Connect with us

INTERNASIONAL

Emas Naik karena Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga Bank Sentral AS

Published

on

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 12,00 dolar AS atau 0,86 persen, menjadi ditutup pada 1.412,50 dolar AS per ounce.

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik secara signifikan pada akhir perdagangan Kamis pagi (11/7/2019), karena kesaksian Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell di Kongres mendorong harapan untuk penurunan suku bunga.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 12,00 dolar AS atau 0,86 persen, menjadi ditutup pada 1.412,50 dolar AS per ounce. Emas naik lebih lanjut selama perdagangan elektronik berikutnya.

Dalam sambutan yang disiapkan untuk Kongres pada Rabu (10/7/2019), Powell mengatakan bahwa arus lintas seperti ketegangan perdagangan dan kekhawatiran tentang pertumbuhan global terus membebani aktivitas ekonomi AS dan prospeknya.

Dia mengatakan bahwa banyak pembuat kebijakan Fed “melihat bahwa kasus untuk kebijakan moneter yang lebih akomodatif telah menguat.”

Ucapan Powell dianggap sebagai dovish (pelonggaran moneter) oleh banyak pelaku pasar dan memicu ekspektasi untuk pemotongan suku bunga acuan.

Akibatnya indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, turun 0,4 persen menjadi 97,10 tak lama sebelum penyelesaian perdagangan emas berjangka.

Ketika dolar AS melemah, emas berjangka akan naik karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 7,9 sen atau 0,52 persen menjadi ditutup pada 15,226 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 14,90 dolar AS atau 1,83 persen, menjadi 830,00 dolar AS per ounce. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INTERNASIONAL

Minyak Turun Tertekan Prospek Permintaan Lemah, Kekhawatiran Tasokan

Published

on

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar sembilan sen atau 0,2 persen, menjadi 53,69 dolar AS per barel.

Mediaemiten.com, Singapura – Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Senin pagi (21/10/2019), di tengah berlanjutnya kekhawatiran tentang prospek ekonomi global dan dampaknya terhadap permintaan minyak, sementara Rusia kembali gagal memenuhi target pemangkasan produksi minyak bulan lalu.

Patokan global, minyak mentah berjangka Brent turun 10 sen atau 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 59,32 dolar AS per barel pada pukul 01.08 GMT (08.01 WIB). Sementara minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun sebesar sembilan sen atau 0,2 persen, menjadi 53,69 dolar AS per barel.

“Pasar komoditas terus berjuang di tengah data ekonomi yang lemah,” kata ANX Bank dalam sebuah catatan.

Baca juga: Harga minyak turun di tengah kekhawatiran permintaan global

Pertumbuhan ekonomi China melambat menjadi enam persen tahun-ke-tahun pada kuartal ketiga, terlemah dalam 27,5 tahun dan lebih rendah dari perairaan, karena produksi pabrik yang lemah dan ketegangan perdagangan yang berkelanjutan.

Namun, peningkatan 9,4 persen tahun ke tahun dalam kilang minyak China untuk September mengisyaratkan bahwa permintaan minyak dari importir minyak terbesar dunia tetap kuat.

Di sisi pasokan, Rusia mengatakan pada Minggu (20/10/2019) bahwa pihaknya menghasilkan lebih banyak minyak pada September daripada yang diharapkan oleh kesepakatan global karena peningkatan produksi kondensat gas ketika negara itu bersiap untuk musim dingin.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan produsen minyak lainnya, aliansi yang dikenal sebagai OPEC +, sepakat pada Desember untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) mulai awal tahun ini.

Tetapi beberapa negara, termasuk gembong OPEC Arab Saudi, telah mengeluh tentang kegagalan Rusia untuk mematuhi kesepakatan secara penuh.

Pembicaraan antara anggota OPEC Kuwait dan Arab Saudi untuk memulai kembali produksi minyak dari ladang di Zona Netral yang dioperasikan bersama di 500.000 barel per hari menambah kekhawatiran meningkatnya pasokan.

Wakil menteri luar negeri Kuwait pada Sabtu (19/10/2019) mengatakan negosiasi “sangat positif” setelah media Kuwait, mengutip sumber yang tidak diidentifikasi, mengatakan dua produsen minyak Teluk telah setuju untuk melanjutkan produksi minyak mentah dari ladang minyak di zona Saudi-Kuwait yang dibagi.

“Barel ekstra itu akan datang ke pasar pada waktu yang paling tidak disukai,” kata Stephen Innes, ahli strategi pasar di AxiTrader merujuk pada produksi minyak mentah dari Zona Netral. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Harga Emas Berjangka Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

Published

on

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 10,5 dolar AS atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 1.494,00 dolar AS per ounce.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Kamis pagi (17/10/2019)), karena logam mulia didorong oleh pelemahan dolar AS dan pembelian safe haven investor.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik 10,5 dolar AS atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 1.494,00 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,34 persen menjadi 97,95 pada pukul 17.30 GMT, sesaat sebelum penyelesaian transaksi emas.

Dolar AS turun setelah data penjualan ritel AS mengecewakan investor. Penjualan ritel dan layanan makanan AS untuk September turun 0,3 persen menjadi 525,6 miliar dolar AS dari bulan sebelumnya, menandai kemunduran pertama dalam tujuh bulan, Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Rabu (16/10/2019).

Nilai jual emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 4,3 sen atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 17,427 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 1,5 dolar AS atau 0,17 persen, menjadi berakhir di 890,7 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya harga emas melemah, karena logam mulia tertekan oleh meningkatnya pasar ekuitas Amerika Serikat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh 14,1 dolar AS atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 1.483,5 dolar AS per ounce pada Selasa (15/10/2019). (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Harga Emas Jatuh Hingga 14,1 Dolar, Tertekan Kenaikan Ekuitas AS

Published

on

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh 14,1 dolar AS atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 1.483,5 dolar AS per ounce.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu pagi (16/10/2019), karena logam mulia tertekan oleh meningkatnya pasar ekuitas Amerika Serikat setelah sehari sebelumnya menguat.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember jatuh 14,1 dolar AS atau 0,94 persen, menjadi ditutup pada 1.483,5 dolar AS per ounce.

Pada pukul 17.30 GMT, Indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 273,67 poin atau 1,02 persen. Indeks S&P 500 naik 34,05 poin atau 1,15 persen, dan Indeks Komposit Nasdaq naik 104,62 poin, atau 1,3 persen.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas Amerika Serikat. Ketika pasar saham sedang naik para investor mungkin berhenti membeli aset-aset safe-haven karena mengalihkan investasi mereka ke aset-aset berisiko seperti saham.

Namun penurunan harga emas lebih lanjut tertahan oleh pelemahan dolar AS, dengan indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,16 persen menjadi 98,2867 pada akhir perdagangan.

Dolar AS tertekan setelah pada Selasa (15/10/2019) diberitakan bahwa negosiator Inggris dan Uni Eropa (UE) mendekati kesepakatan rancangan Brexit. Para pejabat Uni Eropa seperti dikutip oleh Bloomberg mengatakan bahwa mungkin ada terobosan sebelum Selasa sore.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 32,6 sen atau 1,84 persen menjadi ditutup pada 17,384 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 10,2 dolar AS atau 1,13 persen, menjadi 889,2 dolar AS per ounce. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending