Connect with us

KORPORASI

PTPN VIII Beri Bantuan Rp 2 Miliar untuk Jabar-Banten Terkait Pandemi Covid-19

Avatar

Published

on

PT Perkebunan Nusantara memberikan bantuan kepada sejumlah kabupaten dan rumah sakit di Jawa Barat. (Foto: Instagram @ptpnviii)

Mediaemiten.com, Bandung – PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) memberikan bantuan kepada sejumlah pemerintah kabupaten dan rumah sakit di Jawa Barat dan Banten untuk penanganan COVID-19, dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 2 miliar.

“Kami sebagai BUMN memberikan bantuan tersebut dalam rangka penanggulangan COVID-19 yang saat ini begitu cepat penyebarannya, mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Plt Direktur Utama PTPN VIII Ryanto Wisnuardhy dalam siaran persnya, Jumat (22/5/2020).

Tidak hanya itu, kata Ryanto, PTPN VIII masuk ke dalam Satuan Tugas COVID-19 BUMN wilayah Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bogor.

Fungsi Satgas COVID-19 sebagai pusat logistik barang dari berbagai BUMN, bantuan yang telah disalurkan di antaranya APD engkap 200 set, masker medis 1.000 pcs, APD Disposable 2.000 pcs.

Lalu masker non medis sebanyak 14 ribu, cairan disinfektan sebanyak 1.500 liter, handsanitizer 150 liter, wastafel portable 10 unit.

Kemudian sepatu booth 200 pcs, hand sanitizer 400 botol, disinfektan 4.000 liter, masker non medis 80.000 pcs dan wastafel portable 40 unit dengan nilai total mencapai Rp2 miliar.

Sementara itu, Direktur Operasional PTPN VIII, Jhoni Halintar Tarigan menambahka sebagai perusahaan perkebunan yang memproduksi teh terbesar di Indonesia, PTPN VIII juga ingin memberikan produk teh bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi COVID-19. (ant)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KORPORASI

Tinjau Kesiapan Vaksin Covid-19, Komisi VI Kunjungi Bio Farma

Avatar

Published

on

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih. (Foto : dpr.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Semakin meluasnya sebaran virus Corona (Covid-19) memaksa semua pihak untuk bekerja bersama-sama menemukan vaksin Covid-19. Seiring menunggu keberhasilan temuan tersebut, upaya deteksi melalui rapid test dan swab test (Polymerase Chain Reaction/PCR) juga terus dilakukan guna menghentikan sebarannya. Guna memastikan kesiapan tersebut, Komisi VI DPR RI melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke PT Bio Farma (Persero) selaku holding BUMN yang bergerak di sektor farmasi.

“Kami datang ke Bio Farma untuk melihat kesiapan-kesiapan itu termasuk kesiapan vaksinnya sendiri, dan juga mereka saat ini sedang memproduksi alat  tes kit PCR, yang per akhir Mei 2020 mereka bisa memproduksi 100 ribu test (kit), jadi kita mau cek juga bagaimana kesiapannya di lapangan dan kesiapan untuk memproduksi lebih lanjut,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih usai memimpin pertemuan Tim Kunspek Komisi VI DPR RI dengan jajaran direksi PT. Bio Farma, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020).

Lebih lanjut, politisi Fraksi Partai Golkar ini memandang pemulihan kesehatan masyarakat (public health recovery) harus dituntaskan jika menginginkan ekonomi untuk segera bangkit. Untuk itu, ia mendorong segera dirampungkannya uji klinis dari vaksin Covid-19 yang saat ini sedang dikembangkan oleh Bio Farma, Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, LIPI, Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), dan sejumlah perguruan tinggi yang bergerak di bawah pimpinan Lembaga Biologi Molekular Eijkman.

“Vaksin ini kan harus segera dilakukan uji klinis, karena itu kesiapan mereka lakukan sampai bulan Desember ini, bahkan kerja sama dengan berbagai universitas hingga lembaga internasional untuk sesegera mungkin bisa merapkan vaksin ini dan bisa segera di produksi di tahun 2021, dan harapan kami mudah-mudahan kita bisa segera bangkit di tahun depan karena kalau vaksin sudah ditemukan maka kepercayaan orang untuk bekerja kembali akan timbul,“ imbuh Demer, sapaan akrabnya.

Berbagai dukungan baik dalam bentuk legislasi maupun dukungan anggaran, diakui Demer, akan terus diberikan. “Anggaran sudah bertriliun-triliun, lebih dari Rp 150 triliun keluar untuk kesehatan saja, dari anggaran tersebut kami ingin pastikan apakah benar-benar siap melakukan risetnya, memproduksi PCR-nya, jadi laporannya tidak hanya window dressing,” papar legislator daerah pemilihan (dapil) Bali itu.

Sejumlah kendala yang dihadapi Bio Farma, ungkap Demer, salah satunya yakni macetnya pembayaran utang oleh rumah sakit. “Kemarin mereka sudah meminta persetujuan untuk mendapatkan utang-utang yang belum dibayarkan dari hampir 30 rumah sakit karena persoalan BPJS. Kemarin Menteri Keuangan juga sudah memberikan, sehingga tentu mereka bisa berinvestasi, yang kita harapkan investasinya ditujukan untuk penanganan Covid-19 dalam waktu dekat ini,” ungkap Demer.

Menyampaikan komitmennya mengatasi pandemi Covid-19, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan anggota BUMN Farmasi lainnya, yakni Kimia Farma dan Indofarma untuk menyediakan obat yang sudah masuk protap Pemerintah seperti Oseltsmivir, Cloroquin, Hidrocloroquine, Avigan, Vitamin C, serta sejumlah antibiotik. Mei lalu, Bio Farma juga sudah memproduksi 100.000 test kit Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan merk BioCov-19 dan sudah diedarkan per Juni 2020.

“Selain itu, pengembangan vaksin juga diiringi dengan berbagai langkah, seperti dukungan terapi Plasma Konvalesen, pembuatan Virus Transport Media (VTM), dan pembuatan laboratorium protabel BSL3. Khusus vaksin, kami menjalin kerjasama dengan Sinovac Biotech China dan CEPI, dan menjalankan Roadmap Konsorsium Nasional Vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap penelitian hingga tahun ini. Pada Januari 2021 akan diserah terimakan dengan Bio Farma untuk upscalling, uji preklinis, dan uji klinis, untuk nantinya diedarkan setelah terdaftar dan mendapat izin BPOM,” kata Honesti. (dpr)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KORPORASI

PT. Pos Indonesia Dituding Lamban Adaptasi Perkembangan Zaman

Avatar

Published

on

Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi. (Foto : dpr.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT. Pos Indonesia dengan memiliki 4700 kantor wilayah di tingkat kecamatan, seharusnya bisa merajai bisnis jasa pengiriman di Indonesia saat ini. Namun pada kenyataannya PT. Pos sama sekali tidak diperhitungkan dalam kancah bisnis pengiriman. Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi hal ini disebabkan dari lambannya PT. Pos beradaptasi dengan perkembangan zaman digital saat ini.

Hal tersebut diungkapkannya kala mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kantor Pusat PT. Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Kamis (9/7/2020). Baidowi menjelaskan, di kala pesaingnya telah menyasar masyarakat hingga lingkup terkecil dengan membuka banyak outlet, PT. Pos berhenti di tingkat kecamatan.

“Kalau PT. Pos kan hanya menyasar hingga tingkat kecamatan, sementara pesaing sudah bisa membuka outlet-outlet bahkan hingga tingkat perumahan, sehingga pilihan masyarakat lebih banyak kepada mereka. Ditambah juga dengan waktu pengirimannya yang cepat. Saya kira ini harus menjadi perhatian kita semua ke depan,” terang politisi yang akrab disapa Awi ini.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyayangkan revenue PT. Pos yang terus menurun. Padahal di satu sisi, pada masa pandemi Covid-19, bisnis jasa pengiriman menjadi salah satu yang populer dan berkembang. Sehingga menurut Awi ada masalah mendasar pada perusahaan ini yang perlu dicarikan jalan keluarnya.

”Karena kita dibatasi satu dan lain hal, bisnis pengiriman ini bagus sebenarnya. Tapi revenue-nya justru turun. Mungkin saya gambarkan satu pengalaman. Di satu sisi PT. Pos masih menjalankan bisnisnya, di sisi lain ada penugasan kepada PT. Pos untuk menyalurkan bansos. Sehingga SDM di masing-masing tingkat kecamatan itu terlihat gelagapan,” jelas legislator dapil Jawa Timur XI itu.

Untuk itu, apabila PT. Pos ingin melakukan revisi terhadap Undang-Undangnya menurut Awi perlu ada kajian mendalam. Ia mengatakan bahwa Komisi VI DPR RI tentu akan mendukung penuh kebutuhan produk legislasi yang dapat membantu mempertahankan eksistensi dari PT. Pos itu sendiri.

“Ini perlu juga dilakukan research, sehingga nanti kebijakan-kebijakannya bisa menyesuaikan. Terakhir kalau disampaikan ada keinginan dukungan-dukungan politik dari Komisi VI, tentunya pasti kami mendukung, tapi kan tergantung juga dari kesiapan PT. Pos-nya. Jangan sampai sudah kita berikan keleluasaan, sudah kita berikan dukungan tetapi political willnya tidak ada,” tukasnya. (dpr)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KORPORASI

Mulai 10 Juli 2020, KAI Menambah Lagi Tiga Perjalanan ke Jakarta

Avatar

Published

on

KAI akan menambah tiga Kereta Api Jarak Jauh untuk menuju DKI Jakarta. (Foto : Instagram @ptkai_121)

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia/KAI (persero) akan menambah tiga Kereta Api Jarak Jauh untuk melayani masyarakat dari dan menuju DKI Jakarta, serta ke berbagai rute lainnya.

Tiga KA itu adalah KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pp), Bima (Gambir-Malang pp), dan Sembrani (Gambir-Surabaya Pasar Turi pp). Adapun penambahan KA tersebut akan dimulai per 10 Juli 2020.

“KAI menambah layanan KA Jarak Jauh Komersial kelas Luxury, Eksekutif, Ekonomi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan new normal yang ketat,” ujar Direktur Niaga KAI, Maqin U Norhadi, Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut Ia menjabarkan beberapa jadwal KA yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Argo Parahyangan keberangkatan Stasiun Gambir tersedia pukul 07.10, 17.45, dan 18.45. Sedangkan KA Argo Parahyangan keberangkatan dari Stasiun Bandung tersedia pukul 04.55, 06.45, dan 11.10.

2. KA Bima (71) berangkat dari Stasiun Malang pukul 14.25 dan tiba di Gambir pukul 05.40; KA Bima (72) berangkat dari Stasiun Gambir pukul 16.40 dan tiba di Malang pukul 08.27;

3. KA Sembrani (81) berangkat dari Stasiun Pasar Turi pukul 17.30 dan tiba di Gambir pukul 04.00; KA Sembrani (82) berangkat dari Stasiun Gambir pukul 19.00 dan tiba di Surabaya Pasar Turi pukul 05.15.

Menurut Maqin, pada tahap awal, ketiga KA tersebut baru akan dioperasikan setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Hal tersebut dikarenakan minat masyarakat untuk bepergian dengan KA jarak jauh lebih tinggi pada akhir pekan. “Perjalanan KA tersebut akan terus dievaluasi pengoperasiannya, menyesuaikan dengan perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Untuk melihat jadwal keberangkatan dari stasiun antara, masyarakat dapat mengakses aplikasi KAI Access. Tiket dapat dipesan melalui KAI Access, web KAI, dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya mulai h-7 keberangkatan.

KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan di KAI Access agar mendapatkan kemudahan ekstra seperti fitur e-boarding pass, reduksi online, reschedule online, dan cancellation online.

Maqin memastikan, seluruh KA yang dioperasikan tarifnya tetap dan tidak mengalami kenaikan, dimana untuk KA Komersial tarifnya sesuai dengan rentang Tarif Batas Bawah dan Tarif Batas Atas yang telah ditentukan.

“KAI juga menambahkan Kereta Luxury pada rangkaian KA Sembrani dan Argo Parahyangan, setelah sebelumnya dirangkaikan pada KA Turangga (Gambir-Surabaya Gubeng pp) untuk memberikan kenyamanan ekstra kepada para pelanggan kereta api selama dalam perjalanan,” jelasnya.

Sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19, lanjut Maqin, KAI menerapkan berbagai protokol kesehatan yang ketat dan harus dipatuhi oleh seluruh pelanggan. “Sesuai SE DJKA No.14 tahun 2020, kapasitas kereta masih diatur batas maksimal yang dapat dijual untuk menciptakan physical distancing selama dalam perjalanan. Pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan mengenakan face shield yang disediakan oleh KAI selama dalam perjalanan hingga meninggalkan area stasiun tujuan. Untuk penumpang dengan usia dibawah 3 tahun agar menyediakan sendiri face shield pribadi.”

Disamping itu, pelanggan KA Jarak Jauh juga diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19 No 9 Tahun 2020. Berkas-berkas tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding. Adapun ketentuannya yaitu:
1. Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 14 hari sejak diterbitkan pada saat keberangkatan.

2. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas test PCR dan/atau Rapid Test.

3. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

4. Khusus bagi pelanggan yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

5. Secara umum, setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kereta api di masa new normal, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Minat masyarakat akan layanan kereta api terus meningkat, dimana KAI rata-rata melayani 23 ribu pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal per hari pada awal pengoperasian KA Reguler yaitu 12 – 17 Juni 2020.

Pada Juli 2020, rata-rata pelanggan yang dilayani sudah meningkat 50 persen menjadi 35 ribu pelanggan per harinya. Sejak pengoperasian kembali KA Reguler pada 12 Juni 2020 – 6 Juli 2020, total KAI telah melayani 714.581 pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan juga ditopang dengan semakin banyaknya KA yang dioperasikan oleh KAI. Per 10 Juli 2020, KAI menjalankan 47 KA Jarak Jauh dan 114 KA Lokal atau total 161 perjalanan KA. Jumlah tersebut meningkat 40 persen dibanding saat pengoperasian kembali KA Reguler pada 12 Juni 2020 sebanyak 115 KA. (inf)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat