Connect with us

UMKM

Kadin : Hanya 16.000 Unit Bisnis Tergolong Usaha Menengah

Published

on

Rapat Kerja Wilayah Tengah Bidang UMKMKop Jawa-Bali dengan tema "Peningkatan Daya Saing UMKM Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0" di Solo, Minggu (25/11/2018).

Mediaemiten.com, Solo – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan meningkatkan jumlah unit usaha skala menengah yang ada di dalam negeri.

“Saat ini dari sekitar 59 juta unit UMKM di Indonesia, baru sekitar 16.000 di antaranya yang termasuk di kelompok unit usaha menengah,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM Muhammad Lutfi pada Rapat Kerja Wilayah Tengah Bidang UMKMKop Jawa-Bali dengan tema “Peningkatan Daya Saing UMKM Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0” di Solo, Minggu (25/11/2018).

Melihat masih rendahnya jumlah unit usaha menengah, dikatakannya, dalam kurun waktu lima tahun mendatang Kadin akan menambah jumlah tersebut menjadi 32.000 unit usaha.

Terkait hal itu, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah, mulai dari mengupayakan kemudahan perizinan kepada UMKM hingga memudahkan akses pendanaan.

“Mengenai perizinan ini UMKM harus punya perizinan yang pasti dan jelas, salah satunya dengan OSS (online single submission),” katanya.

Ia mengakui OSS tersebut sejauh ini belum berjalan secara efektif. Oleh karena itu, Kadin akan membantu memberikan masukan kepada pemerintah agar perizinan untuk UMKM menjadi mudah, jelas, dan transparan.

“Yang utama adalah memudahkan UMKM bisa tumbuh dari skala mikro ke kecil dan skala kecil ke menengah,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada para pelaku usaha agar mengikuti aturan standarisasi, seperti misalnya untuk industri makanan dan minuman maka harus ada izin edar yang dikeluarkan oleh Badan POM.

“Sedangkan untuk industri kecil dan menengah harus ada SNI yang menjadi syarat mutlak kompetensi di skala global,” katanya.

Sementara itu mengenai pendanaan, dikatakannya, merupakan hal yang sangat penting mengingat banyaknya tantangan di zaman yang serba baru.

“Di zaman baru maka harus diselesaikan dengan hal yang baru juga. Untuk memudahkan akses pendanaan UMKM, kami melihat teknologi finansial cukup berpotensi melakukannya,” katanya.

Ia mengakui teknologi finansial menerapkan bunga yang relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan lembaga keuangan yang lain.

“Terkait hal ini kami terbuka oleh terobosan-terobosan. Pada dasarnya kami ingin bunga semurah mungkin dan akses semudah mungkin. Meski demikian, untuk memperoleh tambahan modal, pelaku usaha cenderung memilih yang mudah dapat uang meski bunga tinggi daripada dikatakan bahwa bunga rendah tetapi aksesnya sulit,” katanya. (ris)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UMKM

Modalku-Askrindo Bersinergi Berdayakan UMKM

Published

on

Co-Founder & COO Modalku, Iwan Kurniawan.

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan fintech PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero sepakat bersinergi mendukung UMKM mendapatkan pola pembiayaan dari industri financial technology (fintech) sekaligus memberi perlindungan konsumen.

“Tujuannya untuk memitigasi risiko gagal bayar serta merealisasikan manfaat hadirnya teknologi pada industri keuangan bagi para pemberi pinjaman atau lender dalam rangka memberdayakan UMKM di Indonesia,” Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan, dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Menurut Iwan, sebagai penanggung risiko, Modalku dan Askrindo akses permodalan dan tingkat kepercayaan industri keuangan kepada pelaku UMKM diharapkan makin baik serta tumbuh dan berkembang.

Lebih lanjut dijelaskan, kolaborasi Modalku dengan Askrindo akan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat, yaitu dengan meningkatkan standar perlindungan konsumen untuk pengguna teknologi finansial.

Selanjutnya, mewujudkan mitigasi risiko bagi pemberi pinjaman merupakan implementasi dari masukan pengguna Modalku sendiri.

Sementara itu, Direktur Operasional Ritel Askrindo, Anton Fadjar A Siregar mengatakan, tahap awal kerja sama ini objek pertanggungan yang dicover oleh Askrindo adalah KMK Project Financing berbasis Invoicing (pre- financing dan post-financing)

“Askrindo akan memberikan ganti rugi kerugian yaitu pada sisa pokok pinjaman,” ujar Anton.

Modalku adalah platform peer-to-peer lending terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di Asia Tenggara, Modalku beroperasi di Indonesia, juga di Singapura dan Malaysia di bawah nama Funding Societies. Di Indonesia, saat ini Modalku melayani wilayah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Secara hukum, Modalku terdaftar di OJK sebagai Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dan memiliki misi memajukan ekonomi Indonesia dengan mendukung pertumbuhan UMKM melalui kegiatan pinjam meminjam langsung. (cha)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UMKM

UMKM Didorong Gabung ke Pasar Modal

Published

on

Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diharapkan dapat semakin banyak yang dapat bergabung di pasar modal.

Mediaemiten.com, Yogyakarta – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) diharapkan dapat semakin banyak yang dapat bergabung di pasar modal karena banyak manfaat yang diraih apabila UMKM bergabung di pasar modal.

“Kami fokus mengedukasi pasar modal untuk perusahaan-perusahaan berskala UMKM,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Selasa (20/11/2018).

Menurut Irfan, edukasi digencarkan karena pelaku UMKM dengan aset modal di bawah Rp5 miliar dalam waktu dekat akan memiliki peluang untuk melantai di bursa saham. Hal itu menyusul dibahasnya regulasi yang mempermudah sektor usaha kecil melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). BEI menargetkan pembahasan rampung pada akhir tahun ini.

“Kami berharap nantinya semakin banyak perusahaan di DIY dari berbagai sektor dan skala baik besar maupun kecil bisa menikmati pasar modal,” kata dia.

Ia berpendapat bahwa banyak manfaat yang didapatkan apabila UMKM bergabung di pasar modal, misalnya dengan IPO maka mereka akan mudah mendapatkan alternatif pendanaan dari pasar modal.

“Sementara dari sisi masyarakat sebagai calon investor berarti akan mudah ikut memiliki perusahaan UMKM di sekitarnya,” katanya dan menambahkan, dengan bergabungnya UMKM di pasar modal, Irfan berharap akan semakin banyak masyarakat DIY yang berminat menjadi investor pasar modal.

Irfan mengatakan hingga saat ini baru ada dua perusahaan berskala besar di DIY yang berani mencatatkan sahamnya di pasar modal. Keduanya ?dari sektor perhotelan dan jasa.

“Mudah-mudahan ke depan akan muncul dari sektor perbankan di DIY yang listing di pasar modal,” kata Irfan.

Pertumbuhan jumlah investor di DIY, menurut dia, terus meningkat setiap tahun. Ia menyebutkan jumlah investor pasar modal di DIY per bulan Juli 2018 mencapai 36.437 investor dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mampu mencapai 40.000 investor. Demikian, seperti dilansir WartaEkonomi.co.id. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UMKM

Blibli The Big Start Indonesia Lahirkan UMKM Andal Era Digital

Published

on

Blibli The Big Start Indonesia.

Mediaemiten.com, Jakarta – Empat finalis UMKM bertarung menjadi yang terbaik dalam ajang Blibli The Big Start Indonesia season 3.

Keempat finalis tersebut adalah Pavettia Skincare, Setapak 9, Kingsmith, dan Salaku. Mereka berhasil mengungguli 16 finalis di babak karantina dan 7.500 peserta lainnya yang ikut mendaftar.

“Di kompetisi ini UMKM yang daftar banyak sekali. Semuanya bagus-bagus. Kemudian kami memilih top 100 yang kemudian kami beri pelatihan dan karantina,” ucap Kusumo Martanto selaku CEO Blibli.com dalam acara grand final di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Dalam malam grand final, keempat finalis harus mempresentasikan transformasi produk dan perencanaan bisnisnya dihadapan 12 dewan juri termasuk para pelaku ekosistem e-commerce.

Setelah melalui proses penilaian, akhirnya terpilih Pavettia Skincare sebagai pemenang kompetisi Blibli The Big Start Indonesia Season 3 dan berhak mbawa pulang hadiah senilai Rp500 juta.

Kusumo Martanto mengatakan, penyelenggaraan kompetisi ini sebagai bentuk dukungan Blibli kepada UMKM di Indonesia agar dapat mengembangkan produknya dan menjadi brand global terlebih di era digital seperti sekarang.

“Selama tiga tahun berturut-turut Blibli sebagai e-commerce buatan putra putri Indonesia menunjukkan komitmennya untuk berpartisipasi, mendukung dan membantu UMKM di Indonesia agar suatu hari bisa menjadi brand global,” jelasnya. (yog)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending