Connect with us

PROPERTI

Penjualan Naik, Nusantara Almazia (NZIA) Untung Rp 3,49 Miliar

Published

on

Penjualan perseroan naik signifikan 183,34 persen menjadi Rp18,22 miliar pada kuartal I-2020. (Foto : Alinea.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Sebagai pengembang (developer) untuk perumahan Citra Kebun Mas – Karawang, perumahan Simprug Poris – Tangerang dan apartemen Poris 88 – Tangerang, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) meraih keuntungan atau laba neto sebesar Rp3,49 miliar hingga periode 31 Maret 2020 usai mencatat rugi neto Rp1,59 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan yang disampaikan ke BEI Jumat (19/6/2020) menyebutkan, penjualan perseroan naik signifikan 183,34 persen menjadi Rp18,22 miliar pada kuartal I-2020 dari penjualan Rp6,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya,namun perseroan juga mengalmi penambahan pada beban pokok penjualan sebesar 195,13 persen menjadi Rp11,45 miliar dari Rp3,88 miliar.

Sehingga laba bruto diraih oleh perseroan pada kuartal I-2020 sebesar Rp6,76 miliar naik 168,44 persen dari laba bruto Rp2,55 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara laba usaha diraih sebesar Rp3,92 miliar berbanding terbalik dengan kondisi perseroan pada periode yang sama tahun 2019 yang mencatat rugi usaha Rp853,44 juta.

Laba sebelum pajak diraih Rp3,94 miliar dari rugi sebelum pajak Rp1,74 miliar tahun sebelumnya.karena adanya penghasilan keungan sebesar Rp569,26 juta atau naik dari Rp250,35 juta dan perseroan mampu menekan biaya keungan menjadi Rp550,27 juta dari Rp1,14 miliar pada tahun sebelumnya.

Sehingga laba per saham dasar yang dibukukan perseroan hingga 31 Maret 2020 sebesar Rp1,88 per saham, tumbuh menjadi positif setelah pada periode yang sama tahun 2019 NZIA membukukan rugi Rp-0,92 per saham.

Total aset perseroan mencapai Rp684,20 miliar hingga periode 31 Maret 2020 naik 3,81 persen dari total aset Rp659,07 miliar hingga periode 31 Desember 2019.

Dengan komposisi liabilitas yang tumbuh 14,46 persen manjadi Rp172,66 miliar dari Ro150,84 miliar dan ekuitas tumbuh 0,65 persen menjadi Rp511,53 miliar dari Rp508,06 miliar.

Untuk kas dan setara kas yang dimiliki oleh perseroan hingga 31 Maret 2020 sebesar Rp49,45 miliar atau lebih baik 115,82 persen dari Rp22,91 miliar yang dimiliki oleh NZIA pada periode yang sama tahun 2019. (emi)


EMITEN NEWS

Pendapatan Emiten Properti Alam Sutera Anjlok 59,33%, Ini Penyebabnya

Published

on

Ilustrasi proyek properti./Dok. mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – Lesunya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 juga turut menghantam bisnis properti. Pendapatan emiten properti, PT Alam Sutera Tbk (ASRI) di tahun 2020 anjlok 59,33% dibandingkan realisasi tahun lalu dari Rp 3,47 triliun menjadi Rp 1,41 triliun.

Penurunan pendapatan dan sejumlah beban membuat perseroan menderita kerugian hingga Rp1,02 triliun atau berbalik dari posisi laba Rp1,01 triliun pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: BEI Revisi Target IPO Menjadi 54 Emiten Baru

Dalam laporan keuangan dipublikasi di Jakarta, yang dikutip mediaemiten.com, dilihat dari kontributor pendapatan, seluruhnya mengalami koreksi.

Pendapatan dari penjualan real estat turun 63,39% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1,04 triliun.

Begitu pula pendapatan jasa hospitality dan sarana turun 14,56% yoy menjadi Rp 299,62 miliar dan pendapatan pariwisata anjlok paling dalam 81,92% yoy menjadi Rp 29,10 miliar.

Sementara Alam Sutera Realty mencatatkan total aset senilai Rp21,22 triliun pada akhir 2020, terdiri dari ekuitas senilai Rp 9,38 triliun dan liabilitas Rp11,84 triliun.

Perseroan menargetkan marketing sales tahun 2021 sebesar Rp 3,2 triliun atau naik 15% secara yoy.

Kenaikan penjualan ditopang dari residential.

Di tahun 2015-2019, presales ASRI tidak stabil lantaran perubahan besar dalam penjualan lahan. 

Simak Pula: Nama Dicoret dari Daftar Penerima BST, Banyak Warga Pertanyakan Peran Menteri Risma

Alam Sutera banyak menjual lahan ke China Fortune Land Development International (CFLD).

Tapi tahun ini, penjualan lahan ke CFLD akan menurun atau stagnan seperti tahun 2020 yakni berkisar Rp 200 miliar. 


Continue Reading

EMITEN NEWS

Pefindo Turunkan Peringkat PT PP Jadi A

Published

on

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan sejumlah surat utangnya./Dok. ptpp.co.id

MEDIA EMITEN – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat utang PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan sejumlah surat utangnya.

Pefindo dalam siaran persnya di Jakarta yang dikutip mediaemiten.com, menyebutkan, peringkat PTPP turun dari sebelumnya A+ menjadi A.

Kemudian peringkat untuk obligasi berkelanjutan II tahap I seri A dan seri B tahun 2018 dan tahap II seri A dan seri B tahun 2019 PT PP (Persero) Tbk senilai maksimum Rp 2,75 triliun juga diturunkan peringkatnya menjadi idA dari sebelumnya idA+.

Selanjutnya, peringkat obligasi perpetual tahap I PTPP dengan pokok Rp 150 miliar juga diturunkan menjadi idBBB+ dari sebelumnya idA-.

Baca Juga: Laba Indocement Tergerus 1,58%, Imbas Lesunya Permintaan Semen

Menurut analis Pefindo, Aryo Perbongso dan Martin Pandiangan, peringkat untuk surat utang perpetual berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan PTPP untuk memasukkan sifat subordinasi dengan kebijakan penuh dalam penangguhan kupon.

“Tindakan pemeringkatan tersebut mencerminkan pandangan kami bahwa belanja modal PTPP akan tetap tinggi untuk kebutuhan anak perusahaan di sektor infrastruktur dan properti, sementara penurunan kegiatan usaha konstruksi dan properti di tengah kondisi pandemi akan menekan perolehan arus kas PTPP,”tulisnya.

Aryo dan Martin memperkirakan profil leverage keuangan PTPP hingga 2023 akan tergolong agresif dengan proyeksi rasio utang bersih terhadap EBITDA di atas 7 kali.

Dengan penurunan peringkat tersebut, Pefindo juga merevisi prospek peringkat PTPP menjadi stabil dari sebelumnya negatif.

Baca Juga: Moeldoko Ketum Partai Demokrat Versi KLB, SBY Tabuhkan Genderang Perang

Khusus untuk surat utang perpetual tahap I senilai Rp 150 miliar, Pefindo yakin PTPP bakal mampu melunasinya saat jatuh tempo pada 15 Mei 2021 menggunakan kas internal. (BUD)


Continue Reading

PROPERTI

Lancartama Sejati Optimis Investasi Bangunan Properti Sesuai Target

Published

on

Perusahaan konstruksi PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menjadi perusahaan tercatat ke-10 di BEI. (Foto : Izinusaha.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan Jasa konstruksi dan penyewaan ruang kantor dan hunian PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA) menyatakan prospek usaha perseroan mendapat dukungan dari berbagai aspek, dari segi demografi hingga pertumbuhan ekonomi.

Alex Widjaja Direktur Utama TAMA dalam Laporan tahunan yang disampaikan ke BEI Senin (22/6/2020) menjelaskan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan meningkat menjadi menjadi 294,1 juta jiwa di tahun 2030, dan akan mengalami puncak bonus demografi pertama pada tahun 2034, di mana terdapat 60 tenaga kerja produktif untuk mendukung 100 penduduk, angka ketergantungan penduduk di bawah 50, dan berkontribusi sebesar 0,22 persen poin terhadap pertumbuhan ekonomi.

Lebih lanjut Alex menambahkan dari segi pertumbuhan ekonomi, hingga triwulan III tahun 2019, Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2019 mencapai Rp4.067,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.818,9 triliun. Di sisi lain, Ekonomi Indonesia triwulan III-2019 terhadap triwulan III-2018 tumbuh 5,02 persen (y-on-y).tutur Alex.

Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya yang tumbuh 10,72 persen; diikuti Jasa Perusahaan sebesar 10,22 persen, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,19 persen; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 9,15 persen.

Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 7,44 persen; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,01 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,21 persen.

Sementara itu, di lihat dari Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada triwulan III-2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Kelompok provinsi di Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar 59,15 persen.

Dengan jumlah penduduk di Indonesia yang terus meningkat didukung oleh PDB Indonesia serta didukung dengan kondisi ekonomi makro yang cukup stabil, prospek pertumbuhan penduduk dengan usia produktif yang diharapkan akan mencetak angka yang positif khususnya di masa-masa yang akan datang, serta perkembangan industri konstruksi di Indonesia, Perseroan memandang bahwa pertumbuhan industriindustri pemakai jasa konstruksi Perseroan akan terus berkembang dan secara tidak langsung akan mendukung perkembangan usaha Perseroan.

Dari segmen usaha penyewaan kantor, penyerapan ruang sewa perkantoran di kuartal I masing-masing untuk Central Business District (CBD) tumbuh 76 persen di mana penyerapan hampir menyentuh angka 98.000 m2 sementara non CBD tumbuh 78% di mana total penyerapan mencapai 40.000 m2 di kuartal I 2019 setelah pada 2015 dan 2016 stagnan.

Sehingga, dari segmen usaha penyewaan kantor, Perseroan menimbang bahwa Perseroan memiliki prospek usaha yang baik dan oleh karenanya Perseroan akan memulai segmen usaha ini pada tahun 2020, sesuai dengan target penyelesaian bangunan properti investasi Perseroan pada tahun 2020. (ten)


Continue Reading

Trending