Connect with us

YOGYAKARTA

BEI Edukasi Pasar Modal di Yogyakarta – Dorong UMKM Go Pubilc

Published

on

BEI edukasi pasar modal kepada para pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah Yogyakarta.

Mediaemiten.com, Yogyakarta – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan edukasi pasar modal kepada para pelaku usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah ini.”Kami fokus mengedukasi pasar modal untuk perusahaan-perusahaan berskala UMKM,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Rabu (21/11/2018).

Menurut Irfan, edukasi digencarkan karena pelaku UMKM dengan aset modal di bawah Rp5 miliar dalam waktu dekat akan memiliki peluang untuk melantai di bursa saham. Hal itu menyusul dibahasnya regulasi yang mempermudah sektor usaha kecil melakukan penawaran saham perdana atau “initial public offering (IPO). BEI menargetkan pembahasan rampung pada akhir tahun ini.”Kami berharap nantinya semakin banyak perusahaan di DIY dari berbagai sektor dan skala baik besar maupun kecil bisa menikmati pasar modal,”ujarnya.

Kata Irfan, banyak manfaat yang didapatkan apabila UMKM bergabung di pasar modal. Dengan IPO maka mereka akan mudah mendapatkan alternatif pendanaan dari pasar modal. Sementara dari sisi masyarakat sebagai calon investor berarti akan mudah ikut memiliki perusahaan UMKM di sekitarnya. Selain itu, dengan bergabungnya UMKM di pasar modal, lanjut Irfan berharap akan semakin banyak masyarakat DIY yang berminat menjadi investor pasar modal.

Hingga saat ini, disampaikan Irfan, baru ada dua perusahaan berskala besar di DIY yang berani mencatatkan sahamnya di pasar modal. Keduanya dari sektor perhotelan dan jasa. “Mudah-mudahan ke depan akan muncul dari sektor perbankan di DIY yang listing di pasar modal,” kata Irfan.

Pertumbuhan jumlah investor di DIY, menurut dia, terus meningkat setiap tahun. Ia menyebutkan jumlah investor pasar modal di DIY per bulan Juli 2018 mencapai 36.437 investor dan hingga akhir tahun ini ditargetkan mampu mencapai 40.000 investor. Sebelumnya Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi pernah bilang, kedepan pihaknya tidak mengejar calon emiten besar tetapi juga calon emiten kecil,”Kedepan kita tidak hanya fokus yang besar saja, tetapi juga yang kecil seperti perusahaan starup,”ungkapnya.

Disampaikannya, BEI akan mengakomodir perusahaan starup untuk tercatat di pasar modal dengan menghadirkan papan akselerasi yang persyaratannya lebih mudah dibandingkan dengan papan pengembangan. Inarno menjelaskan, saat ini BEI memiliki dua papan pencatatan saham, yakni papan utama dan papan pengembangan. Demikian seperti dilansir Neraca.co.id (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BURSA EFEK

Sebelum Investasi, BEI Yogyakarta Imbau Cek Legalitas Pialang

Published

on

Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mengecek legalitas atau payung hukum pialang atau perusahaan sekuritas sebelum berinvestasi saham maupun perdagangan berjangka.

Mediaemiten.com, Yogyakarta – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mengecek legalitas atau payung hukum pialang atau perusahaan sekuritas sebelum berinvestasi saham maupun perdagangan berjangka.

“Masyarakat berhak tanya semua legalitas pialang sebelum berinvestasi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Minggu (26/8/2018).

Meski demikian, ia menjamin 15 pialang atau perusahaan sekuritas di bawah BEI DIY telah memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kalau pialang kami di kantornya selalu ada nomor lisensi dan semua izin-izinnya. Untuk pialang berjangka kami tidak tahu,” kata dia.

Ia mengatakan untuk mencegah tumbuhnya perusahaan sekuritas atau pialang abal-abal, BEI DIY terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat melek investasi.

“Sosialisasi ke masyarakat kami selalu lakukan bersama perusahaan sekuritas atau pialang kami. Biasanya mereka kami dampingi sehingga masyarakat percaya,” kata dia.

Selain itu, Irfan mengatakan peran regulator untuk melakukan pengawasan juga perlu ditingkatkan untuk meminimalisasi tumbuhnya pialang-pialang ilegal.

Menurut dia, jumlah investor di DIY terus meningkat setiap tahun. Per Juli 2018, jumlah investor pasar modal di DIY mencapai 36.437 investor dan hingga akhir 2018 ditargetkan 40.000 investor.

Peningkatan jumlah investor itu, menurut Irfan, mengindikasikan keberhasilan program edukasi dan sosialisasi BEI DIY kepada masyarakat mengenai manfaat berinvestasi di pasar modal.

Hal itu juga didukung dengan tersedianya program pembukaan rekening efek saham yang sangat terjangkau bagi masyarakat dengan biaya mulai Rp100 ribu.

“Beberapa sekuritas di DIY memang sudah menerapkan pembukaan rekening efek dengan biaya terjangkau, khususnya sekuritas yang bekerja sama dengan galeri investasi BEI di kampus-kampus di DIY,” kata dia. (luq)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending