Connect with us

ENERGI

Gaduh Pajak Adaro, DPR Pertanyakan Global Witness

Published

on

Anggota DPR, Ahmad Sahroni.

Mediaemiten.com, Jakarta – Terkait dugaan penggelapan pajak PT Adaro Energy Tbk, Anggota DPR Ahmad Sahroni menyoroti keberadaan LSM asing Global Witness.

Kata Sahroni, kedaulatan Indonesia harus dijunjung tinggi. Pihak asing tidak bisa seenaknya melakukan intervensi, termasuk merecoki permasalahan pajak di Indonesia.

“Negara kita adalah negara yang berdaulat dan menjadikan hukum sebagai panglima tertingginya. Jadi tidak ada satu pihak atau kepentingan apa pun, terutama kepentingan asing yang dapat mengontrol atau mengintervensi apa yang harus dilakukan oleh penegak hukum kita,” kata Sahroni, Jakarta, Kamis (4/7/2019)

Informasi saja, Global Witness telah merilis laporan yang bernada dugaan pengalihan keuntungan perusahaan ke luar negeri dilakukan Adaro. Pola ini diduga untuk menghindar kewajiban pajak di Indonesia.

Hanya saja, segala tudingan dari Global Witness itu belum terbukti dan terverifikasi kebenarannya oleh otoritas terkait, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak.

Sahroni bilang, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acarra The 10th Anniversary of Adaro IPO di Ritz Carlton, beberapa waktu lalu, mengungkapkan kesediaannya datang ke acara yang dihelat CEO daro Energy, Boy Thohir. Lantaran Adaro termasuk penyumbang pajak terbesar di Indonesia.

Laporan Global Witness menyebut Adaro memindahkan laba ke jaringan perusahaannya di Singapura, Coaltrade Services International dengan tujuan menghindari kewajiban membayar pajak yang telah dilakukan sejak 2009 hingga 2017.

Adaro diduga telah mengatur sedemikian rupa sehingga mereka bisa membayar pajak US$125 juta, atau setara Rp1,75 triliun (kurs Rp14 ribu/US$) lebih rendah daripada yang seharusnya dibayarkan di Indonesia.

Dengan memindahkan sejumlah besar uang melalui suaka pajak, Adaro berhasil mengurangi tagihan pajaknya di Indonesia. Laporan itu menyebutkan pemasukan pajak RI berkurang hampir US$\14 juta setiap tahunnya.

Garibaldi Thohir sendiri menyanggah laporan tersebut. Iya menegaskan bahwa Ditjen Pajak adalah otoritas yang paling mengetahui benar tidaknya laporan Global Witness tersebut.

“Yang bisa menentukan apakah kita melakukan hal tersebut adalah Dirjen Pajak. Negara kita tidak boleh dijajah oleh bangsa lain dan dengan opini-opini institusi lain, karena yang paling tahu adalah otoritas pajak Indonesia,” kata Garibaldi.

Ia menegaskan Adaro sebagai perusahaan publik menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan senantiasa patuh terhadap aturan yang berlaku, termasuk aturan perpajakan.

Selama bertahun-tahun Adaro terpilih sebagai salah satu Wajib Pajak yang menerima apresiasi dan penghargaan atas kontribusinya terhadap penerimaan negara, patuh terhadap peraturan perpajakan serta responsif. Sebagai perusahaan nasional, Adaro berkomitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia melalui pembayaran pajak dan royalti.

“Tahun 2018 Adaro telah memberikan kontribusi kepada negara senilai total US$ 721 juta (US$ 378 juta dalam bentuk royalti dan US$ 343 juta dalam bentuk pajak),” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Coaltrade Services International Pte.Ltd merupakan salah satu perusahaan grup Adaro yang berbasis di Singapura untuk memasarkan batubara Adaro di pasar internasional (ekspor).

Sebagai kantor pemasaran internasional, Coaltrade Services International Pte.Ltd berperan penting untuk memperluas pasar internasional dengan tetap berpegangan pada ketentuan Harga Patokan Batubara (HPB) serta aturan perpajakan dan royalti yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Demikian, seperti dikutip Inilah.com. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ENERGI

BOSS Genjot Produksi untuk Tingkatkan Pendapatan Tahun Ini

Published

on

Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST-LB) yang digelar Senin (17/6/2019).

Mediaemiten.com, jakarta – PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk. (BOSS) , produsen batu bara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah, optimis mampu memacu produksi batubaranya secara maksimal pada semester II-2019. Hingga akhir Mei 2019, BOSS telah merealisasikan produksi batubaranya sekitar 130 ribu metrik ton, atau meningkat 46% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang sebesar sekitar 90 ribu metrik ton.

Hal ini disampaikan Perseroan setelah acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST-LB) yang digelar hari ini (17/6/2019).

Direktur Keuangan BOSS Widodo Nurly Sumady mengungkapkan, perseroan mengggenjot produksi tahun ini karena prasarana dan infrastruktur sudah siap dengan tujuan meningkatkan pendapatan agar bisa naik dua kali lipat tahun ini.

“Prasarana dan infrastuktur yang dimaksud antara lain: armada alat berat (excavator, grader, dozer, dan dump truck) serta persiapan infrastruktur pendukung produksi seperti floating conveyor di sungai Mahakam,” ujar Widodo dalam RUPST-LB di Jakarta, Senin (17/6/2019).

BOSS mentargetkan dapat berproduksi minimal sekitar 70,000-80,000 MT per bulan sejak Mei 2019. Selain itu, guna mendukung aktivitas produksi dari sisi pendanaan, pada Mei 2019, BOSS mendapat pendapatan dari Bank Panin senilai Rp55 miliar dan US$8,7 juta setelah sebelumnya mendapat pembiayaan untuk pembelian alat berat senilai US$ 2,9 Juta dari BRI Multifinance di bulan April 2019.

Update kinerja terakhir, selama kuartal pertama 2019, BOSS berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp101.78 miliar, atau naik 66% dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp61,14 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp58,38 miliar dibandingkan Rp38,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dikarenakan pengaruh peningkatan beban produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.

Di akhir Maret 2019, BOSS berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan sebesar Rp12,60 miliar pada kuartal pertama 2018, atau naik 855% jika dibandingkan dengan pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp1,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnnya.

Sekedar informasi, jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi

dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal ini menjadi keunggulan perusahaan untuk bisa

memasuki pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan

karakteristik batubara yang dihasilkan BOSS. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

PT Aneka Gas Bagi Dividen 10% dari Laba 2018

Published

on

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) mampu membagikan dividen sebesar Rp9,97 miliar atau Rp3,25 per sahamdari laba bersih tahun buku 2018.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) mampu membagikan dividen sebesar Rp9,97 miliar atau Rp3,25 per sahamdari laba bersih tahun buku 2018.

Pembagian dividen ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh perseroan sejak penawaran saham perdana pada 2016. Sedangkan jumlah dividen yang dibagikan setara dengan 10% dari laba tahun berjalan 2018.

Perseroan pada tahun 2018 meraih laba, meski turun menjadi Rp99,73 miliar atau naik 16,55% secara tahunan. Untuk sisa laba 2018 digunakan untuk cadangan umum sebesar Rp5 miliar dan ekspansi bisnis perseroan sebesar Rp84,77 miliar. Demikian mengutip hasil RUPST perseroan pada Rabu (12/6/2019).

perseroan membidik pendapatan perseroan meningkat 12% dibandingkan dengan tahun lalu. Perseroan juga siap menggelontorkan maksimal Rp300 miliar untuk investasi alat-alat pemasaran, sekitar 10 filling station gas perseroan, sekaligus 2 on-sites untuk meningkatkan produksi perseroan.

Sementara untuk kuartal pertama 2019, perseroan mencatatkan kenaikan laba sebesar 14,1% atau senilai Rp 30 miliar. Perusahaan mengalami kenaikan laba usaha 8,7% dikarenakan kenaikan penjualan sebesar 6,7% sebesar Rp 522,35 miliar dibanding Rp 489,64 miliar di periode yang sama tahun 2018.

Total aset Perseroan per 31 Maret 2019 menjadi Rp6,87 triliun. Sedangkan total liabilitas menjadi Rp3,694 triliun. Total ekuitas menjadi Rp3,18 triliun.

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) adalah perusahaan industri gas di Indonesia. Didirikan pada tahun 1916, bisnis utama AGII memasok gas industri, yaitu gas udara (oksigen, nitrgoen, dan argon), gas sintetis, gas bahan bakar, gas langka, gas sterilisasi, gas pendingin dan gas elektronik.

PT AGI juga memasok gas campuran, khusus dan medis beserta perlengkapan dan pemasangan gratis. Produk AGI memiliki segudang aplikasi dan melayani berbagai industri termasuk medis, metalurgi, energi, infrastruktur dan lain-lain.

Para pemegang saham di atas 5% antara lain PT Aneka Mega Energi sebesar 37,79%, PT Samator sebesar 27,75%. Sedangkan saham publik sebesar 28,81%.

Saham AGII bergerak di pembukaan Rp535 per saham. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

Trada Alam Minera (TRAM) Rancang Rights Issue & Global Bond

Published

on

Trada Alam Minera Tbk. merancang penggalangan dana melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dan obligasi global.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Trada Alam Minera Tbk. merancang penggalangan dana melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue dan obligasi global untuk memenuhi rencana ekspansi perseroan di bidang infrastruktur dan logistik pertambangan bersama Adaro Group.

Trada Alam Minera berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 5 Juli 2019. Dalam kesempatan itu, akan ada dua agenda penggalangan dana yang dimintakan izin oleh perseroan.

Pertama, emiten berkode saham itu akan meminta persetujuan atas rencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) II sebanyak-banyaknya 100 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue.

Aksi itu akan disertai dengan penerbitan Waran Seri II sebanyak-banyaknya sebesar 35% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan.

Penggalangan dana kedua yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yakni penerbitan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat sebesar-besarnya US$250 juta atau dalam mata uang rupiah dengan jumlah setara. Bunga maksimum untuk emisi itu sebesar 12,5% dengan waktu jatuh tempo lima tahun sejak diterbitkan.

Direktur Utama Trada Alam Minera Soebianto Hidayat mengatakan dana yang dihimpun akan digunakan untuk mendanai rencana pengembangan proyek infrastruktur bersama anak usaha PT Adaro Energy Tbk., PT Alam Tri Abadi. Pihaknya ingin menyiapkan sejumlah rencana alternatif pendanaan pekerjaan tersebut.

Soebianto belum membeberkan berapa dana yang dibutuhkan untuk proyek tersebut jumlah dana yang ingin dihimpun. Menurutnya, perkirakaan nilai akan muncul setelah feasibility study (FS) rampung.

Saat ini, lanjut dia, tengah proses pembuatan FS bersama beberapa konsultan. Pihaknya berharap tahapan itu dapat rampung pada kuartal III/2019.

“Kami berharap kuartal III/2019 minimal FS sudah dan ketemu berapa belanja modal yang dibutuhkan dan berapa lama proyek tersebut akan selesai,” ujarnya di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Dia menyebut infrastruktur yang bakal digarap bersama Adaro Group seperti pelabuhan, jalan, serta fasilitas lain yang berhubungan dengan logistik. Namun, saat ini belum dapat dibeberkan nilai proyek tersebut.

Sebagai catatan, Trada Alam Minera mengumumkan telah meneken perjanjian kerja sama logistik dan infrastruktur dengan Alam Tri Abadi pada 2 Mei 2019. Kolaborasi yang disepakati berlaku selama masa umum tambang jumlah volume batu bara yang akan disepakati kemudian oleh para pihak.

PROSPEK BISNIS

Di bidang usaha pelayaran, Soebianto menyebut perseroan akan memfokuskan kegiatan di bidang pengangkutan batu bara atau curah kering (dry bulk).

Adapun, lini bisnis tersebut berkontribusi 8,31% terhadap total pendapatan 2018. Total pendapatan yang dikantongi emiten berkode saham itu tahun lalu senilai Rp3,48 triliun.

Dia menuturkan pendapatan yang dikantongi tahun lalu tumbuh 573,33% dari Rp517,23 miliar pada 2017. Peningkatan tajam itu menurutnya bersumber dari penjualan batu bara yang berkontribusi 68,46% dari total pendapatan.

Emiten berkode saham TRAM itu menjalankan lini bisnis produksi dan penjualan bisnis batu bara melalui PT Gunung Bara Utama (GBU). Perseroan merealisasikan produksi 2,6 juta ton pada 2018.

Sampai dengan Maret 2019, produksi TRAM berkisar antara 350.000 ton—450.000 ton per bulan. Total produksi tahun ini diproyeksikan menembus 5 juta ton.

“Perusahaan akan meningkatkan kinerja anak-anak usaha batu bara. Hal ini dinilai dapat menunjang stabilitas usaha perseroan untuk tahun-tahun berikutnya,” tuturnya.

Di sisi lain, entitas anak yang bergerak di bidang jasa pertambangan, PT SMR Utama Tbk. merealisasikan volume overburden removal atau pengupasan lapisan penutup batu bara 6,6 juta bank cubic meter (bcm) sampai dengan Maret 2019.

Corporate Secretary SMR Utama Ricky Kosasih menjelaskan bahwa saat ini perseroan bekerja di PT Berau Coal dan Gunung Bara Utama. Sampai dengan Maret 2019, realisasi volume overburden removal mencapai 6,6 juta bank cubic meter (bcm).

“Target volume OB di 2019 kurang lebih 30 juta bcm,” ujarnya kepada Bisnis.com, awal pekan ini.

Ricky menyebut kontribusi pendapatan perseroan 100% masih berasal dari cucu usaha PT Ricobana Abadi (RBA). Dengan demikian, emiten berkode saham SMRU itu masih fokus di bisnis kontraktor pertambangan.

Seperti diketahui, RBA menyediakan jasa penambangan batu bara open pit dan jasa operasional penambangan untuk produsen komoditas itu di Indonesia. Layanan utama RBA yakni pengupasan tanah, penyewaan alat berat, dan pengangkutan batu bara.

Dalam laporan tahunan 2018 SMRU, disebutkan bahwa pendapatan bersih. RBA berasal dari pengupasan tanah dan jasa pengangkutan batu bara.

RBA merupakan anak usaha PT Ricobana dengan kepemilikan saham 99,99%. Sementara itu, SMRU mengempit kepemilikan saham 99,99% di Ricobana.

Ricky menambahkan perseroan ditunjuk sebagai salah satu kontraktor di situs Sambarata milik Berau Coal. Saat ini, kontrak tersebut masih dalam proses drafting dan diharapkan dapat diteken pada Juni 2019.

“Nilai kontrak baru tersebut kurang lebih di 100 juta bank cubic meter untuk periode 4 tahun — 5 tahun,” imbuhnya. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending