Connect with us

ENERGI

Menjaga Persaingan Sehat dan Kompetitif, Penyelesaian Kasus BULL Dinilai Profesional

Published

on

Salah satu armada angkutan laut milik PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).

Mediaemiten.com, Jakarta – Di saat kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu dan cenderung melemah, tentunya seluruh instansi-instansi pemerintah harus mengedepankan efektifitas dan efisiensi dengan tetap menjaga transparansi dan persaingan yang sehat.

Apalagi perusahaan raksasa sekelas Pertamina sangat memerlukan jaringan penyedia barang maupun jasa yang luas dan bersaing dengan sehat untuk memastikan posisi Pertamina sebagai perusahaan minyak dan gas yang tangguh serta kompetitif.

Tentunya mata rantai distribusi minyak dan gas dalam negeri merupakan tanggung jawab yang sangat berat guna memastikan tidak pernah ada kelangkaan BBM di seluruh pelosok Indonesia dan memerlukan dukungan banyak penyedia jasa perkapalan yang kompetitif.

Sangat disayangkan beberapa waktu yang lalu salah satu penyedia jasa perkapalan yang besar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), terperosok karena 3 kapal mereka belum menyelesaikan proses kepabean sebelum disewakan kepada Pertamina.

Dalam audit BPK ditemukan kondisi tersebut yang mengakibatkan BPK mengeluarkan rekomendasi kepada Pertamina untuk memberi sanksi hitam kepada BULL yang telah ditindaklanjuti dan berujung dengan BULL tidak dapat mengikuti pengadaan baru kapal-kapal dengan Pertamina.

Ini tentu sangat memprihatinkan karena sangat mengurangi tingkat persaingan penyediaan jasa perkapalan kepada Pertamina dan rawan tindakan monopolistik yang merugikan Pertamina.

BACA SELANJUTNYA : Usaha Perkapalan Harus Memiliki Kemampuan Finansial yang Optimal

Pages: 1 2 3 4 5


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

ENERGI

Gaduh Pajak Adaro, DPR Pertanyakan Global Witness

Published

on

Anggota DPR, Ahmad Sahroni.

Mediaemiten.com, Jakarta – Terkait dugaan penggelapan pajak PT Adaro Energy Tbk, Anggota DPR Ahmad Sahroni menyoroti keberadaan LSM asing Global Witness.

Kata Sahroni, kedaulatan Indonesia harus dijunjung tinggi. Pihak asing tidak bisa seenaknya melakukan intervensi, termasuk merecoki permasalahan pajak di Indonesia.

“Negara kita adalah negara yang berdaulat dan menjadikan hukum sebagai panglima tertingginya. Jadi tidak ada satu pihak atau kepentingan apa pun, terutama kepentingan asing yang dapat mengontrol atau mengintervensi apa yang harus dilakukan oleh penegak hukum kita,” kata Sahroni, Jakarta, Kamis (4/7/2019)

Informasi saja, Global Witness telah merilis laporan yang bernada dugaan pengalihan keuntungan perusahaan ke luar negeri dilakukan Adaro. Pola ini diduga untuk menghindar kewajiban pajak di Indonesia.

Hanya saja, segala tudingan dari Global Witness itu belum terbukti dan terverifikasi kebenarannya oleh otoritas terkait, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak.

Sahroni bilang, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acarra The 10th Anniversary of Adaro IPO di Ritz Carlton, beberapa waktu lalu, mengungkapkan kesediaannya datang ke acara yang dihelat CEO daro Energy, Boy Thohir. Lantaran Adaro termasuk penyumbang pajak terbesar di Indonesia.

Laporan Global Witness menyebut Adaro memindahkan laba ke jaringan perusahaannya di Singapura, Coaltrade Services International dengan tujuan menghindari kewajiban membayar pajak yang telah dilakukan sejak 2009 hingga 2017.

Adaro diduga telah mengatur sedemikian rupa sehingga mereka bisa membayar pajak US$125 juta, atau setara Rp1,75 triliun (kurs Rp14 ribu/US$) lebih rendah daripada yang seharusnya dibayarkan di Indonesia.

Dengan memindahkan sejumlah besar uang melalui suaka pajak, Adaro berhasil mengurangi tagihan pajaknya di Indonesia. Laporan itu menyebutkan pemasukan pajak RI berkurang hampir US$\14 juta setiap tahunnya.

Garibaldi Thohir sendiri menyanggah laporan tersebut. Iya menegaskan bahwa Ditjen Pajak adalah otoritas yang paling mengetahui benar tidaknya laporan Global Witness tersebut.

“Yang bisa menentukan apakah kita melakukan hal tersebut adalah Dirjen Pajak. Negara kita tidak boleh dijajah oleh bangsa lain dan dengan opini-opini institusi lain, karena yang paling tahu adalah otoritas pajak Indonesia,” kata Garibaldi.

Ia menegaskan Adaro sebagai perusahaan publik menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan senantiasa patuh terhadap aturan yang berlaku, termasuk aturan perpajakan.

Selama bertahun-tahun Adaro terpilih sebagai salah satu Wajib Pajak yang menerima apresiasi dan penghargaan atas kontribusinya terhadap penerimaan negara, patuh terhadap peraturan perpajakan serta responsif. Sebagai perusahaan nasional, Adaro berkomitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan ekonomi Indonesia melalui pembayaran pajak dan royalti.

“Tahun 2018 Adaro telah memberikan kontribusi kepada negara senilai total US$ 721 juta (US$ 378 juta dalam bentuk royalti dan US$ 343 juta dalam bentuk pajak),” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa Coaltrade Services International Pte.Ltd merupakan salah satu perusahaan grup Adaro yang berbasis di Singapura untuk memasarkan batubara Adaro di pasar internasional (ekspor).

Sebagai kantor pemasaran internasional, Coaltrade Services International Pte.Ltd berperan penting untuk memperluas pasar internasional dengan tetap berpegangan pada ketentuan Harga Patokan Batubara (HPB) serta aturan perpajakan dan royalti yang ditetapkan pemerintah Indonesia. Demikian, seperti dikutip Inilah.com. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

BOSS Genjot Produksi untuk Tingkatkan Pendapatan Tahun Ini

Published

on

Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST-LB) yang digelar Senin (17/6/2019).

Mediaemiten.com, jakarta – PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk. (BOSS) , produsen batu bara berkalori tinggi dengan kadar abu dan sulfur yang rendah, optimis mampu memacu produksi batubaranya secara maksimal pada semester II-2019. Hingga akhir Mei 2019, BOSS telah merealisasikan produksi batubaranya sekitar 130 ribu metrik ton, atau meningkat 46% dibanding periode yang sama tahun 2018 yang sebesar sekitar 90 ribu metrik ton.

Hal ini disampaikan Perseroan setelah acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST-LB) yang digelar hari ini (17/6/2019).

Direktur Keuangan BOSS Widodo Nurly Sumady mengungkapkan, perseroan mengggenjot produksi tahun ini karena prasarana dan infrastruktur sudah siap dengan tujuan meningkatkan pendapatan agar bisa naik dua kali lipat tahun ini.

“Prasarana dan infrastuktur yang dimaksud antara lain: armada alat berat (excavator, grader, dozer, dan dump truck) serta persiapan infrastruktur pendukung produksi seperti floating conveyor di sungai Mahakam,” ujar Widodo dalam RUPST-LB di Jakarta, Senin (17/6/2019).

BOSS mentargetkan dapat berproduksi minimal sekitar 70,000-80,000 MT per bulan sejak Mei 2019. Selain itu, guna mendukung aktivitas produksi dari sisi pendanaan, pada Mei 2019, BOSS mendapat pendapatan dari Bank Panin senilai Rp55 miliar dan US$8,7 juta setelah sebelumnya mendapat pembiayaan untuk pembelian alat berat senilai US$ 2,9 Juta dari BRI Multifinance di bulan April 2019.

Update kinerja terakhir, selama kuartal pertama 2019, BOSS berhasil meraih penjualan bersih sebesar Rp101.78 miliar, atau naik 66% dibandingkan penjualan bersih di periode sama tahun sebelumnya senilai Rp61,14 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp58,38 miliar dibandingkan Rp38,44 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut dikarenakan pengaruh peningkatan beban produksi dan pengembangan wilayah tambang oleh perusahaan.

Di akhir Maret 2019, BOSS berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan sebesar Rp12,60 miliar pada kuartal pertama 2018, atau naik 855% jika dibandingkan dengan pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp1,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnnya.

Sekedar informasi, jenis batu bara yang diproduksi BOSS merupakan batu bara kalori tinggi

dengan kadar abu dan sulfur yang rendah. Hal ini menjadi keunggulan perusahaan untuk bisa

memasuki pasar Jepang atau negara maju lainnya yang memiliki pembangkit listrik dengan

karakteristik batubara yang dihasilkan BOSS. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

ENERGI

PT Aneka Gas Bagi Dividen 10% dari Laba 2018

Published

on

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) mampu membagikan dividen sebesar Rp9,97 miliar atau Rp3,25 per sahamdari laba bersih tahun buku 2018.

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) mampu membagikan dividen sebesar Rp9,97 miliar atau Rp3,25 per sahamdari laba bersih tahun buku 2018.

Pembagian dividen ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh perseroan sejak penawaran saham perdana pada 2016. Sedangkan jumlah dividen yang dibagikan setara dengan 10% dari laba tahun berjalan 2018.

Perseroan pada tahun 2018 meraih laba, meski turun menjadi Rp99,73 miliar atau naik 16,55% secara tahunan. Untuk sisa laba 2018 digunakan untuk cadangan umum sebesar Rp5 miliar dan ekspansi bisnis perseroan sebesar Rp84,77 miliar. Demikian mengutip hasil RUPST perseroan pada Rabu (12/6/2019).

perseroan membidik pendapatan perseroan meningkat 12% dibandingkan dengan tahun lalu. Perseroan juga siap menggelontorkan maksimal Rp300 miliar untuk investasi alat-alat pemasaran, sekitar 10 filling station gas perseroan, sekaligus 2 on-sites untuk meningkatkan produksi perseroan.

Sementara untuk kuartal pertama 2019, perseroan mencatatkan kenaikan laba sebesar 14,1% atau senilai Rp 30 miliar. Perusahaan mengalami kenaikan laba usaha 8,7% dikarenakan kenaikan penjualan sebesar 6,7% sebesar Rp 522,35 miliar dibanding Rp 489,64 miliar di periode yang sama tahun 2018.

Total aset Perseroan per 31 Maret 2019 menjadi Rp6,87 triliun. Sedangkan total liabilitas menjadi Rp3,694 triliun. Total ekuitas menjadi Rp3,18 triliun.

PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) adalah perusahaan industri gas di Indonesia. Didirikan pada tahun 1916, bisnis utama AGII memasok gas industri, yaitu gas udara (oksigen, nitrgoen, dan argon), gas sintetis, gas bahan bakar, gas langka, gas sterilisasi, gas pendingin dan gas elektronik.

PT AGI juga memasok gas campuran, khusus dan medis beserta perlengkapan dan pemasangan gratis. Produk AGI memiliki segudang aplikasi dan melayani berbagai industri termasuk medis, metalurgi, energi, infrastruktur dan lain-lain.

Para pemegang saham di atas 5% antara lain PT Aneka Mega Energi sebesar 37,79%, PT Samator sebesar 27,75%. Sedangkan saham publik sebesar 28,81%.

Saham AGII bergerak di pembukaan Rp535 per saham. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending