Connect with us

FINANSIAL

AXA Asset Management Ganti Nama Jadi PT Architas Asset Management

Published

on

PT AXA Asset Management Indonesia dalam memberikan pelayanan dan produk berkualitas. (Foto : Alinea.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT AXA Asset Management Indonesia (AAMI) resmi berganti nama menjadi PT Architas Asset Management Indonesia (“Architas Indonesia”). Pergantian nama ini sejalan dengan strategi AXA Grup untuk mengkonsolidasikan layanan manajer investasi dan penasehat investasi.

“Hari ini, perusahaan mengumumkan bahwa PT AXA Asset Management Indonesia memiliki identitas baru sebagai PT Architas Asset Management Indonesia (“Architas Indonesia”). Dibawah naungan AXA Global, Architas Indonesia akan mengembangkan layanan pengelolaan investasi dengan meningkatkan akses yang lebih luas dan pilihan investasi yang lebih lengkap bagi nasabah dan calon nasabah melalui keahlian manajemen investasi perusahaan. Kami optimis langkah ini dapat menjadi peluang besar untuk mengembangkan bisnis manajer investasi dan menumbuhkan industri pengelolaan investasi di Indonesia,” ujar Edhi Widjojo.

Presiden Direktur PT Architas Asset Management Indonesia mengatakan, sejak berdirinya pada tahun 1992, PT AXA Asset Management Indonesia telah memberikan berbagai layanan manajer investasi yang didukung oleh kekuatan finansial, keahlian dan pengalaman global. Berbagai pencapaian dan penghargaan bergengsi di industri manajer investasi yang telah diraih membuktikan komitmen PT AXA Asset Management Indonesia dalam memberikan pelayanan dan produk berkualitas, serta tata kelola perusahaan yang baik. Perjalanan panjang ini telah membawa perkembangan bagi perusahaan menjadi sebuah institusi manajer investasi yang lebih lengkap melalui tambahan keahlian investasi dari Architas.

Julien Steimer, Perwakilan Pemegang Saham PT Architas Asset Management Indonesia menambahkan, “Kami menyadari pentingnya konsistensi dalam layanan pengelolaan dana yang kredibel dan independen di seluruh entitas AXA. Sejalan dengan komitmen tersebut, Architas yang berada di bawah naungan grup AXA global, akan memperluas akses bagi nasabah atas berbagai pilihan, layanan, produk, dan keahlian di bidang manajer investasi.

Kondisi sektor jasa keuangan di Indonesia cenderung stabil di paruh pertama 2020 ini meskipun dampak pandemi Covid-19 relatif memberikan tekanan terhadap sektor jasa keuangan. Sejalan dengan IHSG yang menguat pada awal Mei 2020, kinerja reksa dana cenderung positif dan jumlah produk baru reksa dana juga terus meningkat. Kondisi pasar dan instrumen investasi juga diproyeksikan akan mulai meningkat secara perlahan usai pandemi reda, sehingga reksa dana masih menjadi pilihan investasi yang potensial bagi masyarakat untuk jangka panjang.

Hal ini memperkuat komitmen Architas untuk terus hadir sebagai mitra bagi nasabah dalam menentukan pilihan investasi yang tepat, dan membantu nasabah mencapai tujuan finansial jangka panjang mereka. Sebagai bagian dari Grup AXA, Architas mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan lewat keahlian manajemen investasi yang mumpuni. Saat ini perusahaan telah mengelola lebih dari 35 miliar euro dana kelolaan investasi, dengan Inggris dan Eropa sebagai pasar terbesar. Beberapa tahun
terakhir Architas berkembang pesat di Asia diperkuat dengan hadirnya kantor Architas Asia Limited yang berbasis di Hong Kong pada April 2020.

“Secara global, bisnis Architas telah tumbuh kuat dan berkembang pesat. Sejalan dengan komitmen untuk memberikan solusi investasi yang kredibel, Architas hadir di Indonesia sebagai pasar prioritas di Asia saat ini. Kami berharap dapat berkolaborasi bersama tim di Indonesia guna membangun kesuksesan yang lebih besar, serta memperluas layanan dan produk yang dapat kami tawarkan kepada nasabah,” ujar Matthieu Andre, CEO Architas.

Lebih lanjut, pergantian nama perusahaan ini tidak akan memberi dampak perubahan terhadap layanan dan produk bagi nasabah. Nasabah akan terus menerima layanan manajemen investasi dengan kualitas terbaik, sama seperti sebelumnya.

“Architas Indonesia akan memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemimpin pasar di Indonesia dalam industri manajer investasi lewat produk-produk baru dan rencana pengembangan pasar dan aspek lainnya. Melalui identitas baru ini, didukung dengan sumber daya dan keahlian manajer investasi yang mumpuni, serta jejaring pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun global, Architas Indonesia kini lebih siap untuk memberikan layanan yang terbaik bagi seluruh nasabah dan masyarakat, serta memajukan industri pengelolaan investasi di Indonesia,” pungkas Edhi Widjojo.

Architas Asset Management Indonesia memiliki total dana kelolaan senilai Rp 3,44 triliun dan asset under advisory senilai Rp 1,11 triliun (per April 2020). Setelah mendapatkan izin Penasihat Investasi dari OJK pada tahun 2019, Architas Indonesia saat ini menyediakan solusi pengelolaan investasi bagi nasabah dan bisnis asuransi AXA di Indonesia lewat berbagai produk dan portofolio multi-manajer, seperti produk ‘Mandiri Prime Equity Rupiah’ milik PT AXA Mandiri Financial Services, dan produk
‘Maestrolink Equity Plus’ milik PT AXA Financial Indonesia, yang merupakan produk dana investasi terbaru dengan konsep multi-manajer. Adapun rangkaian produk reksa dana yang dikelola oleh Architas Indonesia adalah AXA MaestroObligasi Plus, MaestroDollar, CitraGold, MaestroBerimbang, AXA MaestroSaham dan AXA CitraDinamis. (ten)


Continue Reading

FINANSIAL

BSI Migrasi Nasabah ke Digital Selama PPKM Darurat, ATM eks BRIS dan BNIS Masih Berlaku

Published

on

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI)./ Dok. BSI.

MEDIA EMITEN – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengubah skema migrasi nasabah secara digital untuk mendukung Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dalam melakukan proses migrasi rekening, kartu ATM eks BRIS dan eks BNIS masih bisa digunakan.

Skema migrasi nasabah dilakukan secara digital dan otomatis dari rekening bank syariah legacy (BRI Syariah/BRIS dan BNI Syariah/BNIS) ke rekening BSI.

Baca Juga: Bank Indonesia Klaim Intermediasi Perbankan Mulai Pulih

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan perbaikan skema migrasi rekening terus dilakukan dari sisi IT, jaringan dan layanan sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening, dimana kartu ATM ex-BRIS dan ex-BNIS masih bisa digunakan.

Terkait mobile banking, disarankan nasabah ex-BRIS dan ex-BNIS agar memindahkan mobile banking ke BSI Mobile untuk dapat bertransaksi melalui mobile banking, karena mobile banking yang sebelumnya sudah tidak dapat digunakan.

“Langkah ini sebagai bentuk komitmen BSI Go Digital sehingga nasabah dapat tetap aman dan nyaman dalam bertransaksi,” kata Hery dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021 dikutip mediaemiten.com dari antaranews.com.

Pasca peresmian pada 1 Februari 2021 lalu, BSI secara bertahap melakukan proses migrasi yang dimulai dari wilayah regional Sulawesi dan sekitarnya.

Lalu dilanjutkan dengan regional Jawa Tengah, regional Aceh, serta regional Sumatera (Palembang, Medan, Padang dan kota lainnya).

Sementara pada Juli 2021, BSI akan melakukan migrasi sistem pada empat wilayah regional yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin dengan target 100% nasabah di wilayah tersebut akan terintegrasi dengan sistem layanan perbankan syariah BSI yang baru.

Simak Pula: Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro Luar Jawa-Bali, Pengetatan di 43 Kabupaten/Kota

Secara berurutan, migrasi sistem akan dilaksanakan di wilayah Jakarta dan Bandung pada 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada 12 Juli untuk nasabah payroll, priority dan lainnya.

Sementara, secara keseluruhan, untuk nasabah ex-BRIS, auto migrasi akan dilakukan pada 21 Juli 2021, selanjutnya untuk nasabah ex-BNIS akan dilakukan pada 9 Agustus 2021.

Di wilayah-wilayah tersebut, saat ini BSI telah melayani lebih dari 3,8 juta nasabah melalui 354 kantor cabang yang menjangkau masyarakat baik di kota besar maupun sub-urban.

Per Juni 2021, BSI mencatat proses integrasi layanan dan migrasi rekening sudah mencapai tahap 45% dari target migrasi rekening seluruh wilayah yang akan selesai pada Juli 2021.

Ada pun total dana pihak ketiga (DPK) yang akan dimigrasikan pada Juli ini sekitar Rp 64,3 triliun dengan total nasabah mencapai lebih dari 3 juta orang.

“Kami menyadari bahwa peran Bank Syariah Indonesia tentu tak lepas dari dukungan seluruh stakeholders sehingga proses integrasi layanan dan migrasi rekening dapat berjalan baik, aman, nyaman dan tepat waktu. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mudah-mudahan pada 1 November 2021 semua sistem sudah terintegrasi dengan baik,” ujar Hery.

Dijelaskan, dalam proses integrasi layanan, BSI menghadirkan skema aktivasi mobile banking yang didesain untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi nasabah sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang dan bisa langsung bertransaksi dari rumah melalui BSI Mobile.

Nasabah melakukan request kode aktivasi BSI Mobile melalui Live Chat Aisyah pada Website BSI yaitu www.bankbsi.co.id atau via Whatsapp Business BSI di nomor 0815 8411 4040.

Kemudian, nasabah download aplikasi BSI Mobile di App Store dan Google Play Store, pilih ‘Sudah Memiliki Rekening’ dan Klik ‘Aktivasi’.

Langkah selanjutnya, masukkan nomor HP dan kode aktivasi yang telah diterima nasabah melalui SMS dan Kirim SMS verifikasi ke 3339 kemudian kembali ke aplikasi BSI Mobile, buat PIN transaksi dan kata sandi. Aktivasi pun selesai dan nasabah bisa langsung bertransaksi.

Di saat yang hampir bersamaan, baru-baru ini BSI juga meluncurkan inovasi digital untuk menghadirkan kemudahan layanan keuangan bagi nasabah dan masyarakat, termasuk membuka rekening secara online (digital onboarding) melalui fitur ‘Know Your Customer-Biometric’ di aplikasi BSI Mobile.

Dengan fitur anyar tersebut, calon nasabah BSI kini dapat membuka rekening tabungan dengan durasi kurang dari lima menit.

Terobosan itu ditujukan untuk memberikan kenyamanan lebih kepada para calon nasabah BSI.

Melalui kehadiran inovasi digital tersebut, BSI menargetkan pembukaan rekening online mencapai 1 juta nasabah.

“BSI terus melakukan terobosan melalui berbagai inovasi digital, sebagai bagian dari langkah transformasi digital yang sudah dicanangkan sejak bank ini diresmikan pada 1 Februari 2021. Fokus kami adalah memberikan kenyamanan, kemudahan dan meningkatkan customer experience bagi nasabah melalui kanal-kanal digital yang kami hadirkan,” kata Hery. (BAN)

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Naik Jadi US$ 70.23 per Barel, karena Program Vaksinasi?


Continue Reading

BISNIS

Kartu Non Chip BTN Mulai 7 Juni 2021 Sudah Tidak Tidak Bisa Dipakai Lagi

Published

on

Manajemen Bank BTN mengimbau nasabahnya untuk segera mengganti kartu debitnya dari magnetic stripe ke chip./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Manajemen Bank BTN mengimbau nasabahnya untuk segera mengganti kartu debitnya  dari magnetic stripe ke chip.

Mulai 7 Juli 2021, kartu debit non chip sudah tidak bisa dipakai lagi.

Dalam pengumumannya manajemen Bank BTN disebutkan, demi keamanaan dan kenyamanan bertransaksi, tukarkan segera kartu non chip Anda dengan kartu debit BTN/ATM berbasis chip.

Kecuali untuk kartu ATM Bansos, KTM, dan Kartu ATM Cermat.

Direktur Distribution and Network Bank BTN, Jasmin mengatakan pihaknya mengklaim nasabah telah melakukan pengkinian  kartu debit dari magnetic stripe ke chip.

Tinggal sekitar 300 ribu nasabah yang belum mengganti kartunya dengan chip.

Tetapi bagi nasabah yang belum mengganti kartunya masih ada ruang sampai dengan tanggal 7 Juni 2021.

Nasabah cukup datang ke kantor cabang BTN terdekat untuk mengganti kartu tersebut dan tidak harus membayar.

“Prosesnya mudah dan tidak harus membayar, nasabah cukup datang ke kantor cabang BTN terdekat dan petugas kami akan membantu proses penggantian kartu chip tersebut,” kata Jasmin dalam keterangan tertulis yang dikutip mediaemiten.com.

Seperti diketahui  Bank Indonesia  mewajibkan penggunaan kartu chip 100% mulai 1 Januari 2022 sesuai Surat Edaran BI No.17/52/DKSP tentang implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online Enam Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia.

Menurut Jasmin salah satu tujuan konversi kartu debit magnetic stripe ke chip ini adalah untuk meminimalisir tindak kejahatan perbankan dengan modus pencurian data atau skimming.

