Connect with us

KEUANGAN

Mandiri Alokasikan Rp2,4 Triliun untuk Investasi di Bidang IT

Published

on

Bank Mandiri berencana untuk mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk investasi dalam bidang teknologi informasi atau IT.

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Mandiri berencana untuk mengalokasikan Rp2,4 triliun untuk investasi dalam bidang teknologi informasi atau IT.

“Bank Mandiri sendiri per tahunnya mengeluarkan investasi yang cukup lumayan, tahun ini kita berencana mengeluarkan sekitar Rp2,4 triliun untuk investasi IT,” ujar Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri Rico Usthavia Frans kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Rico menjelaskan bahwa sekitar Rp500-600 miliar dari total rencana anggaran tersebut akan difokuskan pada digital banking, khususnya untuk retail, sedangkan sisanya untuk infrastruktur, perbaikan layanan dan sebagainya.

“Jadi kami ini benar-benar mengarah kepada digital banking secara serius,” katanya.

Rico juga menambahkan bahwa sebetulnya transaksi di dunia perbankan 35 persennya sudah transaksi yang bersifat digital, seperti mobile banking dan e-commerce.

“Fenomena semacam ini ke depannya harus kita sikapi secara baik, agar kita sebagai petahana dari industri finansial bisa menghadapi disrupsi digital tersebut dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Bank Mandiri sendiri, lanjut Rico, terus berinovasi untuk menghasilkan layanan-layanan yang mengarah ke digital tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, SVP IT Strategy & Architecture Bank Mandiri Johannes Kolibonso mengatakan bahwa komposisi yang cukup besar dari total rencana anggaran Rp2,4 triliun itu akan diarahkan untuk perbaikan infrastruktur, peremajaan atau peningkatan server.

“Komposisi yang cukup besar untuk perbaikan infrastruktur, baik dari sisi jaringan (network) atau server-server kita yang membutuhkan peremajaan dan peningkatakan kapasitas,” katanya.

Selain berencana menganggarkan dana Rp2,4 triliun untuk investasi IT, Mandiri juga akan merekrut talenta-talenta IT berpengalaman melalui kompetisi hackathon.

Nantinya para juara-juara dari kompetisi tersebut akan mendapatkan tiket emas atau golden ticket yang bisa langsung masuk (bekerja) ke Bank Mandiri.

Selain itu Bank Mandiri akan menawarkan lamaran kerja kepada 150 peserta lainnya untuk bisa bergabung dengan pihaknya, tidak hanya di bagian IT namun juga di seluruh bagian Mandiri.

Alasan Mandiri untuk merekrut talenta-talenta IT tersebut melalui kompetisi hackathon, karena kebutuhan Mandiri atas para expert dan talenta di bidang IT mengalami peningkatan luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. (aji)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KEUANGAN

Yuan China Menguat Menjadi 6,8853 Terhadap Dolar AS

Published

on

Mata uang China, yuan atau renminbi, menguat 28 basis poin.

Mediaemiten.com, Beijing – Kurs tengah mata uang China, yuan atau renminbi, menguat 28 basis poin pada perdagangan Selasa (9/7/2019), menjadi 6,8853 terhadap dolar AS, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan dibiarkan naik atau turun dua persen dari kurs tengah setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh para pelaku pasar sebelum pembukaan pasar antar bank setiap hari kerja. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEUANGAN

Melemah, dolar di Tokyo Diperdagangkan di Paruh Tengah 108 Yen

Published

on

Ketika pasar dibuka di Tokyo, dolar dikutip pada 108,54-55 yen.

Mediaemiten.com, Tokyo – Kurs dolar AS berpindah tangan di kisaran paruh tengah 108 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Selasa pagi (18/6/2019), sebagian besar sejalan dengan levelnya di New York semalam (Senin).

Ketika pasar dibuka di Tokyo, dolar dikutip pada 108,54-55 yen, dibandingkan dengan 108,47-57 yen di New York dan 108,56-57 yen di Tokyo pada Senin (17/6/2019) pukul 17.00 waktu setempat.

Euro, sementara itu, diambil pada 1,1224-1225 dolar dan 121,83-84 yen terhadap 1,1213-1223 dolar dan 121,69-79 yen di New York, serta 1,1213-1214 dolar dan 121,73-77 yen pada perdagangan Senin (17/6/2019) sore di Tokyo. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KEUANGAN

Dipangkas BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 di Bawah 5,2 Persen

Published

on

Gubernur BI, Perry Warjiyo.

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 menjadi di bawah 5,2 persen menyusul penurunan ekonomi global dan juga melemahnya pertumbuhan ekspor yang dikhawatirkan mempengaruhi sumber-sumber lain pertumbuhan seperti konsumsi dan investasi.

Sebelumnya bank sentral memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 akan tumbuh di kisaran 5,0-5,4 persen, setelah pada 2018 ekonomi Tanah Air meningkat 5,17 persen.

“BI perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 cenderung berada di bawah titik tengah 5-5,4 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Hal tersebut adalah kali pertama di tahun ini Otoritas Moneter merevisi sasaran pertumbuhan ekonominya. Salah satu penyebab perubahan pandangan BI adalah laju perekonomian di kuartal I 2019 yang hanya 5,07 persen atau jauh di bawah ekspetasi BI yang sebesar 5,2 persen.

Perry menyebutkan capaian perekonomian di paruh pertama tahun ini sangat terkendala oleh perlambatan ekonomi global. Khusus untuk sumber pertumbuhan dari ekspor, BI memandang laju ekspor sulit diandalkan untuk memacu signifikan pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data terbaru ekspor-impor di periode April Indonesia 2019, ekspor Indonesia turun tajam hingga 13,10 persen menjadi 12,6 miliar dollar AS dibandingkan April 2018. Jika dibandingkan Maret 2019, eskpor terkoreksi 10,80 persen.

Perry menyebut ekspor Indonesia tertekan karena penurunan harga komoditas. Dengan ekspor yang tertekan, bukan tidak mungkin terjadi perlambatan pada konsumsi rumah tangga dan investasi.

Di sisi lain, BI awalnya berharap belanja pada Pemilu 2019 akan mendongkrak konsumsi rumah tangga. Namun sumbangan belanja pemilu ternyata lebih rendah dari perkiraan BI.

“Pengaruh belanja terkait kegiatan Pemilu 2019 terhadap konsumsi lebih rendah dari prakiraan,” ujar Perry.

Adapun di kuartal I 2019, jika melihat secara spasial, perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional terutama dipengaruhi oleh menurunnya pertumbuhan di Jawa, Kalimantan, dan Papua.

“Upaya untuk mendorong permintaan domestik dari sisi investasi khususnya swasta perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif dari belum pulihnya kinerja ekspor akibat perlambatan ekonomi dunia,” ujar dia. (iap)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending