Connect with us

BISNIS

Kebijakan yang Dipaksakan, PNM BUMN Merugikan Rakyat Pembayar Pajak

Avatar

Published

on

BUMN sudah adiktif dengan proyek proyek yang dibiayai dengan APBN. (Foto : Instagram @bumnpost)

Mediaemiten.com, Jakarta – Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN merupakan upaya untuk mengatasi bangkrutnya BUMN dengan dana pajak yang dibayar oleh rakyat. PMN BUMN jelas merugikan rakyat dan menguntungkan pemegang saham swasta dan asing di BUMN.

BUMN sudah adiktif dengan proyek proyek yang dibiayai dengan APBN. PMN sebagai tambahan modal dari negara jelas merupakan suntikan dana terhadap proyek proyek yang diorientasikan BUMN untuk mencari keuantungan.

PMN BUMN tersebut jelas menimbulkan keuntungan semu dalam seluruh profit yang diklaim oleh BUMN. Padahal atas dasar keuntungan tersebut terjadi bagi bagi deviden, tantiem dan bonus bagi pejabat BUMN.

PMN BUMM hanya menguntungkan pihak pemberi utang BUMN. Keuangan BUMN akan lebih difokuskan untuk membayar utang. Sementra proyek BUMN dibiayai dengan APBN.

PMN BUMN menimbulkan moral hazard dalam BUMN karena keungan BUMN yang tengah terpuruk, harga saham BUMN yang jatuh, berpotensi di buy back oleh dana talangan APBN. Ini berpotensi jadi bancakan.

Tidak ada korelasi antara PMN BUMN dengan hajat hidup orang banyak. Semakin banyak dana PMN BUMN selama ini tidak berkorelasi dengan kemampuan BUMN dalam menjamin hajat hidup rakyat. PMN BUMN kepada sektor perbankan tidak relevan, itu sama saja negara membungakan uang pajak sangat tinggi kepada rakyatnya.

PMN BUMN kepada BUMN infrastruktur telah merugikan rakyat dikarenakan infrastruktur yang dibangun dengan dana PMN pada akhirnya dijual ke swasta. Ini bisa menimbulkan moral hazard pemegang saham swasta di BUMN.

Di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh UMKM sebaiknya negara fokus membantu UMKM dan koperasi. Sehingga usaha rakyat tidak terjerat bunga bank yang tinggi. (Oleh : Salamuddin Daeng, Direktur Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI))


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BISNIS

Pasar Tradisional Diminta Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Avatar

Published

on

Protokol kesehatan tetap harus diterapkan agar aman dari wabah. (Foto : Instagram @kawal.covid19)

Mediaemiten.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag), Suhanto, menyampaikan pihaknya terus mengingatkan protokol kesehatan agar diterapkan dengan baik di pasar tradisional.

Hal ini karena pasar tradisional berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan Suhanto usai meninjau harga bahan pokok bersama Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Veri Anggrijono, dan Kepala Satgas Pangan Polri Daniel Silitonga di Pasar Cijantung, Jakarta Timur.

Suhanto memastikan kestabilan harga dan kelancaran pasokan barang kebutuhan pokok terpenuhi, khususnya di masa new normal.

“Protokol kesehatan diterapkan sangat baik di sini. Para pedagang menggunakan masker dan face shield, pengunjung juga dicek suhunya dan diminta untuk mencuci tangan sebelum masuk,” kata Suhanto melalui keterangan tertulisnya, Kamis, (9/7/2020).

Protokol kesehatan di Pasar Cijantung bisa menjadi contoh yang baik agar produktivitas perdagangan berjalan dengan aman dari wabah. Jumlah pengunjung juga dihitung dan dibatasi maksimal sampai 50 persen.

“Dengan diterapkan protokol kesehatan, diharapkan masyarakat tidak ragu berbelanja di pasar rakyat. Ini penting mengingat pada kondisi pandemi Covid-19 ini, omzet pedagang menurun karena banyak warga masih takut ke pasar. Dengan berbelanja di pasar rakyat, maka pendapatan pedagang akan kembali normal dan mendorong ekonomi bergerak positif,” paparnya.

Adapun harga bahan pokok di Pasar Cijantung terpantau stabil, antara lain beras medium Rp7.500-10.000/liter (setara Rp9.375-12.500/kg), beras premium Rp11.000-13.000/liter (setara Rp13.750-16.250/kg), minyak goreng kemasan Rp13.000/liter, gula pasir kemasan Rp12.500/kg, daging ayam ras Rp30.000-35.000/kg, telur ayam ras Rp24.000-24.500/kg, daging sapi Rp110.000/kg, tepung terigu Rp10.000-11.000/kg.

Kemudian cabai merah keriting Rp25.000-28.000/kg, cabai merah besar Rp25.000-28.000/kg, cabai rawit merah Rp35.000-36.000/kg, bawang merah Rp40.000-45.000/kg, bawang putih honan Rp20.000-25.000/kg, bawang putih kating Rp25.000-28.000/kg, dan bombai Rp20.000-25.000/kg.

“Komoditas yang perlu menjadi perhatian adalah gula pasir curah di Pasar Cijantung yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET) yaitu di kisaran Rp14.000-16.000/kg. Untuk itu, Kemendag akan terus mengupayakan pemenuhan pasokan gula pasir ke pasar-pasar untuk dijual dengan harga sesuai HET dengan didukung langkah pengawasan dan penindakan jika diperlukan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Suhanto kembali mengimbau agar seluruh pengelola pasar, pedagang, dan pembeli harus terus konsisten dan disiplin mengimplementasikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini penting untuk menjaga kesehatan dan keselamatan pedagang dan konsumen.

“Diharapkan dengan harga bapok yang stabil ini, masyarakat dapat menjalani kondisi new normal

dengan baik dan tenang. Kemendag juga berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penerapan protokol kesehatan di era new normal di berbagai sektor perdagangan,” pungkasnya. (pub)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BISNIS

UMKM Perlu Meningkatkan Kualitas dan Produktivitas di Era Digital

Avatar

Published

on

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto : Instagram @luhut.pandjaitan)

Mediaemiten.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 mengubah perilaku konsumen dan pelaku usaha dalam penggunaan media digital. Oleh karena itu, untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perlu meningkatkan produktivitas dan kualitas seperti misalnya dalam mengubah strategi produksi dan jenis barang.

“Jadi dengan kita masuk ke online semua ini, kita melihat perubahan besar sebenarnya. Minatnya ini sudah bagus, oleh platform-platform yang terlibat ini memberikan pelatihan-pelatihan. Platform-platform digital banyak memberikan pelatihan-pelatihan, kemudian ada ujian dan pemberian sertifikat,” ujar Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pembicara dalam Webinar UMKM Nusa Tenggara Barat (NTB) Siap Digital di Kantor Kemenko Marves, Jakarta pada Kamis (9/7/2020).

Tercatat hingga tahun 2018, terdapat 96,2 ribu unit UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan konsentrasi terbesar berada di Kabupaten Lombok Tengah (35,14 ribu unit usaha). Kepada Gubernur NTB yang juga menghadiri webinar, Menko Luhut berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan untuk melatih seluruh masyarakat NTB.

Permodalan, yang merupakan sebuah stimulus bagi UMKM dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga telah dikerjakan dan diproses dengan cepat. Menurut Menko Luhut akses pasar dengan realisasi belanja pengadaan pemerintah pun sudah jalan.

“Kemarin kita sudah launching program bantuan dari pemerintah untuk pengembangan UMKM, karena peluang untuk UMKM kita ini sebenarnya sangat besar. Jadi saya minta, khususnya pemerintah NTB agar didorong UMKM nya untuk masuk dalam program bantuan pemerintah tadi, karena ada syarat-syaratnya. Tapi kita buat itu sederhana kok supaya bisa jalan,” tambahnya.

Untuk mendorong belanja pemerintah bagi UMKM, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) telah meluncurkan sejumlah aplikasi yaitu LAMAN UMKM pada E-Katalog LKPP, Aplikasi Bela Pengadaan serta Aplikasi Pengadaan Langsung Secara Elektronik.

“Presiden sudah memutuskan bahwa kita semua wajib untuk membeli produk-produk dalam negeri. Seperti yang pernah saya sampaikan, jangan dipersulit produk-produk itu masuk ke dalam, untuk itu kualitas dan higienisnya pun harus diperhatikan. Kita juga dorong seluruh kantor-kantor pemerintah dan kita wajibkan untuk belanja melalui E-Katalog LKPP,” tegas Menko Luhut. (mar)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BISNIS

Kabar dari Kemendag, Permintaan Produk Sawit Dunia Mulai Naik

Avatar

Published

on

Permintaan Produk Sawit Dunia Mulai Naik. (Foto : Instagram @palmoil_mill)

Mediaemiten.com, Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan, menyampaikan bahwa permintaan produk sawit dunia mulai naik, yang ditandai dengan naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) pada Juli menjadi 662 dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya yakni 569 dolar AS.

“Saya kira di situasi Covid-19 ini, negara tujuan ekspor yaitu Cina sudah mulai ke arah pemulihan, kemudian indikasinya adalah harga Juli 2020 untuk referensi pungutan sawit dibandingkan Juni 2020 itu perlahan naik,” kata Kasan  di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Menurut Kasan, permintaan juga akan naik seiring dengan memulihnya beberapa negara tujuan ekspor sawit RI yakni India, Pakistan, dan Bangladesh, dari dampak Covid-19.

Adapun negara-negara yang menyerap sawit asal RI paling besar yaitu India, Cina, Pakistan, Bangladesh, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

Pulihnya ekonomi negara-negara tersebut, lanjut Kasan, akan membuat masyarakatnya kembali beraktivitas dan kebutuhan akan minyak nabati, salah satunya minyak kelapa sawit akan kembali naik. Sehingga, ekspor produk sawit RI akan meningkat.

Kasan menyampaikan bahwa Indonesia akan mempertahankan pasar-pasar tradisional tujuan ekspor sawit tersebut, sambil mencari peluang ekspor di pasar-pasar baru.

Namun, Kemendag akan berupaya mencari peluang pasar ekspor untuk produk unggulan asal RI ini ke negara-negara lain, di antaranya Timur Tengah dan Afrika, yang dinilai memiliki potensi pasar ekspor besar.

Kasan optimistis bahwa produk minyak sawit asal Indonesia dapat tetap menjadi primadona ekspor, mengingat kualitas dan harganya yang mampu bersaing di pasar global. (inf)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat