Connect with us

INDEKS HARGA

Wall Street Ditutup Melemah Tertekan Data Ekonomi dan Perang Dagang

Published

on

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 14,17 poin atau 0,05 persen, menjadi berakhir di 26.048,51 poin.

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street sedikit lebih rendah pada penutupan perdagangan Rabu pagi (12/6/2019), menghapus kenaikan sebelumnya, karena para pelaku pasar mempertimbangkan sejumlah data ekonomi terbaru Amerika Serikat yang mengecewakan dan kekhawatiran perang dagang.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 14,17 poin atau 0,05 persen, menjadi berakhir di 26.048,51 poin. Indeks S&P 500 turun 1,01 poin atau 0,03 persen menjadi ditutup di 2.885,72 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 0,60 poin atau 0,01 persen lebih rendah menjadi 7.822,57 poin.

Indeks Dow mengakhiri kenaikan beruntun enam hari pada Selasa (11/6/2019), karena investor menahan diri setelah serangkaian kenaikan dan kekhawatiran baru muncul selama perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa (11/6/2019) bahwa ia sedang menunda perjanjian perdagangan dengan China dan tidak tertarik untuk maju, kecuali Beijing menyetujui empat atau lima “poin utama” yang tidak ia sebutkan.

Secara terpisah, Trump mengatakan ia akan mengenakan tarif lebih banyak pada impor China jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping di KTT Kelompok 20 (G20) akhir bulan ini.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor industri dan utilitas tampak tertekan sementara sektor consumer discretionary dan jasa-jasa komunikasi berkinerja lebih baik.

Saham raksasa pabrikan pesawat AS, United Technologies Corporation, jatuh 3,96 persen pada penutupan, merupakan saham dengan kinerja terburuk dalam komponen Dow.

Sementara itu saham Caterpillar dan Cisco Systems naik 1,22 persen, memimpin kenaikan dalam indeks 30-saham utama.

Di sisi ekonomi, indeks harga produsen yang disesuaikan secara musiman untuk permintaan akhir naik tipis 0,1 persen pada Mei, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (11/6/2019). Harga permintaan akhir naik 0,2 persen pada April dan 0,6 persen pada Maret.

Optimisme usaha kecil AS naik 1,5 poin menjadi 105,0 pada Mei, Federasi Nasional Bisnis Independen mengatakan pada Selasa (11/6/2019). Para ekonom yang disurvei oleh Econoday memperkirakan angka 102,0. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INDEKS HARGA

Bursa Saham Jerman Menguat, Indeks DAX-30 Ditutup Naik 0,44 Persen

Published

on

Indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 0,44 persen atau 53,37 poin, menjadi 12.169,05 poin.

Mediaemiten.com, Frankfurt – Saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan Kamis (13/6/2019), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 0,44 persen atau 53,37 poin, menjadi 12.169,05 poin.

Perusahaan penyedia teknologi internet dan jasa keuangan global Wirecard meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya menguat sebesae 2,48 persen.

Disusul oleh saham perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE dan perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement, yang masing-masing naik sebesar 1,81 persen dan 1,76 persen.

Di sisi lain, kelompok perusahaan energi RWE mencatat kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya berkurang 1,26 persen.

Diikuti oleh penyelenggara pasar untuk perdagangan saham dan sekuritas Deutsche Boerse Group serta produsen semikonduktor Infineon Technologies, yang masing-masing turun sebesar 0,95 persen dan 0,81 persen.

Perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 218,7 juta euro (246,8 juta dolar AS). (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDEKS HARGA

Emas Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Kekhawatiran Perdagangan

Published

on

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 6,90 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 1.343,70 dolar AS per ounce.

Mediaemiten.com, Chicago – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Jumat pagi (14/6/2019), didorong meningkatnya permintaan terhadap aset-aset safe-haven, serta peningkatan ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perdagangan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik 6,90 dolar AS atau 0,52 persen, menjadi ditutup pada 1.343,70 dolar AS per ounce. Emas berjangka telah naik untuk hari ketiga berturut-turut sejak perdagangan pada Selasa (11/6/2019)

Sebelumnya pada Kamis (13/6/2019), dua tanker minyak dilaporkan mendapat serangan di Laut Oman di lepas pantai Iran. Setidaknya satu dari mereka dioperasikan oleh perusahaan Jepang. Insiden itu terjadi selama kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Teheran, yang berusaha membantu meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas dugaan serangan itu. Namun ketegangan geopolitik mendorong permintaan untuk aset-aset safe-haven, seperti emas.

Sementara itu, friksi perdagangan Amerika Serikat dan China yang berkepanjangan juga memikat investor untuk membeli emas, kata para analis.

Namun, tolok ukur utama saham Wall Street yang sedikit meningkat dan dolar AS yang menguat membatasi kenaikan emas lebih lanjut.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 13,9 sen AS atau 0,94 persen menjadi ditutup pada 14,892 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 1,10 dolar AS atau 0,14 persen, menjadi 809,40 dolar AS per ounce. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDEKS HARGA

Wall Street Naik karena Minyak Melonjak Setelah Serangan Kapal Tanker

Published

on

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 101,94 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 26.106,77 poin.

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street naik pada akhir perdagangan Jumat (14/6/2019) setelah selama dua hari berturut-turut turun, karena saham energi rebound dipicu lonjakan harga minyak di tengah kekhawatiran gangguan pasokan menyusul serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan Amerika Serikat telah menilai bahwa Iran bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, yang terjadi di dekat Iran dan Selat Hormuz, yang dilewati seperlima dari konsumsi minyak global.

Minyak berjangka menetap lebih dari dua persen lebih tinggi, sementara indeks energi S&P 500 naik 1,3 persen terbesar dari 11 sektor utama.

“Kami berkelok-kelok di sini dengan kekuatan di sektor minyak karena di situlah berita penggerak pasar hari ini,” kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama.

Sementara itu keuntungan dalam saham energi membantu pasar, serangan tanker menambah kekhawatiran potensial bagi investor.

“Masih ada kekhawatiran atas risiko geopolitik,” kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

Saham-saham telah memiliki pergerakan yang kuat pada Juni sejauh ini, di tengah harapan Federal Reserve akan bertindak untuk melawan ekonomi global yang melambat karena meningkatnya perang perdagangan dengan China. Indeks acuan S&P 500 naik sekitar lima persen sejauh bulan ini.

Tetapi kehati-hatian menjelang pertemuan The Fed minggu depan dan KTT Kelompok 20 pada akhir bulan membatasi kenaikan hari ini. Pasar telah mengantisipasi penurunan suku bunga di beberapa titik tahun ini.

“Pasar sedang menunggu untuk mendengar dari The Fed … dan apakah mereka akan menyimpang sama sekali dari sikap terbaru mereka – dan saya menyebutnya posisi dovish aktif – dan untuk melihat apakah mereka terus meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga mungkin nanti di musim panas,” kata Krosby.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 101,94 poin atau 0,39 persen, menjadi berakhir di 26.106,77 poin. Indeks S&P 500 bertambah 11,8 poin atau 0,41 persen, menjadi ditutup pada 2.891,64 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 44,41 poin atau 0,57 lebih tinggi menjadi 7.837,13 poin.

Saham Walt Disney Co naik 4,4 persen, memberikan S&P 500 dorongan terbesar, setelah Morgan Stanley menaikkan perkiraan pertumbuhan pelanggan Disney Plus.

Di bidang perdagangan, ada keraguan tentang perbaikan apa yang disebut oleh Presiden Donald Trump hubungan perdagangan “testy” dengan China menjelang G20.

Beberapa perusahaan termasuk rantai furnitur RH mengutip dampak potensial dari tarif yang lebih tinggi pada bisnis mereka dalam laporan setelah bel penutupan Rabu (12/6/2019), meskipun RH mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak tarif dan meningkatkan prospek untuk tahun ini.

Saham Twitter Inc turun 3,1 persen setelah broker Moffett Nathanson mengatakan pihaknya memperkirakan biaya perusahaan media sosial itu meningkat dan pertumbuhan pendapatannya melambat.

Saham-saham yang naik melebihi jumlah yang menurun di NYSE dengan rasio 2,66 banding satu; di Nasdaq dengan rasio 2,23 banding satu.

S&P 500 membukukan 31 tertinggi baru 52-minggu dan satu terendah baru; Komposit Composite mencatat 58 tertinggi baru dan 64 terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 5,99 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6,87 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending