Connect with us

INDEKS HARGA

Pasar Saham Aussie Turun Tajam pada Awal Perdagangan

Published

on

Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 75,30 poin atau 1,20 persen menjadi diperdagangkan di 6.222,30 poin.

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia turun tajam pada awal perdagangan Senin pagi (13/5/2019), bersamaan dengan sengketa perdagangan Amerika Serikat dan China, dengan emas di antara sejumlah kecil perusahaan Australia yang terangkat.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 75,30 poin atau 1,20 persen menjadi diperdagangkan di 6.222,30 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas turun 73,60 poin atau 1,15 persen pada 6.307,70 poin.

Pergerakan mengikuti petunjuk lemah dari pasar AS, yang merosot ketika tarif terbaru dalam perselisihan perdagangan dengan China mulai berlaku.

“Indeks utama merosot lebih dari dua persen, dan indeks Nasdaq yang sarat teknologi turun 3,4 persen,” kata kepala strategi pasar CMC Markets, Michael McCarthy.

Saham-saham teknologi lokal mengikuti, jatuh lebih dari tiga persen, sementara bank-bank Aussie turun sekitar 2,3 persen. Energi dan layanan kesehatan juga sangat terbebani.

Namun saham perusahaan emas melonjak karena investor mencari aset-aset safe haven.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot, dengan Commonwealth Bank turun 1,78 persen, ANZ turun 1,85 persen, National Australia Bank jatuh 4,96 persen, dan Westpac Bank turun 1,33 persen.

Saham-saham pertambangan beragam, dengan Rio Tinto turun 1,41 persen, Fortescue Metals naik 1,20 persen, BHP turun 1,57 persen, dan penambang emas Newcrest naik 2,91 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas merosot, dengan Oil Search turun 1,53 persen, Santos turun 1,22 persen, dan Woodside Petroleum turun 1,14 persen.

Supermarket terbesar Australia melemah, dengan Coles turun 0,12 persen, dan Woolworths turun 0,66 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra turun 0,58 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas kehilangan 2,32 persen dan perusahaan biomedis CSL merosot 1,56 persen. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INDEKS HARGA

Wall Street Ditutup Jatuh di Tengah Risalah The Fed

Published

on

Mediaemiten.com, New York – Wall Street turun pada penutupan perdagangan Rabu sore (23/5/2019) waktu setempat di tengah risalah Federal Reserve (Fed) dan suasana pasar yang diwarnai aksi jual tajam saham Qualcomm.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi ditutup pada angka 25.776,61.

Indeks S&P 500 kehilangan 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27, diikuti dengan Indeks Komposit Nasdaq yang turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.

Sementara itu Saham Qualcomm anjlok 10,86 persen setelah berita bahwa seorang hakim Amerika Serikat memutuskan perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli dengan secara tidak sah menekan persaingan di pasar chip ponsel.

Saham VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar industri semikonduktor yang terdaftar di Amerika Serikat, ditutup anjlok 1,76 persen.

Pada 11 saham utama Indeks S&P 500 utama, saham energi turun 1,58 persen, menjadi kelompok saham dengan dengan kinerja terburuk. Saham utilitas dan perawatan kesehatan mengungguli.

Wall Street juga mencerna risalah pertemuan yang baru dirilis dari Federal Reserve (Fed) AS. Beberapa investor berpikir inflasi AS mungkin jatuh lebih jauh tahun ini dan mengantisipasi kebijakan bank sentral itu memangkas suku bunga untuk memacu pertumbuhan.

“Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30 April – 1 Mei mengungkapkan bahwa Fed bertekad untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini, bahkan jika itu berarti membuat alasan untuk inflasi rendah dan/atau pertumbuhan yang mengecewakan. Memang, jika ada, beberapa anggota mempertimbangkan kemungkinan FOMC mungkin harus menaikkan suku bunga tahun ini, tetapi tidak ada yang langsung menyarankan pengurangan, meskipun inflasi lebih rendah dari target,” kata Kepala Ekonom FTN Financial, Chris Low, mengatakan dalam sebuah catatan pada Rabu. (ris)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDEKS HARGA

Bursa Saham Tokyo Dibuka Lebih Rendah Ikuti Penurunan Wall Street

Published

on

Indeks Nikkei 225 turun 118,22 poin atau 0,56 persen, dibandingkan perdagangan Rabu menjadi 21.165,15.

Mediaemiten.com, Tokyo – Saham-saham pada Bursa Tokyo dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis (23/5/2019), mengikuti penurunan saham di Bursa Wall Street semalam.

Pada pukul 9:15 pagi waktu setempat, Indeks Nikkei 225 turun 118,22 poin atau 0,56 persen, dibandingkan perdagangan Rabu menjadi 21.165,15.

Indeks Topix yang lebih luas dari semua Bagian Pertama Bursa Efek Tokyo, mengalami kemerosotan 6,32 poin atau 0,41 persen menjadi diperdagangkan pada 1.539,89.

Sektor yang terkait dengan produk minyak dan batu bara, pertambangan, serta transportasi laut menjadi saham yang paling banyak mengalami penurunan pada menit-menit pembukaan setelah bel pagi. (ris)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INDEKS HARGA

IHSG Bervariasi dan Berpeluang Menguat Pasca-Aksi Massa 22 Mei

Published

on

IHSG dibuka dibuka menguat 4,4 poin atau 0,07 persen ke posisi 5.944,03.

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi (23/5/2019) dibuka menguat pasca aksi massa yang sempat ricuh pada Rabu (22/5) kemarin.

IHSG dibuka dibuka menguat 4,4 poin atau 0,07 persen ke posisi 5.944,03. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,43 poin atau 0,15 persen menjadi 923,16.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan, kondisi keamanan Jakarta pasca-aksi massa 22 Mei lalu masih diwarnai berlanjutnya bentrokan antar-massa dengan aparat keamanan terjadi hingga dini hari.

“Namun, diperkirakan pengaruh terhadap pasar mulai mereda dan diperkirakan dapat mengurangi kecemasan investor atas kondisi keamanan di Jakarta,” ujar Alfiansyah.

Baca juga: Stasiun MRT Senayan hingga Dukuh Atas kembali dibuka

Tetapi kendala bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini bisa terdampak oleh koreksi atas saham-saham di Amerik Serikat (AS) pada Rabu (22/5) yang dapat berpengaruh bagi pasar Asia. IHSG pun diprediksi akan bergerak variatif hari ini.

“Sentimen pasar yang variatif dari eksternal dan juga global akan mendorong IHSG dapat bergerak mixed, namun bepeluang menguat,” kata Alfiansyah.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 175,5 poin (0,82 persen) ke 21.107,87, Indeks Hang Seng melemah 306,65 poin (1,11 persen) ke 27.399,29, dan Indeks Straits Times melemah 21,02 poin (0,66 persen) ke posisi 3.162,12. (cit)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending