Connect with us

NASIONAL

Sanksi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Seharusnya Mendidik

Avatar

Published

on

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo. (Foto : dpr.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, instruksi Presiden Joko Widodo agar kepala daerah menyiapkan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, merupakan langkah tepat dalam menyikapi masih tingginya penyebaran virus Corona (Covid-19) di Tanah air. 

“Soal sanksi, banyak cara yang bisa dilakukan, apakah sanksi administrasi atau denda dan sebagainya. Tapi sanksi harus bersifat mendidik, bukan represif. Kalau saya katakan, harus ada sanksi yang ‘setengah’ menimbulkan efek jera, seperti itu,” ungkapnya melalui rilis yang diterima Parlementaria, Kamis (6/8/2020).

Masih terkait soal sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, politisi PDI-Perjuangan ini mengatakan, soal sanksi yang tepat itu  nantinya sepenuhnya diatur oleh pemerintah daerah masing-masing, mengingat  pemerintah daerahlah yang paling mengetahui suasana batin dan kekhasan daerah.

“Semua pihak semestinya mendukung instruksi Presiden ini. Karena dengan penerapan sanksi ini tujuannya menyelamatkan diri sendiri, menyelamatkan keluarganya, menyelamatkan lingkungannnya dan lebih luas lagi menyelamatkan Bangsa Indonesia,” kata legislator  asal Boyolali, Jawa Tengah ini.

Ia juga mengingatkan, sebelum vaksin ditemukan, satu satunya cara yang paling efektif mengendalikan virus Corona adalah dengan mengikuti protokol kesehatan.  “Makanya TNI, Polri, Satpol PP juga dilibatkan. Intinya, bagaimana sanksi itu selain mendidik  juga ditaati dengan memberikan efek jera,” katanya. 

Dikatakan Rahmad, perang melawan Covid-19 ini  bukan main-main.  Kalau,  tidak displin mematuhi protokol kesehatan,  efeknya akan semakin parah. Tak hanya  dari sisi kesehatan juga sendi-sendi kehidupan masyarakat akan terdampak. “Kita harus bahu membahu, agar setiap individu maupun kelompok bisa displin mengikuti protokol  kesehatan. Sekali lagi, displin yang diikuti sanksi yang mendidik, merupakan cara paling efektif melawan Covid-19,” pesan Rahmad.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo telah resmi menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Salah satu poinnya, meminta kepada kepala daerah untuk menyusun dan menetapkan aturan disertai sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Melalui Inpres ini, Presiden menginstruksikan kepada kepala daerah, mulai dari bupati, wali kota, hingga gubernur untuk menyusun dan menetapkan peraturan gubernur/ bupati/ wali kota yang memuat ketentuan terkait kewajiban mematuhi protokol kesehatan bagi warga dan sanksi bagi yang melanggar. (dpr)


NASIONAL

Terungkap, Ini Hasil Visum Sementara Jasad 5 ABK yang Tewas

Avatar

Published

on

Penyebab kematian disebabkan oleh alkohol yang seharusnya tidak ada di dalam tubuh. (Foto : humas.polri.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Terkait dengan kasus penemuan lima jenazah anak buah kapal (ABK) KM Starindo Jaya Maju VI, Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Morry Edmond bersama Kasat Reskrim AKP Fahmi Amarullah menjelaskan hasil visum sementara. Dalam tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Morry menerangkan, berdasarkan hasil sementara visum et repertum dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Yang mana tes penyaring alkohol positif dan isi lambung korban juga kosong.

“Penyebab kematian disebabkan oleh alkohol yang seharusnya tidak ada di dalam tubuh. Dari hasil penyelidikan, persesuaian keterangan saksi-saksi, petunjuk dan hasil visum et repertum dapat disimpulkan bahwa lima jenazah anak buah kapal KM Starindo Jaya Maju VI meninggal dunia akibat mengkonsumsi miras oplosan,” tutur Morry saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2020).

