Connect with us

INTERNASIONAL

Perang Dagang atau Damai Dagang?

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta – Mari kita bicara tentang damai dagang

Rasanya tak banyak yang lebih menyukai perang ketimbang damai. Bukan sekedar masalah semantik, tapi cara pandang. Kita terbelenggu oleh persepsi bahwa dunia dalam kedaan perang, walau “sekedar” perang dagang

Padahal, semua pihak yang terlibat, sejatinya, mencoba mencari damai dagang. Walaupun kompromi optimal belum ditemukan karena egosentrisme negara masih menyala.

Relasi bisnis, memang tak sesederhana ajang kompetisi olah raga, ketika gelar juara hanya bisa diperoleh ketika kita mengalahkan lawan tanding. Nilai tambah eknonomis hanya bisa diciptakan dengan win-win, tidak dengan win-lose.

Sam Walton, adalah orang terkaya dunia ketika dia mengatakan: “the best way to enrich yourself, is enriching others”

President Donald Trump juga sudah mulai luluh. Boleh jadi lelah oleh libatan kasus pribadi. Di gelanggang, dia secara sepihak sudah meletakkan senjata terhadap Eropa.

Sudah mau berunding lagi dengan Meksiko. Dan akhir bulan ini, mungkin akan ada kesimpulan positif dari pembicaraan dengan China

Perang dagang? Bukan. Damai dagang! (Hasan Zein Machmud, pengamat pasar modal, mantan Dirut BEJ)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INTERNASIONAL

Minat “Safe-Haven” Tinggi, Harga Emas Capai Tertinggi Satu Pekan

Published

on

Harga spot emas naik 0,2 persen menjadi 1.559,99 dolar AS per ounce.
Mediaemiten.com, London – Harga emas mencapai tingkat tertinggi lebih dari satu pekan pada perdagangan terakhir Selasa pagi (21/1/2020), karena pembeli melakukan lindung nilai terhadap ketegangan yang terus-menerus di Timur Tengah dan proses pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump, saat pasar AS tutup untuk hari libur.

Harga spot emas naik 0,2 persen menjadi 1.559,99 dolar AS per ounce pada 15.14 GMT, setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 10 Januari di 1.562,51 dolar AS per ounce. Emas berjangka AS sedikit berubah pada 1.560,20 dolar AS per ounce.

“Investor berbondong-bondong menuju emas terlepas dari lonjakan pasar ekuitas, sebagian besar karena ketidakpastian jangka panjang seperti ketidakamanan politik, kemungkinan volatilitas pasar ekuitas …, ekspektasi laba yang lemah, dan suku bunga yang sangat rendah,” kata analis Commerzbank Eugen Weinberg.

Investor menuangkan uang ke dalam dana-dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas (ETF) dan bank sentral membeli logam pada rekor harga, Weinberg menambahkan.

Kepemilikan ETF yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, naik menjadi 898,82 ton pada Jumat (17/2/2020, tertinggi sejak 11 November.

Investor terus mengawasi perkembangan di Timur Tengah setelah blokade militer menyebabkan penutupan fasilitas minyak di Libya, mengirim harga minyak ke level tertinggi lebih dari satu minggu pada Senin (20/1/20).

Itu terjadi setelah serangan oleh Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah kamp pelatihan militer di Yaman pada Sabtu (18/1/2020).

Di Washington, Presiden Donald Trump akan menawarkan pertahanan komprehensif pertamanya pada Senin (20/1/2020) sebelum persidangan pemakzulan di Senat.

Logam mulia sebagian besar mengabaikan momentum positif dalam dolar dan saham dunia setelah sejumlah data ekonomi yang kuat.

Volume perdagangan logam mulia rendah karena pasar AS ditutup untuk liburan memperingati Hari Martin Luther King Jr.

Fokus sekarang cenderung beralih ke Federal Reserve AS yang akan menggelar pertemuan kebijakan pertama tahun ini pada akhir bulan, sebut Reuters.

The Fed memotong suku bunganya tiga kali tahun lalu sebelum memutuskan untuk bertahan.

Di sisi teknis, emas berkonsolidasi di atas dukungan 1.550 dolar AS, kepala analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa, mengatakan dalam sebuah catatan.

Penembusan di atas 1.562 dolar AS per ounce dapat mengatur emas untuk kenaikan lebih lanjut, dengan target pertama di sekitar 1.577 dolar AS, diikuti oleh resistensi di dekat 1.593 dolar AS dan kemudian tertinggi tujuh tahun di sekitar 1.611 dolar AS, catatan itu menambahkan.

Perak naik 0,3 persen menjadi 18,06 dolar AS per ounce, sedangkan platinum naik sekitar 0,5 persen menjadi 1,012,55 dolar AS per ounce. (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Harga Emas Turun 3,50 Dolar AS, Dipengaruhi Data Ekonomi Positif

Published

on

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,50 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi tetap di 1.550,50 dolar per ounce.
Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange merosot pada akhir perdagangan Jumat pagi (17/1/2020), setelah sehari sebelumnya rebound, karena ekuitas AS memperpanjang reli di tengah data ekonomi yang positif.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,50 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi tetap di 1.550,50 dolar per ounce. Emas berjangka naik 9,40 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.554,00 dolar AS per ounce pada perdagangan Rabu (15/1/2020).

Indeks Dow Jones Industrial Average dan indikator utama saham lainnya melanjutkan kenaikan pada Kamis (16/1/2020), karena data resmi menunjukkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,3 persen pada Desember 2019, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Reli di pasar ekuitas telah mengurangi permintaan untuk aset safe-haven emas, kata analis pasar.

Sementara itu, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, naik 0,08 persen menjadi sekitar 97,30 sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS menguat, emas berjangka biasanya turun karena emas yang dihargakan dalam dolar AS akan menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Maret kehilangan 4,9 sen atau 0,27 persen, menjadi ditutup pada 17,939 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 24,4 dolar AS,atau 2,38 persen, menjadi menetap di 1.001,20 dolar AS per ounce. (pep)

Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Harga Minyak Naik, Kesepakatan Perdagangan Picu Permintaan Energi

Published

on

harga minyak mentah berjangka Brent naik 62 sen atau 1,0 persen menjadi 64,62 dolar AS per barel.
Mediaemiten.com, New York – Harga minyak naik sekitar satu persen pada akhir perdagangan Jumat pagi (17/1/2020), karena kemajuan pada dua kesepakatan perdagangan utama yang memberi optimisme bahwa permintaan energi akan meningkat pada tahun ini.

Senat AS menyetujui perubahan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Serikat-Meksiko-Kanada sehari setelah penandatanganan perjanjian perdagangan Fase 1 antara Amerika Serikat dan China.

harga minyak mentah berjangka Brent naik 62 sen atau 1,0 persen menjadi 64,62 dolar AS per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) bertambah 71 sen atau 1,2 persen menjadi ditutup di 58,52 dolar AS per barel.

Kesepakatan yang disetujui Senat adalah perubahan atas Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) yang berusia 26 tahun. Sehari sebelumnya, para pemimpin AS dan China juga menandatangani perjanjian perdagangan Fase 1 yang menyerukan importir terbesar dunia untuk membeli lebih dari 50 miliar  dolar minyak AS, gas alam cair, dan produk energi lainnya selama dua tahun.

Namun, para analis memperingatkan bahwa China mungkin kesulitan untuk memenuhi target dan mengatakan harga minyak bisa mudah berubah hingga rincian lebih lanjut muncul.

Sumber-sumber perdagangan mengatakan, kenaikan tajam pembelian China atas produk-produk energi AS sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan China-AS,akan mengguncang aliran perdagangan minyak mentah global jika pasokan Amerika menekan saingannya keluar dari pasar impor minyak utama.

“Kami memiliki kesepakatan perdagangan AS-China kemarin–ditandatangani dan disegel. Dan sekarang Anda mendapat perdagangan AS-Meksiko melalui Senat. Jadi saya pikir optimisme seputar permintaan meningkat secara eksponensial sekarang,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago.

Flynn juga mengutip laporan dari Bank Federal Reserve Philadelphia yang menunjukkan aktivitas manufaktur di wilayah Atlantik Tengah AS rebound pada Januari ke level tertinggi dalam delapan bulan.

Kenaikan harga sebelumnya dibatasi karena Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pihaknya memperkirakan produksi minyak melebihi permintaan minyak mentah dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), sekali pun jika anggota mematuhi sepenuhnya pakta dengan Rusia dan non-OPEC lainnya, sekutu untuk mengekang produksi.

Laporan itu juga mengatakan melonjaknya produksi minyak dari negara-negara non-OPEC yang dipimpin oleh Amerika Serikat bersama dengan stok global yang melimpah akan membantu meredam pasar dari guncangan politik seperti kebuntuan AS-Iran.

UBS mengatakan dalam sebuah catatan “asalkan ketegangan Timur Tengah tidak meningkat dan menyebabkan gangguan produksi, Brent akan turun ke kisaran terendah perdagangan 60-65 dolar AS per barel di paruh pertama tahun ini, sebelum pulih kembali ke puncaknya pada paruh kedua tahun ini” . (pep)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending