Connect with us

RETAIL

Hero Supermarket (HERO) Rugi 1.137 Persen Jadi Rp 43 Miliar di Kuartal I-2020

Avatar

Published

on

Penjualan dan pendapatan usaha turun 15,0 persen menjadi Rp2,60 triliun. (Foto : Instagram @herosupermarket)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan riteil PT Hero Supermarket Tbk (HERO) pada kuartal I-2020 mencatat rugi membengkak menjadi Rp43,56 miliar atau naik 1.137 persen dibandingkan rugi Rp3,52 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan perseroan yang disampaikan ke BEI Kamis (11/6/2020) menyebutkan, penjualan dan pendapatan usaha turun 15,0 persen menjadi Rp2,60 triliun dari pejualan dan pendapatan usaha Rp3,06 triliun tahun sebelumnya.

Beban pokok penjualan dan pendapatan turun 13,30 persen menjadi Rp1,89 triliun dari Rp2,18 triliun sehingga laba kotor turun 19,41 persen menjadi Rp702,59 miliar dari laba kotor Rp871,90 miliar.

Beban keungan juga ikut tumbuh menjadi Rp21,22 miliar per 31 Maret 2020 dari Rp43 juta pada per 31 Maret 2019.

Rugi sebelum pajak penghasilan naik 309 persen menjadi Rp43,91 miliar dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp10,72 miliar.

Jumlah aset perseroan mencapai Rp6,64 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik 9,71 persen dari jumlah aset Rp6,05 triliun hingga periode 31 Desember 2019. (ten)


RETAIL

Matahari Putra Prima (MPPA) Ganti Dua Direkturnya, Dirut Tidak Berubah

Avatar

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) telah menyetujui perubahan pada struktur Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada Kamis (4/6/2020) ini.

Perubahan tersebut disetujui oleh para pemegang saham untuk mendukung kelanjutan transformasi total dan strategi pertumbuhan Perseroan di tahun 2020 dan ke depan. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi adalah :

Dewan Komisaris:
Presiden Komisaris Independen : John Bellis
Komisaris Independen : Chua Siang Hwee, Jeffrey
Komisaris Independen : Liu Wai Ling
Komisaris : John Riady
Komisaris : Rudy Ramawy
Komisaris : Fendi Santoso (anggota baru)

Direksi:
Presiden Direktur : Adrian Suherman
Direktur : Herry Senjaya (anggota baru)
Direktur : Andre Rumantir
Direktur : Johanes Jany (anggota baru)

Perseroan menyambut Fendi Santoso yang sekarang bergabung di Dewan Komisaris. Beliau telah bergabung dengan MPPA sejak 2017 dan sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perseroan yang mengawasi Divisi Finance. Pada saat yang sama, Perusahaan juga menyambut Herry Senjaya dan Johanes Jany sebagai anggota baru Direksi Perseroan.

Herry Senjaya telah bergabung dengan MPPA sejak tahun 2003 hingga posisi terakhir sebagai Associate Director – Finance & Accounting. Sebelum bergabung dengan Perseroan, beliau pernah menjabat beberapa posisi Auditor di Arthur Andersen & Co.,Pricewaterhouse Coopers, PT Broadband Multimedia Tbk dan Sidharta Consulting.

Johanes Jany telah bergabung dengan Perseroan sejak tahun 1989 dan pernah menjabatvsebagai anggota Direksi (2013) dan Dewan Komisaris (2014). Beberapa posisivsebelumnyavyang pernah dijabat antara lain sebagai Direktur Perencanaan Real Estat &Pengembangan Gerai dan anggota Dewan Komisaris PT Matahari Department Stores Tbk, Direktur PT Lippo Karawaci Tbk dan CEO Lippo Malls Indonesia. (ten)


Continue Reading

RETAIL

Ramayana Lestari Sentosa PHK 421 Karyawan, Pendapatan Turun 25-50 Persen

Avatar

Published

on

Wabah covid-19 ini berdampak pada penghentian operasional sebagian lini usaha. (Foto : Instagram @ramayana)

Mediaemiten.com, Jakarta – Wabah covid-19 yang sedang menjangkit segala lini dibelahan dunia cukup berpengaruh terhadap bisnis perusahaan Perdagangan Umum, ritel, kafe restoran yaitu PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) Hingga mulai Periode Januari hingga saat ini 27 Mei 2020 Perseroan telah melakukan Pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 421 karyawannya.

