri pangan ini masih sangat tergantung dari luar negeri. Menjawab tantangan tersebut, dengan dimotori oleh Koperasi Dinamika Nusa Agribisnis (DNA) di Lombok Timur, akhirnya mampu merintis produksi jagung rendah alfatoksin yang selama ini tergantung dari luar negeri.

Koperasi ini telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pihak swasta berupaya memperbesar produksi jagung rendah alfatoksin. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB Husnul Fauzi mengatakan kualitas jagung dihasilkan Koperasi DNA di Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya, dapat dipertahankan.

Menurut Husnul, cikal bakal produksi jagung rendah alfatoksin di Nusa Tenggara Barat sudah dilakukan sejak tahun 2019 dan mampu menghasilkan rata-rata 20 ton jagung rendah alfatoksin yang digunakan oleh perusahaan penghasil susu sapi segar.

“Direncanakan produksi jagung rendah alfatoksin pada tahun 2020 akan lebih besar dengan target produsi sebesar 20.000 ton yang berasal dari 3.500 hektar lahan,” demikian kata Husnul di kantornya, Mataram, Senin (3/8/2020).

Dean Novel, pengusaha muda dari PT. Datu Nusa Agribisnis menyebut ia mulai mengembangkan tanaman jagung 200 hektare di kebun inti sekitar Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kemudian membangun kemitraan dengan 7.200 kepala keluarga petani jagung melalui Koperasi DNA, dengan luasan tanaman jagung 7.000 hektare, kebun plasma.

Mulanya, Dean fokus bisnis jagung pipilan untuk pakan ternak dengan perlakuan stok gudang, akhirnya Dean mengembangkan produksi jagung khusus subtitusi impor, berupa jagung rendah aflatoksin. Disamping hasil utama berupa jagung, juga diperoleh limbah berupa tongkol jagung yang dijadikan Corncobs Meal dengan volume antara 200 hingga 300 kilogram dari setiap ton jagung pipilan basah. (inf)


Continue Reading

Trending