Connect with us

KEPRESIDENAN

Presiden Ingatkan Urusan Kesehatan dan Ekonomi Sama Pentingnya

Published

on

Presiden RI, Joko Widodo. (Foto : Instagram @jokowi)

Mediaemiten.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahwa urusan kesehatan dan ekonomi merupakan dua hal yang sama-sama penting sehingga tidak bisa hanya mengurusi Covid-19, namun soal ekonominya tidak diurus yang akhirnya juga menimbulkan problem sosial di masyarakat.

”Oleh sebab itu, berulang-ulang saya sampaikan gas dan remnya ini Bupati, Wali Kota, Gubernur ini betul-betul harus manajemennya dikendalikan dengan ketepatan yang baik,” tutur Presiden saat memberikan arahan mengenai Percepatan Penanganan Covid-19, Selasa (11/8) di Kodam III Siliwangi, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Negara juga mengingatkan kembali urusan bantuan sosial (bansos) agar dicek betul jangan sampai ada kondisi-kondisi di masyarakat kekurangan sembako sehingga jika ada yang perlu dibantu dapat disampaikan kepada pemerintah pusat.

Berkaitan dengan bansos, Presiden menyampaikan bahwa dari pusat sudah diberikan bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai (BLT) untuk desa, subsidi listrik gratis untuk pemakaian 450 VA, 50% bagi 900 VA serta stimulus ekonomi untuk usaha-usaha kecil lewat perbankan.

”Sebentar lagi kita akan mengeluarkan yang namanya bansos produktif, ini untuk UKM. Akan diberikan kepada 13 juta usaha mikro-usaha kecil kita. Bantuan modal kerja darurat sebesar Rp2.400.000, juga akan diberikan kepada 13 juta pekerja, di luar 10 juta yang Kartu Prakerja,” kata Presiden.

Kartu Prakerja, menurut Presiden, bagi yang terkena PHK, sedangkan untuk yang masih bekerja diberikan bantuan untuk yang mengikuti BPJS Ketenagakerjaan dan rencana dalam seminggu-dua minggu ini sudah akan keluar.

Bantuan-bantuan ini diberikan, menurut Presiden, yang diharapkan stimulus untuk ekonomi terutama menengah ke bawah bisa diberikan sehingga daya beli, konsumsi domestik juga akan naik sehingga harapannya pertumbuhan ekonomi secara nasional akan tumbuh lebih baik dari kuartal kemarin. ‘

‘Kita tahu kuartal I 2020 kita masih tumbuh 2,97%, negara lain sudah banyak yang negatif, kita masih tumbuh positif 2,97%. Tetapi di kuartal II kita sudah masuk ke minus dari 2,97% positif langsung minus 5,32%, ini hati-hati. Tadi di Jawa Barat di kuartal II juga sudah berada pada posisi minus 5,9%,” ujarnya.

Menurut Presiden, hal ini perlu hati-hati, tetapi Kepala Negara optimis di kuartal III akan lebih baik dari kuartal II dan diharapkan jika ingin tumbuh positif, perlu kerja keras. ”Oleh sebab itu, saya minta kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota agar yang namanya belanja dari APBD ini disegerakan untuk direalisasikan,” imbuh Presiden.

Secara nasional, Presiden sampaikan melihat anggaran-anggaran itu masih berada di bank, APBD sebesar Rp170 triliun di bank yang artinya penggunaannya memerlukan kecepatan, terutama di kuartal III ini.

”Kunci ada di bulan Juli, Agustus, dan September supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi. Tapi kita juga patut bersyukur meskipun kita minus 5,32% coba kita lihat Italia minus 17,3%, Jerman minus 11,7%, Perancis minus 19%, negara-negara, Amerika minus 9,5%. Ini patut kita tetap harus alhamdulilah patut kita syukuri itu,” katanya.

Oleh sebab itu,Presiden minta agar realisasi anggaran disegerakan, terutama dalam kuartal III yakni bulan Juli, Agustus, dan September sangat menentukan. Ia menyampaikan bahwa begitu dibelanjakan sesegera mungkin bisa kembali lagi ke positif, masih ada peluang.

”Sekali lagi saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras Provinsi Jawa Barat sehingga kondisi-kondisi yang ada bisa dikendalikan,” pungkas Presiden.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Seskab Pramono Anung, Menkes Terawan Agus Putranto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Kepala BNPB Doni Monardo. (set)


KEPRESIDENAN

Kunker ke Ambon, Jokowi Resmikan RUSP J. Leimana dan Tinjau Vaksinasi Massal

Published

on

Presiden Joko Widodo melakukan serangkaian agenda kunjungan kerja (kunker) di Kota Ambon, Provinsi Maluku./ Dok. setkab.go.id

MEDIA EMITEN – Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 25 Maret 2021 akan melakukan serangkaian agenda kunjungan kerja (kunker) di Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Dalam kunkernya, Presiden Jokowi akan meresmikan RSUP Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. J. Leimena, Kota Ambon, yang merupakan RSUP pertama di kawasan Indonesia Timur.

Seperti dikutip mediaemiten.com dari laman setkab.go.id, di RSUP) dr. J. Leimena, Jokowi meninjau jalannya vaksinasi massal bagi para tokoh agama, tenaga pengajar dan kependidikan, hingga pekerja publik.

Selepas peresmian, Presiden Jokowi akan menuju Kediaman Raja Hitu, Kabupaten Maluku Tengah, untuk turut memantau vaksinasi massal yang juga dilakukan di lokasi tersebut.

Tak jauh dari lokasi vaksinasi di Kediaman Raja Hitu, tepatnya di Dermaga Huseka’a Hitu, Kepala Negara diagendakan untuk berdialog dengan perwakilan kelompok nelayan, penjual ikan, dan para pedagang pasar setempat. 

Jokowi juga mengunjungi Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kepala Negara bersama sejumlah jajarannya akan meninjau pelabuhan yang melayani pelayaran kapal peti kemas dan penumpang tersebut. (BUD)


Continue Reading

EKONOMI

Jokowi Perkenalkan Jajaran Dewan Pengawas dan Dewan Direktur LPI

Published

on

Presiden Joko Widodo saat memperkenalkan anggota Dewan Pengawasan dan Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi (INA)/Dok. setneg.go.id.

MEDIA EMITEN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan figur-figur yang tergabung sebagai anggota Dewan Pengawas dan Dewan Direktur Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) pada Selasa, 16 Februari 2021. 

Perkenalan para putra dan putri terbaik bangsa yang telah memiliki pengalaman internasional tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 16 Februari 2021.

Seperti dikuti Mediaemiten.com dari laman setneg.go.id, anggota Dewan Pengawas INA, yang terdiri atas lima orang, sebelumnya telah dilantik dan diambil sumpahnya oleh Presiden pada 27 Januari 2021 lalu.

Nama kelima anggota Dewan  Pengawas INA yaki;

1. Menteri Keuangan (Sri Mulyani), sebagai ketua merangkap anggota;
2. Menteri Badan Usaha Milik Negara (Erick Thohir), sebagai anggota;
3. Haryanto Sahari, sebagai anggota;
4. Yozua Makes, sebagai anggota; dan
5. Darwin Cyril Noerhadi, sebagai anggota.

Adapun Dewan Direktur INA, juga terdiri atas lima orang yang semuanya berasal dari kalangan profesional, ialah sebagai berikut:

1. Ridha Wirakusumah, sebagai Ketua Dewan Direktur;
2. Arief Budiman, sebagai Wakil Ketua Dewan Direktur/Direktur Investasi;
3. Stefanus Ade Hadiwidjaja, sebagai Direktur Investasi;
4. Marita Alisjahbana, sebagai Direktur Risiko; dan
5. Eddy Porwanto, sebagai Direktur Keuangan.

Lembaga Pengelola Investasi (LPI) merupakan lembaga pengelola dana abadi investasi dalam negeri yang dibentuk oleh undang-undang untuk meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan serta bertanggung jawab kepada Presiden.

Pembentukan lembaga tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan beberapa waktu lalu.

“Pembentukan INA mempunyai dasar hukum yang kuat, diperintah langsung oleh undang-undang, yaitu Undang-Undang Cipta Kerja. Kelembagaan dan cara kerjanya juga jelas sebagaimana diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2020,” ujar Presiden Jokowi.

Keterlibatan unsur profesional dan independen tersebut diharapkan akan menjamin INA sebagai institusi profesional yang bergerak dan bekerja berdasarkan pertimbangan profesional dari pengalaman puluhan tahun para anggotanya.

Jokowi menegaskan, INA dijamin menjadi institusi profesional yang dilindungi oleh undang-undang dan menggunakan pertimbangan-pertimbangan profesional dalam menentukan langkah-langkah kerjanya.

“INA juga dikelola oleh putra-putri terbaik bangsa yang berpengalaman di kancah profesional internasional yang dijaring oleh panitia seleksi dibantu oleh para headhunter profesional,” kata Presiden.

Dengan fondasi hukum dan dukungan politik yang kuat serta dijalankan oleh dewan pengawas, jajaran direksi, dan jejaring internasional yang hebat, Jokowi meyakini INA akan memperoleh kepercayaan nasional dan internasional. 

“Saya bersama jajaran pemerintah juga mengharapkan DPR, BPK, dan lembaga-lembaga negara lainnya juga mendukung penuh gerak Indonesia Investment Authority ini,” ucap Jokowi.

Menurutnya, INA harus inovatif, harus berani ambil keputusan yang out of the box dengan tata kelola yang baik.

“Indonesia harus mempunyai alternatif pembiayaan yang memadai untuk akselerasi Indonesia Maju,” tutur Presiden Jokowi. (TN)


Continue Reading

KEPRESIDENAN

Ini yang Dibicarakan Jokowi dengan Muhyiddin Yassin, Salah Satunya Perlindungan WNI

Published

on

Presiden Joko Widodo saat menyambut kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin. /Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden.

MEDIA EMITEN – Presiden Joko Widodo menyambut baik kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin ke Indonesia hari ini, Jumat, 5 Februari 2021.

Kedua pemimpin membahas sejumlah hal terkait isu bilateral seperti perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia, hingga isu kawasan.

“Saya menyampaikan apresiasi, penghargaan atas kerja sama perlindungan WNI di Malaysia, terutama selama pandemi dan saya kembali menitipkan WNI di Malaysia kepada pemerintah Malaysia,” ungkap Jokowi.

Terkait perlindungan pekerja migran Indonesia, Presiden Jokowi menekankan pentingnya penyelesaian pembuatan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) baru mengenai penempatan dan perlindungan pekerja domestik Indonesia di Malaysia.

“Selain itu, dua negara juga perlu membangun one channel system agar masalah penempatan tenaga kerja dapat dilakukan secara lebih baik untuk mencegah terjadinya para pekerja menjadi korban perdagangan manusia,” jelasnya.

Presiden Jokowi dan PM Muhyiddin Yassin membahas mengenai isu sawit.

BACA JUGA: Infofinansial.com, media online yang menyajikan beragam berita dan informasi aktual seputar dunia ekonomi, bisnis, keuangan

Demikian, keterangan tertulis yang diterima media online ini dari Biro Pers Sekretariat Presiden.

Pages: 1 2 3


Continue Reading

Trending