Connect with us

PASAR MODAL

Ini 10 Emiten yang Layak Dilirik Investor Global Kategori ASEAN Asset Class

Avatar

Published

on

Bidang governance sejak tahun 1996 dan merupakan salah satu penyusun pedoman governance di Indonesia. (Foto : Pixabay)

Mediaemiten.com, Jakarta – 10 Perusahaan Tercatat di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN Asset Class (aset berkelas) yang dinilai memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik kalangan investor global. Hasil penilaian Asean Corporate Governance Scorecard (ACGS) dari 100 Perusahaan Tercatat (Publicly Listed Companies / “PLCs”) dengan kapitalisasi pasar paling besar di tiap negara menunjukkan bahwa tingkat praktik tata kelola yang baik dan pengungkapan lebih dipengaruhi oleh sikap dari manajemen puncak dibanding ukuran Perusahaan Tercatat tersebut.

“ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) dibuat dalam rangka mendukung upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor atas kualitas perusahaan di regional ASEAN. Hasil penilaian ’ASEAN Asset Class’ tahun 2019 yaitu untuk tahun buku yang berakhir pada tahun 2018, terdapat 10 (sepuluh) Perusahaan Tercatat Indonesia yang masuk dalam daftar ASEAN Asset Class, dengan nilai 97,5 keatas, dan terdapat peningkatan sebesar 25% jika dibandingkan pada tahun 2017 yaitu sebanyak 8 Perusahaan Tercatat” jelas Corporate Governance Expert (CG Expert) yang ditunjuk oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mewakili Indonesia di Forum ASEAN Corporate Governance tahun 2019, Angela Simatupang dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (09/06), yang merupakan CG Expert Indonesia sejak tahun 2016.

Angela menambahkan untuk peringkat ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Indonesia yang dinilai dua tahunan secara rata-rata menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 0,3%, dari 70,59 pada tahun 2017 menjadi 70,8 pada tahun 2019. Skor tertinggi meningkat sebesar 3,9%, dari 109,61 menjadi 113,84.

Namun, skor terendah menurun sebesar 8,12%, dari 40,9 menjadi 37,58. Ia menjelaskan tujuan dari ASEAN Corporate Governance Initiative yang diperkenalkan oleh ASEAN Capital Markets Forum (ACMF) antara lain meningkatkan standar dan praktik tata kelola perusahaan terbuka di ASEAN, memberikan visibilitas internasional yang lebih baik mengenai perusahaan terbuka di ASEAN yang memiliki tata kelola yang baik dan layak untuk menjadi target investasi, mendukung inisiatif ACMF lainnya,serta mempromosikan perusahaan di ASEAN sebagai aset yang berkelas (asset class). ACMF adalah forum regulator pasar modal di negara ASEAN.

Terdapat 3 (tiga) Perusahaan Tercatat yang mendapat skor ACGS tertinggi (Top 3 Indonesia PLCs) yaitu PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sementara Perusahaan Tercatat yang masuk dalam kategori ASEAN Asset Class lainnya adalah PT Antam Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT XL Axiata Tbk, dan PT Maybank Indonesia Tbk.

Dibandingkan penilaian ACGS pada tahun 2017, pada penilaian ACGS tahun 2019 ini terdapat 3 (tiga) Perusahaan Tercatat yang menunjukkan usaha luar biasa dan mengalami peningkatan skor yang signifikan dalam penerapan dan pengungkapan praktik governancenya. Adapun 3 (tiga) Perusahaan Tercatat di luar kategori ASEAN Asset Class yang berhasil meningkatkan skornya secara signifikan tersebut yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk naik 20,73% dengan skor 74,04, PT Vale Indonesia Tbk naik 20,68% dengan skor 83,36 dan PT Adaro Energy Tbk naik 19,06% dengan skor 65,03.

“Hasil penilaian menunjukkan bahwa tingkat praktik tata kelola yang baik dan pengungkapan sangat dipengaruhi oleh sikap dari manajemen puncak perusahaan daripada ukuran perusahaan. Selain itu, ketersediaan peraturan yang lebih ketat juga berperan signifikan dalam penerapan praktik tata kelola yang baik, seperti ditunjukkan oleh pencapaian lebih tinggi skor yang dibukukan Perusahaan Tercatat perbankan,” jelas Angela.

Angela telah mendalami bidang governance sejak tahun 1996 dan merupakan salah satu penyusun pedoman governance di Indonesia. Selain itu, Angela juga anggota dari International Internal Audit Standards Board (IIASB) di Institute of Internal Auditor Global dan salah satu Global Board of Directors RSM International yang berkantor di London. Bersama dengan Corporate Governance Experts dan Domestic Ranking Body dari negara-negara ASEAN lainnya, Angela melakukan review dan penilaian terhadap skor ASEAN Corporate Governance 100 Perusahaan Tercatat berkapitalisasi besar dari masing-masing negara.

“Hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard tahun 2019 juga menunjukkan terdapat 7 (tujuh) Perusahaan Tercatat yang berhasil memperoleh skor di atas 100 dibandingkan tahun 2017 yang hanya 3 (tiga) Perusahaan Tercatat” jelas Angela. Dia memaparkan, penilaian corporate governance terhadap 100 Perusahaan Tercatat dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut sudah mewakili 84,3% dari total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia per 31 Maret 2019 dan 15,9% dari jumlah Perusahaan Tercatat di Indonesia.

10 (sepuluh) Perusahaan Tercatat Indonesia yang masuk dalam kategori ASEAN Asset Class Peringkat Perusahaan Tercatat Nilai Sektor Industri Keterangan

1 PT Bank CIMB Niaga Tbk. 113,84 Financials Non-BUMN/D
2 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 110,29 Financials BUMN/D
3 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. 110,22 Financials BUMN/D
4 PT Aneka Tambang Tbk. 109,04 Materials Non BUMN/D
5 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 107,33 Financials BUMN/D
6 PT Bank Central Asia Tbk. 101,93 Financials Non-BUMN/D
7 PT Bank Permata Tbk. 100,16 Financials Non-BUMN/D
8 PT Jasa Marga (Persero) Tbk. 99,61 Utilities BUMN/D
9 PT XL Axiata Tbk. 99,59 Telecommunications Non-BUMN/D
10 PT Bank Maybank Indonesia Tbk. 98,36 Financials Non-BUMN/D
Sumber: CG Expert Indonesia, Tahun 2020

Masing-masing negara ASEAN menunjuk Domestic Ranking Bodies (DRB) dan CG Expert untuk melakukan assessment terhadap perusahaan di ASEAN berdasarkan kriteria ACGS. Lima aspek penilaian yang dimasukkan dalam scorecard adalah hak pemegang saham, perlakuan yang adil terhadap pemegang saham, peran pemangku kepentingan, pengungkapan dan transparansi, dan terakhir tanggung jawab dewan komisaris dan direksi. Dalam hal ini DRB yang mewakili Indonesia adalah RSM Indonesia.

Untuk penilaian tahun 2019, dari 600 Perusahaan Tercatat di ASEAN yang dinilai, sebanyak 210 Perusahaan Tercatat di ASEAN dinilai ulang dengan peer review oleh DRB negara lain untuk memastikan interprestasi penilaian oleh DRB telah dilakukan secara konsisten.

Setelah proses peer review selesai dilakukan, dilanjutkan dengan diskusi untuk merekonsiliasi perbedaan nilai dan menyetujui skor akhir untuk Perusahaan Tercatat tersebut. Jika terdapat permasalahan yang belum terselesaikan, permasalahan tersebut akan dieskalasi kepada para CG Experts untuk keputusannya.

Apabila dalam diskusi terungkap adanya perbedaan secara sistemik antara penilaian DRB dengan penilaian peer review yang diakibatkan oleh interprestasi, maka dilakukan penilaian ulang terhadap seluruh Perusahaan Tercatat, termasuk Perusahaan Tercatat yang tidak dilakukan peer review. Proses pemeriksaan ini dimaksudkan untuk meningkatkan akurasi hasil penilaian.

Lebih lanjut Angela Simatupang memaparkan peringkat Perusahaan Tercatat se-ASEAN rencananya akan diumumkan oleh ASEAN Capital Market Forum (ACMF) bersama dengan Asian Development Bank (ADB) di Vietnam, namun dikarenakan adanya pandemi Covid-19 jadwal pengumuman peringkat Perusahaan Tercatat se-ASEAN akan diinformasikan kembali.

Sedangkan pada sisi aspek perbaikan perusahaan tercatat , Angela Simatupang menuturkan, tiga aspek perbaikan yang umum ditemui di Perusahaan Tercatat Indonesia yang dinilai tahun ini adalah ketepatan waktu publikasi laporan tahunan yang tidak melebihi 120 hari setelah tahun buku berakhir, adanya pernyataan kepatuhan terhadap ketentuan tata kelola dalam laporan tahunan, serta adanya pengungkapan terhadap pelaksanaan hasil review dan pemantauan implementasi strategi perusahaan oleh manajemen.

“Dari 100 Perusahaan Tercatat Indonesia dengan kapitalisasi terbesar yang dinilai, skor ACGS tahun 2019 terendah ada di 37,58 dan nilai rata-rata negara ada di 70,80; sementara nilai tertinggi di penilaian ACGS tahun 2019 adalah 113,84. Tingkat pengungkapan tata kelola Perusahaan Tercatat di Indonesia tidak terjadi secara merata di antara seluruh 100 Perusahaan Tercatat yang dinilai dan hasil penilaian tidak menunjukkan adanya korelasi antara nilai kapitalisasi pasar terhadap skor. Kapitalisasi pasar yang besar tidak selaras dengan nilai yang lebih tinggi dalam penilaian pengungkapan. Dari sisi sektor industri, sektor keuangan (perbankan) memiliki nilai rata-rata tertinggi sedangkan sektor consumer goods dan property memiliki nilai rata-rata yang cukup rendah di bawah 65,” jelas Angela.

Pada tahun 2019, bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ADB, RSM telah mengadakan berbagai sosialisasi mengenai praktik tata kelola dan pengungkapan yang diharapkan bagi Perusahaan Tercatat di Indonesia. Dan untuk mendukung peningkatan skor ACGS Perusahaan Tercatat Indonesia pada tahun mendatang, RSM bekerja sama dan didukung oleh OJK, BEI, dan ADB telah merencanakan untuk mengadakan rangkaian sosialisasi mengenai praktik tata kelola dan pengungkapan yang baik bagi Perusahaan Tercatat di Indonesia.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, “BEI sangat mendukung pelaksanaan ASEAN Corporate Governance Scorecard ini, serta rangkaian rencana kerja sama yang akan dilaksanakan bersama dengan OJK, RSM, dan ADB kepada Perusahaan Tercatat kedepannya, di antaranya dalam bentuk capacity building dan recognition. Hal ini dilakukan agar dapat mengoptimalkan kinerja Perusahaan Tercatat di Indonesia, sehingga skalanya meningkat setara dengan kualitas PLCs di ASEAN dan ke depannya di kancah internasional. Selain itu, penerapan Good Corporate Governance disertai pengungkapan informasi yang baik, dapat memberikan investor informasi yang komprehensif dari Perusahaan Tercatat, yang diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor lokal dan global untuk berinvestasi di Pasar Modal Indonesia”. (emi)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

PASAR MODAL

Pasar Modal Indonesia Sepekan Masih Catatkan Data Positif

Avatar

Published

on

Pasar Modal Indonesia bergerak bervariasi. (Foto : idx.co.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Selama sepekan pada periode 15 – 19 Juni 2020, Pasar Modal Indonesia bergerak bervariasi. Kenaikan terjadi pada kapitalisasi pasar bursa, yaitu sebesar 1,30 persen atau sebesar Rp5.717,452 triliun dibandingkan pekan lalu sebesar Rp5.644,056 triliun. Kemudian diikuti dengan kenaikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,27 persen pada level 4.942,275 dari level 4.880,359 pada pekan sebelumnya.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami perubahan sebesar 20,84 persen atau sebesar 642.991 ribu kali transaksi dibandingkan pekan lalu sebesar 812.250 ribu kali transaksi. Kemudian diikuti oleh perubahan sebesar 27,06 persen pada rata-rata volume transaksi harian bursa menjadi 8,379 miliar unit saham dibandingkan pekan lalu sebesar 11,487 miliar unit saham. Rata-rata nilai transaksi harian pasar di bursa turut mengalami perubahan sebesar 29,06 persen menjadi sebesar Rp7,924 triliun dari Rp11,170 triliun pada penutupan minggu lalu.

Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp653,45 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp12,337 triliun.

Pada Rabu (17/6/2020), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menunjukkan kepeduliannya terkait pandemi COVID-19 melalui penggalangan dana bantuan melalui Pasar Modal Peduli Indonesia (PMPI). Donasi yang diberikan berupa 50 Ranjang Rumah Sakit atau Hospital Beds yang merupakan produk dari Trisula Corporation, kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah, RSUD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kab. Bangkalan, Jawa Timur.

PMPI juga secara simbolis menyerahkan donasi berupa 100 buah Ventilator Portable Indonesia (Vent-I) kepada rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta dan daerah lain di Indonesia berdasarkan rekomendasi dari Kemenkes RI. Penyerahan secara simbolis dihadiri oleh perwakilan dari Rumah Amal Salman selaku salah satu produsen penyedia ventilator tersebut. Seremoni ini turut disaksikan oleh perwakilan dari industri pasar modal, yaitu Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI). (idx)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PASAR MODAL

SRO Berikan Stimulus kepada Stakeholders Pasar Modal

Avatar

Published

on

Seluruh stimulus dan kebijakan tersebut diberlakukan sejak tanggal 18 Juni 2020. (Foto : Alinea.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Dalam upaya mendukung program pemerintah dalam meredam dampak Pandemi COVID-19 terhadap aktivitas perekonomian nasional, Self-Regulatory Organization (SRO) melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan serangkaian stimulus yang akan diberikan kepada stakeholders pasar modal. Tujuan dari stimulus ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi yang sedang dihadapi oleh segenap stakeholders Pasar Modal Indonesia. Di samping itu, melalui stimulus ini diharapkan pula dapat menjaga optimisme pasar terhadap stabilitas pertumbuhan pasar modal dan sektor keuangan nasional meski dihadapkan dampak dari Pandemi COVID-19.

Melalui surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-168/D.04/2020 tanggal 18 Juni 2020 mengenai Persetujuan Relaksasi Kebijakan dan Stimulus SRO kepada Stakeholder, berikut ini adalah serangkaian stimulus yang telah dirumuskan dan ditetapkan oleh SRO melalui koordinasi bersama OJK :

  1. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memberikan dukungan penyediaan infrastruktur Teknologi Informasi kepada Anggota Bursa dalam implementasi kebijakan work from home (WFH) dengan menggunakan internet dan cloud sehingga dapat mendukung pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu, BEI juga memberikan stimulus dan kebijakan khusus terhadap kewajiban untuk pembayaran biaya Pencatatan awal saham dan/atau biaya Pencatatan saham tambahan yang dipotong sebesar 50% (lima puluh perseratus) dari perhitungan nilai masing-masing biaya bagi Perusahaan Tercatat dan/atau Calon Perusahaan Tercatat sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pada:
    1. biaya Pencatatan awal saham
      1. ketentuan VII.2.1. Lampiran I Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat;
      2. ketentuan VII.2. Peraturan Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat.
    2. biaya Pencatatan saham tambahan
      1. ketentuan VIII.4.1. Lampiran II Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat;
      2. ketentuan VII.4. Peraturan Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat.

Kebijakan khusus tersebut berdasarkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia      Nomor: Kep-00044/BEI/06-2020 tanggal 18 Juni 2020 perihal Kebijakan Khusus atas Biaya Pencatatan Awal Saham dan Biaya Pencatatan Saham Tambahan.

Diharapkan, kebijakan ini dapat memberikan keringanan kepada Perusahaan Tercatat dan/atau Calon Perusahaan Tercatat baru dalam menggalang dana jangka panjang dari masyarakat.

  1. PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) akan menerapkan relaksasi atas Dana Jaminan yaitu dengan memberikan keringanan atas kutipan setoran Dana Jaminan kepada Anggota Kliring yang sebelumnya sebesar 0,01% (satu persepuluh ribu) menjadi sebesar 0,005% (lima perseratus ribu) dari nilai setiap Transaksi Bursa atas Efek Bersifat Ekuitas. Kebijakan ini diatur dalam Surat Keputusan Direksi KPEI Nomor: Kep-019/DIR/KPEI/0620 tanggal 18 Juni 2020 perihal Relaksasi Kebijakan dan Stimulus Pengurangan Kutipan Dana Jaminan.
  2. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memberikan relaksasi keringanan biaya kepada penerbit Efek berupa pembebasan biaya penggunaan e-Proxy, pembebasan biaya Pendaftaran Efek Awal atas Efek yang diterbitkan melalui Equity Crowdfunding (ECF), dan pengurangan Biaya Pendaftaran Efek Tahunan sebesar 50% atas Efek yang diterbitkan melalui ECF. Selanjutnya, KSEI juga memberikan stimulus kepada Perusahaan Efek dan Bank Kustodian berupa pemberian alternatif jaringan koneksi menggunakan Virtual Private Network (VPN), penyesuaian biaya penyimpanan (safekeeping fees) sebesar 10% dari sebelumnya 0,005% per tahun menjadi 0,0045% per tahun,. Stimulus lainnya yakni dukungan kepada Industri Reksadana berupa pemberian alternatif jaringan koneksi menggunakan VPN, Penyesuaian Biaya Bulanan Produk Investasi untuk Produk Investasi yang terdaftar, dan Pembebasan Biaya Pendaftaran Produk Investasi yang didaftarkan.

Seluruh stimulus dan kebijakan tersebut diberlakukan sejak tanggal 18 Juni 2020 sampai dengan tanggal 17 Desember 2020. SRO bersama OJK akan terus melakukan koordinasi dan memonitor perkembangan aktivitas di pasar modal, serta mengambil langkah-langkah strategis guna meredam dampak Pandemi COVID-19 terhadap keberlangsungan stabilitas ekonomi nasional. (idx)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PASAR MODAL

SRO Galang Kepedulian di Masa Pandemi Melalui Pasar Modal Peduli

Avatar

Published

on

SRO Galang Kepedulian di Masa Pandemi Melalui Pasar Modal Peduli Indonesia. (Foto : idx.co.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Sebagai bentuk dukungan dalam penanggulangan Pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) di Indonesia, Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan kepeduliannya dengan menggalang dana bantuan dari masyarakat Pasar Modal Indonesia melalui rekening Pasar Modal Peduli Indonesia (PMPI) di Bank Mandiri 104-000-4028-754. Inisiatif tersebut disambut baik oleh para pelaku pasar modal yang mencakup Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, Anak Usaha SRO, Lembaga Manajemen Investasi, Asosiasi di Lingkungan Pasar Modal, Bank Kustodian serta Karyawan SRO yang turut berpartisipasi dalam memberikan donasi.

Sejak inisiatif ini diinformasikan kepada masyarakat Pasar Modal pada akhir Maret 2020 sampai dengan akhir Mei 2020, telah terhimpun dana bantuan sebesar Rp2.887.194.511 (dua milyar delapan ratus delapan puluh tujuh juta seratus sembilan puluh empat ribu lima ratus sebelas rupiah).

Selain dana bantuan, PMPI juga menerima donasi berupa barang yang terdiri dari dana yang telah terhimpun juga dipergunakan untuk pengadaan 100 unit Ventilator Portable Indonesia (Vent-I) senilai Rp1.250.000.000 (satu milyar dua ratus lima puluh juta rupiah) yang akan didonasikan kepada Rumah Sakit Rujukan COVID-19 yang membutuhkan. Vent-I merupakan ventilator portable jenis non-invasive yang merupakan hasil kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan
Universitas Padjajaran dan Yayasan Pembina Masjid Salman ITB.

No. Jenis Bantuan Jumlah Barang
Alat Pelindung Diri (APD)
1 Hand Sanitizer 16 liter
2 Face Shield 200 buah
3 Safety Boots 100 pasang
4 Hazmat Suit 850 buah
5 Masker Reusable Non Medis 20.000 buah
6 Masker KN95 Non Medis + Replaceble Filters 480 buah
Lainnya
7 Hospital Beds 50 unit
8 Minyak Goreng @ 1 liter 27.780 pouch

Guna memberikan dampak yang lebih luas dalam pemberian bantuan terkait penanganan COVID-19 di Indonesia, selebihnya dari dana bantuan yang diterima pada rekening PMPI yaitu sejumlah Rp1.637.194.511,- (satu milyar enam ratus tiga puluh tujuh juta seratus sembilan puluh empat ribu lima ratus sebelas rupiah) disalurkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di bawah naungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Rabu (10/6). Selain donasi dalam
bentuk dana bantuan, PMPI juga akan menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada BNPB.

Seremoni Penyerahan Donasi Ranjang Rumah Sakit dan Ventilator Pada Rabu (17/6) bertempat di Gedung BEI, PMPI secara simbolis menyerahkan donasi berupa 50 unit
Ranjang Rumah Sakit atau Hospital Beds yang merupakan produk dari PT Chitose International Tbk kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), yang dalam acara penyerahan tersebut diwakilkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K). MARS. Kemenkes RI melalui Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan telah menunjuk 3 (tiga) rumah sakit rujukan COVID-19 dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk menerima donasi tersebut, yaitu; RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah, RSUD Kabupaten
Kediri, Jawa Timur, masing-masing 15 unit dan RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Kab. Bangkalan, Jawa Timursebanyak 20 unit. Para perwakilan dari RSUD tersebut turut menyaksikan seremoni melalui media video conference.

Pada kesempatan yang sama, PMPI secara simbolis menyerahkan pula donasi berupa 100 unit Ventilator Portable Indonesia (Vent-I) untuk didistribusikan kepada rumah sakit rujukan COVID-19 di DKI Jakarta dan daerah lain di Indonesia yang membutuhkan, berdasarkan rekomendasi dari Kemenkes RI. Vent-I diserahkan secara simbolis kepada Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati sebagai perwakilan rumah sakit penerima. Selain itu, ketiga RSUD penerima Hospital Beds juga menerima
donasi Vent-I dari PMPI. Seremoni ini dihadiri oleh Direktur Utama RSUP Fatmawati, Dr. Mochamad Syafak Hanung, Sp.A, MPH, Direktur PT Chitose International Tbk, Fadjar Swatyas, dan turut disaksikan oleh perwakilan dari Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI). (ten)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat