Connect with us

BURSA EFEK

Satyamitra Kemas Lestari jadi Emiten Pendatang Baru di BEI

Published

on

Satyamitra Kemas Lestari Tbk yakni emiten yang bergerak di pengemasan karton atau packaging.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan banyak emiten baru pada pekan ini. Pada hari ini, tercatat akan ada satu perusahaan baru yang akan melantai perdana.

Perusahaan tersebut ialah PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk yakni emiten yang bergerak di pengemasan karton atau packaging.

Lewat mekanisme initial public offering (IPO), Perseroan diketahui menawarkan sahamnya di harga Rp193 per lembar saham. Dengan demikian, Perseroan akan memperoleh dana segar senilai Rp250 miliar.

Adapun pada masa atau periode penawaran umum yang dimulai pada tanggal 1-4 Juli 2019 kemarin, Perseroan mendapati kelebihan permintaan saham.

“Pada penawaran umum hari pertama, tercatat ada 270 calon investor yang meminati saham Satyamitra. Kemarin oversubscribed 1,5 kali,” tutur Direktur Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto di Jakarta, Selasa (9/7).

Selain saham, Satyamitra akan memberikan pemanis kepada para investor berupa waran seri I. Adapun sebanyak 260 juta waran atau setara dengan 9,45 persen dari modal ditempatkan dan disetor akan dibagi. Nantinya, setiap pemegang 5 saham baru akan mendapatkan 1 waran yang memiliki jangka waktu selama 6 bulan.

Dari aksi IPO, 40 persen akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Kemudian 30 persen lainnya akan digunakan untuk pembelian mesin dan pabrik baru di Jawa Tengah.

Sisanya diketahui akan digunakan untuk membayar utang senilai Rp80 miliar dengan tingkat bunga 10,25 persen per tahun kepada Bank Central Asia (BBCA). Utang ini akan jatuh tempo pada Maret 2020. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BURSA EFEK

Melantai Perdana, Saham Pemasok Kemasan Adidas Ini Menghijau

Published

on

Saham perusahaan pemasok kemasan Adidas Cs tersebut menghijau 69,95 persen, dengan kenaikan Rp 135 dari nilai awal Rp 193 per lembar menjadi Rp 328 per lembar saham.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Satyamitra Kemas Lestari resmi mencatatkan diri sebagai emiten ke-31 yang melantai di Bursa Efek Indonesia pagi ini, Kamis (11/7/2019), dengan kode saham SMKL.

Saat perdagangan dibuka, saham perusahaan pemasok kemasan Adidas Cs tersebut menghijau 69,95 persen, dengan kenaikan Rp 135 dari nilai awal Rp 193 per lembar menjadi Rp 328 per lembar saham.

Adapun SMKL melepas sebanyak 650 juta lembar saham pada penawarannya, yang merupakan 19,12 persen dari komposisi saham keseluruhan. Dengan demikian, perusahaan ditargetkan meraup dana Rp 213,2 miliar.

Sebelumnya, perseroan telah menerima dana sebesar Rp 125,45 melalui masa penawaran umum perdana saham yang berlangsung 1-4 Juli lalu.

Direktur utama SMKL, Ang Kinardo menyatakan IPO adalah langkah awal bagi perseoran untuk menjadi pemimpin industri packaging Indonesia.

“Kami berharap dgn dicatatkannya perusahaan kami akan semakin terdepan. Kami akan terus berusaha terus menerapkan good corporate governance lebih profesional,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/7/2019). (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BURSA EFEK

BEI Tunggu Klarifikasi Jababeka (KIJA) Perihal Risiko Default

Published

on

Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Mediaemiten.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) menunggu klarifikasi PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. terkait dengan risiko default perseroan karena tidak mampu melaksanakan kewajiban penawaran pembelian kepada para pemegang notes.

Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengungkapkan pihaknya sedang menunggu klarifikasi dari emiten berkode saham KIJA tersebut.

“Dari sisi investor kita lihat pertama materialitasnya. Pertama kita lakukan permintaan penjelasan [dari KIJA] kami ingin ada klarifikasi berita tersebut. Setelah itu kami masuk ke substansi untuk penyelesaian masalah,” katanya di gedung BEI pada Senin (8/7/2019).

Menurutnya setelah ada klarifikasi yang jelas, BEI akan melihat substansi permasalahan dan juga peluang penyelesaian perihal besaran notes. Notes yang dimaksud ialah surat utang global yang diterbitkan oleh anak perusahaan KIJA, Jababeka International B.V. dengan nilai pokok US$300 juta.

Dia menegaskan agar KIJA segera responsif mengeluarkan statemen secara lengkap supaya publik mendapatkan informasi secara lengkap dan tidak sepotong-sepotong.

“Kami minta perusahaan responsif berikan klarifikasi sehingga publik bisa mencerna dengan merata tentang apa yang terjadi,” tegasnya.

Nyoman mengungkapkan memang ada indikasi arus keuangan perusahaan sedang terganggu, tapi hal itu belum bisa dipastikan selama belum ada klarifikasi dari pihak direksi KIJA. Dia meminta agar publik tidak berandai-andai.

Nyoman menyebutkan setelah ada klarifikasi dari KIJA, BEI akan melakukan forum dengar pendapat antara direksi dengan pihak yang berhubungan dalam transaksi.

“Kalau perlu hal komprehensif akan ada dengar pendapat antara tim direksi demgan mereka yang berhubungan transaksi tersebut. Jangan berandai, biarkan mereka [KIJA] berikan klarifikasi dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi, Corporate Secretary Kawasan Industri Jababeka T. Budianto Liman menyebut perseroan memiliki risiko besar tidak mampu untuk melaksanakan kewajiban terhadap para pemegang notes dalam waktu dekat.

Berdasarkan syarat dan kondisi notes tersebut, perseroan atau Jababeka International B.V. berkewajiban untuk memberikan penawaran pembelian kepada para pemegang notes dengan harga pembelian sebesar 101 persen dari nilai pokok US$300 juta ditambah kewajiban bunga.

“Dalam hal perseroan tidak mampu melaksanakan penawaran pembelian tersebut, maka perseroan atau Jababeka International B.V. akan berada dalam keadaan lalai atau default. Keadaan lalai atau default tersebut mengakibatkan perseroan atau anak-anak perusahaan perseroan lainnya menjadi dalam keadaan lalai atau default pula terhadap masing-masing kreditur mereka lainnya,” tulis manajemen. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BURSA EFEK

Indonesian Tobacco-Darmi Bersaudara Resmi Tercatat di BEI

Published

on

PT Indonesian Tobacco Tbk dan PT Darmi Bersaudara Tbk resmi mencatatkan saham perdananya pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis pagi (4/7/2019).

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Indonesian Tobacco Tbk dan PT Darmi Bersaudara Tbk resmi mencatatkan saham perdananya pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis pagi (4/7/2019).

Direktur Utama Indonesian Tobacco Djonny Saksono mengatakan, dengan IPO ini, perseroan optimistis dapat mengembangkan bisnis secara luas.

“Kapasitas pendanaan yang bertambah akan sejalan dengan persediaan daun tembakau, yang merupakan bahan utama, yang meningkat. Hal ini dapat memengaruhi utilitas produksi, mengingat daun tembakau harus melalui tahapan dan waktu yang cukup lama sampai menjadi siap digunakan dalam proses pembuatan produk,” ujar Djonny.

Emiten berkode saham ITIC itu sebanyak 274,06 juta saham atau 29,13 persen dari modal disetor dan ditempatkan penuh dengan harga saat IPO senilai Rp219 per saham sehingga dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp60,02 miliar.

Perseroan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Pada pencatatan perdana, saham ITIC naik 110 poin atau 50 persen ke level Rp330 per saham dengan transaksi sebanyak satu kali dengan volume sebanyak enam lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp198 ribu.

Sementara itu, PT Darmi Bersaudara Tbk melepas 150 juta lembar saham dengan harga penawaran saham ditetapkan sebesar Rp150 per saham. Perseroan menargetkan dana sebesar Rp22 miliar.

Pada pencatatan perdana, saham emiten berkode KAYU itu naik 104 poin atau 69,33 persen atau ke level Rp254 per saham dengan transaksi sebanyak satu kali dengan volume sebanyak tiga lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp76.200.

Perseroan berencana menggunakan dana IPO untuk modal kerja operasional dan sisanya untuk pembelian aset produksi berupa mesin-mesin pengolahan kayu yang akan disewakan pada pihak ketiga untuk melakukan produksi khusus. (cit)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending