Connect with us

BURSA EFEK

Transaksi Pasar Modal Lesu, Terimbas Perang Dagang Amerika-Tiongkok

Avatar

Published

on

Pada bulan Ramadan, transaksi pasar modal memang lesu. Jumlah transaksi hanya di angka Rp 2 triliun pada Mei.

Mediaemiten.com, Solo – Pascalibur Lebaran ini, transaksi pasar modal mengalami kenaikan. Setelah sebelumnya sempat lesu darah pada momen bulan puasa Ramadan. Berlanjut hingga masa libur Lebaran yang terjadi selama 9 hari. Berimbas pada penurunan gairah transaksi pasar modal.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta M. Wira Adibrata mengatakan, pada bulan Ramadan, transaksi pasar modal memang lesu. Jumlah transaksi hanya di angka Rp 2 triliun pada Mei. Padahal rata-rata bulanan transaksi sebelumnya mencapai Rp 3,5 triliun. Nah, usai Lebaran ini, indeks pasar modal memperlihatkan grafik meningkat.

”Banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebu. Terutama kondisi pasar yang mengalami sentimen negatif pada Mei kemarin. Kemudian ada perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang memberikan andil di Indonesia juga. Sehingga geliatnya tidak signifikan. Ditambah pada Ramadan tersebut, neraca perdagangan ikut turun, bahkan minus karena ekonomi global,” jelas Wira kepada Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya, kemarin (12/6/2019).

Ditambahkan Wira, setelah Lebaran, kondisi pasar modal kembali membaik. Banyak perusahaan menjual saham di angka yang baik. Salah satunya Telkom. Pada masa Ramadan, menjual saham seharga Rp 3.500 per lembar. Per Senin (10/6), dibuka di angka Rp 4 ribu.

Selain itu, banyak perusahaan yang membagikan deviden memuaskan. Sehingga mendorong para investor segera membeli saham untuk mendapatkannya. Kemudian untuk transaksi di Kota Solo, selama 2018 mencapai Rp 30 triliun. Hingga April 2019 ini sudah mencapai Rp 10,3 triliun.

Sementara itu, Manager Representative Officer PT RHB Sekuritas Solo Lius Andy Hartono juga menyatakan hal serupa. Dia menyebut kondisi ini selalu terjadi pada masa sebelum dan sesudah Lebaran. Tak hanya Indonesia, demikian halnya di Malaysia. Sedangkan Amerika Serikat yang menjadi acuan, mengalami kenaikan di angka 3,2 persen.

”Bursa Efek Indonesia libur selama sembilan hari. Inilah yang membuat trader cenderung menahan uangnya. Begitu pula dengan investor. Sebab mereka khawatir tidak bisa menjual jika berbelanja terlalu banyak,” tandasnya. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BURSA EFEK

Pasar Modal Sepekan Ditutup Positif Menyambut Hari Raya Idul Fitri

Avatar

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta – Selama sepekan yang singkat ini, yaitu pada 18 – 20 Mei 2020, Pasar Modal Indonesia bergerak dengan variasi data kendati masih berada di zona positif. Kenaikan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 189,24 persen sebesar Rp18,514 triliun dibandingkan pekan lalu pada Rp6,401 triliun. Kemudian diikuti oleh peningkatan sebesar 150,61 persen pada rata-rata volume transaksi harian sebesar 14.914 miliar unit saham dibandingkan pekan lalu sebesar 5,951 miliar unit saham. Kenaikan tajam tersebut dipicu oleh adanya transaksi Bangkok Bank yang telah melakukan akuisisi saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan harga Rp1.347 per saham dan total nilai mencapai Rp33,3 triliun.


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BURSA EFEK

Melantai Perdana, Saham Pemasok Kemasan Adidas Ini Menghijau

Avatar

Published

on

Saham perusahaan pemasok kemasan Adidas Cs tersebut menghijau 69,95 persen, dengan kenaikan Rp 135 dari nilai awal Rp 193 per lembar menjadi Rp 328 per lembar saham.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Satyamitra Kemas Lestari resmi mencatatkan diri sebagai emiten ke-31 yang melantai di Bursa Efek Indonesia pagi ini, Kamis (11/7/2019), dengan kode saham SMKL.

Saat perdagangan dibuka, saham perusahaan pemasok kemasan Adidas Cs tersebut menghijau 69,95 persen, dengan kenaikan Rp 135 dari nilai awal Rp 193 per lembar menjadi Rp 328 per lembar saham.

Adapun SMKL melepas sebanyak 650 juta lembar saham pada penawarannya, yang merupakan 19,12 persen dari komposisi saham keseluruhan. Dengan demikian, perusahaan ditargetkan meraup dana Rp 213,2 miliar.

Sebelumnya, perseroan telah menerima dana sebesar Rp 125,45 melalui masa penawaran umum perdana saham yang berlangsung 1-4 Juli lalu.

Direktur utama SMKL, Ang Kinardo menyatakan IPO adalah langkah awal bagi perseoran untuk menjadi pemimpin industri packaging Indonesia.

“Kami berharap dgn dicatatkannya perusahaan kami akan semakin terdepan. Kami akan terus berusaha terus menerapkan good corporate governance lebih profesional,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kamis (11/7/2019). (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BURSA EFEK

Satyamitra Kemas Lestari jadi Emiten Pendatang Baru di BEI

Avatar

Published

on

Satyamitra Kemas Lestari Tbk yakni emiten yang bergerak di pengemasan karton atau packaging.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan banyak emiten baru pada pekan ini. Pada hari ini, tercatat akan ada satu perusahaan baru yang akan melantai perdana.

Perusahaan tersebut ialah PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk yakni emiten yang bergerak di pengemasan karton atau packaging.

Lewat mekanisme initial public offering (IPO), Perseroan diketahui menawarkan sahamnya di harga Rp193 per lembar saham. Dengan demikian, Perseroan akan memperoleh dana segar senilai Rp250 miliar.

Adapun pada masa atau periode penawaran umum yang dimulai pada tanggal 1-4 Juli 2019 kemarin, Perseroan mendapati kelebihan permintaan saham.

“Pada penawaran umum hari pertama, tercatat ada 270 calon investor yang meminati saham Satyamitra. Kemarin oversubscribed 1,5 kali,” tutur Direktur Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto di Jakarta, Selasa (9/7).

Selain saham, Satyamitra akan memberikan pemanis kepada para investor berupa waran seri I. Adapun sebanyak 260 juta waran atau setara dengan 9,45 persen dari modal ditempatkan dan disetor akan dibagi. Nantinya, setiap pemegang 5 saham baru akan mendapatkan 1 waran yang memiliki jangka waktu selama 6 bulan.

Dari aksi IPO, 40 persen akan digunakan sebagai modal kerja perusahaan. Kemudian 30 persen lainnya akan digunakan untuk pembelian mesin dan pabrik baru di Jawa Tengah.

Sisanya diketahui akan digunakan untuk membayar utang senilai Rp80 miliar dengan tingkat bunga 10,25 persen per tahun kepada Bank Central Asia (BBCA). Utang ini akan jatuh tempo pada Maret 2020. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat