Connect with us

PROPERTI

Brentfield Investment Tambah Saham MAMI Jadi 30%

Published

on

PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) adalah emiten yang bergerak di bidang properti dengan fokus utama pada perhotelan, ruang konvensi, restoran, dan bisnis apartemen dan pusat perbelanjaan.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) menjelaskan Brentfield Investment Limited menambah kepemilikan saham menjadi 30,07% dari sebelumnya 21,36% per Juni 2019.

Perubahan kepemilikan juga terjadi pada PT Jasa Puri Medikatama yang menjadi pemegang saham baru sebanyak 800 juta saham atau 6,5%. Sedangkan PT Sentratama Kencana Turun menjadi 5,9% dari 6,75%. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Penurunan juga terjadi pada Djaja Santoso menjadi 9,1% dari 11,7%. PT Asuransi Jiwa Indosurya Sukses menjadi 3,4% dari 4,4%. Tumaco PTE Ltd menjadi 4,6% dari 6,13%.

PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) adalah emiten yang bergerak di bidang properti dengan fokus utama pada perhotelan, ruang konvensi, restoran, dan bisnis apartemen dan pusat perbelanjaan.

MAMI memiliki dan mengoperasikan Garden Palace Hotel, Surabaya serta pemilik Crystal Garden, sebuah blok apartemen dan shopping center yang saat ini dalam status kerjasama operasi dengan PT Anugerah Mitra Lestari.

Selain itu, MAMI sedang memperluas bidang usahanya melalui pembangunan perumahan Giri Sea View Residence yang berlokasi di desa Gending Kecamatan Kebomas kota Gresik.

MAMI melalui anak usahanya (PT Grahamediatama Megacom) sebagai pemilik dan pengelola beberapa outlet Dim Sum dengan nama “Orchid Hongkong Dim Sum” di beberapa lokasi di Surabaya. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PROPERTI

SMCB Tetap Pakai Merek Dagang Holcim hingga Januari 2020

Published

on

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) akan tetap menggunakan merek dagang Holcim hingga akhir Januari 2020.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) akan tetap menggunakan merek dagang Holcim hingga akhir Januari 2020. Pascaakuisisi oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk perusahaan diperkenankan menggunakan merek dagang tersebut.

“Sesuai dengan perjanjian kita dengan Semen Indonesia, kita masih masih bisa pakai nama Holcim sampai akhir Januari 2020,” ujar Presiden Direktur Solusi Bangun Indonesia, Aulia Mulki Oemar dalam konferensi pers di Hotel Sheraton, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 26 Juni 2019.

Menurut Aulia, perusahaan kini tengah menyusun strategi perubahan nama. Maklum, Holcim dinilai sebagai merek dagang yang sudah melekat di mata publik.

“Strategi rebranding-nya Holcim itu tentang inovasinya, itu yang kita jaga. Kemudian kedekatan kita ke pelanggan. Dua hal itu harus dipegang,” tegas dia.

Selain me-rebranding, perusahaan juga penting untuk menjaga ketersediaan produk di pasar.

“Menurut kami itu sama pentingnya juga dengan rebranding itu sendiri,” tutur dia.

Kinerja keuangan perusahaan hingga tiga bulan pertama tahun ini mengalami perbaikan. Tingkat kerugian berhasil ditekan sebesar 63 persen, dari Rp332 miliar di 2018 menjadi hanya Rp123 miliar.

“Alhamdulillah kinerja keuangan kita relatif cukup bagus karena beban-beban menurun signifikan, sehingga kita berhasil menurunkan tingkat kerugian kita hingga 63 persen,” jelas Aulia.

Pendapatan emiten berkode SMCB hingga kuartal I-2019 itu sebesar Rp2,20 triliun, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya dengan membukukan pendapatan sebanyak Rp2,18 triliun. Sementara posisi utang perseroan hingga Mei 2019 sebanyak Rp9 triliun.

Sedangkan volume penjualan dari Januari sampai Mei 2019 tercatat turun 2,85 persen dibandingkan dengan pencapaian periode sama 2018, dari 4,04 juta ton menjadi 3,92 juta ton. “Kinerja kita membaik meskipun market (industri semen) masih dalam tekanan,” pungkas dia. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

Penjualan Properti High End Podomoro Golf View Turun 20 Persen Selama Puasa

Published

on

Asisten Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk, Alvin Andronicus.

Mediaemiten.com, Jakarta – Asisten Vice President PT Agung Podomoro Land Tbk, Alvin Andronicus mengatakan bahwa penjualan dalam proyek Agung Podomoro Golf View mengalami penurunan saat Ramadhan sebanyak 20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Namun, Alvin menuturkan penurunan penjualan tersebut hanya berlaku pada penjualan tipe hunian di atas Rp2 miliar atau high end. Kemudian, hunian dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, tetap memiliki tren penjualan yang baik seperti bulan sebelumnya.

“Kami melakukan strategi khusus dalam mengantisipasi tren penurunan penjualan di bulan Ramadhan, berkaitan dengan ulang tahun APL ke 50, kami memberikan paket-paket khusus seperti Down Payment (DP) 5 persen dengan cicilan 20 tahun,” ujarnya pada Bisnis Kamis (13/6/2019).

Alvin menuturkan tren penjualan pada segmentasi harga hunian dibawah Rp2 miliar yang terus lancar diindikasikan karena adanya penggunaan dana THR dalam membeli properti.

Selain itu, Alvin menuturkan bahwa pasar properti pascapemilu dan lebaran akan mulai tancap gas. Pasalnya, pergerakan ekonomi dan politik sudah mulai stabil dan investor asing mulai optimistis untuk melakukan investasi kembali.

Alvin optimistis keyakinan pasar akan selaras dengan rencana pemerintah yang akan melakukan pertumbuhan ekonomi sebanyak 5,3 persen tahun ini. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PROPERTI

PPRO Genjot Pemasaran 6 Proyek High Rise di Jatim

Published

on

PPRO optimistis mampu mendongkrak pemasaran sejumlah proyek high rise building di Jawa Timur (Jatim) di semester kedua 2019.

Suarabumn.com, Surabaya – PT PP Properti Tbk (PPRO) optimistis mampu mendongkrak pemasaran sejumlah proyek high rise building di Jawa Timur (Jatim) di semester kedua 2019 guna meraih target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 16 persen.

Vice President Reality PT PP Properti Tbk, Rudy Harsono, mengatakan, proyek-proyek di Surabaya dan Malang tahun ini diharapkan menyumbang 60 persen dari target penjualan tahun in. Proyek-proyek tersebut adalah Grand Sungkono Lagoon (GLS) di Surabaya barat, Grand Shamaya di jantung kota Surabaya, Grand Dharmahusada Lagoon (GDL) di Surabaya timur, Westown View di Surabaya barat, Grand Sagara di Surabaya utara dan Begawan Apartment di Malang.

Tahun lalu, keseluruhan proyek tersebut mampu menyumbang hampir 50 persen dari total penjualan Rp 3,48 triliun atau meningkat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 3,09 triliun.

“Harapan kami proyek-proyek di Surabaya dan Malang yang pengerjaaannya terus berlangsung ini menyumbang target pertumbuhan penjualan tahun ini sebesar 16 persen,” kata Rudy di Surabaya, Kamis (13/6/2019).

Rudy mengakui, pemasaran proyek hunian itu di semester pertama tahun ini memang kurang memuaskan atau tidak sesuai dengan yang direncanakan karena pasar wait and see dengan situasi politik sejak awal tahun ini. Masyarakat cenderung menahan investasinya di pasar properti.

“Harapan kami di semester kedua tahun ini situasi politik bisa tetap aman dan terkendali sehingga geliat ekonomi ada dan penjualan proyek kami bisa tetap tumbuh sesuai target,” tegas Rudy.

Menurut Rudy, pertumbuhan sektor properti sangat dibutuhkan karena hampir 160 lebih sektor lain terkait dengan sektor properti, termasuk diantaranya industri semen dan furnitur. Belum lagi kebutuhan hunian di di Jatim juga sangat tinggi.

Diperkirakan backlog hunian di Jatim mencapai 1,6 juta unit. Karena itu, meskipun secara umum pasar properti melambat permintaan hunian di segmen menengah masih cukup tinggi dalam setahun terakhir. Sementara untuk segmen menengah keatas diperkirakan akan segera pulih seiring dengan situasi politik yang tetap aman kedepan.

“Kebutuhan hunian yang cukup tinggi inilah yang mendorong kami untuk terus menuntaskan proyek-proyek kami baik di Surabaya dan Malang sesuai target,” tegas Rudy.

Rudy merinci misalnya proyek Grand Sungkono Lagoon saat ini tengah membangun tower III dan merampungkan tower II setelah dioperasikan tower satu. Begitu pula dengan proyek-proyek lainnya, pengerjaan tower juga terus berjalan seperti di Grand Dharmahusada Lagoon, Grand Sagara, Westown View. Khusus untuk Begawan Apartment di Malang saat sudah merampungkan 10 lantai dari 20 lantai yang direncanakan.

“Seiring dengan pembangunan proyek yang terus berjalan, kita juga lakukan terobosan pemasaran, selain ritel kita juga lakukan menyasar bulk buyer. Salah satunya adalah dari Malaysia selain yang sudah kita dapatkan dari Dubai beberapa waktu lalu. Bulk buyer ini juga untuk mengimbangi kondisi stangnan di ritel,” kata Rudy. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending