Connect with us

ENERGI

Samindo Resources (MYOH) Bagi Dividen USD0,0068 Per Saham

Avatar

Published

on

PT PT Samindo Resources Bagikan dividen tunai USD0,0068 per saham. (Foto : dunia-energi.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT PT Samindo Resources Tbk. (MYOH) Bagikan dividen tunai USD0,0068 per saham pada 16 Juli 2020.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam situsnya Rabu (17/6) mengumumkan, Setiap 1 (Satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar USD0,0068 per saham.

Pembagian Dividen Tunai akan dilakukan dalam Rupiah dengan mengacu kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal Recording Date 24 Juni 2020

Adapun jadwal pembagian dividen tersebut sebagai berikut:

– Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi 22 Juni 2020
– Ex Dividen di Pasar Regular & Pasar Negosiasi 23 Juni 2020
– Cum Dividen di Pasar Tunai 24 Juni 2020
– Ex Dividen di Pasar Tunai 25 Juni 2020
– Pencatatan (Recording Date) 24 Juni 2020
– Pembayaran Dividen Tunai 16 Juli 2020
– Penyerahan bukti rekam SKD/DGT 29 Juli 2020. (emi)


ENERGI

BRMS Naikkan Harga Saham Private Placement Jadi Rp 84 Per Saham

Avatar

Published

on

BRMS akan menerbitkan 8.685.302.932 saham baru (seri B) di harga Rp84 per saham. (Foto : idx.co.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengajukan kenaikan harga saham dalam rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu alias private placement dalam rangka pelunasan hutangnya (melalui konversi hutang menjadi saham).

Manajemen BRMS dalam keterbukaan informasi BEI Senin (22/6/2020) disebutkan, peningkatan harga saham menjadi Rp84 dari harga sebelumnya Rp50. BRMS akan menerbitkan 8.685.302.932 saham baru (seri B) di harga Rp84 per saham.

Seluruh saham tersebut akan diserap oleh salah satu kredit dari BRMS yait Wexler Capital Pte Ltd melalui skema konversi hutang menjadi saham dalam rangka pelunasan pinjaman sebesar $52 juta (sekitar Rp729 miliar) kepada Wexler. (ten)


Continue Reading

ENERGI

Laba Garuda Metalindo (BOLT) Anjlok 56 Persen di Kuartal I-2020

Avatar

Published

on

Laba per saham dasar tergerus menjadi Rp5,08 per saham pada periode 3 bulan pertama 2020. (Foto : Alinea.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan dengan ruang lingkup kegiatan bergerak di bidang industri alat-alat dan komponen-komponen untuk semua jenis kendaraan bermotor. PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mengalami penurunan laba neto menjadi Rp11,90 miliar hingga periode 31 Maret 2020 atau 56,36 dari laba neto Rp27,28 miliar tahun sebelumnya.

Laporan keuangan perseroan yang disampaikan ke BEI Jumat (19/6/2020) menyebutkan, penjualan turun 7,50 persen menjadi Rp292,35 miliar dari penjualan Rp316,05 miliar dan beban penjualan sebesar Rp241,71 miliar atau turun 4,82 persen dari Rp253,97 miliar.

Sementara laba bruto turun 18,43 persen menjadi Rp50,63 miliar dari laba bruto Rp62,08 miliar tahun sebelumnya.

Beban usaha naik 14,65 persen menjadi Rp22,41 miliar dari beban usaha Rp19,55 miliar dan laba usaha turun 33,65 persen menjadi Rp28,22 miliar dari laba usaha Rp42,53 miliar tahun sebelumnya. Beban lain-lain neto meningkat 218,02 persen menjadi Rp12,88 miliar dari beban lain-lain neto Rp4,05 miliar.

Laba sebelum pajak turun 60,14 persen menjadi Rp15,34 miliar dari laba sebelum pajak Rp38,48 miliar tahun sebelumnya dengan beban pajak sebesar Rp4,10 miliar turun 60,65persen dari Rp10,43 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar tergerus menjadi Rp5,08 per saham pada periode 3 bulan pertama 2020 dari Rp11,64 per saham pada periode yang sama tahun 2019.

Total aset perseroan mencapai Rp1,27 triliun hingga periode 31 Maret 2020 relatif sama dengan total aset yang tercatat Rp1,26 triliun hingga periode 31 Desember 2019.

Kas dan setara kas yang dimili oleh BOLT per 31 Maret 2020 sebesar Rp13,29 miliar turun 20,97 persen dari Rp16,82 miliar pada 31 Maret 2019. (emi)


Continue Reading

ENERGI

Wintermar Offshore Marine Jadwal Ulang Hutang ke IFC dan DEG USD29 Juta

Avatar

Published

on

Jadwal pembayaran telah diubah disesuaikan dengan proyeksi arus kas Perusahaan. (Foto : Wintermar.com)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) telah menyelesaikan perjanjian penjadwalan ulang hutang dengan dua pemberi pinjaman utama, International Finance Corporation (IFC) dan Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft (DEG) sebuah institusi keuangan untuk pembangunan dan anak perusahaan Grup KfW.

Direktur Utama WINS Sugiman Layanto dalam keterbukaan informasi BEI Kamis (18/6/2020) mengatakan , sebagai hasil dari penjadwalan ulang ini, hutang USD29 juta yang semula akan jatuh tempo antara 15 Maret 2021 hingga 15 Desember 2022 telah diperpanjang hingga 15 Desember 2025.

Berdasarkan surat perubahan perjanjian tertanggal 17 Juni 2020, jadwal pembayaran telah diubah disesuaikan dengan proyeksi arus kas Perusahaan yang baru, menghasilkan pengurangan pembayaran
pokok sebesar USD3,6 juta pada tahun 2020 dan USD12 juta pada tahun 2021. Pinjaman yang termuat dalam perjanjian ini merupakan 56 persen dari total seluruh pinjaman bank Perusahaan.

Sugiman Layanto mengatakan, “Kami sangat senang bisa menyelesaikan penjadwalan ulang ini yang secara signifikan meningkatkan profil likuiditas Perusahaan untuk dua tahun ke depan, Hal ini memungkinkan Perusahaan mendapatkan kepercayaan diri lebih tinggi untuk bernavigasi melalui ketidakpastian yang diciptakan COVID19. Kami sangat menghargai hubungan yang sangat baik dengan IFC dan DEG, yang telah mendukung sejak kami terdaftar di bursa efek. Keyakinan mereka akan keberlanjutan jangka panjang Perusahaan dan dukungan melalui penjadwalan ulang pinjaman kami, menempatkan Perusahaan di posisi yang kuat untuk menghadapi masa kritis ini. Kami berterima kasih atas dukungan mereka. “

Para Pemberi Pinjaman, IFC dan DEG, telah mendukung Wintermar sejak 2011, dan telah berperan penting dalam membantu Perusahaan memperkuat kerangka Tata Kelola Perusahaan, serta membantu Perusahaan menjaga komitmen atas atas aspek Lingkungan dan keberlanjutan.

“IFC tetap berkomitmen untuk membantu klien-kliennya bernavigasi melalui masa-masa yang penuh tantangan. Kami mengakui komitmen Wintermar terhadap tata kelola dan kepatuhan dalam isu-isu keberlanjutan dan percaya bahwa penjadwalan ulang ini akan memberikan fleksibilitas tambahan bagi perusahaan dalam mengelola krisis saat ini,” kata Azam Khan, Country Manager IFC untuk Indonesia, Malaysia, dan Timor Leste.

Heribert Puetz, mewakili DEG, mengatakan: “Kami senang dapat mendukung Wintermar dengan penjadwalan ulang ini, dan mengakui upaya yang telah dilakukan Wintermar untuk menciptakan pekerjaan yang terampil dan meningkatkan standar di Indonesia atas isu keberlanjutan.”

Kontrak yang dimiliki pada akhir Mei 2020 bernilai USD74,65 juta. (ten)


Continue Reading

Trending