Connect with us

KORPORASI

Raih Laba Bersih, Metrodata Bagi Dividen Sebesar Rp 81,03 Miliar

Avatar

Published

on

Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Metrodata Electronics Tbk (“Metrodata”/“MTDL”), sebagai Digital Solution & Distribution Company di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1990, memutuskan untuk membagikan dividen, sebesar total Rp81,03 miliar atau 22,7% dari laba bersih tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp357 miliar. Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku 2019 yang digelar hari ini.

Susanto Djaja, Presiden Direktur MTDL mengungkapkan, “RUPS Tahunan telah memutuskan pembagian dividen, yang tentunya didukung atas keberhasilan MTDL dalam meraup laba bersih pada tahun 2019, serta tidak terlepas dari kinerja yang dihasilkan oleh seluruh pemangku kepentingan.” RUPS tersebut juga menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan perseroan termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2019. Serta, persetujuan pengangkatan Tanan Herwandi Antonius sebagai Komisaris Independen dan Ketua Komite Audit baru menggantikan Lulu Terianto yang berakhir masa jabatannya.

Susanto menambahkan, “MTDL terus berupaya bertransformasi menjadi Digital Solution & Distribution Company, serta menunjukkan keunggulannya dalam menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan terkait transformasi digital di banyak sektor. Kami terus memperluas dan mempertajam kompetensi inti kami dalam mendukung pemerintah memasuki industri 4.0 di Indonesia melalui dua lini usaha utama di bidang Distribusi Hardware dan Software, serta lini usaha Solusi dan Konsultasi MTDL.”

Saat ini MTDL menyediakan produk-produk TIK yang dibutuhkan seperti PC dan notebook, server dan storage, smartphone, networking, software, dan lain sebagainya. MTDL telah bermitra dengan lebih dari 100 pemegang brand produk TIK ternama. Melalui anak usahanya, PT Synnex Metrodata Indonesia (SMI), MTDL menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia yang ditunjuk Intel Corporation sebagai Intel® IoT Solution Aggregator dan bekerjasama untuk mengembangkan solusi Internet of Things (IoT) di Indonesia.

Pada tahun 2020, unit bisnis Distribusi akan melanjutkan penambahan kerja sama dengan mitra baru untuk produk-produk TIK, terutama IoT, gaming, dan IT security. Selain itu, Perseroan juga memasarkan produk home appliance, seperti blender, shaver, vacuum cleaner, dan lain sebagainya. “Strategi ini kami lakukan agar rangkaian produk dan jasa yang disalurkan melalui jaringan distribusi MTDL yang terbukti bertahan selama 45 tahun ini semakin lengkap lagi,” ujar Randy Kartadinata, Direktur MTDL.

Unit bisnis Solusi & Konsulasi akan melanjutkan strategi yang berbasis pada Delapan Pilar Solusi Metrodata, yang telah diselaraskan untuk mendukung Roadmap Making Indonesia 4.0 yang digagas pemerintah. Perseroan memiliki basis yang kuat untuk menyediakan berbagai solusi terbaru untuk mendukung transformasi digital para pelanggan korporat dalam bentuk emerging technologies, seperti Big Data and Analytics, Digital Business Platform, Microservices, Testing Tools, Artificial
Intelligence (AI), IT Security, dan solusi-solusi lainnya.

Randy melanjutkan, pada Kuartal I-2020, MTDL mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 94,3 miliar, atau naik 10,1% YoY dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp85,6 miliar. MTDL juga pertumbuhan penjualan sebesar 4,9% YoY dari Rp3,2 triliun di Kuartal I-2019 menjadi Rp 3,4 triliun di Kuartal I-2020. Serta di tengah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19, MTDL mampu mendapatkan pertumbuhan penjualan di unit bisnis Solusi & Konsultasi sebesar 15,4% dan unit bisnis Distribusi sebesar 1,4%. Pertumbuhan tersebut didukung dengan adanya upaya diversifikasi yang dilakukan masing-masing unit bisnis, sumber daya manusia, serta manajemen yang baik dalam proses penjualan, implementasinya serta proses penagihan.

Pada Kuartal II-2020, dampak pandemi Covid19 lebih dirasakan pada unit bisnis Distribusi Perseroan, karena sebagian toko pelanggan tutup khususnya di Jabodetabek dan Pulau Jawa, namun sebagian dari toko tersebut masih melakukan penjualannya melalui online. Sementara penjualan kepada para pelanggan di luar Pulau Jawa masih berjalan dengan baik.

Di sisi lain, unit bisnis Solusi & Konsultasi masih bertumbuh sejalan dengan dukungan kami untuk memampukan para karyawan dari pelanggan korporasi kami untuk bekerja dari rumah. Para pelanggan utama bisnis Solusi & Konsultasi berasal dari industri perbankan, telekomunikasi dan sektor lain yang tidak terlalu terdampak terhadap pandemi Covid-19 ini.

“Diharapkan semakin banyak perusahaan yang membutuhkan layanan terkait transformasi digital yang menjadi salah satu dasar bagi kami untuk terus tumbuh secara berkelanjutan, serta menjadi perusahaan penyedia teknologi digital terpercaya,” tutup Susanto. (psp)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KORPORASI

Mulai 10 Juli 2020, KAI Menambah Lagi Tiga Perjalanan ke Jakarta

Avatar

Published

on

KAI akan menambah tiga Kereta Api Jarak Jauh untuk menuju DKI Jakarta. (Foto : Instagram @ptkai_121)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia/KAI (persero) akan menambah tiga Kereta Api Jarak Jauh untuk melayani masyarakat dari dan menuju DKI Jakarta, serta ke berbagai rute lainnya.

Tiga KA itu adalah KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp), Bima (Gambir-Malang pp), dan Sembrani (Gambir-Surabaya Pasar Turi pp). Adapun penambahan KA tersebut akan dimulai per 10 Juli 2020.

“KAI menambah layanan KA Jarak Jauh Komersial kelas Luxury, Eksekutif, Ekonomi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan new normal yang ketat,” ujar Direktur Niaga KAI, Maqin U Norhadi, Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut Ia menjabarkan beberapa jadwal KA yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Argo Parahyangan keberangkatan Stasiun Gambir tersedia pukul 07.10, 17.45, dan 18.45. Sedangkan KA Argo Parahyangan keberangkatan dari Stasiun Bandung tersedia pukul 04.55, 06.45, dan 11.10.

2. KA Bima (71) berangkat dari Stasiun Malang pukul 14.25 dan tiba di Gambir pukul 05.40; KA Bima (72) berangkat dari Stasiun Gambir pukul 16.40 dan tiba di Malang pukul 08.27;

3. KA Sembrani (81) berangkat dari Stasiun Pasar Turi pukul 17.30 dan tiba di Gambir pukul 04.00; KA Sembrani (82) berangkat dari Stasiun Gambir pukul 19.00 dan tiba di Surabaya Pasar Turi pukul 05.15.

Menurut Maqin, pada tahap awal, ketiga KA tersebut baru akan dioperasikan setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hal tersebut dikarenakan minat masyarakat untuk bepergian dengan KA jarak jauh lebih tinggi pada akhir pekan. “Perjalanan KA tersebut akan terus dievaluasi pengoperasiannya, menyesuaikan dengan perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Untuk melihat jadwal keberangkatan dari stasiun antara, masyarakat dapat mengakses aplikasi KAI Access. Tiket dapat dipesan melalui KAI Access, web KAI, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya mulai h-7 keberangkatan.

KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan di KAI Access agar mendapatkan kemudahan ekstra seperti fitur e-boarding pass, reduksi online, reschedule online, dan cancellation online.

Maqin memastikan, seluruh KA yang dioperasikan tarifnya tetap dan tidak mengalami kenaikan, dimana untuk KA Komersial tarifnya sesuai dengan rentang Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas yang telah ditentukan.

“KAI juga menambahkan Kereta Luxury pada rangkaian KA Sembrani dan Argo Parahyangan, setelah sebelumnya dirangkaikan pada KA Turangga (Gambir-Surabaya Gubeng pp) untuk memberikan kenyamanan ekstra kepada para pelanggan kereta api selama dalam perjalanan,” jelasnya.

Sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19, lanjut Maqin, KAI menerapkan berbagai protokol kesehatan yang ketat dan harus dipatuhi oleh seluruh pelanggan. “Sesuai SE DJKA No.14 tahun 2020, kapasitas kereta masih diatur batas maksimal yang dapat dijual untuk menciptakan physical distancing selama dalam perjalanan. Pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Untuk penumpang dengan usia dibawah 3 tahun agar menyediakan sendiri face shield pribadi.”

Disamping itu, pelanggan KA Jarak Jauh juga diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 9 Tahun 2020. Berkas-berkas tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding. Adapun ketentuannya yaitu:
1. Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 hari sejak diterbitkan pada saat keberangkatan.

2. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau Rapid Test.

3. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

4. Khusus bagi pelanggan yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

5. Secara umum, setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kereta api di masa new normal, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Minat masyarakat akan layanan kereta api terus meningkat, dimana KAI rata-rata melayani 23 ribu pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal per hari pada awal pengoperasian KA Reguler yaitu 12 – 17 Juni 2020.

Pada Juli 2020, rata-rata pelanggan yang dilayani sudah meningkat 50 persen menjadi 35 ribu pelanggan per harinya. Sejak pengoperasian kembali KA Reguler pada 12 Juni 2020 – 6 Juli 2020, total KAI telah melayani 714.581 pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan juga ditopang dengan semakin banyaknya KA yang dioperasikan oleh KAI. Per 10 Juli 2020, KAI menjalankan 47 KA Jarak Jauh dan 114 KA Lokal atau total 161 perjalanan KA. Jumlah tersebut meningkat 40 persen dibanding saat pengoperasian kembali KA Reguler pada 12 Juni 2020 sebanyak 115 KA. (inf)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KORPORASI

AP I Optimis Trafik Penerbangan Bangkit di Semester II 2020

Avatar

Published

on

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi. (Foto : ap1.co.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Angkasa Pura/AP I (Persero) optimis industri penerbangan akan segera bangkit di Semester II tahun 2020. Hal ini menyusul dikeluarkannya SE : No.09/2020 dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada akhir Juni 2020 lalu yang mengatur persyaratan rapid test dan PCR test berlaku 14 hari bagi penumpang pesawat udara pada saat keberangkatan.

Selama periode 1-7 Juli 2020, Angkasa Pura I mencatat melayani hingga 227.642 penumpang (berangkat-pergi), 3.869 pergerakan pesawat, dan kargo sebesar 7,21 juta kg di 15 bandara yang dikelola. Jumlah trafik penumpang pada periode ini lebih besar dibanding trafik pada periode 1-15 Juni 2020 yang hanya mencapai 222.040 penumpang.

Dalam periode ini, Bandara Juanda Surabaya tercatat menjadi yang tertinggi melayani penumpang dengan 56.268 penumpang, 723 pergerakan pesawat, dan angkutan kargo sebesar 816.772 kg. Sedangkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi yang tersibuk kedua dengan melayani 51.998 penumpang, 708 pergerakan pesawat dan angkutan kargo sebesar 1.184.391 kg.

Trafik tertinggi ketiga terjadi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang melayani 30.942 penumpang, 463 pergerakan pesawat, dan angkutan kargo sebesar 676.848 Kg.

“Aturan ini membuat calon penumpang memiliki waktu lebih untuk mempersiapkan diri dan mengatur rencana perjalanan udara lebih baik. Secara total, trafik pesawat pada periode 25 April-6 Juli 2020 di 15 bandara, kami telah melayani sebanyak 23.102 pergerakan pesawat dengan angkutan kargo sebesar 73,2 juta kg,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi, Rabu (8/7/2020).

Andalkan AOCC

Angkasa Pura I terus berkomitmen untuk selalu menerapkan dan mengawasi pelaksanaan Protokol Kesehatan pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengandalkan teknologi yang mendukung operasional, pelayanan bisnis perusahaan melalui Airport Operations Control Center (AOCC).

“Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini keberadaan AOCC sangat berguna untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam masa adaptasi kebiasaan baru secara realtime serta yang utama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Faik Fahmi.

AOCC merupakan salah satu upaya Angkasa Pura I dalam digitalisasi aktivitas operasional bandara dan implementasi smart airport secara menyeluruh dengan tujuan mewujudkan operational excellence dan service excellence di seluruh bandara-bandara yang dikelola Angkasa Pura I.

Keberadaan AOCC melibatkan seluruh pemangku kepentingan di bandara dengan mengintegrasikan sistem yang dimiliki masing-masing pemangku kepentingan agar dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

“Keberadaan seluruh perwakilan pemangku kepentingan dalam satu ruangan yang sama, berdampak positif terhadap pembuatan keputusan bersama mengenai berbagai hal operasional dan pelayanan yang dapat diambil secara cepat, tepat dan terukur sebagai pelaksanaan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM),” jelas Faik Fahmi.

AOCC pertama di Indonesia diluncurkan oleh Angkasa Pura I pada 2 Maret 2018 di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, menyusul kemudian diterapkan di 11 bandara lainnya yaitu di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Internasional Lombok, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Yogyakarta, dan Bandara Frans Kaisiepo Biak. (inf)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KORPORASI

PELNI Dukung Pemerintah untuk Majukan UMKM Indonesia

Avatar

Published

on

PELNI dapat mengangkut barang penting termasuk hasil produksi yang dihasilkan dari pelaku UMKM. (Foto : Patrolipost.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Pelayaran Nasional Indonesia/PELNI (Persero) siap mendukung Pemerintah dalam memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Hal ini dilakukan perseroan untuk mendorong pelaku UMKM dalam memaksimalkan usaha dan program yang akan dijalankan di tengah Pandemi Covid-19.

PT PELNI (Persero) merupakan Perusahaan Pelayaran yang tidak hanya dapat mengangkut penumpang saja, namun sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2020 dalam hal ini kapal tol laut yang dioperasikan oleh PELNI dapat mengangkut barang kebutuhan pokok, barang penting lainnya termasuk hasil produksi yang dihasilkan dari pelaku UMKM.

Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut, Masrul Khalimi mengatakan, PELNI siap untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam memajukan UMKM. “Kami akan berupaya memaksimalkan angkutan logistik PELNI sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dalam mengangkut hasil produknya ke penjuru Nusantara,” jelas Masrul Khalimi, Rabu (8/7/2020).

Tidak hanya melalui kapal tol laut saja, namun kapal penumpang milik PELNI juga memiliki ruang yang luas untuk dimanfaatkan dalam pengiriman barang-barang hasil produksi milik UMKM, serta PELNI memiliki 45 kantor cabang yang tersebar di Indonesia, sehingga pelaku UMKM tidak perlu khawatir dalam hal pengiriman barang ke penjuru Nusantara, termasuk daerah T3P, yakni Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan.

“Pelaku UMKM dapat memanfaatkan kontainer milik PELNI yang dapat diangkut menggunakan kapal penumpang yang memilik trayek luas dengan hitungan pengiriman LCL (Less Container Loaded), yaitu pengiriman yang tidak mencapai satu kontainer penuh dengan hitungan kubikasi,” jelas Masrul Khalimi.

Diharapkan, dengan adanya dukungan dari perseroan melalui kapal PELNI ini dapat mendukung kemajuan UMKM di Indonesia. “Kami berharap, pelaku UMKM di Indonesia tetap semangat dalam memproduksi hasil-hasil olahan mereka walaupun di tengah Pandemi Covid-19 ini, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” imbuh Masrul Khalimi. (pub)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat