Connect with us

INDEKS HARGA

Dapatkah Harga Saham Dikelola dengan Strategi Komunikasi?

Published

on

Dua faktor penting yang bisa mempengaruhi kenaikan atau penurunan harga saham, faktor eksternal, dan faktor internal.

Mediaemiten.com, Jakarta – Berdasarkan referensi, setidaknya ada dua faktor penting yang bisa mempengaruhi kenaikan atau penurunan harga saham, yaitu pertama, faktor eksternal, dan kedua, faktor internal.

Yang termasuk faktor internal adalah kebijakan pemerintah, fluktuasi kurs rupiah terhadap mata uang asing, kondisi fundamental ekonomi makro, rumor dan sentimen pasar, faktor manipulasi pasar, dan faktor kepanikan.

Sedangkan yang termasuk faktor internal adalah aksi korporasi (corporate action), dan proyeksi kinerja perusahaan pada masa mendatang. Namun demikian, rumor dan sentimen pasar, dan faktor manipulasi pasar, bisa juga datang dari internal.

Nah, tentu saja semua pihak terutama pemegang saham satu emiten (perusahaan publik atau listed company) ingin agar harga sahamnya berada di posisi yang baik, dan harapannya adalah harganya selalu meningkat.

Dengan harga saham yang baik, apalagi naik terus maka akan menguntungkan bagi investor dan pemegang saham. Secara jangka pendek mendapat keuntungan dari capital gain, sedangkan jangka panjangnya adalah penerimaan deviden yang baik.

Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga saham, tentu sulit dipengaruhi oleh emiten, karena berada di luar jangkauan kekuasaannya.

Emiten Harus Memberikan Harapan

Tetapi yang faktor internal tentu bisa dikelola dengan baik dan optimal. Misalnya, aksi korporasi, dan proyeksi kinerja perusahaan pada masa mendatang.

Kalau ingin harga sahamnya baik, tentu saja aksi korporasinya harus memberikan harapan yang baik. Begitu juga proyeksi kinerjanya harus meyakinkan akan bisa direalisasikan.

Itu saja cukup? Menurut saya belum, karena semua emiten akan melakukan hal demikian juga. Karena itu, emiten juga perlu strategi komunikasi yang baik untuk mengelola rumor dan sentimen pasar.

Harga saham akan naik dan turun karena fluktuasi penawaran dan permintaan. Jika lebih banyak orang ingin membeli saham, harga pasarnya akan meningkat. Jika lebih banyak orang mencoba menjual saham, harganya akan turun.

Faktor rumor dan sentimen pasar (atau sentimen investor) merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi harga saham, karena itu perlu ada manajemen yang tepat untuk menangani masalah ini.

Masalahnya, sentimen pasar banyak dipengaruhi oleh berita. Baik itu berita positif, berita negatif, rumor (berita yang belum tentu kebenarannya), ataupun hoaks (berita bohong).

Strategi Komunikasi & Manajemen Reputasi

Mengantisipasi persoalan-persoalan di atas, tentu diperlukan suatu strategi komunikasi yang efektif dan manajemen reputasi yang bisa menjadi jembatan untuk transparansi informasi publik yang faktual material sekaligus menguntungkan bagi emiten.

Ada beberapa langkah positif yang bisa dilakukan oleh perusahaan publik yang relatif positif untuk diimplementasikan dalam strategi komunikasi, yaitu :

Pertama, banjiri media dengan berita aksi korporasi.

Ada daftar hampir 30 informasi publik (fakta material) aksi perusahaan yang wajib dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya semua aksi perusahaan yang positif/negatif bagi perusahaan harus dilaporkan.

Semua aksi korporasi yang positif sebaiknya dibuatkan Press Release dan didistribusikan kepada berbagai media, baik media mainstream, media bisnis, maupun media khusus pasar modal.

Kedua, tanggapi rumor dengan baik.

Rumor kadang-kadang ada juga yang positif, tetapi lebih banyak yang negatifnya.

Rumor negatif harus ditanggapi secara formal dengan jalan meluruskan informasi yang faktual. Mekanismenya, bisa lewat Press Release yang dilaporkan juga ke pihak otoritas.

Ketiga, sampaikan contingency plan yang tepat.

Bisa jadi ada kebijakan pemerintah dan cuaca yang tidak kondusif untuk iklim industri. Jika hal demikian yang terjadi, sampaikan tindakan dan langkah-langkah yang akan dilakukan agar kinerjanya tetap baik secara argumentatif.

Keempat, segera klarifikasi jika ada tudingan negatif.

Jika ada tudingan negatif apalagi, hoaks atau fitnah harus segera diklarifikasi pada saat itu juga. Jangan dibiarkan begitu saja.

Harus segera diklarifikasi pada saat itu juga, agar daya rusaknya tidak meluas. jika ada tudingan negatif apalagi, hoaks atau fitnah harus segera diklarifikasi pada saat itu juga.

Undang wartawan pasar modal untuk Press Conference, dan jika sangat signifikan laporkan kepada pihak yang berwajib, sebagai bentuk keseriusan emiten.

Kelima, singkirkan berita negatif ke Google belakang.

Ini penting, hampir semua orang — termasuk investor, kalau mencari referensi atau mencari second opinion untuk proses pengambilan keputusan adalah mengetik kata kunci di situs mesin pencari terbesar di dunia, yaitu Google.

Coba bayangkan ketika diketik kode saham atau nama emiten yang muncul adalah rumor, gosip, masalah hukum, pelanggaran peraturan, konten buruk dari investor, dan sederet berita negatif di Google Page One. Apa yang terjadi?

Karena itu, segera pindahkan berita-berita aksi korporasi yang positif di halamaj utama Google. Biarkan, berita negatif yang merusak reputasi korporasi digeser ke halaman G+2 atau lebih jauh lagi.

Dengan upaya-upaya komunikasi dan implementasi strategi manajemen reputasi seperti ini diharapkan corporate reputation emiten juga akan semakin baik.

Banjirnya berita positif terhadap emiten, dan susutnya berita negatif tentunya akan mengundang sentimen positif. Jika sentimen positif mulai tumbuh, mudah-mudahan harga saham emiten tersebut juga akan membaik.

Itulah sebabnya ada yang berpendapat di pasar modal yang menyebutkan bahwa harga saham itu dibentuk dari perkawinana antara financial engineering dengan communicatoons engineering, dalam arti positif. Mungkin, penjelasannya seperti itu. (bud)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INDEKS HARGA

Saham China Ditutup Turun, Hapus Keuntungan Hari Sebelumnya

Published

on

Indeks Komposit Shanghai merosot 1,41 persen menjadi berakhir di 3.052,14 poin.
Mediaemiten.com, Beijing – Saham-saham China lebih rendah pada perdagangan Selasa (21/1/2020), menghapus keuntungan hari sebelumnya dengan indikator utama Indeks Komposit Shanghai merosot 1,41 persen menjadi berakhir di 3.052,14 poin.

Indeks Komponen Shenzhen, yang mencatat saham-saham di bursa kedua China, berkurang 1,46 persen menjadi mengakhiri perdagangan pada 10.953,41 poin.

Nilai transaksi gabungan saham yang mencakup kedua indeks tersebut mencapai 690,5 miliar yuan (sekitar 101 miliar dolar AS), meningkat dari 679 miliar yuan pada hari perdagangan sebelumnya.

Jumlah saham turun melampaui yang naik, sebanyak 1.190 saham terhadap 276 saham di bursa Shanghai dan 1.651 saham terhadap 503 saham di Shenzhen.

Saham-saham perusahaan pengelola bandara, transportasi udara, pariwisata serta pembuat minuman keras memimpin kerugian.

Saham-saham yang terkait dengan sektor biomedis melawan tren penurunan dan memimpin kenaikan, dengan saham Guangzhou Baiyunshan Pharmaceutical Holdings Co, Ltd, produsen obat, naik 2,85 persen.

Sementara itu, indeks ChiNext yang melacak saham-saham perusahaan sedang berkembang di papan bergaya Nasdaq China, kehilangan 0,76 persen menjadi ditutup pada 1.967,03 poin. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDEKS HARGA

Bursa Singapura Jatuh, Indeks Strait Times Ditutup Turun 32,92 Poin

Published

on

Indeks Straits Times turun satu persen atau 32,92 poin, menjadi 3.247,17 poin.
Mediaemiten.com, Singapura – Bursa saham Singapura ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa (21/1/2020), dengan acuan Indeks Straits Times turun satu persen atau 32,92 poin, menjadi 3.247,17 poin.

Total 2,67 miliar lembar saham berpindah tangan senilai 1,11 miliar dolar Singapura (sekitar 822,4 juta dolar AS), dengan jumlah saham turun melampaui yang naik, sebanyak 350 saham berbanding 138 saham.

Indeks Straits Times turun 0,03 persen atau 0,94 poin, menjadi 3.280,09 poin pada penutupan perdagangan Senin (20/1/2020) , dengan volume transaksi mencapai 2,48 miliar saham senilai 838,65 juta dolar Singapura (sekitar 622,18 juta dolar AS). (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDEKS HARGA

Bursa Saham Malaysia Berakhir Melemah 0,19 Persen

Published

on

Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) melemah 0,19 persen atau 1,55 poin, menjadi 1.587,33 poin.
Mediaemiten.com, Kuala Lumpur – Bursa saham Malaysia berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (21/1/2020), dengan indikator utama Indeks Komposit Kuala Lumpur (KLCI) melemah 0,19 persen atau 1,55 poin, menjadi 1.587,33 poin.
Sementara itu, indeks Emas berkurang 0,13 persen atau 14,44 poin menjadi ditutup pada 11.319,67 poin.

Sebanyak 383 saham berhasil membukukan keuntungan, 509 saham mengalami kerugian dan 371 saham diperdagangkan tidak berubah.

Volume transaksi meningkat menjadi 2,66 miliar saham senilai 1,93 miliar ringgit Malaysia (474,20 juta dolar AS), dibandingkan dengan 2,53 miliar saham senilai 1,79 miliar ringgit Malaysia (441,98 juta dolar AS) pada hari sebelumnya. Indeks KLCI turun 0,43 persen atau 6,93 poin menjadi 1.588,88 poin pada penutupan perdagangan Senin (20/1/2020), dan indeks Emas berkurang 0,26 persen atau 29,44 poin menjadi 11.334,11 poin. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending