Connect with us

SPORT

Pesan Mas Gareng alias Sutjipto Suntoro Sebelum menghadapi Tim Maradona

Published

on

Mantan pemain sepak bola legendaris Argentina, Maradona. (Foto : Instagram @maradonaesmireligion)

Mediaemiten.com – “MUN, jaga mati Maradona!”

Begitu pesan Mas Gareng alias Sutjipto Suntoro, pelatih kepala tim nasional Indonesia beberapa saat sebelum menghadapi Argentina di babak penyihan Grup B, Piala Dunia Junior, 1979,Tokyo, Jepang.

Ahad (26/8/1979) malam, Indonesia untuk pertama kali akan berlaga di putaran final Piala Dunia, meski sesungguhnya di babak penyisihan (Kejuaraan Asia 1978 di Bangladesh) kita tidak lolos.

Irak sang juara junior Asia dan Korea Selatan runner up, sama-sama lolos ke Jepang. Tapi, Irak menolak lantaran label Coca Cola. Begitu juga Korut serta Kuwait peringkat 3 dan 4. Maka AFC dan FIFA menunjuk Indonesia yang di perdelapan final dikalahkan Irak 2-0. Dasar penunjukkannya karena di babak grup, Indonesia tampil sempurna. Jadi, posisi kita di Tokyo itu sebagai juara Asia.

Ya, kita tiga kali menang di penyisihan grup, kita menang atas Yordania dan tuan rumah Bangladesh dengan skor yang sama: 2-0. Dan, kita menang 4-0 atas Malaysia.

Jangan Kembali ke Stadion Omiya, Prefektur Saitama. Sekitar 15.500 penonton (data dari FIFA), sudah siap menjadi saksi penampilan perdana grup B.

Saat kedua tim berbaris untuk menuju ke lapangan, wasit Rolando Fusco dari Kanada menghampiri mas Gareng. Keduanya terlihat berbincang akrab. Tak lama, mantan bomber timnas tahun 1960-an satu-satunya pemain kita yang namanya dikenal begitu hebat di Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Bangladesh, India, Jepang, dan Korsel itu, menghampiri Mundari Karya. “Jaga Maradona, tapi jangan cederai dia!” lanjut Mas Gareng.

Jangan cederai? “Tadi wasit nitip ke gua. Maradona adalah aset FIFA,” katanya lagi sambil menepuk bahu Mundari.

Begitu kisah Mundari yang dibenarkan oleh dua mantan pemain junior 1979, Bambang Nurdiansyah dan David Sulaksmono, Senin (13/7) siang di Bakso Lapangan Tembak tak jauh dari Pintu Kuning, di Ring Road Stadion Utama GBK, Senayan Jakarta.

Saya sengaja berbincang dengan ketiga mantan bintang nasional itu untuk mengorek kisah-kisah menarik selama Piala Dunia junior itu.

Mundari berkisah tentang sulitnya menjaga Maradona. “Posisi saya sebenarnya bek tengah, Maradona saat itu bermain sebagai second striker. Jadi agak kurang nyambung,” tutur Mundari yang saat ini menjadi manajer Barito Putra FC.

Tidak sampai di situ, Mundari juga mengaku sangat repot untuk menjalani tugasnya. “Selain memang kelas kami berbeda sangat jauh, saya juga sering kesulitan membedakan mereka. Wajah mereka sangat mirip,” ucapnya sambil tertawa.

Saya yakin, kesulitan Mundari bukan karena posisi Maradona yang bermain di garis kedua, tapi rising star Argentina itu memang kualitasnya sangat luar biasa. Saya beruntung bisa menyaksikan sendiri di Piala Dunia Senior, 1990, Italia. Saat itu, bersama sekitar 25 wartawan Indonesia, meliput langsung.

Meski di partai pembukaan Argentina kalah dari Nigeria dan partai puncak, final juga kalah dari Jerman, dengan skor yang sama: 1-0, tapi para pemain yang ditugaskan untuk mematikan, Maradona, begitu kerepotan.

Jadi, jika Mundari akhirnya kewalahan, sungguh, saya bisa memahaminya. Timnas kita memang kalah 5-0, namun kelima gol dicetak di babak pertama, Maradona (2) dan Ramon Diaz (3). Tapi di babak kedua, Mundari, Nus Lengkoan, Didik Dharmadi, dan para pemain lainnya bisa membendung gempuran duet Maradona-Diaz. “Strategi Tembok Cina, semua pemain saya suruh turun,” ucap Mas Gareng waktu itu.

Selain itu, penjaga gawang Endang Tirtana tampil gemilang di babak kedua. Kiper Warna Agung itu beberapa kali mampu menepis tendangan atau sundulan Maradona dan kawan-kawan.

Kembali kepersoalan pesan wasit, Mas Gareng terpaksa menarik keluar Tommy Latuperisa, pemain belakang asal Niac Mitra. Ya, Tommy memang dikenal sebagai pemain yang sangat keras. Namun uniknya Mas Gareng memasukkan Didik Dharmadi, seorang penyerang. Di kemudian hari, Didik lebih dikenal sebagai pemain belakang yang handal.

Bukan mencari-cari alasan jika tim junior kita itu tidak sebagus saat diterjunkan di Kejuaraan Asia 1978 di Bangladesh yang juga sekaligus babak penyisihan Piala Dunia. Anda ingin tahu mengapa? Tunggu episode berikutnya

Oleh : M. Nigara, Wartawan Sepakbola Senior.


SPORT

Gim Lokapala Besutan Anak Usaha Telkom, Melon Indonesia Ikut Dipertandingkan di PON XX Papua 2021

Published

on

Gim Lokapala besutan PT Melon Indonesia dan Anantarupa Studios./ Instagram.com/@melonindonesia.

MEDIA EMITEN – Olahraga eSport sudah semakin diperhitungkan kehadirannya, dalam even nasional. Contohnya, gim Lokapala besutan anak usaha  PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom, PT Melon Indonesia  akan dipertandingkan di di eksibisi eSports PON XX Papua 2021.

Gim anak bangsa ini dikembangkan oleh Anantarupa Studios dan PT Melon Indonesia sebagai publisher.

Keikutsertaan gim Lokapala besutan Melon Indonesia dan Anantarupa Studios ini telah diumumkan delam konferensi pers yang diselenggarakan secara daring oleh PB ESI (Pengurus Besar Esports Indonesia), beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Kewajiban Obligor BLBI Rp110,45 Triliun, Tim Satgas akan Uber Hingga kepada Keturunannya

Seperti dikutip Hallo.id dari laman resmi Telkom, Sabtu, 4 September 2021, kabar bahagia ini menjadi titik mula bagi dunia electronic sport (eSports) yang resmi dijadikan sebagai cabang olahraga di PON (Pekan Olahraga Nasional).

Gim Lokapala juga mencetak sejarah sebagai gim eSports lokal pertama yang ikut serta dalam acara turnamen eSports Nasional.

Dulu acara PON pertama kali diselenggarakan di Surakarta bertujuan untuk menunjukkan kedaulatan Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Majelis Lucu Indonesia Merasa Lega Setelah Coki Pardede Ditangkap Polisi

Saat ini dengan hadirnya gim Lokapala pada PON XX Papua 2021 diharapkan dapat menjadi langkah awal bahwa Indonesia juga berdaulat di dalam industri gim eSports.

Selain itu, hadirnya gim Lokapala di PON XX Papua 2021 ini sebagai bentuk nyata agar kita semua dapat menginspirasi developer gim lokal untuk terus berkarya serta turut berpartisipasi dalam kesuksesan gim, baik di Indonesia maupun global.

Direktur Digital Business Telkom Indonesia Muhamad Fajrin Rasyid mengatakan Telkom sangat mendukung ekosistem gim di Tanah Air sejalan dengan terus berkembangnya industri eSports di Indonesia.

Baca Juga: Olahraga Crunch dan Plank Ampuh untuk Bakar Lemak dalam Tubuh, Simak Penjelasannya

“Tentunya diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi konsumen saja, oleh karena itu kita juga mendorong para kreator gim lokal bisa menghasilkan gim yang bisa mendunia,” katanya.

CEO PT Melon Indonesia Dedi Suherman mengatakan , suatu kehormatan sekaligus kebanggaan bahwa gim Lokapala dilibatkan dan dijadikan salah satu gim dalam eksibisi di PON XX Papua 2021.

Baca Juga: Laga Perdana Melawan Arema FC, PSM Makassar Boyong 26 Pemain

Sebagai bentuk akselerasi digital,  Melon Indonesia yang adalah bagian dari TelkomGroup turut mendukung industri gim dalam negeri.

“Selain itu, Melon Indonesia juga berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh atas kelancaran PON XX Papua 2021,” ucapnya.

Dedi berharap,  gim Lokapala bisa diterima dan meramaikan industri gim di Indonesia.

Baca Juga: Hadi Tjahjanto akan Pensiun, Jenderal TNI Andika Perkasa Diharapkan Jadi Pengganti

“Bukan hanya gim Lokapala saja, tapi kami juga ingin menunjukkan bahwa talent dan pengembangan gim yang luar biasa ini bisa mengangkat kiprah gim lokal bukan hanya di kancah dalam negeri tetapi mampu juga menembus ke pasar global,” katanya.

Hallo.id/https://www.hallo.id/ekonomi-bisnis/pr-281108115/gim-lokapala-besutan-anak-usaha-telkom-melon-indonesia-turut-dipertandingkan-di-pon-xx-papua-2021.


Continue Reading

SPORT

Bursa Transfer Klub Eropa, Ronaldo Bertahan di Jeventus Atau Berlabuh ke Klub Manchester City

Published

on

Bintang sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo bersama klubnya, Juventus./ Dok. Instagram.com/cristianoronaldo.

MEDIA EMITEN – Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo masih menjadi magnit bagi klub sepak bola.

Manchester City pun tertarik untuk memboyong Ronaldo dari klubnya, Juventus.

 Batas waktu transfer klub sepak bola Eropa tinggal beberapa hari lagi, namun permasalahan antara  Cristiano Ronaldo dan klub sepak bolanya Juventus masih belum terselesaikan.

Baca Juga: Pelatih Bali United Ingin Patahkan Mitos Buruk Soal Juara Bertahan Pada Laga Pembuka BRI Liga I 2021-2022

Namun, sebuah laporan terbaru pagi ini, Kamis 26 Agustus 2021 waktu setempat membuat dunia sepak bola dunia berdengung.

Sebelumnya seperti dikutip Hallo.id dari laman resmi The Spun, laporan dari jurnalis Portugal Goncalo Lopes menyebutkan bahwa pembangkit tenaga listrik Liga Premier Eropa, Manchester City Football Club telah mencapai kesepakatan dengan Juventus untuk membawa Ronaldo ke kandang.

Laporan tersebut dibantah keras oleh jurnalis sepak bola lainnya, yang menyebutkan belum ada pengumuman resmi yang dirilis kedua klub Eropa tersebut.

Baca Juga: Ini Cara Daftar Kartu Prakerja Gelombang 19 untuk Dapatkan Insentif Rp 3,550 Juta

Ronaldo berada di bangku cadangan saat Juventus melawan Udinese dalam pertandingan pembuka musim Seri A.

Banyak yang berspekulasi kalau hal tersebut merupakan keputusan pribadi bintang sepak bola Portugal itu, bukan lantaran pelatih.

Banyak kalangan menilai, jika Ronaldo jadi bergabung dengan Manchester City, maka bisa mengubah peta keseimbangan kekuatan antar klub sepak bola Eropa.

Baca Juga: Pertamina Dorong Penyandang Disabilitas untuk Mandiri

City sudah sangat diunggulkan untuk memenangkan Liga Premier. Dengan bergabungnya Ranaldo sebagai striker bintang mereka, mungkin bisa mengatasi punuk dan memenangkan Liga Champions.

Apakah Ronaldo ditakdirkan untuk kembali ke Liga Inggris dan bergabung dengan Manchester City? Publik masih terus menunggu.

Reaksi nitizen beragam mengenai isu Manchester City akan memboyong Ronaldo.

Baca Juga: Menteri Luhut dan Menteri Budi Gunadi Lepas Ekspor Alat Suntik PT Oneject Indonesia ke UNICEF dan Ukraina

Akun Ttwitter.com/@UtdFaithfuls menulis:

Ronaldo pergi ke Man City tidak seperti Hazard pergi ke Spurs, Lampard pergi ke City, Bale pergi ke Arsenal atau Tevez pergi ke City.

Ini seperti Messi pergi ke Real Madrid atau Gerrard datang ke Man United. Ini tidak terpikirkan.

Baca Juga: Billboard Wawancara Ekslusif BTS untuk Majalah Musik, Tapi ARMY Malah Marah

Akun @GraciousLeo menulis:

Ronaldo adalah pria yang tak tahu malu. Dia akan menjual jiwanya untuk B’dor dan untuk menghentikan Messi memenangkan UCL (UEFA Champions Leagu atau Liga Champion UCL).

Apakah fans Ronaldo masih akan membelanya jika dia bergabung dengan City?

Baca Juga: Terpopuler Hari Ini, dari Elly Kasim Wafat hingga Ibas Yudhoyono Jadi Doktor dengan IPK 4,0

Akun @Lfcqueen29:

Fans Manchester United menunggu kabar Ronaldo pindah ke City.

Setiawan Adiwijaya/hallo.id (https://www.hallo.id/sport/pr-28979030/bursa-transfer-klub-eropa-rencana-manchester-city-boyong-ronaldo-dari-juventus-masih-misteri?page=3).


Continue Reading

ENTERTAINMENT

Serial Biografi si Leher Beton Mike Tyson Akan Diperankan Jamie Foxx

Published

on

Petinju legenda dunia, Mike Tyson./Dok. Instagram.

MEDIA EMITEN – Biografi legenda petinju dunia, Mike Tyson akan diangkat ke layar kaca.

Jamie Foxx, yang pernah meraih Oscar akan berperan menjadi Mike Tyson, petinju hebat kontroversial yang dijuluki “Leher Beton”.

Seperti dikutip mediaemiten.com dari laman antaranews.com, Selasa, 23 Maret 2021, serial televisi terbatas tentang “Iron Mike” sedang dalam pengembangan, dengan Antoine Fuqua (“Training Day”) akan duduk di kursi sutradara dan Martin Scorsese dalam tim produksi.

“Saya sudah lama ingin menceritakan kisah saya,” kata pemilik nama lengkap Michael Gerard Tyson seperti dikutip AFP, Selasa.

“Saya berharap dapat berkolaborasi dengan Martin, Antoine, Jamie, dan seluruh tim kreatif guna menghadirkan serial yang tidak hanya menangkap perjalanan profesional dan pribadi saya, tetapi juga menginspirasi dan menghibur.”

Juru bicara Fuqua membenarkan bahwa dia terikat pada proyek tersebut.

Menurut Hollywood Reporter, sejauh ini serial tersebut belum diakuisisi oleh jaringan atau layanan streaming.

Tyson mengatakan kembalinya ke ring belum lama ini saat bertarung imbang dengan Roy Jones Jr pada November 2020 dalam usia 54 tahun, menjadikan ini waktu yang tepat untuk menceritakan kisahnya.

Mantan juara kelas berat dunia ini adalah salah satu tokoh tinju paling sukses dan paling kontroversial.

Dianggap sebagai salah satu kelas berat terbaik sepanjang masa, dia mencetak rekor menang-kalah 50-6 dengan 44 KO, pensiun pada 2005 setelah kalah melawan Kevin McBride.

Namun, dia juga dikenal karena perilakunya yang uring-uringan, misalnya menggigit telinga Evander Holyfield sebelum kalah dalam pertarungan mereka yang terkenal pada 1997, dan pelanggaran hukumnya, termasuk dakwaan pemerkosaan dan kecanduan kokain.

Tyson bangkit kembali, menjadi cameo dalam “The Hangover” (2009) dan kemudian melakukan pertunjukan one-man show di Broadway.

Pada akhir Februari, platform streaming Hulu mengumumkan bahwa mereka membuat serial terbatas tentang petinju tersebut yang diberi judul “Iron Mike.”

Mike Tyson menyebut proyek itu tidak mendapat restunya, dia mendesak pemirsa agar memboikot Hulu. (EDI)


Continue Reading

Trending