Connect with us

TRANSPORTASI

Anak Usaha IPC Resmi Melantai di Bursa

Avatar

Published

on

IPC dan PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/7/2018), dengan kode perdagangan IPCC.

Mediaemiten.com, Jakarta – Anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) Tbk resmi melakukan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/7/2018), dengan kode perdagangan IPCC.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (10/7/2018) mengapresiasi antusiasme investor dalam merespons penjualan saham perdana IPCC yang menurutnya menunjukkan prospek IPCC.

“Kami mengapresiasi respons positif yang ditunjukkan investor atas listingnya saham IPCC di BEI. Hal itu menunjukkan kepercayaan publik yang begitu besar atas prospek PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk,” katanya.

Pada saat pembukaan perdagangan Senin (9/7/2018), saham IPCC dibuka di harga Rp1.640. Pelepasan saham ke publik ini langsung disambut baik investor, dan saat penutupan, harga saham IPCC tembus di level Rp1.715, meningkat 75 poin.

Jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 509.147.700 lembar saham, dengan “free float” 28 persen dari jumlah saham.

PT IKT Tbk yang merupakan terminal yang secara khusus diusahakan secara komersial untuk memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan, tercatat sebagai emiten ke 25 yang melantai di BEI pada tahun 2018.

Perusahaan itu adalah satu-satunya operator terminal di Indonesia yang didedikasikan khusus untuk kendaraan, di mana merupakan pengelola terminal mobil terbesar ketiga di Asia Tenggara dan terbesar ke 27 di dunia saat ini yang disiapkan tidak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus dan suku cadang.

Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun. Hingga tahun 2022 nanti, PT IKT Tbk menargetkan perluasan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan.

Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar kelima di dunia. (aij)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

TRANSPORTASI

Rugi Bina Buana Raya Susut Jadi USD 1,33 Juta di Kuartal I-2020

Avatar

Published

on

Beban pajak penghasilan perseroan juga mengalami penyusutan dari USD55 ribu menjadi USD36 ribu. (Foto : Akurat.co)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan yang bergerak dalam bidang penyewaan kapal tunda, tongkang dan penunjang lepas pantai, PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) pada kuartal I-2020 masih membukukan kerugian sebesar USD1,33 juta turun tipis 1,98 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD1,35 juta.

Dalam laporan keungan kuartal I-2020 yang disampaikan ke BEI Jumat (19/6/2020) menyebutkan, pendapatan BBRM sepanjang 3 bulan pertama 2020 mengalami penurunan sebesar 20,91 persen menjadi USD3,45 juta dari USD4,36 juta pada periode yang sama tahun 2019.

Sedangkan beban langsung yang pikul oleh perseroan sepanjang 3 bulan pertama sebesar USD3,78 juta lebih besar dari pendapatan sepanjang kuartal I-2020, secara YoY beban itu turun 16,36 persen dari USD4,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun jumlah beban yang lebih banyak dari pendapatan yang di dapat oleh BBRM membuat perseroan harus membukukan rugi bruto sebesar USD334,26 ribu per 31 Maret 2020 naik 106,19 persen dari rugi bruto sebesar USD162,10 ribu pada periode yang sama tahun 2019.

Bahkan perseroan harus memikul kerugian yang lebih besar dimana BBRM membukukan rugi usaha sebesar USD725,67 ribu naik dari USD593,27 ribu, akibat adanya penambahan beban usaha menjadi USD451,02 ribu dari USD447,32 ribu dan adanya beban lainnya yang dibukukan sebesar USD50 ribu.

Sehingga rugi sebelum pajak penghasilan BBRM per 31 Maret 2020 sebesar USD1,29 juta menyusut tipis 0,61 persen dari rugi sebelum pajak pada periode yang sama tahun 2019 sebesar USD1,30 juta, karena biaya keungan yang turun jadi USD572,68 ribu dari USD723,28 ribu.

Beban pajak penghasilan perseroan juga mengalami penyusutan dari USD55 ribu menjadi USD36 ribu.

Sehingga pada kuartal I-2020 rugi per saham dasar perseroan sebesar USD0,000328 menyusut dari rugi per saham dasar kuartal I-2019 yang USD0,000334.

Sementara aset yang dimiliki oleh BBRM hingga 31 Maret 2020 sebesar USD74,66 juta mengalami penurunan 3,65 persen dari USD77,49 juta pada 31 Desember 2019. Dengan komposisi liabilitas yang turun menjadi USD57,76 juta dari USD59,26 juta dan ekuitas yang turun jadi USD16,90 juta dari USD18,23 juta.

Pada posisi kas dan setara kas pada akhir periode kuartal I-2020 yang dimiliki oleh perseroan sebesar USD3,22 juta turun 22,64 persen dari jumlah kas dan setara kas yang dimiliki oleh BBRM pada periode yang sama tahun 2019 yang masih sebesar USD4,16 juta. (ten)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Ini Agenda Menarik dalam RUPS PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Avatar

Published

on

PT Telekomunikasi Indonesia. (Foto : Merahputih.com)

Mediaemiten.com, Jakarta  – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Jumat (19/6/2020), menarik ditunggu. Selain perombakan pengurus, pembagian dividen termasuk agenda yang menyita perhatian. Emiten yang tercatat dalam indeks IDX High Dividen 20 tersebut terbilang konsisten membagikan rasio pembayaran dividen di atas 70 persen sepanjang tiga tahun terakhir.

Dari informasi yang dikumpulkan Kamis (18/6/2020), tahun lalu PT Telkom memutuskan membagikan dividen Rp16,23 triliun. Itu setara dengan 90 persen dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2018 sebesar Rp18,03 triliun.

Sepanjang tahun 2019, BUMN telekomunikasi itu membukukan laba bersih Rp18,66 triliiun, atau tumbuh 3,5 persen dari capaian periode tahun sebelumnya. Bila tahun ini Telkom membagikan rasio pembayaran dividen 90 persen, seperti sebelumnya, kemungkinan perseroan akan membagikan dividen tunai sekitar Rp16,8 triliun. Itu berarti Rp169 per lembar saham.

Di luar agenda perombakan manajemen dan pembagian dividen, RUPS juga membahas mengenai persetujuan laporan keuangan 2019. Lainnya, pengesahan atas laporan keuangan dan program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL), remunerasi untuk direksi dan komisaris, ditambah penunjukan kantor akuntan publik.

Seperti sudah ramai diberitakan, perombakan direksi memunculkan isu bakal masuknya Fajrin Rasyid, Presiden Bukalapak. Anak muda ini diharapkan bisa mendorong perusahaan negara itu, menjalankan strategi bisnis digital, dari saat ini yang lebih banyak ke telekomunikasi. Tetapi, belum ada kejelasan seperti apa persisnya info penting itu.

Sebelumnya Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, realisasi kinerja 2019 menunjukkan perseroan berada di jalur tepat menjadi digital telecommunication company dan berkomitmen tinggi dengan memperkuat kapabilitas bisnis digital. Tujuannya, memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan dan masyarakat. (mit)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

TRANSPORTASI

Mitrabahtera Segara Sejati Punya Kewajiban Utang USD 9,3 Juta

Avatar

Published

on

Pembatasan pengiriman eksport ke beberapa negara berdampak pada pelemahan permintaan batu bara. (Foto : Sahamonline.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Perusahaan menjalankan usaha dalam bidang pelayaran, angkutan laut, baik barang maupun penumpang PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) mengakui dampak dari pandemi covid-19 pada operasional usaha perseroan hingga kewajiban pokok utang USD9,3 juta.

Ratih safitri Approver perseroan dalam keterbukaan informasi BEI Rabu (17/6/2020) menyatakan, terdapat pembatasan untuk beberapa kegiatan usaha seperti jadwal kerja crew kapal (onhire-offhire), jadwal perbaikan kapal (termasuk pengadaan spareparts dan jadwal dockyard), Pembatasan pengiriman eksport ke beberapa negara berdampak pada pelemahan permintaan batu bara.

Lebih lanjut Ratih menambahkan dengan adanya PSBB menghambat kinerja organisasi dan berdampak pada penurunan pemakaian listrik domestik sehingga memberikan dampak juga pada pelemahan permintaan batu bara domestik.

Penghentian sementara operasional itu sejatinya adalah penyumbang 25 hingga 50 persen terhadap kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional perseroan pada tahun 2019.

Perseroan memprediksi akan adanya penurunan total pendapatan dan laba hingga Periode yang berakhir per 31 Mei 2020 dibandingkan 31 Mei 2019 masing-masing 25 samapi 50 persen pendapatan dan 75 persen laba bersih.

Perseroan juga memiliki kewajiban pemenuhan kewajiban pokok utang sebesar USD9,3 juta akibat dari dampak pandemi covid-19.

Strategi yang dilakukan oleh Perusahaan dengan mencari opportunity yang tersedia di market,membuat rencana kesinambungan usaha dalam kondisi krisis,melakukan cost efficiency yang berkelanjutan dan melakukan studi “Stress Test”. (ten)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending