Connect with us

JAWA

Kunker di Kendal, Mentan Panen Jagung dan Serahkan Bantuan

Avatar

Published

on

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Foto : Instagram @syasinlimpo)

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/2020). Dalam kesempatan ini, Mentan turut melakukan panen jagung sekaligus menyerahkan secara simbolis penyaluran KUR, asuransi, juga bantuan alsintan, dengan total nilai mencapai Rp 8.727.258.600.

Kegiatan panen jagung, penyerahan KUR, asuransi dan bantuan alsintan dilakukan Menteri Pertanian di Desa Pucangrejo, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

“Apa yang kita lakukan hari ini adalah agar Indonesia besok tidak boleh kekurangan pangan menghadapi tantangan apapun . Kendal memberikan contoh kepada kita, memberikan motivasi, bahwa sebenarnya Indonesia memang hebat, Indonesia kuat, Indonesia memiliki segalanya, tinggal tergantung bagaimana kita mampu me-managenya,” tuturnya.

Mentan SYL mengatakan, potensi yang dimiliki di Indonesia membuat rakyat bisa survive, rakyat tetap bisa makan, rakyat tetap bisa menghasilkan dalam situasi dan tantangan apapun. Tantangannya sulit juga dihadapi karena alamnya baik. 

Mentan yakin pertanian Kendal berjalan baik dan harus terus dijaga di masa yang akan datang. Untuk itu, Kementan memberikan bantuan berupa alsintan, asuransi pertanian, dan KUR yang realisasinya cukup bagus. Menteri Syahrul mengatakan, paradigma besok adalah jangan pakai uang pemerintah, gunakan uang yang ada di bank, uang untuk berinvestasi. Jika perputaran ini berjalan dengan baik bisa berakselerasi, mengangkat produktivitas pertanian kita.

“Jika perputaran ini berjalan baik, dengan perhitungan yang baik, tidak akan ada pertanian yang merugi. Pertanian tidak pernah rugi, kecuali salah manage. Seperti harusnya ditanam di sawah tapi ditanam di aspal, itu namanya salah manage. Tapi sepanjang bibitnya bener, ditanam dengan baik dan sesuai anjuran, dan syarat-syarat pertanian yang benar, tidak ada ceritanya pertanian merugi,” tuturnya.

Menghadapi Covid-19, menghadapi pelemahan ekonomi, yang berhasil, yang dijamin mampu menghidupkan rakyat, mensejahterakan rakyat, dan ekonomi yang berputar salah satunya adalah pertanian.

“Pertanian adalah pilihan yang paling tepat menghadapi pelemahan ekonomi akibat dampak corona. Karena banyak PHK, tapi yang pasti, yang tidak pernah berkurang adalah makan. Untuk itu, kita harus melakukan pendekatan-pendekatan pertanian yang modern, yang lebih maju, dengan memperkuat kemandirian pangan disetiap daerah,” ujarnya. 

Mentan menambahkan, satu pangan yang kuat di desa akan memperkuat pangan di kecamatan, satu pangan yang kuat di kecamatan akan memperkuat pangan di kabupaten, pangan yang kuat di kabupaten akan memperkuat pangan di satu provinsi. (tan)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA

Nilai Tukar Pertanian Jawa Barat Agustus 2020 Menurun

Avatar

Published

on

Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,57 persen. (Foto : Instagram @pertanian_indonesia)

Mediaemiten.com, Bandung – Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jabar Dadang Supriadi mengatakan Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Barat pada Agustus 2020 mengalami penurunan sebesar 0,56 persen dibandingkan Juli 2020, dari 100,08 menjadi 99,52. 

Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) turun sebesar 0,57 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) turun sebesar 0,02 persen. 

Disebutkan, pada bulan Agustus 2020, subsektor Tanaman Pangan mengalami kenaikan sebesar 0,04 persen; subsektor tanaman Hortikultura mengalami penurunan sebesar 2,63 persen; subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami penurunan 0,80 persen; subsektor Peternakan mengalami penurunan sebesar 1,82 persen; dan subsektor Perikanan dengan kenaikan sebesar 0,16 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada Agustus 2020 sebesar 100,09 atau turun 0,76 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu konsumsi Rumah Tangga di daerah perdesaan mengalami deflasi sebesar 0,13 persen.Indeks yang dibayar petani untuk keperluan proses produksi, Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) pada Agustus 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen. (jbr)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA

Dedi Ruslan, Lokomotif Usaha untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi

Avatar

Published

on

Bakal Calon Bupati Kabupaten Sukabumi, Dedi Ruslan.(Foto : Tim Dedi Ruslan)

Mediaemiten.com, Palabuhanratu – Membangun Kabupaten Sukabumi menjadi obesesi besar Dedi Ruslan saat ini. Pasalnya Kang Dedi-begitu sapan akbrabnya-melihat tanah kelahirannya ini masih jauh dari harapan menjadi daerah maju.

Padahal kata pengusaha muda yang malang melintang di kancah nasional, ini sumber daya alam di Sukabumi begitu banyak dan melimpah ruah. Seharusnya, potensi daerah ini dikelola dengan baik agar mendapat kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, kenyataannya, masih jauh panggang dari api.

Kondisi tersebut membuat hatinya tersentuh dan ingin berbuat lebih banyak. Kang Dedi, berkeinginan besar mengabdikan hidupnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sukabumi.

BACA : MENGABDI UNTUK SUKABUMI, NIAT TULUS SANG PENGUSAHA SUKSES

Kini, Kang Dedi sebagai salah satu bakalan calon Bupati Sukabumi periode 2020-2025. Dukungan dari masyarakat pun terus mengalir deras karena figur Kang Dedi sudah mendapat tempat di hati masyarakat.

“Orang tua saya orang Sukabumi, saya lahir di Sukabumi, saya tahu apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Saya berkeinginan mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Kang Dedi.

Membangun Ekonomi Kerakyatan

Salah satu dari program yang diusung oleh Kang Dedi adalah membangun ekonomi kerakyatan. Dengan mengusung konsep ekonomi Pancasila atau ekonomi gotong royong yang bisa melawan para rentenir.

“Kalau mempraktekkan ekonomi Pancasila di derah maka prakte rentenir yang menyusahkan rakyat akan hilang. Karena konsep ekonomi ini mengembangkan UKM berdasarkan prinsip gotong royong,” kata tokoh muda kabupaten Sukabumi ini.

Pengembangan usaha di daerah, termasuk di Kabupaten Sukabumi tersendat lantaran masih menjamur para renternir yang justru menyulitkan para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Itu karena banyak aturan yang pro liberalis. Ke depan harus kita tata aturan dan perda yang pancasilais,” ungkapnya.

Lebih jauh Dedi menambahkna, jika nanti ia dipercaya memimpin Kabupaten Sukabumi maka konsep ekonomi Pancasila ini akan menjadi dasar dan pijakan pembuatan peraturan daerah.

Kemudian untuk mendongkrak pertumbuhan sektor UKM Kang Dedi telah merencanakan bekerja sama dengan pusat-Kemenkop-UKM melalui Asisten Deputi Perlindungan Usaha Kemenkop-UKM, Sutarmo.

Karena itu bimbingan teknis ketahanan usaha UKM sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat daerah.

“Bimtek bagi pelaku UMKM sangat diperlukan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi, ini juga dalam rangka perlindungan bagi pengusaha kecil di tengah derasnya arus persaingan global,” paparnya.

Menurut Dedi, kekuatan daerah ada di Koperasi dan UMKM. Karena itu, timnya telah mempersiapkan dengan matang untuk bekerjasama dengan Kemenkop-UKM.

“Nantinya setiap desa harus ada pelatihan UMKM, jika ini terwujud maka persaingan global tidak menjadi sesuatu yang dikuatirkan melainkan menjadi peluang besar untuk kemajuan perekonomian masyarakat daerah,” pungkasnya.

Warung Pro Rakyat (WPR)

Selain itu, Kang Dedi juga akan mengembangkan Warung Pro Rakyat (WPR) di kabupaten Sukabumi. Warung ini kelak akan dibangun di setiap desa dan kelurahan, dengan jumlah 10 warung di setiap desa dan kelurahan.

Namanya warung, tetapi konsep sebenarnya adalah toko mini swalayan yang menyediakan kebutuhan pokok warga.

Pendirian WPR ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah pengangguran di daerah dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Program ini membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Nantinya karyawan yang bekerja di warung pro rakyat akan direkrut dari warga dari masing-masing desa dan kelurahan sehingga akan meningkatkan kesejahteraan masyrakat,” katanya.

Program WPR ini sejalan dengan program presiden Jokowi-Maruf Amin. Apalagi, tujuannya baik yakni untuk mendukung tersedianya stabilitas harga barang kebutuhan rakyat di pasar dan jaminan produk halal.

Penataan Ekowisata

Pengembangan dan penataan ekowisata di Kabupaten Sukabumi juga menjadi prioritas program Kang Dedi. Menurutnya masih banyak destinasi-destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi yang belum tergarap secara maksimal. Pasalnya infrastuktur seperti jalan dan jembatan ke lokasi tersebut belum memadai.

“Infrastuktur ini kita akan benahi. Jika sektor pariwisata ini bisa dimaksimalkan akan berdampak pada sektor-sektor lain seperti sektor UKM dan perhotelan di Sukabumi,” katanya.

Konsep Kampung Kuring juga untuk seluruh hotel di Sukabumi akan terangkat karena daerah ini sebagai salah satu basis budaya Sunda yang harus ditingkatkan dari sisi budayanya, apalagi di tengah arus deras globalisasi.

“Kita akan buat konsep wisata Kampung Kuring di seluruh hotel yang ada di kabupaten Sukabumi agar nantinya masyarakat daerah kita betul-betul merdeka dari sisi budaya. Apalagi di era global dan digitalisasi ini benteng budaya kita adalah menghadirkan konsep kultur asli Sunda di berbagai sektor, salah satunya adalah hotel,” papar ketua dewan pembina Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA).

“Nantinya kita hadirkan busana Pangsi bagi pegawai hotel dan restoran, tidak lupa juga agenda jaipongan di setiap agenda penting hotel. Jika ini kita lakukan maka kabupaten Sukabumi akan menjadi pelopor pemberdayaan budaya Sunda secara nyata,” tandas Kang Dedi. (Tulisan ini dikutip dari majalah Indonesia Report, Edisi Agustus 2020)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA

Top, Alasan Dedi Ingin Fokus Bangun Ekonomi Rakyat Kab. Sukabumi

Avatar

Published

on

Dedi Ruslan merupakan salah satu kandidat sebagai bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi yang lolos dalam fit and proper test di DPD Gerindra Jabar. (Foto : Tim Dedi Ruslan)

Mediaemiten.com, Kalapanunggal – Bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi Dedi Ruslan memiliki keinginan untuk fokus membangun ekonomi rakyat dalam memajukan Kabupaten Sukabumi. Ini adalah pilihan yang sangat tepat, soalnya ekonomi kerakyatan adalah potensi terbesar di kabupaten ini.

“Saya telah berikrar akan menumbuh kembangkan seluruh potensi ekonomi kerakyatan yang ada di Sukabumi, diantaranya yaitu perkembangan usaha ternak domba dan sapi,” kata Dedi saat kunjungan di peternakan domba modern PT Karnasari Panca Utami di Kampung Cingenca, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/8/2020).

Bukan hanya peternakan, namun juga produk pertanian. Dirinya tidak bicara di level Sukabumi saja namun ekonomi kerakyatan seperti ini patut didorong serta dijadikan percontohan di skala nasional.

“Hasil alam Sukabumi olahan singkong telah dibantu pemasarannya oleh pak Sandiaga Uno,” ungkapnya. Dedi Ruslan turut mendukung program Sandiaga Uno, calon Wapres di Pemilu 2019 lalu.

Dalam hal mendorong ekonomi rakyat, dia juga telah memiliki segudang program di sektor pertanian dan peternakan yang nantinya akan diterapkan di Sukabumi.

Dedi menegaskan, tekadnya mendorong perekonomian berbasis kerakyatan bukan sebatas wacana dan pembahasan belaka, seluruh potensi yang ada harus menjadi prinsip ekonomi berkelanjutan untuk kemakmuran masyarakat Sukabumi.

Maju di Pilkada 2020

Menyinggung Pilkada Sukabumi 2020, Dedi Ruslan menyatakan sikapnya bahwa pemimpin masa depan harus mampu berdikari, mandiri, serta membawa kebaikan sepenuhnya untuk masyarakat bukan atas nama pribadi atau golongan.

“Bagi saya Pilkada ini sebuah panggilan hati, dengan niat tulus ikhlas,” tegasnya.

Terkait kesiapannya menghadapi Pilkada yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang, Dedi Ruslan bersama tim pemenangan mengaku tetap konsisten dan terus berjuang dalam menebar kebaikan.

“Kami akan terus berupaya membangun Sukabumi dengan apa yang sudah dipetakan, dan implementasinya kami kembalikan kepada fitrah-Nya.” ungkap Dedi Ruslan.

Dedi Ruslan merupakan salah satu kandidat sebagai bakal calon Bupati /Wakil Bupati Sukabumi yang lolos dalam fit and proper test  di DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Jawa Barat. Demikian, seperti dikutip Hallosukabumi.com(*/suk)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending