Connect with us

JAWA

Top, Alasan Dedi Ingin Fokus Bangun Ekonomi Rakyat Kab. Sukabumi

Avatar

Published

on

Dedi Ruslan merupakan salah satu kandidat sebagai bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi yang lolos dalam fit and proper test di DPD Gerindra Jabar. (Foto : Tim Dedi Ruslan)

Mediaemiten.com, Kalapanunggal – Bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi Dedi Ruslan memiliki keinginan untuk fokus membangun ekonomi rakyat dalam memajukan Kabupaten Sukabumi. Ini adalah pilihan yang sangat tepat, soalnya ekonomi kerakyatan adalah potensi terbesar di kabupaten ini.

“Saya telah berikrar akan menumbuh kembangkan seluruh potensi ekonomi kerakyatan yang ada di Sukabumi, diantaranya yaitu perkembangan usaha ternak domba dan sapi,” kata Dedi saat kunjungan di peternakan domba modern PT Karnasari Panca Utami di Kampung Cingenca, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/8/2020).

Bukan hanya peternakan, namun juga produk pertanian. Dirinya tidak bicara di level Sukabumi saja namun ekonomi kerakyatan seperti ini patut didorong serta dijadikan percontohan di skala nasional.

“Hasil alam Sukabumi olahan singkong telah dibantu pemasarannya oleh pak Sandiaga Uno,” ungkapnya. Dedi Ruslan turut mendukung program Sandiaga Uno, calon Wapres di Pemilu 2019 lalu.

Dalam hal mendorong ekonomi rakyat, dia juga telah memiliki segudang program di sektor pertanian dan peternakan yang nantinya akan diterapkan di Sukabumi.

Dedi menegaskan, tekadnya mendorong perekonomian berbasis kerakyatan bukan sebatas wacana dan pembahasan belaka, seluruh potensi yang ada harus menjadi prinsip ekonomi berkelanjutan untuk kemakmuran masyarakat Sukabumi.

Maju di Pilkada 2020

Menyinggung Pilkada Sukabumi 2020, Dedi Ruslan menyatakan sikapnya bahwa pemimpin masa depan harus mampu berdikari, mandiri, serta membawa kebaikan sepenuhnya untuk masyarakat bukan atas nama pribadi atau golongan.

“Bagi saya Pilkada ini sebuah panggilan hati, dengan niat tulus ikhlas,” tegasnya.

Terkait kesiapannya menghadapi Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, Dedi Ruslan bersama tim pemenangan mengaku tetap konsisten dan terus berjuang dalam menebar kebaikan.

“Kami akan terus berupaya membangun Sukabumi dengan apa yang sudah dipetakan, dan implementasinya kami kembalikan kepada fitrah-Nya.” ungkap Dedi Ruslan.

Dedi Ruslan merupakan salah satu kandidat sebagai bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi yang lolos dalam fit and proper test  di DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Jawa Barat. Demikian, seperti dikutip Hallosukabumi.com(*/suk)


JAWA

Menteri Edhy Serahkan Bantuan Rp12,2 Miliar ke Nelayan di Brebes

Avatar

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar. (Foto: Instagram @edhy.prabowo)

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar untuk nelayan hingga pelaku UMKM saat mengunjungi Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020).

Penyerahan bantuan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan.

Acara penyerahan bantuan berlangsung di Desa Sawo Jajar, Kecamatan Wanasari dengan menerapkan protokol kesehatan. Ada sembilan kelompok masyarakat penerima, di mana bantuan yang diserahkan di antaranya sarana pengolah produk turunan mangrove, sarana prasarana produksi budidaya, paket rehabilitasi saluran tambak udang padat karya, chest freezer, alat tangkap, mesin ketinting, hingga bantuan modal usaha, yang bila ditotal jumlahnya lebih dari Rp12,2 miliar.

“Mudahan-mudahan bantuan bisa terus kita tambah untuk membantu bapak/ibu dalam berkegiatan maupun menjalankan usaha,” ujar Menteri Edhy.

Selain bantuan pemerintah, Menteri Edhy juga menyerahkan bantuan dari kantong pribadinya berupa bibit mangrove sebanyak 2.500 batang dan alat pengolahnya.

Edhy menegaskan, dalam upaya KKP mendongkrak ekonomi masyarakat pesisir, keberlanjutan juga menjadi pertimbangan penting. Bahkan penanaman mangrove akan masif dilakukan demi pesisir yang lebih hijau.

Terlebih, sambungnya, penanaman mangrove sekarang tidak hanya menjadi program kelautan dan perikanan tapi termasuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan ikhtiar pemerintah dalam memperbaiki kondisi ekonomi imbas pandemi Covid-19.

Sementara itu, Ketua Kelompok Losari Ikhtiar, Subhan, yang menjadi penerima bantuan, mengaku chest freezer yang diterimanya sangat berguna untuk mendukung usaha bandeng presto yang digeluti. Dengan adanya chest freezer, produksi yang tadinya 8 kwintal per bulan, bisa ditingkatkan.

“Bantuan ini sangat membantu sekali, untuk kami menyimpan dan menjaga kualitas bahan baku. Apalagi di masa pandemi seperti ini,” akunya.

Dia berharap pemerintah terus memberi perhatian bagi pelaku usaha UMKM di Indonesia. Tidak hanya alat, tapi juga pelatihan dan akses pasar supaya pelaku UMKM di Indonesia terus tumbuh dan berkembang.

