Connect with us

FINANSIAL

BI Tergetkan Pertumbuhan Ekonomi Kepri Lebihi Nasional

Published

on

Acara serah terima jabatan kepala perwakilan BI Kepri di Batam, Jumat (22/3/2019).

Mediaemiten.com, Batam – Bank Indonesia menargetkan ekonomi provinsi Kepulauan Riau bisa segera pulih, dan angka pertumbuhannya melebihi nasional yang ditargetkan 5 persen hingga 5,4 persen pada tahun ini.

“Targetnya, ekonomi Kepri tidak mau di bawah nasional. Target nasional 5-5,4 persen, Kepri harus di atas,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi usai menyaksikan serah terima jabatan kepala perwakilan BI Kepri di Batam, Jumat (22/3/2019).

Pertumbuhan ekonomi Kepri sempat melambung pada 2010, hingga mencapai 8,3 persen, jauh di atas rata-rata nasional 6,1 persen. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Kepri melambat, hingga hanya mencapai sekitar 2 persen di 2017.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Kepri, antara lain menurunkan biaya logistik di industri pengolahan, meningkatkan kemudahan perizinan dan memberikan insentif fiskal.

“Kepri itu pariwsata, kembangkan Bintan, Anambas dan Kampung Vietnam,” kata dia.

Rosmaya Hadi berharap Kepala Perwakilan BI yang baru, Fadjar Majardi dapat mengembalikan lagi pertumbuhan Kepri. Apalagi menurut dia, Fadjar memiliki kemampuan di bidang ekonomi makro yang baik.

“Fajar, figur ekonomi makro bobotnya lebih tinggi, cocok untuk menggerakkan perkembangan ekonomi, jangan sampai di bawah nasional,” kata dia.

Ia juga berpesan agar Fadjar melanjutkan kinerja baik yang sudah dilakukan Kepala Perwakilan BI sebelumnya, Gusti Raizal Eka Putra, antara lain berhasil menekan inflasi dan memastikan keberadaan rupiah di setiap daerah di Kepri yang berbatasan dengan empat negara, yaitu Vietnam, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Di tempat yang sama, Fadjar mengatakan masih akan memetakan potensi yang ada di Kepri.

“Melihat dulu potensi untuk dikembangkan. Jangka pendek dan jangka panjangnya,” kata dia.

Menurut dia, Kepri memiliki keunikan, karena lokasinya dekat dengan Singapura. Potensi pariwisatanya pun berbeda dengan Bali, karena wisman yang datang bisa berulang-ulang kembali ke kota itu.

Sebelum ditempatkan sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Fadjar bertugas di kantor perwakilan BI di DKI Jakarta. (yjn)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

FINANSIAL

Dolar Menguat Ditopang Data Penjualan Ritel AS yang Positif

Published

on

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,48 persen menjadi 97,4012 pada akhir perdagangan.

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS terapresiasi terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu pagi (17/7/2019), karena para pelaku pasar menyambut data penjualan ritel yang lebih baik dari perkiraan.

Penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS meningkat 0,4 persen pada Juni dari bulan sebelumnya, mencapai 519,9 miliar dolar AS, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa (16/7). Padahal para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan kenaikan 0,1 persen.

“Penjualan ritel Juni jauh lebih kuat dari yang diharapkan meskipun ada revisi moderat … Hasilnya adalah kuartal ritel yang kuat menyusul kuartal pertama yang lesu,” kata Kepala Ekonom FTN Financial, Chris Low, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,48 persen menjadi 97,4012 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1205 dolar AS dari 1,1259 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2406 dolar AS dari 1,2518 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7013 dolar AS dari 0,7037 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,34 yen Jepang, lebih tinggi dari 107,89 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9886 franc Swiss dari 0,9849 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3068 dolar Kanada dari 1,3046 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Rupiah Dibuka Melemah, Masih di Bawah Rp14.000

Published

on

Rupiah dibuka melemah 0,03 persen atau lima poin menjadi Rp13.940 per dolar AS.

Mediaemiten.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah 0,03 persen atau lima poin di pasar spot pada Rabu pagi (17/7/2019) menjadi Rp13.940 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan perdagangan Selasa (16/7/2019) yang sebesar Rp13.935 per dolar AS.

Pergerakan mata uang “Garuda” berlanjut melemah sembilan poin ke Rp13.949 per dolar AS pada pukul 08.50 WIB atau terdepresiasi 0,10 persen dibanding posisi penutupan perdagangan di hari sebelumnya. (iap)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Rupiah Melemah Seiring Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed

Published

on

Rupiah melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp13.935 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.920 per dolar AS.

Infofinansial.com, Jakarta – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa sore (16/7/2019) melemah seiring ekspektasi penurunan suku bunga The Fed oleh para pelaku pasar.

Rupiah melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp13.935 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.920 per dolar AS.

“Hari ini isu global sangat kuat sehingga rupiah dalam perdagangan hari ini ditutup melemah walaupun tadi pagi sempat menguat dan menyentuh level 13.900,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Menurut Ibrahim, data ekonomi AS yang masih bagus membuat peluang penurunan suku bunga acuan mengecil, meski probabilitasnya masih sangat tinggi.

“Masih ada harapan The Fed tidak jadi menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan akhir bulan Juli, walaupun dalam pertemuan minggu lalu optimis akan menurunkan suku bunga acuannya,” kata Ibrahim.

Saat ini, pelaku pasar menantikan rapat kebijakan moneter dan keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Ada harapan dalam pertemuan tersebut BI akan memangkas suku bunga acuan BI 7-day reverse repo rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin dari 6 persen menjadi 5,75 persen dalam pertemuan kebijakan (RDG BI) dua hari yang berakhir Kamis (18/7/2019) mendatang.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp13.910 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.905 per dolar AS hingga Rp13.938 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp13.925 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.970 per dolar AS. (cit)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending