Connect with us

BARANG KONSUMSI

Investor Mencium Bau Transfer Pricing dalam Transaksi Afiliasi AISA

Published

on

Hasan Zein Machmud, mantan Dirut BEJ, kini plinvestor dan pengamat pasar modal.

Mediaemiten.com, Jakarta – RUPS PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) ricuh. Konon dirutnya WO lengkap dengan tuduhan hostile take over. Pertanggungan jawab dan Laporan Direksi ditolak pemegang saham.

Sebagai investor, saya mencium bau transfer pricing yang sangat kental dalam transaksi afiliasi AISA.

BACA JUGA : Bos KKR Indonesia Nyatakan Tidak Ada Pengambilalihan Paksa Tiga Pilar (AISA)

Jauh sebelum kasus beras oplosan, transaksi spin off anak perusahaan AISA (lupa nama perusahaannya), aroma transfer pricing sudah kental tercium.

Sempat Alami Krisis Kepercayaan, Ke Depan AISA Ingin Raih Tata Kelola Terbaik

Transfer pricing bukan cuma domain corporate governance, tapi penipuan dan kriminal.

Kalau otoritas tidak menangani dengan serius, pasar modal Indonesia akan menjadi sarang srigala. Dan invesstor ritel siap siap untuk dikunyah kunyah oleh srigala yang haus darah!

Mudah mudahan ada personil Otoritas yang membaca posting ini. Sahabat tolong sebarkan, untuk otoritas, terutama untuk rekan sesama “investor gurem”

(Tulisan ini sudah dipublikasikan melalui akun Facebook pribadi Hasan Zein Machmud, mantan Dirut BEJ, kini menjadi investor sekaligus pengamat pasar modal).


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BARANG KONSUMSI

Pabrik Baru Indofood (INDF) Mulai Konstruksi Tahun Depan

Published

on

Direktur Indofood Sukses Makmur, Franciscus Welirang.

Mediaemiten.com, Jakarta – Emiten consumer goods, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. memproyeksikan konstruksi pabrik tepung baru bisa berlangsung paling lambat kuartal II/2019.

Direktur Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang menuturkan hingga saat ini perseroan masih dalam proses perizinan. Emiten bersandi saham INDF ini telah menyiapkan dana senilai Rp530 miliar untuk pembangunan dua pabrik baru ini.

“Wong [sekarang] masih proses izin bangunan. Target konstruksi, tahun depan kuartal I/2019 atau kuartal II/2019,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Kamis (22/11/2018).

Berdasarkan catatan Bisnis.com, jumlah kapasitas pabrik tepung baru sekitar 200.000 ton per tahun. Pembangunan pabrik baru dilakukan, sebab pertumbuhan volume penjualan divisi tepung naik sekitar sekitar 4%-5% secara tahunan. Dalam laporan keuangan September 2018, pendapatan segmen Bogasari mencapai Rp15,39 triliun, naik 9,22% dari posisi Rp14,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, komposisi penjualan Bogasari terhadap total penjualan Indofood mencapai 28,11% hingga September 2018. Komposisi penjualan Bogasari pada September 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan dengan per September 2017 masih 22,83%.

Hingga September 2018, INDF telah mengalokasikan belanja modal senilai Rp4,36 triliun. Belanja modal paling besar ada pada segmen produk konsumen bermerek dan agribisnis masing-masing senilai Rp2,6 triliun dan Rp1,46 triliun. Sementara itu, belanja modal untuk segmen Bogasari dan distribusi selama sembilan bulan tahun ini, masing-masing senilai Rp257,65 miliar dan Rp35,54 miliar. Per September 2017, INDF menggenlontorkan belanja modal besar lebih besar dibandingkan dengan September 2018 senilai Rp3,3 triliun.

Dari sisi laba usaha, Bogasari membukukan senilai Rp772,46 miliar hingga September 2018, atau terdapat penurunan laba usaha. Segmen Bogasari membukukan penurunan laba hingga 14,8% dari September 2017, senilai Rp906,61 miliar. Sebagai informasi, INDF membukukan arus kas senilai Rp3,18 triliun hingga September 2018.

Divisi tepung Indofood Sukses Makmur, Bogasari mengoperasikan dua pabrik penggilingan tepung terigu yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya dengan total kapasitas produksi per tahun sekitar 3,3 juta ton. Berbagai produk tepung terigu dipasarkan dengan merek-merek yang sudah mapan, seperti Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana Merah, sedangkan produk tepung premix menggunakan merek Chesa. Demikian, seperti dilansir Bisnis.com. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Sempat Alami Krisis Kepercayaan, Ke Depan AISA Ingin Raih Tata Kelola Terbaik

Published

on

Direktur Utama TPS Food Joko Mogoginta

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Tiga Pilar Sejahtera Food (TPS Food) mempersiapkan divisi pemasaran global, yang berbasis di Singapura, karena beberapa produk perusahaan tersebut seperti permen, mi instan, dan biskuit, sudah mulai diekspor.

Direktur Utama TPS Food Joko Mogoginta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/8) mengatakan divisi ini dibentuk sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu pertumbuhan bisnis signifikan pada 2020 dan menjadi kelas dunia (world class organization).

Ia mengharapkan dalam 3-5 tahun mendatang, TPS Food dapat meningkatkan nilai ekspor hingga 10 persen dengan membidik beberapa negara ASEAN, China, Timur Tengah, Afrika, dan Australia.

“Menjalankan perusahaan dengan visi dan misi yang menyejahterahkan karyawan, kini kami pun melakukan langkah-langkah untuk good corporate governance,” kata Joko.

Joko menambahkan, langkah GCG ini tercermin dalam goals TPS Food pada tahun 2020, yaitu lima besar dalam tata kelola perusahaan yang baik, pendapatan dengan target satu miliar dolar AS dari produk makanan dan dua miliar dolar AS dari produk beras,” katanya.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan lalu dilanda krisis kepercayaan dari pemegang sahamnya. Tercatat AISA menjadi penyelenggara RUPS paling lama, bahkan para pemegang saham akhirnya menolak laporan tahunan AISA.

Sebanyak 60,49% suara menolak laporan tahunan AISA tahun buku 2017. Hanya sebesar 39,51% suara yang setuju. Saat itu, para pemegang saham mencium ada yang aneh dengan laporan tahunan AISA.

Keanehan yang dimaksud adalah, adanya transaksi dan piutang AISA senilai lebih dari Rp 2 triliun ke beberapa perusahaan yang dinilai terafiliasi dengan Direktur Utama Joko Mogoginta.

Dalam keterangan tertulisnya, Joko Mogoginta juga menproyeksikan kinerja perusahaannya de depan. Margin kotor produk makanan diproyeksikan 35 persen, produk beras 21 persen, EBI produk makanan 20 persen, produk nasi 12 persen, keberlanjutan dalam pertumbuhan dan margin, serta menjadi pemain global kelas dunia dengan membangun 10 perusahaan di 10 negara.

BACA SELANJUTNYA : Begini, Sejarah dan Aksi Korporasi TPS Food

Pages: 1 2


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BARANG KONSUMSI

Bos Tiga Pilar ‘Walk Out’ saat RUPS. Ada Apa?

Published

on

Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) Joko Mogoginta

Mediaemiten.com, Jakarta – Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) Joko Mogoginta memilih keluar (walk out) dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPTS) yang digelar hari ini, Jumat (27/7/2018) sejak pukul 14.00 WIB. Ia keluar setelah RUPST berjalan 5 jam 30 menit, tepatnya pada pukul 19.38 WIB.

Joko bilang, ia memilih keluar karena pemegang saham ingin membatalkan pengesahan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2017 yang berakhir pada 31 Desember lalu. Padahal, laporan keuangan itu sebelumnya telah disahkan.

BACA JUGA : Wah, Mayoritas Pemegang Saham Tolak Laporan Keuangan Tiga Pilar Sejahtera

Menurutnya, permintaan pembatalan tersebut disertai dengan cara-cara yang tak wajar, yaitu menekan dan mengancam Komisaris Utama TPS Food Anton Apriyantono. Adapun penekanan itu, sambungnya, dilakukan oleh Komisaris yang juga menjabat sebagai Managing Director KKR Singapura, Jaka Prasetya.

Dirut AISA Mengaku Ada Upaya Ambil-Alih Perseroan Secara Paksa, Caranya?

“Tadi Pak Anton sudah jelas mengatakan bahwa dia ditekan oleh Pak Jaka Prasetya pada tanggal 25 untuk membuat suatu kesepakatan. Ini menjadi skenario yang sangat jelas jahat dan busuk,” ucap Joko dengan nada tinggi usai keluar dari RUPST TPS Food.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tekanan itu dilakukan untuk membatalkan pengesahan laporan keuangan yang selanjutnya akan membuat jajaran direksi dirombak. Sedangkan bila Anton tak menyepakati usulan pembatalan pengesahan, ia diancam akan digugat.

“Ini jelas hostile take over. Kalau laporan keuangan ditolak sama komisaris, direksi akan diganti,” katanya.

Meski begitu, Harianto Bhakti, salah satu pemegang saham mengatakan usulan pembatalan pengesahan laporan keuangan sejatinya merupakan aspirasi dari para pemegang saham.

Hal itu dilakukan karena pemegang saham tak lagi percaya dengan kinerja para manajemen direksi yang membuat perusahaan merugi sekitar Rp548 miliar tahun lalu.

“Sebanyak 61 persen pemegang saham menolak (pengesahan laporan keuangan). Jadi seharusnya tidak disetujui laporan keuangannya. Malah harus ganti direksi dan diaudit lagi (laporan keuangannya),” katanya pada kesempatan yang sama.

Menurutnya, salah satu hal yang membuat pemegang saham tak percaya karena direksi dianggap punya kepentingan lain dalam mengelola TPS Food.

“Apalagi distributor TPS Food selama ini adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Direktur Utama dan Direktur lainnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, katanya, ketidakpercayaan pemegang saham lantaran direksi masih getol menebar optimisme bahwa perusahan bisa membayar utangnya. Padahal, beberapa utang ke perusahaan lain justru tak bisa dipenuhi.

Sementara terkait walk out yang dilakukan Joko, dianggapnya sebagai sikap pengecut lantaran ia khawatir akan dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Sebab, pada saat yang sama, RUPST turut membahas agenda pergantian jajaran direksi.

“Itu dia tidak terima saja karena sekarang sedang voting untuk ganti direksi,” pungkasnya. (cnn)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending