Connect with us

INTERNASIONAL

India Blokir Aplikasi Digital Tiongkok, Begini Komentar Negeri Tirai Bambu

Avatar

Published

on

India merupakan pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok. (Foto : Suara.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – Tiongkok menyebut langkah India untuk memblokir 59 aplikasi seluler asal Tiongkok dapat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan mendesak India untuk menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan adil.

“Tindakan India secara selektif dan diskriminatif menyudutkan aplikasi Tiongkok tertentu dengan alasan yang ambigu dan dibuat-buat, bertentangan dengan persyaratan prosedur yang adil dan transparan, menyalahgunakan pengecualian keamanan nasional dan (dicurigai) melanggar aturan WTO,” ujar juru bicara kedutaan besar Tiongkok di New Delhi, Ji Rong, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (1/7/2020).

Rong mengatakan larangan tersebut akan mempengaruhi masyarakat India, dan mendesak India untuk memperlakukan semua investasi dan penyedia layanan secara adil, serta menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan adil.

India memblokir aplikasi asal Tiongkok, Senin (29/6/2020), sebagai langkah terkuatnya terhadap Tiongkok di ruang online sejak pertempuran meletus di perbatasan kedua negara bulan ini.langkah tegas memboikot Tiongkok dari ruang online sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara pada Juni.

Kementerian teknologi India mengeluarkan perintah yang menyatakan aplikasi asal Tiongkok “merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.”

India merupakan pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok, terhitung 611 juta unduhan atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan, kata perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada bulan April.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir adalah WeChat milik Tencent, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser milik Alibaba dan dua aplikasi Xiaomi. (els)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INTERNASIONAL

AS Bekukan Aset Politisi China atas Pelanggaran HAM terhadap Uighur

Avatar

Published

on

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. (Foto : Instagram @the_recent.column)

Mediaemiten.com, Jakarta – Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap politisi di Xinjiang, China, yang dikatakan bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis minoritas Uighur dan Muslim di provinsi tersebut.

China dituding melakukan penahanan massal, persekusi agama dan sterilisasi paksa terhadap Muslim Uighur.

Sanksi tersebut menargetkan aset keuangan milik Ketua Partai Komunis Xinjiang, Chen Quanguo yang berbasis di Amerika Serikat, serta dua pejabat lain.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS bertindak melawan “penyalahgunaan yang mengerikan dan sistematis” di provinsi yang terletak di wilayah barat China itu.

“Amerika Serikat tidak akan berpangku tangan ketika PKC [Partai Komunis China] melakukan pelanggaran HAM yang menargetkan warga Uighur, etnik Kazakh dan anggota kelompok minoritas lainnya di Xinjiang,” kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

China dilaporkan menahan sekitar satu juta warga Uighur dan kelompok etnis lainnya di kamp-kamp di Xinjiang untuk indoktrinasi dan memberi mereka hukuman, tetapi negara itu membantah telah melakukan penganiayaan.

Dilarang masuk ke AS dan aset dibekukan

Ketua Partai Komunis Xinjiang, Chen Quanguo menjadi pejabat China peringkat tinggi yang dikenai sanksi dari AS. Dia dianggap sebagai arsitek di balik kebijakan Beijing terhadap minoritas di China.

Dua pejabat lain juga dikenai sanksi – Wang Mingshan, direktur biro keamanan publik di Xinjian dan Zhu Hailun, mantan pemimpin komunis senior di Xinjiang.

Sanksi ini berarti mereka dilarang masuk ke AS dan aset mereka di AS dibekukan.

Segala transaksi keuangan dengan tiga pejabat itu, bersama dengan mantan pejabat keamanan Huo Liujun, tak diperbolehkan. Namun demikian, Huo tidak akan dikenakan pembatasan visa.

Sanksi juga diberlakukan pada anggota Biro Keamanan Xinjiang secara keseluruhan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan AS juga memberlakukan pembatasan visa tambahan pada pejabat Partai Komunis lainnya yang diyakini bertanggung jawab atas pelanggaran di Xinjiang. (bbc)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Di Tengah Pandemi, Trump Desak Sekolah Dibuka Kembali

Avatar

Published

on

Presiden AS, Donald Trump. (Foto : Instagram @realdonaldtrump)

Mediaemiten.com, Jakarta – Di tengah lonjakan infeksi Covid-19, terutama di antara orang yang lebih muda, Gedung Putih menekan sekolah-sekolah di seluruh Amerika untuk dibuka kembali.

“Kita akan menekan gubernur dan semua orang untuk membuka sekolah, untuk membukanya. Ini sangat penting,” kata Presiden Donald Trump, Selasa (7/7/2020), dalam sebuah acara di Gedung Putih, di mana ia mendengarkan sejumlah undangan menyampaikan pandangan yang serupa dengannya.

Trump, hari sebelumnya, mencuit: “SEKOLAH HARUS BUKA PADA MUSIM GUGUR !!!”

“Kesehatan mental dan perkembangan sosial anak-anak harus menjadi prioritas yang sama seperti kesehatan fisik,” kata Melania Trump, ibu negara dan ibu dari anak usia sekolah, dalam diskusi pada Selasa (7/7/2020) tentang pembukaan kembali sekolah-sekolah Amerika secara aman.

Yang tidak diketahui adalah apakah anak-anak kecil, yang secara efisien menyebarkan virus influenza, akan menyebarkan virus corona ini kepada guru dan staf yang lebih tua, dan membawa virus corona ke rumah pada anggota keluarga dan kerabat mereka yang lebih tua.

“Kita belum tahu tentang virus Covid-19. Apakah itu benar-benar menginfeksi anak-anak dan mereka bisa menularkannya atau apakah sangat sulit virus ini untuk menginfeksi anak-anak? Studi-studi itu masih berlangsung, ” kata Dr. William Schaffner, seorang profesor penyakit menular di Vanderbilt University Medical Center kepada VOA.

American Academy of Pediatrics “sangat menganjurkan semua pertimbangan kebijakan untuk tahun ajaran yang akan datang harus diawali dengan tujuan agar siswa hadir secara fisik di sekolah.”

Kelompok dokter anak ini mengatakan “pentingnya pembelajaran secara langsung telah terbukti kebenarannya, dan sudah ada bukti dampak negatif pada anak-anak karena penutupan sekolah pada musim semi 2020.” (voa)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Secara Resmi, Amerika Serikat Memberitahu PBB Keluar dari WHO

Avatar

Published

on

Presiden AS, Donald Trump. (Foto : Mediainside.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – Gedung Putih secara resmi telah memberi tahu Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Amerika keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), meskipun jumlah kasus Covid-19 melonjak di AS.

Presiden Donald Trump membekukan dana AS untuk WHO pada April dan sebulan kemudian, mengumumkan niatnya untuk keluar. Ia menuduh organisasi itu bias, condong pada China dalam penanganan wabah virus corona dan menuntut reformasi.

“Kita telah merinci reformasi yang harus dibuat dan melibatkan mereka secara langsung, tetapi mereka menolak untuk bertindak. Karena mereka gagal melakukan reformasi yang diminta dan sangat dibutuhkan,hari ini kita akan memutuskan hubungan,” kata Trump pada Mei.

Menurut aturan WHO, negara mana saja yang hendak keluar dari organisasi itu harus memberi pemberitahuan satu tahun sebelumnya. Jika Trump kalah dalam pemilihan November, presiden berikutnya bisa memutuskan untuk tetap menjadi anggota.

Amerika memimpin dunia dengan kasus Covid-19 terbanyak, yaitu dengan hampir 3 juta penderita dan hampir 131.000 kematian.

Pakar kesehatan AS menyebut tindakan presiden itu picik dan menghancurkan kerja sama selama puluhan tahun dalam memerangi semua penyakit. (voa)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat