Connect with us

PROPERTI

Lancartama Sejati Optimis Investasi Bangunan Properti Sesuai Target

Avatar

Published

on

Perusahaan konstruksi PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menjadi perusahaan tercatat ke-10 di BEI. (Foto : Izinusaha.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan Jasa konstruksi dan penyewaan ruang kantor dan hunian PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menyatakan prospek usaha perseroan mendapat dukungan dari berbagai aspek, dari segi demografi hingga pertumbuhan ekonomi.

Alex Widjaja Direktur Utama TAMA dalam Laporan tahunan yang disampaikan ke BEI Senin (22/6/2020) menjelaskan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi menjadi 294,1 juta jiwa di tahun 2030, dan akan mengalami puncak bonus demografi pertama pada tahun 2034, di mana terdapat 60 tenaga kerja produktif untuk mendukung 100 penduduk, angka ketergantungan penduduk di bawah 50, dan berkontribusi sebesar 0,22 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut Alex menambahkan dari segi pertumbuhan ekonomi, hingga triwulan III tahun 2019, Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2019 mencapai Rp4.067,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.818,9 triliun. Di sisi lain, Ekonomi Indonesia triwulan III-2019 terhadap triwulan III-2018 tumbuh 5,02 persen (y-on-y).tutur Alex.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,72 persen; diikuti Jasa Perusahaan sebesar 10,22 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,19 persen; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 9,15 persen.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 7,44 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,01 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,21 persen.

Sementara itu, di lihat dari Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,15 persen.

Dengan jumlah penduduk di Indonesia yang terus meningkat didukung oleh PDB Indonesia serta didukung dengan kondisi ekonomi makro yang cukup stabil, prospek pertumbuhan penduduk dengan usia produktif yang diharapkan akan mencetak angka yang positif khususnya di masa-masa yang akan datang, serta perkembangan industri konstruksi di Indonesia, Perseroan memandang bahwa pertumbuhan industriindustri pemakai jasa konstruksi Perseroan akan terus berkembang dan secara tidak langsung akan mendukung perkembangan usaha Perseroan.

Dari segmen usaha penyewaan kantor, penyerapan ruang sewa perkantoran di kuartal I masing-masing untuk Central Business District (CBD) tumbuh 76 persen di mana penyerapan hampir menyentuh angka 98.000 m2 sementara non CBD tumbuh 78% di mana total penyerapan mencapai 40.000 m2 di kuartal I 2019 setelah pada 2015 dan 2016 stagnan.

Sehingga, dari segmen usaha penyewaan kantor, Perseroan menimbang bahwa Perseroan memiliki prospek usaha yang baik dan oleh karenanya Perseroan akan memulai segmen usaha ini pada tahun 2020, sesuai dengan target penyelesaian bangunan properti investasi Perseroan pada tahun 2020. (ten)


PROPERTI

Pefindo Turunkan Peringkat Modernland Realty (MDLN) Jadi BBB

Avatar

Published

on

Pefindo Menurunkan peringkat obligasi Berkelanjutan I 2015 Seri B PT Modernland Realty Tbk. (Foto : Investordaily.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat obligasi Berkelanjutan I 2015 Seri B PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) menjadi BBB-. Hal itu karena meningkatnya risiko pembiayaan kembali baik dari obligasi domestik senilai Rp150 miliar yang akan jatuh tempo pada 7 Juli 2020 dan obligasi dolar AS senilai USD150 juta yang akan jatuh tempo pada Agustus 2021.

Analis Pefindo Yogie Perdana mengatakan obligor dengan peringkat BBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Adapun tanda minus menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan. Menurutnya MDLN akan bergantung pada pendanaan eksternal untuk menyelesaikan utang yang akan jatuh tempo di tengah loperasi yang sulit disebabkan pandemi virus korona.

“Karena lingkungan kredit yang memburuk, kami berpandangan bahwa bank lokal menjadi lebih selektif dalam memberikan fasilitas kredit baru. Kami juga berpandangan bahwa akses ke pasar obligasi domestik dan internasional telah menjadi lebih lemah,” kata Yogie dalam rilisnya Jumat (19/6/2020).

Yogie menilai keengganan pemberi pinjaman terhadap sektor ini juga meningkat. Pasalnya sampai 11 Juni 2020, MDLN belum mendapatkan fasilitas pinjaman bank yang dapat digunakan sebagai sumber pelunasan.

Dia menambahkan peringkat tetap berada pada CreditWatch dengan implikasi negatif yang mencerminkan risiko penurunan peringkat lebih lanjut. Apabila MDLN gagal menunjukkan kemajuan signifikan terkait dengan rencana pembiayaan kembali dalam beberapa minggu mendatang dapat mengakibatkan penurunan peringkat lebih dari satu tingkat.

Peringkat tersebut dapat diturunkan apabila perusahaan gagal dalam menyiapkan pembayaran atau mendapatkan pembiayaan kembali atas obligasi senilai Rp150 miliar yang jatuh tempo di 7 Juli 2020. Selain itu obligasi USD150 juta yang akan jatuh tempo pada 2021 dalam waktu menengah. (ten)


Continue Reading

PROPERTI

Penjualan Naik, Nusantara Almazia (NZIA) Untung Rp 3,49 Miliar

Avatar

Published

on

Penjualan perseroan naik signifikan 183,34 persen menjadi Rp18,22 miliar pada kuartal I-2020. (Foto : Alinea.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Sebagai pengembang (developer) untuk perumahan Citra Kebun Mas – Karawang, perumahan Simprug Poris – Tangerang dan apartemen Poris 88 – Tangerang, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) meraih keuntungan atau laba neto sebesar Rp3,49 miliar hingga periode 31 Maret 2020 usai mencatat rugi neto Rp1,59 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan yang disampaikan ke BEI Jumat (19/6/2020) menyebutkan, penjualan perseroan naik signifikan 183,34 persen menjadi Rp18,22 miliar pada kuartal I-2020 dari penjualan Rp6,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya,namun perseroan juga mengalmi penambahan pada beban pokok penjualan sebesar 195,13 persen menjadi Rp11,45 miliar dari Rp3,88 miliar.

Sehingga laba bruto diraih oleh perseroan pada kuartal I-2020 sebesar Rp6,76 miliar naik 168,44 persen dari laba bruto Rp2,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara laba usaha diraih sebesar Rp3,92 miliar berbanding terbalik dengan kondisi perseroan pada periode yang sama tahun 2019 yang mencatat rugi usaha Rp853,44 juta.

Laba sebelum pajak diraih Rp3,94 miliar dari rugi sebelum pajak Rp1,74 miliar tahun sebelumnya.karena adanya penghasilan keungan sebesar Rp569,26 juta atau naik dari Rp250,35 juta dan perseroan mampu menekan biaya keungan menjadi Rp550,27 juta dari Rp1,14 miliar pada tahun sebelumnya.

Sehingga laba per saham dasar yang dibukukan perseroan hingga 31 Maret 2020 sebesar Rp1,88 per saham, tumbuh menjadi positif setelah pada periode yang sama tahun 2019 NZIA membukukan rugi Rp-0,92 per saham.

Total aset perseroan mencapai Rp684,20 miliar hingga periode 31 Maret 2020 naik 3,81 persen dari total aset Rp659,07 miliar hingga periode 31 Desember 2019.

Dengan komposisi liabilitas yang tumbuh 14,46 persen manjadi Rp172,66 miliar dari Ro150,84 miliar dan ekuitas tumbuh 0,65 persen menjadi Rp511,53 miliar dari Rp508,06 miliar.

Untuk kas dan setara kas yang dimiliki oleh perseroan hingga 31 Maret 2020 sebesar Rp49,45 miliar atau lebih baik 115,82 persen dari Rp22,91 miliar yang dimiliki oleh NZIA pada periode yang sama tahun 2019. (emi)


Continue Reading

PROPERTI

Surya Pertiwi (SPTO) bagi Dividen Rp20 Per Saham, ini Jadwalnya

Avatar

Published

on

Setiap 1 (Satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp20 per saham. (Foto : Gatra.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Surya Pertiwi Tbk (SPTO) bagikan dividen tunai sebesar Rp20 per saham pada 6 Juli 2020.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam situsnya Selasa (16/6/2020) mengumumkan, Setiap 1 (Satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp20 per saham.

Adapun jadwal pembagian dividen tersebut sebagai berikut:

– Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi 22 Juni 2020
– Ex Dividen di Pasar Regular & Pasar Negosiasi 23 Juni 2020
– Cum Dividen di Pasar Tunai 24 Juni 2020
– Ex Dividen di Pasar Tunai 25 Juni 2020
– Pencatatan (Recording Date) 24 Juni 2020
– Pembayaran Dividen Tunai 6 Juli 2020
– Penyerahan bukti rekam SKD/DGT 29 Juni 2020. (emi)


Continue Reading

Trending