Suryanto Direktur keungan RALS dalam keterbukaan informasi BEI Rabu (27/5/2020), mengatakan, wabah covid-19 ini berdampak pada penghentian operasional sebagian lini usaha perseroan kurang lebih selama 3 bulan.

Suryanto menambahkan pembatasan operasional hampir di seluruh bisnis department store terjadi pada kurun waktu selama bulan April hingga Mei 2020, dampak dari pembatasan oprasional itu akan mempengaruhi kontribusi pendapatan konsolidasi perseroan hingga 25 persen sampai 50 persen dibanding tahun 2019.

Jumlah karyawan RALS sendiri per 31 Desmber 2019 sebanyak 5896 orang, namun pada saat jumlah itu telah berkurang menjadi 5475 orang karyawan dengan jumlah pengurangan sebanyak 421 orang,sedangkan karyawan yang terdampak akibat covid19 ini dengan pomotongan gaji hingga 50 persen sebanyak 2700 orang karyawan.

Perseroan memperkirakan penurunan pendapatan mulai 25 persen samapi 50 persen, sedangkan penurunan laba bisa mencapai 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Strategi yang dilakukan oleh manajemen ramayana untuk menopang lni bisnisnya dengan mendorong penjualan secara online (melalui website, WA, dan partner e-commerce) serta fokus pada penjualan supermarket,” tutur suryanto. (mit) #mediamelawancovid19


Continue Reading

RETAIL

Pandemi Covid-19, Hypermart (MPPA) Perkirakan Pendapatan Turun 25 %

Avatar

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta – Pengelola Hypermart  PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengakui dampak pandemi wabah covid-19 yang menerpa perseroan, bahwa pendapatan pada kuartal I-2020 bisa mengalami penurunan hingga 25 persen dari periode yang sama pada tahun 2019.

Danny Kojongian Sekretaris Perusahaan MPPA Dalam keterbukaan BEI Selasa (26/5/2020) menjelaskan, pada awal tahun 2020 Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia mengumumkan berlakunya “Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Virus Corona dan Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ditambahkan, beberapa sektor usaha tidak diijinkan untuk melakukan aktivitas, namun sektor retail terutama untuk kebutuhan sehari-hari seperti yang dijalankan oleh Perseroan masih diijinkan untuk beroperasi. Namun demikian, gerai-gerai Perseroan (Hypermart, Primo, Foodmart, Hyfresh, Boston, FMX, SmartClub) terdampak pada jam operasional yang mengikuti ketentuan PSBB dari Pemerintah Daerah setempat.

Sehingga jumlah karyawan perseroan pada akhir tahun dari berjumlah 9625 karyawan berkurang menjadi 8940 karyawan atau terjadi pengurangan sebanyak 685 orang sejak covid-19.

Dalam situasi seperti ini, Perseroan terus berusaha meningkatkan pelayanannya di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), seperti layanan antar yang diperluas jarak antarnya menjadi 10 km, dan mengoptimalkan layanan penjualan secara online menggunakan aplikasi Hypermart Online, juga layanan belanja melalui Delivery Chat & Shop melalui aplikasi Whatsapp, dan layanan Park & Pickup dimana konsumen bisa berbelanja lewat aplikasi Hypermart Online atau WhatsApp dengan metode pengambilan barang di area parkir khusus yang sudah disediakan di area toko.

Di samping itu, setiap gerai Perseroan memberlakukan protokol kebersihan penting untuk pencegahan penularan Covid-19 dengan membersihkan secara berkala area-area publik dan melaksanakan social distancing di dalam gerai serta penyediaan hand
sanitizer & mengukur suhu tubuh para karyawan dan pelanggan.

Dengan upaya tersebut dan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan, manajemen berkeyakinan bahwa wabah COVID-19 saat ini tidak berdampak signifikan terhadap Perseoan meskipun terdapat ketidakpastian material mengenai dampak kondisi ini bagi Perseroan dan entitas anak di masa mendatang. (emi)


Continue Reading

Trending