Sebagai informasi, Menteri Edhy mengunjungi Brebes bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam rangka padat karya penanaman mangrove guna pemulihan ekonomi nasional. Kunjungan kerja kedua menteri itu dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan.

Jakarta,InfoPublik – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp12,2 miliar untuk nelayan hingga pelaku UMKM saat mengunjungi Brebes, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2020). Penyerahan bantuan ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan. (jbr)


Continue Reading

JAWA

Kemendag Bawa Pelaku Usaha Jatim Tembus Pasar Internasional

Avatar

Published

on

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (Foto : agusuparmanto)

Mediaemiten.com, Jakarta – Program pendampingan eksportir (Export Coaching Program) yang diadakan Kementerian Perdagangan berhasil membawa pelaku usaha asal Jawa Timur melakukan ekspor perdana secara mandiri di tengah kondisi ketidakpastian global akibat pandemi Covid-19.

Pelaku usaha tersebut yaitu PT Demapra Mega Perkasa yang mengekspor produk kopi Arabika sebanyak satu kontainer senilai USD106 ribu ke Amerika Serikat dan CV Hortindo Agrokencana dengan produk ubi beku senilai USD35 ribu ke Jepang.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Rabu (14/10/2020) menyatakan, capaian ini merupakan hasil menggembirakan dari partisipasi keduanya pada program pendampingan ekspor yang diselenggarakan Kementerian

Perdagangan melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI), Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari komitmen kuat serta kerja keras pelaku usaha. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha Indonesia lainnya untuk memperluas jangkauan produknya ke pasar global,” kata Mendag.

Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, program pendampingan ekspor merupakan kegiatan pembinaan UKM selama setahun. Program ini dikhususkan bagi para pelaku usaha yang telah mendaftarkan diri dan memperoleh rekomendasi dari dinas yang membidangi urusan perdagangan di masing-masing daerah. Para peserta memperoleh pengetahuan ekspor secara komprehensif dan memiliki kesempatan menjalin jaringan dalam perdagangan internasional. Program pendampingan eksportir ini sendiri telah berlangsung sejak tahun 2010.

“Pada program tersebut, pelaku usaha mendapat bimbingan mengenai tata cara ekspor dan informasi mengenai negara tujuan ekspor. Di samping itu, para peserta dapat membuka peluang di negara tujuan ekspor didampingi praktisi pelaku ekspor,” ujar Kasan.

Kepala Balai Besar BBPPEI Noviani Vrisvintati menjelaskan, program pendampingan ekspo untuk wilayah Jawa Timur saat ini sudah memasuki tahap keempat yaitu pendampingan produk, dari delapan tahapan yang direncanakan. Fasilitator BBPPEI dan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Provinsi Jawa Timur terus memberikan pendampingan kepada para peserta untuk peningkatan kualitas produk; perbaikan manajemen produksi, daya saing produk, desain dan kemasan produk untuk tujuan ekspor; serta pengembangan tim ekspornya.

“BBPPEI akan terus mendampingi, membantu, mendorong, dan memberikan fasilitasi kepada para pelaku usaha potensial ekspor guna peningkatan kesiapan ekspor dan pencapaian transaksi ekspor. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan ekspor nasional,” ungkap Noviani.

Noviani juga berharap, melalui berbagai tahapan dalam program pendampingan ekspor ini, pelaku usaha yang menjadi peserta diharapkan mampu berkembang dan melakukan ekspor secara mandiri tanpa melalui perantara atau trader. “Pelaku usaha diharapkan dapat mengetahui prosedur, ketentuan, dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk ekspor yang berlaku di dalam negeri maupun di negara tujuan ekspor. Selain itu, mampu melakukan riset pasar ekspor dan mencari calon mitra potensial melalui internet maupun informasi dari perwakilan perdagangan,” tutupnya.

Selain pendampingan, BBPPEI juga melaksanakan berbagai kegiatan secara virtual seperti seminar web ekspor untuk menyiasati keterbatasan pertemuan secara fisik akibat pandemi Covid-19.

Penyelenggaraan kegiatan ini bekerja sama dengan perwakilan perdagangan di luar negeri di berbagai negara dengan mengikutsertakan para peserta program pendampingan ekspor. BBPPEI juga merekomendasikan para pelaku usaha peserta pendampingan untuk mengikuti sejumlah kegiatan penjajakan kerja sama dagang (business matching) secara virtual yang diselenggarakan oleh perwakilan perdagangan dengan calon mitra potensial di negara tujuan ekspor. (inf)


Continue Reading

JAWA

Nilai Tukar Pertanian Jawa Barat Agustus 2020 Menurun

Avatar

Published

on

Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,57 persen. (Foto : Instagram @pertanian_indonesia)

Mediaemiten.com, Bandung – Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dadang Supriadi mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 0,56 persen dibandingkan Juli 2020, dari 100,08 menjadi 99,52. 

Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,57 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) turun sebesar 0,02 persen. 

Disebutkan, pada bulan Agustus 2020, subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen; subsektor tanaman Hortikultura mengalami penurunan sebesar 2,63 persen; subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan 0,80 persen; subsektor Peternakan mengalami penurunan sebesar 1,82 persen; dan subsektor Perikanan dengan kenaikan sebesar 0,16 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada Agustus 2020 sebesar 100,09 atau turun 0,76 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu konsumsi Rumah Tangga di daerah perdesaan mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.Indeks yang dibayar petani untuk keperluan proses produksi, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada Agustus 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen. (jbr)


Continue Reading

Trending