Morry kembali mengungkapkan, identitas para korban di antaranya, M Zulkarnaen (24) sebagai ABK; Putra Enggal Perdana (19) bertugas sebagai ABK; Khoirul Muttaqin (24) bertindak ABK; Miftahul Huda (21) merupakan ABK; dan Muchamad Son Haji (27) juga merupakan ABK. Keseluruhan korban berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah.

Diberitakan sebelumnya, kepolisian menghentikan penyelidikan terkait tewasnya lima orang Anak Buah Kapal (ABK) di kapal ikan di perairan Pulau Seribu.

Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Morry Edmond menerangkan pemberhentian penyelidikan tersebut diketahui tidak mempunyai unsur pidana. Karena, lima ABK itu meninggal dunia disebabkan menenggak miras oplosan.

“Setelah kita lakukan visum, tidak ada tanda-tanda kekerasan kepada para korban. Para ABK kapal hingga visum maupun otopsi jasad korban, didapati fakta para korban murni meninggal karena miras oplosan,” kata AKBP Morry dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020). (pol)


Continue Reading

NASIONAL

Tower 5 Pekan Depan Siap Tampung Pasien, Tower 5 Hampir Full

Avatar

Published

on

Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. (Foto : Instagram @ayojakarta)

Mediaemiten.com, Jakarta – Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta yang disiapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 sejak Jumat (11/9/2020) sudah terisi 1.442 pasien, dengan kondisi orang tanpa gejala (OTG) dan tidak punya tempat untuk melakukan isolasi mandiri.

Data yang diperbarui Satgas Penanganan COVID-19 pada Minggu (20/9/2020) pukul 06.00 WIB itu sekaligus menunjukkan tingkat hunian Flat Isolasi Mandiri telah mencapai 91,84% dari total kapasitas 1.570 tempat tidur.

Untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien, tim Satgas COVID-19 terus melakukan upaya perbaikan dan persiapan Tower 4 sebagai Flat Isolasi Mandiri, dengan target rampung dan dapat digunakan pada pekan depan.

Tingkat kapasitas tower 4 mampu menampung sebanyak 1.546 tempat tidur, sehingga total tempat tidur yang tersedia di Flat Isolasi Mandiri, baik tower 4 dan 5 ada sebanyak 3.116 tempat tidur.

Sementara itu di RS Darurat COVID-19, yang letaknya bersebelahan dengan Flat Isolasi Mandiri, masih tersedia 582 tempat tidur.

Adapun rinciannya adalah 311 tempat tidur di Tower 6 dan 271 tempat tidur di Tower 7. Tingkat hunian di RS Darurat COVID-19 sudah mencapai hampir 80 persen pada hari ini dari total 2.878 kapasitas tempat tidur yang tersedia di sana. (npb)


Continue Reading

NASIONAL

Akhirnya Menteri Agama Anulir Pemotongan Dana BOS Madrasah

Avatar

Published

on

Menteri Agama, Fachrul Razi. (Foto : Instagram @fachrulrazi__official)

Mediaemiten.com, Jakarta – Komisi VIII DPR RI mengapresiasi langkah Menteri Agama Fachrul Razi yang memutuskan untuk menganulir pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi madrasah dan pondok pesantren dalam anggaran Kementerian Agama tahun 2020. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, keputusan Menag tersebut mendapat respon positif dari keluarga besar madrasah dan pondok pesantren

Pasalnya, lanjut Yandri, dana BOS yang seharusnya diterima menjadi terhambat akibat pandemi Covid-19 yang terus meluas di seluruh Indonesia. Demikian disampaikan Yandri dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menag Fachrul Razi membahas RKA K/L di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2020).

“Keputusan kemarin Pak Menteri yang menyampaikan pemotongan dana BOS itu tidak akan dilakukan, kami berterima kasih. Seluruh keluarga besar madrasah se-Indonesia juga bersyukur dengan keputusan ini,” imbuh politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Yandri meminta Kemenag mempercepat progres pengembalian dana BOS kepada madrasah secepatnya dan secara transparan sesuai dengan kebutuhan yang telah disebutkan sebelumnya. “Bagaimana progres pengembaliannya serta dananya dari mana,” pungkas legislator dapil Banten II itu. (dpr)


Continue Reading

Trending