Connect with us

ENTERTAINMENT

Wisata Virtual Bisa Menjadi Peluang Usaha bagi Para Operator Pariwisata

Avatar

Published

on

Kegiatan wisata virtual sedang menjadi tren di kalangan penikmat wisata petualangan di saat pandemi. (Foto : Instagram @pixabay)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 yang merebak di Tanah Air menyebabkan pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Inti dari kebijakan itu adalah meminta kepada warga untuk berada di rumah dan beraktivitas dari rumah.

Berdiam di rumah selama berhari-hari untuk mencegah penyebaran virus corona mutan telah memunculkan kebosanan bagi pasangan suami istri Ferry dan Selvy. Penggemar wisata petualangan itu tak bisa menyalurkan hasrat bertualang mereka di alam bebas. Pasalnya, akses masuk dan keluar dari Jakarta keluar kota masih ditutup, sebagai dampak dari pemberlakuan PSBB.

Tak kehilangan akal, keduanya pun sibuk mencari cara untuk tetap bisa berwisata meski hanya dilakukan dari tempat tinggal mereka. Salah satunya adalah melalui virtual tour atau berwisata virtual dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Kegiatan wisata virtual sedang menjadi tren di kalangan penikmat wisata petualangan di saat pandemi corona seperti sekarang ini. Tak perlu harus repot memesan tiket transportasi dan akomodasi penginapan, para penikmat wisata petualangan cukup bermodalkan komputer atau laptop yang terhubung dengan internet serta mengunduh aplikasi Zoom.

Tur virtual ini ada yang gratis alias tak berbayar, ada pula yang berbayar. Destinasi pilihan di dalam atau luar negeri. Biayanya pun sangat terjangkau, tak lebih dari Rp25.000 per orang, maka kita sudah dapat merasakan sensasi unik berwisata ke obyek-obyek tertentu yang ditetapkan operator pariwisata, meski hanya melihat dari visual saja di layar komputer atau laptop.

Manfaatkan Teknologi Digital

Pasangan Fery-Selvy telah mendaftar untuk menikmati tur virtual ke Pulau Sumba di Nusa Tenggara Timur menggunakan jasa salah satu operator pariwisata yang membuka layanan tur virtual di laman mereka. Keduanya sepakat membayar wisata seharga Rp50.000 ke rekening yang ditunjuk operator wisata virtual dan kemudian bergantian mengisi data yang diminta di situs operator wisata virtual itu.

Tak lupa pasangan ini mengunggah bukti transfer dana di laman situs agar mendapatkan konfirmasi kepesertaan tur virtual. Beberapa saat kemudian keduanya menerima email konfirmasi tur yang telah dijadwalkan pada 8 Mei 2020 pukul 15.30 hingga 17.30 WIB.

Artinya pada waktu yang ditentukan itu, para peserta tur wajib standby di akun Zoom masing-masing untuk kemudian diajak berselancar bersama-sama mengunjungi seluruh obyek wisata yang ditawarkan di paket tur virtual ke Pulau Sumba. Paket ini diminati juga oleh 110 orang yang juga ingin merasakan sensasi tur virtual Pulau Sumba pada waktu yang sama.

Jika tur ini dijalani di kehidupan nyata, maka diperlukan waktu 3 hari 2 malam untuk menjelajahinya mengingat begitu banyaknya wisata alam dan budaya serta desa adat yang bakal dikunjungi. Ada wisata menjelajah kawasan perbukitan Warinding di Kota Waingapu dengan hamparan rumput hijau dan coklat serta tak sulit didaki karena ketinggiannya tak lebih dari 80 meter di atas permukaan laut.

Belum lagi air terjun Wai Marang, laguna Weekuri yang berair biru jernih dan berkadar garam tinggi sehingga kita tidak akan tenggelam saat berenang. Ada pula Taman Nasional Laiwangi Wanggameti dan Desa Adat Ratenggaro yang pernah dikunjungi legenda sepak bola Inggris David Beckham bersama keluarganya pada Agustus 2018.

Untuk membuat tur virtual, setiap operator wajib menguasai teknologi informasi. Karena hampir 90 persen aktivitas tur ini memanfaatkan teknologi digital agar peserta merasa sedang benar-benar berada di lokasi tujuan wisata. Mulai dari pemanfaatan aplikasi kamera 360 derajat untuk menghasilkan gambar statis dari suatu obyek yang mampu digerakkan ke segala arah.

Hal ini akan membuat kita seolah-olah seperti sedang berada di lokasi tersebut. Ditambah pula dengan dokumentasi video dari lokasi yang dituju agar nuansa berwisata makin terasa. Selain itu para operator juga memanfaatkan aplikasi peta digital Google Maps dan Google Street View supaya makin menghidupkan suasana tur. Agar mirip dengan sebuah perjalanan wisata, setiap operator tak lupa melengkapinya dengan pemandu wisata (tour guide) profesional yang akan menjelaskan segala hal terkait lokasi wisata yang dituju.

Dalam perjalanan wisata virtual menjelajah Pulau Sumba, misalnya, operator wisata telah menunjuk Marthen Bira, Kepala Desa Tebara sebagai pemandu wisata virtual. Ia seperti lazimnya pemandu wisata, akan bercerita mengenai lokasi wisata yang dituju oleh grup wisata yang dipandu. Tentu saja semua dilakukan secara virtual dengan bantuan video dan foto dari lokasi wisata dimaksud.

Peluang Baru

Hadirnya wisata virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital pada masa pandemi corona merupakan sebuah peluang baru bagi para pegiat dan operator wisata. Terlebih lagi dengan dibatasinya ruang gerak masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona, maka berwisata sambil tetap berada di rumah menghadirkan sebuah pengalaman baru.

“Dengan kita tidak bisa ke mana-mana bukan berarti kita tidak bisa menjadikan pariwisata sebagai gaya hidup kita. Keterbatasan ini tidak bisa membuat kita diam. Kegiatan wisata virtual membuka peluang baru di era new normal,” kata Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Agustini Rahayu.

Menurut Agustini, melalui media teknologi digital telah membawa masyarakat kepada rutinitas dan cara hidup yang baru dengan hadirnya wisata virtual. Kendati demikian, diakui Agustini wisata virtual tidak dapat menggantikan pengalaman ketika berwisata langsung ke lokasi sesungguhnya.

Kemenparekraf sendiri belum lama ini telah mengadakan wisata virtual mengunjungi delapan kedai kopi bersejarah dan unik di Jakarta bersama komunitas wisata Jakarta Good Guide (JGG).

Wisata virtual berdurasi dua jam ini dipandu oleh spesialis kopi Cindy Tan mengunjungi Kedai Kopi Es Tak Kie, Bakoel Koffe, Toko Kopi Warung Tinggi, Toko Kopi Sedap Jaya Jatinegara, Toko Kopi Luwak Gondangdia, Phoenam, Kwang Koan Kopi Johny, dan Kopi Djie Coffee. Pendiri JGG Candha Adwitiyo mengatakan wisata virtual bertema kopi bersama Kemenparekraf dilakukan untuk mengenalkan riwayat kopi dan toko penjualannya di tanah Betawi dengan beragam cerita dan sejarahnya.

Platform wisata digital Atourin pun melihat peluang tur wisata maya ini dengan membuka kegiatan pelatihan pramuwisata khusus untuk wisata virtual. Terlebih ketika industri pariwisata makin lesu dihantam pandemi corona akibat terbatasnya ruang gerak turis untuk mengunjungi sebuah obyek wisata.

“Banyak pramuwisata kehilangan pekerjaan mereka sebagai pemandu wisata karena tak ada lagi turis yang melancong,” kata pendiri Atourin, Benarivo Triadi Putra. Sebanyak 46 pramuwisata bersertifikat telah mengikuti pelatihan memandu wisata virtual tahap pertama akhir April lalu dan 50 peserta lain pada tahap kedua, 9 Mei 2020.

Atourin merupakan satu dari beberapa operator wisata yang menggelar tur virtual mengunjungi obyek wisata nusantara, termasuk tur virtual ke Pulau Sumba dan Natuna. Ada pula operator wisata Kawisata yang telah sukses menggelar tur virtual ke Lawang Sewu di Kota Semarang dan mengelilingi Kota Yogyakarta serta kawasan ikonis Malioboro.

Menurut Direktur Utama Kawisata Totok Suryono, lebih dari 100 peserta mengikuti tur virtual keliling Kota Gudeg hanya dengan membayar Rp25.000 per peserta. Biaya itu termasuk mendapatkan sekotak bakpia, camilan khas Yogyakarta.

Model tur virtual ini juga diaplikasi oleh sejumlah pengelola tempat wisata yang dikelola pemerintah, salah satunya Museum Nasional. Sejak memutuskan untuk menutup layanan kunjungan pada 17 Maret 2020, pengelola Museum Nasional langsung mengubah cara layanan menjadi kunjungan online alias tur virtual memanfaatkan fasilitas Zoom.

Diluncurkan sejak awal Mei 2020, tur virtual ini dikemas dengan nama “Virtual Museum”. Jadwalnya pun dibuat dua kali dalam sepekan, yaitu Selasa dan Rabu setiap pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.

Sebanyak tujuh foto berteknik 360 derajat dihadirkan sebagai material tur virtual di laman situs museum, www.museumnasional.indonesiaheritage.org. Ketujuh foto berteknik 360 derajat itu mencantumkan setiap sisi dari bangunan museum yang berdiri pada 1862 ini seperti Ruang Luar, Ruang Selasar, Gedung Gajah, Lantai Satu, Lantai Dua, Lantai Tiga dan Lantai Empat.

Ketika memasuki laman situs, kita akan langsung disambut oleh foto bergerak otomatis 360 derajat menampilkan halaman luar dari Museum Gajah. Terdapat pula petunjuk navigasi digital di salah satu sudut foto, berfungsi untuk memperbesar atau menggeser foto ke sudut lain yang menampilkan 160.000 benda-benda bersejarah koleksi museum.

Pengelola juga menyiapkan kelas tur virtual khusus bagi siswa sekolah dengan terlebih dulu mendaftar pada kanal yang telah disediakan di laman situs Museum Nasional. Semuanya tidak dipungut biaya. Seperti halnya tur sesungguhnya, para siswa nantinya akan didampingi oleh pemandu wisata dari Museum Nasional dan diajak berkeliling museum, tentunya secara virtual. (ind) #mediamelawancovid19


Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

ENTERTAINMENT

Grup Band Shaden Louth Ramaikan Dunia Permusikan Indonesia, Terbentuk Saat Pandemi

Avatar

Published

on

Shaden Louth Band digawangi oleh Ruth (Vocal), Edo (Rhythm Guitar), Leon (Melody Guitar), Nathan (Bassist), Glenn (Drummer), Jovanki (Saxophonist), dan Alvin (Management). /Dok. Shaden Louth Band

MEDIA EMITEN – Wabah pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi Shaden Louth Band untuk meramaikan dunia permusikan di Indonesia.

Terbentuk pada September 2020 ketika pandemi Covid-19 telah mewabah, Shaden Louth Band yang berisikan para Generasi-Z mulai mengekspresikan kecintaannya terhadap musik.

“Band ini digawangi oleh Ruth (Vocal), Edo (Rhythm Guitar), Leon (Melody Guitar), Nathan (Bassist), Glenn (Drummer), Jovanki (Saxophonist),” kata Theodore Alvin di Jakarta, Selasa, 23 Maret 2021.

Theodore Alvin adalah penggagas terbentuknya Shaden Louth Band, sekaligus yang mengatur segala aktivitas dari band tersebut.

Melalui keterangan tertulis, Theodore Alvin menjelaskan makna nama Shaden Louth yang disebutnya memiliki arti khusus pada setiap katanya.

Kata Shaden bermakna sebagai suatu hal yang berkharisma dan beribawa, sedangkan kata Louth memiliki arti menyampaikan isi hati masyarakat melalui suara.

Genre musik yang dibawakan oleh Shaden Louth Band adalah Pop, genre musik yang sangat cocok untuk dibawakan oleh anak muda khususnya bagi Generasi-Z.

Pages: 1 2


Continue Reading

ENTERTAINMENT

Serial Biografi si Leher Beton Mike Tyson Akan Diperankan Jamie Foxx

Avatar

Published

on

Petinju legenda dunia, Mike Tyson./Dok. Instagram.

MEDIA EMITEN – Biografi legenda petinju dunia, Mike Tyson akan diangkat ke layar kaca.

Jamie Foxx, yang pernah meraih Oscar akan berperan menjadi Mike Tyson, petinju hebat kontroversial yang dijuluki “Leher Beton”.

Seperti dikutip mediaemiten.com dari laman antaranews.com, Selasa, 23 Maret 2021, serial televisi terbatas tentang “Iron Mike” sedang dalam pengembangan, dengan Antoine Fuqua (“Training Day”) akan duduk di kursi sutradara dan Martin Scorsese dalam tim produksi.

“Saya sudah lama ingin menceritakan kisah saya,” kata pemilik nama lengkap Michael Gerard Tyson seperti dikutip AFP, Selasa.

“Saya berharap dapat berkolaborasi dengan Martin, Antoine, Jamie, dan seluruh tim kreatif guna menghadirkan serial yang tidak hanya menangkap perjalanan profesional dan pribadi saya, tetapi juga menginspirasi dan menghibur.”

Juru bicara Fuqua membenarkan bahwa dia terikat pada proyek tersebut.

Menurut Hollywood Reporter, sejauh ini serial tersebut belum diakuisisi oleh jaringan atau layanan streaming.

Tyson mengatakan kembalinya ke ring belum lama ini saat bertarung imbang dengan Roy Jones Jr pada November 2020 dalam usia 54 tahun, menjadikan ini waktu yang tepat untuk menceritakan kisahnya.

Mantan juara kelas berat dunia ini adalah salah satu tokoh tinju paling sukses dan paling kontroversial.

Dianggap sebagai salah satu kelas berat terbaik sepanjang masa, dia mencetak rekor menang-kalah 50-6 dengan 44 KO, pensiun pada 2005 setelah kalah melawan Kevin McBride.

Namun, dia juga dikenal karena perilakunya yang uring-uringan, misalnya menggigit telinga Evander Holyfield sebelum kalah dalam pertarungan mereka yang terkenal pada 1997, dan pelanggaran hukumnya, termasuk dakwaan pemerkosaan dan kecanduan kokain.

Tyson bangkit kembali, menjadi cameo dalam “The Hangover” (2009) dan kemudian melakukan pertunjukan one-man show di Broadway.

Pada akhir Februari, platform streaming Hulu mengumumkan bahwa mereka membuat serial terbatas tentang petinju tersebut yang diberi judul “Iron Mike.”

Mike Tyson menyebut proyek itu tidak mendapat restunya, dia mendesak pemirsa agar memboikot Hulu. (EDI)


Continue Reading

ENTERTAINMENT

Mantan Pengacara Minta Hana Hanifah Diperlakukan dengan Baik

Avatar

Published

on

Artis dan selebgram cantik asal Bogor, Hana Hanifah. (Foto : Instagram @hanaaast)

Mediaemiten.com, Jakarta – Mantan pengacara Hana Hanifah, Machi Achmad berharap agar Hana bisa diperlakukan dengan baik selama menjalani pemeriksaan di kantor polisi.

Machi Achmad diketahui sempat membantu perkara hukum Hana Hanifah saat menjadi korban penganiayaan dengan membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya, beberapa waktu lalu.

“Harus diketahui bahwa HH juga memiliki hak-hak untuk diperlakukan dengan baik selama diperiksa oleh pihak Polrestabes Medan,” ungkap Machi Achmad.

Baca : Asli Cewek Bogor, Artis Hana Hanifah yang Kini Jadi Trending Topic

Machi Achmad mengaku akan memberikan suport dan dukungan untuk Hana Hanifah dalam menghadapi permasalahan yang kini tengah dialaminnya.

Namun untuk perkara kasus dugaan prostitusi ini, Machi Achmad mengaku belum mendapatkan kuasa dari Hana Hanifah maupun keluarganya untuk membantu menanganani kasusnya.

“Saya sejauh ini belum menerima kuasa resmi, sehingga saya belum bisa memberikan statement apapun,” kata Machi Achmad dalam keterangan tertulisnya saat dikonfirmasi wartawan. (*/bud)


Continue Reading

Trending