Connect with us

DIGITAL & MEDIA

Link Net (LINK) bagi Dividen Rp178,80 per Saham, Ini Jadwalnya

Published

on

Setiap 1 (Satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp 178,80 per saham. (Foto : Tek.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Link Net Tbk (LINK) bagikan dividen tunai sebesar Rp178,80 per saham pada 10 Juli 2020.

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam situsnya Kamis (11/6/2020) mengumumkan, Setiap 1 (Satu) saham akan mendapatkan dividen tunai sebesar Rp178,80 per saham

Adapun jadwal pembagian dividen tersebut sebagai berikut :

– Cum Dividen di Pasar Reguler & Pasar Negosiasi 17 Juni 2020
– Ex Dividen di Pasar Regular & Pasar Negosiasi 18 Juni 2020
– Cum Dividen di Pasar Tunai 19 Juni 2020
– Ex Dividen di Pasar Tunai 22 Juni 2020
– Pencatatan (Recording Date) 19 Juni 2020
– Pembayaran Dividen Tunai 10 Juli 2020
– Penyerahan bukti rekam SKD/DGT 24 Juni 2020. (ten)


DIGITAL & MEDIA

Telkom Percepat Digitalisasi Kawasan Industri Berkolaborasi dengan KITB

Published

on

Ilustrasi gedung PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk./Dok. Mediaemiten.com

MEDIA EMITEN – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (PT KITB) berkolaborasi membangun infrastruktur Grand Batang City dengan konsep smart dan sustainable industrial estate,

”Sinergi ini diharapkan menciptakan kolaborasi revolusi industri 4.0 di Kawasan Grand Batang City yang saling menguntungkan dan bermanfaat bagi para pihak,” kata Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Edi Witjara dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat, 5 Maret 2021, dikuti Mediaemiten.com.

Menurut Edi, Telkom berkomitmen mempercepat pengelolaan digitalisasi Grand Batang City menuju smart industrial estate.

Melalui nota kesepahaman ini, kedua belah pihak akan bersinergi meliputi pembangunan infrastruktur (network, internet, dan connectivity); penyediaan layanan infrastruktur data center dan cloud; penyediaan layanan manage service; penyediaan command center, rencana kerja sama dalam rangka solusi digitalisasi Grand Batang City menuju pengelolaan smart industrial estate; serta kerja sama lainnya.

Edi menambahkan, perseroan berkomitmen untuk terus mendukung digitalisasi sektor industri lainnya.

“Semoga dengan adanya semangat digitalisasi ini dapat turut memajukan dan menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” ucap Edi.

Digitalisasi Grand Batang City yang akan diimplementasikan Telkom dan KITB ini ke depannya akan menjadi kawasan industri percontohan untuk kawasan industri lain yang berorientasi Smart Industrial Area dengan dukungan infrastruktur dan platform digital yang terpadu.

Ini sejalan dengan roadmap pemerintah di mana Indonesia akan membangun belasan Kawasan Ekonomi Khusus lagi untuk tujuan pemerataan ekonomi nasional.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Galih Saksono mengatakan, kerja sama dengan Telkom semakin memperkuat tujuan utama KITB yang ingin mengembangkan kawasan Grand Batang City sebagai kawasan industri yang representatif, prospektif serta berkelanjutan sejalan dengan dukungan infrastruktur dan utilitas yang terus berkembang dan semakin memadai.

“Kita wujudkan kawasan industri berbasis IoT, dengan 5G Ready untuk operasional Kawasan Industri yang disupport oleh PT Telkom Indonesia” tutur Galih.

Melalui kolaborasi Telkom dengan KITB ini, diharapkan kedua belah pihak dapat saling memberikan manfaat dan nilai tambah sesuai dengan kapabilitas masing-masing, untuk memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan ekonomi Indonesia. (ENI)


Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Mahaka Radio (MARI) Jadi Rugi Rp 2,69 Miliar di Kuartal I-2020

Published

on

Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Instagram @erickthohir)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan pegelola Radio milik Erick Tohir PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) mencatat rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp2,69 miliar hingga periode 31 Maret 2020 berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun 2019 perseroan masih meraih laba Rp4,89 miliar.

Laporan keuangan kuartal I-2020 perseroan yang disampaikan ke BEI Jumat (12/6/2020) menyebutkan, pendapatan bersih turun 19,84 persen menjadi Rp23,84 miliar dari pendapatan bersih Rp29,75 miliar tahun sebelumnya dan rugi sebelum pajak penghasilan diderita Rp2,64 miliar berbalik dari raihan laba sebelum pajak pada kuartal I-2020 Rp7,55 miliar.

Kerugian itu disebabkan oleh beban umum dan administasi yang membengkak 24,38 persen jadi Rp24,51 miliar per 31 Maret 2020 naik dari Rp19,70 miliar pada periode yang sama tahun 2019.

Sehingga pada akhir kuartal I-2020 perseroan harus mencatatkan rugi per saham dasar sebesar Rp-0,51 berbalik dari laba per saham dasar pada tahun sebekumnya yang masih Rp0,93.

Jumlah liabilitas hingga periode 31 Maret 2020 mencapai Rp110,71 miliar turun 7,05 persen dari jumlah liabilitas hingga periode 31 Desember 2019 yang Rp119,11 miliar.

Pada sisi ekutas juga terjadi penurunan 4,41 persen menjadi Rp242,54 miliar dari Rp246,02 miliar pada akhir tahun 2019. Jumlah aset perseroan hingga periode 31 Maret 2020 mencapai Rp353,26 miliar turun 3,25 persen dari jumlah aset Rp365,14 miliar hingga periode 31 Desember 2019.

Sedangkan untuk kas dan setra kas akhir periode yang dimiliki oleh perusahaan radio tersebut per 31 Maret 2020 sebesar Rp13,29 miliar terjadi penurunan drastis 46,09 persen dari Rp24,65 miliar pada periode yang sama tahun 2019. (emi)


Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Siapkan Rp 500 Miliar, Surya Citra Media (SCMA) Mulai Buy Back Hari Ini

Published

on

Surya Citra Media Mulai Buy Back perseroan dengan anggaran hingga Rp500 miliar. (Foto: idx.co.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan media televisi PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berencana melakukan pembelikan kembali saham (buy back) perseroan dengan anggaran hingga Rp500 miliar.

Gilang Iskandar corporate secertary perseroan dalam keterbukaan informasi BEI Selasa (9/6/2020) mengatakan, perseroan bermaksud untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan cara melakukan Pembelian Kembali Saham Perseroan sebanyak-banyaknya 2.954.934.460 saham atau paling banyak 20 persen dari modal disetor dalam Perseroan dengan turut memperhitungkan saham treasuri eksisting, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor dengan anggaran hingga Rp500 miliar.

Kondisi perdagangan saham di BEI sejak awal tahun 2020 mengalami tekanan yang signifikan yang diindikasikan dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 18,46% dan kondisi perekonomian regional dan global yang sedang mengalami tekanan dan perlambatan, antara lain disebabkan oleh wabah virus COVID-19. Oleh karena itu, untuk memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan karena kondisi perdagangan.

Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilaksanakan selama periode 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal  9 Juni 2020 sampai dengan 8 September 2020. Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh Direksi Perseroan.

Alokasi dana untuk melaksanakan Pembelian Kembali Saham perusahaan yang memiliki  SCTV itu berasal dari Saldo Laba Perseroan per tanggal 31 Maret 2020 yang tercatat sebesar Rp4,096 triliun dan dari jumlah tersebut yang akan digunakan untuk membiayai Pembelian Kembali Saham adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar, tutur Gilang. (emi)


Continue Reading

Trending