Jadi tujuannya adalah untuk melindungi nasabah dari kejahatan. 

“Untuk itu kita menghimbau kepada nasabah BTN yang belum mengganti ke kartu chip untuk segera menggantinya,” tuturnya.

Setelah tanggal 7 Juni 2021 secara otomatis kartu yang belum diganti menjadi chip tersebut akan berhenti dan tidak dapat digunakan lagi.

Bank BTN telah melakukan sosialisasi kepada para nasabahnya terkait penggantian kartu chip ini sejak awal tahun 2021.

“Kami sudah melakukan  sosialisasi antara lain melalui website, akun resmi media sosial Bank BTN, serta informasi blast melalui SMS dan whatsapp kepada nasabah sejak awal tahun ini,” kata Jasmin.

Jasmin  berharap dapat memenuhi target BI 100% pada akhir 2021, dimana per 29 Maret 2021  jumlah kartu debit chip Bank BTN 93% dari target jumlah kartu yang dipersyaratkan untuk diganti menjadi chip. (wan)


Continue Reading

BISNIS

Bank BJB Gelar Digicash KickFest Secara Daring untuk Pecinta Fasyen

Published

on

Ilustrasi Bank BJB./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau BJB menyelenggarakan event BJB DigiCash KickFest berkolaborasi dengan ratusan pelaku usaha UMKM di seluruh Indonesia.

Acara yang digelar selama tiga pekan pada 22 Maret-10 April 2021 ini menjadi sebuah etalase online berbagi produk fesyen lokal dengan kualitas terbaik.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, Widi Hartoto mengatakan, BJB DigiCash KickFest merupakan bentuk adaptasi yang dilakukan Bank BJB terhadap tantangan situasi pandemi Covid-19 untuk memajukan UMKM Indonesia.

“Upaya pemanfaatan tekonologi dalam menyejahterakan para pengusaha lokal juga sejalan dengan komitmen Bank BJB untuk mendorong program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” katanya di Bandung, seperti dikutip mediaemiten.com.

Tak hanya mendukung penyelenggaraan secara online, bank bjb juga memudahkan transaksi para konsumen untuk membeli berbagai item fesyen yang tersedia di bjb DigiCash KickFest melalui bjb Digital Payment. Konsumen dapat memilih untuk bertransaksi melalui berbagai pilihan akses, yakni bjb DigiCash, bjb Virtual Account, maupun QR Payment bjb Digi Mobile.“Transaksi pada website www.bjbkickfest.com hanya menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bank bjb. bank bjb telah mengakuisisi QRIS pada merchant yang turut serta dalam event ini. Hal ini sesuai dengan misi bank bjb dalam mendorong transformasi digital sesuai dengan perkembangan zaman,” ungkap Widi.

Bank BJB juga turut mendukung lebih dari 250 tenant brand yang berpartisipasi di BJB DigiCash KickFest melalui subsidi diskon produk dan gratis ongkos kirim selama event berlangsung.

Untuk mendapatkan promosi tersebut, konsumen terlebih dahulu harus mendaftarkan diri dalam website BJB DigiCash Kickfest di laman https://bjbkickfest.com milik Bank BJB.

Saat proses registrasi, konsumen akan diarahkan untuk membuat nama pengguna dan password.

Setelah proses registrasi selesai, konsumen dapat bertransaksi dan mendapatkan diskon hingga 70% dari berbagai brand fesyen yang berpartisipasi.

Selain itu, konsumen juga dapat mengikuti doorprize dengan hadiah PlayStation 5, Iphone 12, dan Motor Vespa melalui website tersebut.

KickFest merupakan pelopor event fesyen di Kota Bandung yang telah sukses diselenggarakan secara offline sejak 2007.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini KickFest digelar secara online dengan mengoptimalkan laman virtual KickFest sebagai ‘venue’ acara yang dapat diakses melalui website www.bjbkickfest.com.

Seremoni peluncuran program bjb DigiCash KickFest diselenggarakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan ketat di C59 Factory, Cigadung, Kota Bandung.

Acara tersebut digelar bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung.

Widi berharap, event ini bisa mengobati kerinduan para pecinta fesyen untuk dapat mengakses dengan mudah berbagai produk favoritnya, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal di tengah pandemi Covid-19.

”Transaksi yang mudah lewat QRIS Bank BJB di event ini juga bertujuan untuk mendorong nasabah agar lebih terbiasa untuk melakukan transaksi secara cashless dan digital,” kata Widi. (wan)


Continue Reading

Trending