Connect with us

FINANSIAL

BRIsyariah Ditunjuk Jadi Mitra Distribusi Sukuk Negara Seri ST-004

Avatar

Published

on

BRIsyariah kembali dipercaya oleh DJPPR Kementerian Keuangan untuk menjadi mitra distribusi Sukuk Negara Tabungan seri ST-004.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIsyariah) kembali dipercaya oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan untuk menjadi mitra distribusi Sukuk Negara Tabungan seri ST-004 yang diperuntukkan bagi investor ritel.

“Nilai minimum pemesanan ST-004 adalah Rp1 juta, sementara maksimum pemesanan adalah Rp3 miliar. Nilai investasi ST-004 ini cukup terjangkau,” kata Sekretaris Perusahaan BRIsyariah, Indriati Tri Handayani dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/5/2019).

Indriati berharap ST-004 ini bisa menarik dan dijangkau oleh nasabah generasi milenial mengingat nilai minimum pemesanan yang cukup terjangkau, apalagi pemesanan sukuk ini bisa dilakukan secara online.

“Generasi milenial yang berniat memulai investasi tidak perlu ragu. Apalagi dilihat dari karakteristik Sukuk Tabungan, ST-004 ini aman, mudah dan menawarkan keuntungan yang menarik,” katanya.

Seperti ST-003, ST-004 juga dipasarkan secara online. Tujuan penerbitan ST004 secara online adalah untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SBSN ritel, menyediakan alternatif investasi bagi masyarakat, mendukung terwujudnya keuangan inklusif, serta memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019.

Sehubungan dengan waktu penerbitan ST-004 yang berdekatan dengan hari Pendidikan Nasional 2 Mei, maka tema penerbitan Sukuk Tabungan ST004 kali ini adalah “Investasi Cerdas untuk Pendidikan Berkualitas”.

Dana yang terhimpun dari penjualan ST004 ini sebagian juga akan digunakan untuk membangun Sekolah dan Perguruan Tinggi di luar pulau Jawa, seperti ITK (Institut Teknologi Kalimantan) dengan fasilitas pendidikan setara ITS (Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya), dan ITERA (Institut Teknologi Sumatera) yang setara dengan ITB.

“Sehingga diharapkan pemerataan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan sekolah dan perguruan tinggi di pulau Jawa,” kata Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah.

ST-004 memiliki tenor dua tahun. Waktu jatuh tempo adalah 10 Mei 2021. Seperti ST-003, ST-004 tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder, namun bisa dicairkan lebih awal (early redemption) oleh investor sesuai syarat yang berlaku. (aji)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

Bank Tabungan Pensiunan Nasiona Catat Penyaluran Kredit Capai Rp 157 Triliun

Avatar

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta –  PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) di Kuartal I-2020 mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit  sebesar 12 persen (year-on-year) senilai Rp157 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,19 persen (gross).

“Dengan situasi perekonomian global yang tidak menentu, ditambah perkembangan terkini penyebaran Covid-19, kami berusaha mempertahankan kinerja bank tetap positif,” kata Direktur Utama Bank BTPN, Ongki Wanadjati Dana dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Menurut Ongki, penyaluran kredit BTPN ditopang segmen korporasi sebesar Rp92 triliun. Dalam melayani kelompok nasabah ini, BTPN fokus menyalurkan pembiayaan melalui sejumlah sindikasi untuk proyek ketahanan energi, ketahanan pangan serta infrastruktur.

“Pembiayaan segmen korporasi menunjukkan komitmen jangka panjang kami dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation sebagai pemegang saham pengendali dalam mewujudkan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Ongki.

Selain pembiayaan korporasi, penyaluran kredit juga ditopang segmen kredit usaha kecil dan menengah (UKM), komersial, serta kelompok prasejahtera produktif melalui anak usaha, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS).

Sementara itu, hingga akhir Kuartal I-2020 BTPN menghimpun pendanaan senilai Rp161,2 triliun atau meningkat 3 persen (yoy). Jumlah tersebut terdiri dari dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp97,1 triliun, pinjaman pihak lain Rp57 triliun serta pinjaman subordinasi Rp7,1 triliun.

Dari total DPK, BTPN berhasil meningkatkan porsi  CASA pada Kuartal I-2020 menjadi 29 persen atau lebih tinggi dibanding porsi pada Kuartal I-2019 yang sebesar 21 persen. “Pertumbuhan CASA memberikan dampak positif terhadap biaya dana dan juga menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk simpanan yang kami tawarkan, termasuk layanan solusi life finance Jenius,” papar Ongki.

Hingga akhir Maret 2020, jumlah pengguna terdaftar Jenius mencapai lebih dari 2,5 juta nasabah atau bertmbuh 85 persen dari akhir Maret 2019 yang sebanyak 1,4 juta nasabah.bAdapun jumlah simpanan (funding) melalui Jenius mencapai Rp8,3 triliun. (ten)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Program CSR, Wagub DKI Jakarta Apresiasi Bantuan Alat Test Swab PCR dari BNI

Avatar

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta  – Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyaksikan Launching Swab Test Covid-19 dan Serah Terima 1.000 Test Swab PCR di Lapangan Parkir Senayan, Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2020).

Dalam rilis PPID DKI Jakarta, Rabu (20/5/2020) disebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan program CSR PT Bank Negara Indonesia (BNI). Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Menteri BUMN RI, Erick Tohir dan para pihak terkait. Wagub DKI Jakarta menyambut baik dan sangat mengapresasi bantuan alat Test Swab PCR bagi tenaga medis dan warga Ibu Kota Jakarta.

“Kami atas nama seluruh warga Kota Jakarta tentu menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada BNI. Bantuan alat test PCR sebanyak 1.000 unit ini merupakan kepedulian dari BNI bagi warga Jakarta dalam rangka penanganan COVID-19. Semoga kegiatan ini, menambah semangat kita semua dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta, dan memberikan dorongan bagi tenaga medis untuk terus membantu sesama, dan tentu memberi penyemangat bagi saudara kita yang terpapar,” jelas Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza.

Lebih lanjut, Wagub Ariza turut mengapresiasi BNI yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Bunda Group untuk pelaksanaan skrining PCR sebanyak 30.000 swab untuk masyarakat umum, tenaga kesehatan dan wartawan di wilayah DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bali dan DI Yogyakarta. Diharapkan pula, adanya momen ini semakin menggugah kalangan dunia usaha lainnya untuk memberikan bantuan sejenis, dalam rangka berkolaborasi bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

“Dan mudah-mudahan kegiatan ini juga diikuti oleh BUMN yang lainnya, pihak swasta lainnya. Terima kasih sekali lagi atas nama warga Jakarta, mudah-mudahkan ini semua memberikan manfaat, dan berkah, apalagi di bulan suci Ramadhan dan mudah-mudahan kita segera keluar dari penyebaran virus corona,” ujar Wagub Ariza.

Sebagaimana diketahui, di tengah pandemi COVID-19, ketersediaan alat tes swab menjadi hal yang sangat penting. Karena itulah, dengan adanya bantuan ini, diharapkan semakin banyak pasien COVID-19 yang bisa terselamatkan hingga dapat membantu menekan angka kematian yang begitu besar akibat Virus Corona. Seluruh bantuan yang diterima Pemerintah DKI Jakarta hari ini, akan segera didistribusikan ke masyarakat dan tenaga medis di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN RI, Erick Tohir mengatakan, kolaborasi sangat dibutuhkan antara Pemerintah Pusat, dalam hal ini BUMN dengan Pemprov DKI Jakarta dalam menangani COVID-19 di Ibu Kota Jakarta. “Inilah bukti kami BUMN selalu mendukung program dari partner-partner kami terutama pemerintah daerah. Khususnya pada hari ini yang kita lakukan untuk mendukung program pemerintah DKI juga untuk supaya bagaimana curva ini kita bisa flatten, bisa kita turunkan, untuk menopang menanggulangi COVID-19.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Herry Sidharta, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia; Mesha Rizal Sini, Direktur Utama PT. Bundamedik; Lilik Kurniawan, Deputi Bidang Pencegahan BNPB; dan Para Pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Meski Pandemi Covid-19, Kinerja Bank BNI Kuartal I 2020 Tetap Stabil

Avatar

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta – Kuartal pertama 2020 dapat dilewati dengan penuh tantangan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Pandemi Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19, yang mulai merebak di Indonesia pada awal Maret 2020, tidak hanya menekan sektor kesehatan masyarakat, tapi juga memperlambat pertumbuhan perekonomian Indonesia. 

“Namun, di tengah tantangan serius tersebut, BNI berhasil mencatatkan kinerja kuartal pertama yang solid, yang cukup dapat diandalkan sebagai bekal menjalankan bisnis hingga akhir tahun,yang tidak akan mudah, terutama pada penguatan likuiditas dan pengelolaan kualitas aset,” kata Direktur Tresuri dan Internasional BNI, Putrama Wahju Setyawan, Selasa (19/5/2020).

Pada akhir kuartal I 2020, BNI masih mampu menumbuhkan pinjaman sebesar 11,2% year over year (YoY), yaitu dari Rp 521,35 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 579,60 triliun pada kuartal I 2020. Jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2019, pinjaman tumbuh 4,1% year to date (YtD). 

“Hal ini sejalan dengan strategi BNI yang sangat selektif dalam melakukan ekspansi di tengah pandemi COVID-19. Adapun peningkatan pinjaman ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,4% YoY, yaitu dari Rp 575,75 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp 635,75 triliun pada kuartal I 2020. Dengan pertumbuhan DPK yang baik ini, BNI memiliki likuiditas yang sehat: loan to deposit ratio (LDR) BNI pada kuartal I 2020 tercatat sebesar 92,3%,” katanya.

Ke depan, BNI melihat pentingnya mengantisipasi potensi tekanan pada likuiditas, yang dipengaruhi oleh adanya penundaan pembayaran angsuran pokok dan pembayaran bunga dari debitur karena bisnisnya terpengaruh COVID-19, serta tekanan capital outflow dan potensi melemahnya ekspor. 

“Dalam kondisi yang sangat menantang seperti ini, likuiditas BNI akan tetap dikelola secara prudent, seperti tercermin pada indikator atau rasio-rasio likuiditas yang seluruhnya telah sesuai dengan ketentuan regulator dan risk appetite internal,” ujar Putrama.

Dari sisi profitabilitas, kinerja kredit yang baik mampu mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 9,54 triliun atau meningkat 7,7% YoY dibanding periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp 8,86 triliun. (rri)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending

WhatsApp chat