Connect with us

INFRASTRUKTUR

Pengembangan Pelabuhan Ambon akan Perkuat Konektivitas Wilayah Timur

Published

on

Pelabuhan Ambon yang merupakan pelabuhan cabang dari Pelindo IV melakukan transformasi, dengan mengembangkan proses bisnis, modernisasi peralatan, pengembangan IT serta penyegaran struktur organisasi.

Mediaemiten.com, Jakarta – Pelabuhan Ambon siap dikembangkan untuk memperkuat konektivitas antarpulau di wilayah timur Indonesia. Sejak Desember 2019, Pelabuhan Ambon yang merupakan pelabuhan cabang dari Pelindo IV ini melakukan transformasi, dengan mengembangkan proses bisnis, modernisasi peralatan, pengembangan IT serta penyegaran struktur organisasi.

“Transformasi yang bersifat fundamental terus kami lakukan hingga pertengahan semester 2020. Untuk percepatan pengembangan Pelabuhan Ambon, kami menggandeng PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI),” kata General Manager Pelindo IV Cabang Pelabuhan Ambon,  Ady Sutrisno, di Ambon, Maluku, Senin, (10/2/2020).

Ady menjelaskan, selain pengembangan teknologi informasi dan modernisasi infrastruktur, transformasi mendasar yang dilakukan Pelindo IV adalah dengan mengembangkan SDM, agar mampu menjawab tuntutan layanan kepelabuhanan yang berkembang pesat. Kebutuhan itu terlihat dari meningkatnya kapasitas dan volume pelayaran, termasuk yang melintasi kawasan timur Indonesia.

“Bulan Januari, kami mengirim beberapa staf operasional ke Pelabuhan Pontianak untuk melakukan studi banding dan on job training,” jelasnya.

Menurutnya, proses transformasi yang sudah berjalan telah membuahkan hasil. Produktivitas container handling (bongkar muat peti kemas) jauh meningkat. Salah satunya, kinerja operator crane naik dari 10 boks peti kemas per jam menjadi 25 boks peti kemas per jam.

“Secara fisik, perubahan di dermaga juga terlihat. Terminal peti kemas yang merupakan kawasan terbatas (restricted area) mulai steril, sehingga keamanan dan keselamatan container handling lebih terjamin,” jelas Adi.

Sementara itu, Direktur Utama PT PMLI, Edy Purwanto mengatakan, sebagai lembaga yang fokus pada pelatihan dan konsultan kemaritiman berakreditasi global, pihaknya menyiapkan serangkaian program transformasi di Pelabuhan Ambon. Beberapa program yang sudah berjalan antara lain pengembangan infrastruktur & fasilitas peralatan, serta eksplorasi penerapan digitalisasi layanan kepelabuhanan di terminal peti kemas. (bvi)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INFRASTRUKTUR

Pelindo III Rampungkan Pengerukan Pelabuhan Benoa

Published

on

CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, Wayan Eka Saputra.

Mediaemiten.com, Surabaya – Tingkat kunjungan kapal pesiar yang cukup tinggi membuat Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola Pelindo III aktif meningkatkan kapasitas pelabuhan untuk pelayanan kapal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah telah dirampungkannya pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 meter rata-rata muka air laut (LWS) menjadi minus 12 meter LWS.

“Hal tersebut memungkinkan kapal pesiar dengan Length of All (LOA) atau ukuran panjang lebih dari 350 meter dapat bersandar di dermaga, dimana sebelumnya hanya berlabuh di luar alur pelabuhan,” kata CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, Wayan Eka Saputra melalui siaran persnya, Jumat (14/6/2019).

Selain itu, lanjut Wayan, turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar dari sebelumnya hanya 300 meter, menjadi 420 meter. Selain itu, lebar di kolam timur juga diperlebat dari awalnya 150 meter, menjadi 200 meter. Pun untuk kolam barat diperlebar dari 150 meter menjadi 330 meter. Sehingga, kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman

Selain itu, lanjut Wayan serangkaian peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan gedung terminal penumpang, juga dilakukan. Pelindo III meningkatkan kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang, diperbesar hingga mampu menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi.

“Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa akan selesai semester dua 2019. Hingga awal Juni, progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 79,12,” ujar Wayan.

Pelindo III juga sedang melakukan pengembangan lain, yakni penataan kembali zona perikanan di sisi barat Pelabuhan Benoa, dan zona BBM-Gas dengan Curah di sisi timurnya. Perluasan zona perikanan di Pelabuhan Benoa diharapkan dapat menjadi simpul bagi sentral produksi dan industri perikanan di Bali.

Wayan menjelaskan, jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada 2018 di Pelabuhan Benoa, tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara. Naik 5 persen dibanding tahunnya yang hanya 52.125 orang. Kemudian pada 2019, tepatnya hingga Mei, tercatat kunjungan kapal pesiar sebanyak 26 unit, dengan penumpang sebanyak 24.418 orang.

“Target kapal pesiar di tahun 2019 ini sendiri sebanyak 75 unit kapal pesiar,” kata Wayan Eka Saputra. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Waskita Beton Precast Tawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Rp 500 M

Published

on

WSBP menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar dengan tenor 3 tahun dan pembayaran bunga setiap triwulan (dengan basis 30/360).

Adapun, masa penawaran awal (bookbuilding) pada 29 Mei-18 Juni 2019 dan masa penawaran umum pada 1-2 Juli 2019. Ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I dengan nilai sebesar Rp 2 triliun.

“Aksi korporasi ini sekaligus sebagai momen kembalinya WSBP memasuki pasar modal sejak IPO 2016 lalu,” kata Direktur Keuangan Anton Y Nugroho dalam keterangannya, Kamis (13/6/2019).

Anton menuturkan, alasan penerbitan obligasi pertama alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan.

Kemudian, Kedua sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan dan ketiga memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

Berdasarkan Fitch Rating, tercatat obligasi yang diterbitkan oleh WSBP mendapat peringkat BBB+ (Triple B Plus) atau termasuk ke dalam Investment Grade.

Ini menunjukan bahwa WSBP dianggap memiliki kemampuan yang cukup untuk melunasi utangnya, sehingga investor dapat berinvestasi dengan aman. Selain itu, jaminan obligasi WSBP berbentuk tanpa jaminan khusus.

“Hasil penerbitan obligasi ini nantinya akan digunakan untuk modal kerja perusahaaan sebesar 40 persen untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek eksisting dan sebesar 60 persen untuk investasi pembangunan pabrik salah satunya yang akan dibangun di daerah Kalimantan,” tutur Anton.

Adapun Obligasi Berkelanjutan tahap selanjutnya yaitu senilai Rp 1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada triwulan III/2019.

Sebagai informasi, penerbitan obligasi berkelanjutan ini dapat terlaksana juga karena kerja sama dari para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi, antara lain PT Bahana Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Waskita Beton Terbitkan Obligasi untuk Bangun Pabrik

Published

on

Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal obligasi berkelanjutan I tahap I sebesar Rp500 miliar.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melakukan periode penawaran awal obligasi berkelanjutan I tahap I sebesar Rp500 miliar dengan tenor tiga tahun dan pembayaran bunga setiap triwulan (dengan basis 30/360). Masa penawaran awal (book building) pada 29 Mei-18 Juni 2019 dan masa penawaran umum pada 1-2 Juli 2019.

Mengutip keterangan tertulis Waskita Beton Precast yang diperoleh Medcom.id, Kamis, 13 Juni 2019, obligasi ini merupakan bagian dari program obligasi berkelanjutan I dengan nilai sebesar Rp2 triliun. Aksi korporasi juga sekaligus sebagai momen kembalinya WSBP memasuki pasar modal sejak IPO 2016 lalu.

Beberapa faktor pendorong perusahaan menerbitkan obligasi sebagai alternatif pendanaan lain dari perbankan yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Obligasi ini juga sesuai dengan kebutuhan investasi jangka menengah-panjang perusahaan, dan memiliki jatuh tempo yang lebih panjang.

Hasil dari penerbitan obligasi ini nantinya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan sebesar 40 persen untuk mendukung penyelesaian proyek-proyek existing dan sebesar 60 persen untuk investasi pembangunan pabrik salah satunya yang akan dibangun di daerah Kalimantan. Adapun obligasi berkelanjutan tahap selanjutnya yaitu senilai Rp1,5 triliun akan dilakukan paling cepat pada triwulan III-2019. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending