Connect with us

SEKTOR RIIL

Menkeu Saksikan Penyerahan Bantuan Community Development Geo Dipa

Published

on

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Menkeu) menyaksikan acara Penyerahan Bantuan Community Development PT Geo Dipa Energi (Persero) (Geo Dipa) di Patuha, Bandung.

Mediaemiten.com, Bandung – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Menkeu) hari ini menyaksikan acara Penyerahan Bantuan Community Development PT Geo Dipa Energi (Persero) (Geo Dipa) di Patuha, Bandung.

Bantuan diberikan kepada masyarakat sebagai penerima manfaat, khususnya warga Desa Panundaan, salah satu desa yang lokasinya dekat dengan PLTP Unit Patuha di Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.

Bantuan tersebut antara lain listrik masuk kampung yang sudah berjalan sejak tahun 2016; betonisasi jalan akses untuk 3 desa di sekitar PLTP yang sudah berlangsung sejak tahun 2015; dan Pembangunan Rumah Tahfidz.

Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu program Community Development GeoDipa Maju dari 4 program utama PT Geo Dipa Energi (Geodipa), yaitu GeoDipa Peduli, GeoDipa Pintar, GeoDipa Maju, dan GeoDipa Hijau.

Dalam sambutannya, Menkeu mengapresiasi langkah Geo Dipa yang turut membangun masyarakat melalui kegiatan community development (pengembangan masyarakat).

“Kementerian Keuangan datang ke sini (Patuha) dalam rangka kegiatan community development PT Geo Dipa Energi yang merupakan salah satu BUMN di bawah Kementerian Keuangan. Saya mengapresiasi PT Geo Dipa Energi, yang tadi menyampaikan bahwa supaya mereka bisa beroperasi dengan baik, masyarakat perlu turut merasa memiliki dan merasakan manfaat aset negara,” ujar Menkeu.

Geo Dipa adalah satu-satunya BUMN yang bergerak di bidang energi geothermal (panas bumi) di Indonesia. Kepemilikan saham Geo Dipa dimiliki oleh Pemerintah (Kementerian Keuangan/Kemenkeu) sebesar 93 persen, dan sisanya dimiliki oleh PT PLN (Persero).

Geo Dipa merupakan salah satu Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kemenkeu yang memiliki misi antara lain mendukung program pemerintah dalam penyediaan listrik tenaga panas bumi yang aman dan ramah lingkungan.

Geo Dipa berkomitmen melakukan pengembangan secara masif dalam rangka pemenuhan target 23 persen energi bauran di tahun 2025, serta berupaya untuk maju bersama masyarakat sekitar dengan memberikan penghidupan dan bekal untuk meningkatkan taraf hidup menuju yang lebih baik.

Keuntungan dari kegiatan operasional Geo Dipa juga merupakan dana Pemerintah yang nantinya akan disalurkan kembali ke masyarakat melalui berbagai bentuk transfer ke daerah.

Tahun 2017, Geo Dipa berkontribusi kepada negara sebesar Rp50 miliar dari pajak, PNBP, iuran eksplorasi, bonus produksi, penyerapan tenaga kerja lokal non-skill, dan corporate social responsibility; sedangkan untuk community development kumulatif sampai saat ini telah memberikan sebesar Rp17 miliar, baik untuk unit Patuha maupun unit Dieng. Saat ini kapasitas terpasang PLTP Patuha Unit 1 sebesar 55 MW dan PLTP Unit Dieng sebesar 55 MW, maka CO2 turun sekitar 702ribu ton/tahun.

“PLTP Unit Patuha adalah aset kita semua. Jika PT Geo Dipa Energi bisa bekerja makin baik, keuntungannya akan disetorkan kepada pemerintah dan disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk DAU, DBH, DAK, Dana Desa, dan Dana Kelurahan,” jelas Menkeu.

Menkeu juga berharap agar Geo Dipa terus menjadi perusahaan yang baik, sehat, dan menguntungkan, sehingga makin banyak dana yang bisa disalurkan kembali kepada masyarakat, serta masyarakat makin merasa dekat dan memiliki perusahaan tersebut.

Acara penyerahan bantuan juga dihadiri Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Direktur Jenderal Pengelolaan dan Risiko, jajaran Kemenkeu wilayah Jawa Barat, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bupati Bandung, jajaran Pemerintah Jawa Barat, Direksi BUMN di bawah Kemenkeu, Komisaris dan Direksi PT Geo Dipa Energi (Persero), serta masyarakat sekitar penerima manfaat. (bud)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SEKTOR RIIL

Rini Luncurkan Produk Pendanaan Infrastruktur KIK-DINFRA di Bursa

Published

on

Peluncuran produk inovatif Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau yang dikenal dengan KIK-DINFRA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (15/4/2019).

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan peluncuran produk inovatif Kontak Investasi Kolektif – Dana Investasi Infrastruktur atau yang dikenal dengan KIK-DINFRA di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (15/4/2019).

Rini mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah terus mendorong BUMN termasuk Jasa Marga untuk secara konsisten dan inovatif menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal, yang bertujuan untuk memperluas basis investor yang berpartisipasi dalam pembiayaan infrastruktur serta memperkuat struktur permodalan perusahaan.

“Saya selalu menekankan BUMN harus terus berinovasi dalam mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur dengan tidak terpaku pada pendanaan konvensional yang bersifat utang,” ujar Rini.

KIK DINFRA ini diinisiasi oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersinergi dengan PT Mandiri Manajemen Investasi guna memenuhi solusi investasi dan alternatif pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur Indonesia. Produk KIK DINFRA yang diluncurkan ini bernama DINFRA Toll Road Mandiri-001.

Rini menambahkan tantangan ke depan setelah infrastruktur adalah pendanaan di sektor-sektor lainnya seperti energi dan manufaktur, yang memerlukan pendanaan yang besar. BUMN diharapkan bisa menawarkan produk inovatif melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) ini.

“Inovasi-inovasi seperti ini yang terus saya dorong kepada BUMN untuk bisa mendapatkan alternatif pendanaan dan bisa terus melebarkan sayapnya,” ujar Rini.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menuturkan DINFRA Toll Road Mandiri-001 merupakan upaya untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid , selain sebagai alternatif pendanaan baru di luar pendanaan yang tersedia saat ini di tengah masifnya pembangunan jalan tol yang sedang dilakukan oleh Jasa Marga.

“Sejak 2017 Jasa Marga telah menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal, mulai dari sekuritisasi, Project Bond, Komodo Bond, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) berbasis ekuitas,” ujar Desi.

Berdasarkan POJK No.52/POJK.04/2017, Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) adalah wadah berbentuk kontrak investasi kolektif yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal. Selanjutnya dana tersebut sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur dalam bentuk utang dan/atau ekuitas oleh Manajer Investasi dan dapat ditawarkan melalui penawaran umum maupun penawaran tebatas. (cit)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 2018 Tertinggi Lima Tahun Terakhir

Published

on

Kepala BPS, Suhariyanto.

Mediaemiten.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17 persen atau tertinggi sejak 2014.

Namun, BPS juga mencatat pada 2018 pertumbuhan impor melewati kinerja ekspor.

Dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/2/2019), Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,17 persen merupakan pencapaian yang baik di tengah tekanan ketidakpastian ekonomi global.

“Di tengah tekanan ekonomi global seperti kenaikan suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve, mulainya perang dagang, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa 5,17 persen. Kita memang bukan the best, tapi pencapaian kita tetap baik,” katanya.

Jika merujuk pencapain pada kuartal IV 2018, maka ekonomi Indonesia tumbuh 5,18 persen.

Melihat data BPS sejak 2014, ekonomi Indonesia bertumbuh paling tinggi pada 2018.

Pada 2014, ekonomi Indonesia hanya mampu tumbuh 5,01 persen, kemudian melambat ke 4,88 persen pada 2015.

Selanjutnya, ekonomi Indonesia naik kembali ke 5,03 persen pada 2016 dan merangkak lebih baik menjadi 5,07 persen pada 2017.

“Kita perlu melihat tekanan-tekanan yang timbul dan tidak bisa diduga seperti dari eksternal. Memang pertumbuhan tahun ini tidak seperti target di rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN),” ujar dia.

Pada APBN 2018, Indonesia mencanangkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

Lebih lanjut, jika dilihat dari komponen pengeluaran, maka pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 menunjukkan kontribusi ekspor sebagai sumber pertumbuhan ekonomi tercatat negatif 0,99 persen.

Namun, jika dilihat dari pertumbuhan secara kumulatif pada 2018 dibandingkan 2017, maka ekspor tumbuh 6,48 persen.

Meski tumbuh, angka ekspor itu lebih rendah dibanding pertumbuhan impor yang melesat 12,04 persen.

“Ekspor yang negatif ini menjadi faktor penurun dari laju pertumbuhan ekonomi,” kata Suhariyanto.

Sementara ekonomi Indonesia pada 2018 paling banyak disokong konsumsi rumah tangga sebesar 2,74.

Adapun konsumsi rumah tangga telah pulih dan tumbuh sesuai trennya di 5,05 persen secara kumulatif pada 2018.

Kemudian pertumbuhan ekonomi 2018 juga ditopang investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 2,17 persen. Pertumbuhan PMTB tetap positif dengan tumbuh 6,67 persen.

Kemudian, sumber pertumbuhan ekonomi 2018 juga didorong konsumsi pemerintah yang berkontribusi 0,38 persen. Pertumbuhan konsumsi pemerintah secara kumulatif sebesar 4,8 persen.

Terakhir, BPS mencatat kontribusi pertumbuhan ekonomi 2018 dari sumber lain-lain adalah sebesar 0,87 persen.

“Nah, memang ekspor masih menjadi pekerjaan rumah yang mesti dibenahi,” ujar dia.

Sementara dari lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi banyak ditopang lapangan usaha konstruksi yang tumbuh 6,09 persen dan pengolahan yang tumbuh 4,27 persen. (iap)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

BPS : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2018 Capai 5,17 Persen, Lebih Tinggi dari 2017

Published

on

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto (kiri) mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi 2018 di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Mediaemiten.com, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,17 persen sepanjang 2018 atau menunjukan peningkatan dibanding pertumbuhan 2017 yang sebesar 5,07 persen, demikian Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

“Ini menunjukkan tren yang baik, karena dibandingkan beberapa tahun terakhir, pertumbuhan 2018 adalah yang cukup tinggi yakni sebesar 5,17 persen secara kumulatif,” kata Suhariyanto.

Pada 2017 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,07 persen, kemudian di 2016 sebesar 5,03 persen dan 2015 sebesar 4,88 persen.

“Di tengah tantangan ekonomi global sepanjang 2018, pertumbuhan ekonomi tahun 2018 adalah pencapaian yang baik,” kata dia. (iap)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending