Connect with us

BURSA EFEK

Bursa Bekukan 10 Saham Emiten, Ini Alasannya

Published

on

Bursa melakukan suspensi saham terhadap emiten yang tidak tertib melakukan pelaporan keuangan.

Mediaemiten.com, Jakarta – Sebanyak 10 saham emiten dibekukan sementara dari aktivitas perdagangan (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Delapan di antaranya berstatus perpanjangan suspensi. Ke-delapan emiten yang suspensinya diperpanjang tersebut, adalah :

1. PT Bara Jaya Internasional Tbk (ATPK)
2. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)
3. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB)
4. PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
5. PT Cakra Mineral Tbk (CKRA)
6. PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI)
7. PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)
8. PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA)

Sedangkan PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) berstatus baru terkena suspensi sejak sesi I Perdagangan Efek hari ini (02/07).

Saham SCPI merupakan penyandang suspensi paling lama yaitu sejak 1 Februari 2013. Tidak jauh beda dengan TRUB yang terkena suspensi sejak 1 Juli 2013.

Landasan dijatuhkannya suspensi terhadap seluruh saham dimaksud secara umum adalah terkait prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Antara lain, belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2017 dan atau belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan.

”Mengacu pada ketentuan II.6.4 Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi, Bursa melakukan suspensi apabila mulai hari kalender ke-91 sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, Perusahaan Tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan,” bunyi pengumuman resmi BEI, Senin (02/07/2018) hari ini, seperti dilansir Infofinansial.com.

Atau perusahaan tercatat dimaksud sudah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda sebagaimana dimaksud dalam ketentuan II.6.2 dan II.6.3 Peraturan Pencatatan Nomor I-H tentang Sanksi. (emn)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BURSA EFEK

BEI Medan Targetkan Satu Perusahaan dari Sumut “Go public”

Published

on

Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan, Muhammad Pintor Nasution.

Mediaemiten.com, Medan – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan menargetkan pada tahun 2019, ada satu perusahaan yang “go public” dari Sumatera Utara dari 75 yang ditargetkan secara nasional.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan, Muhammad Pintor Nasution di Medan, Senin (25/3/2019), mengatakan saat ini ada satu perusahaan di Sumut yang sedang dalam tahap melengkapi persyaratan untuk pencatatan efek baru.

“Nama perusahaannya nanti saja ya.Diharapkan perusahaan itu sudah bisa listing di bursa pada semester II 2019,” ujarnya.

Pintor menegaskan ada beberapa perusahaan di Sumut yang tertarik masuk ke bursa sehingga BEI Medan tetap yakin akan ada terus perusahaan yang terdaftar sebagai pencatatan efek baru dari Sumut.

Keyakinan semakin kuat karena perekonomian yang semakin bagus khususnya di Sumut yang angka pertumbuhan ekonominya rata-rata
di atas angka nasional.

“BEI Medan memang berharap memberi kontribusi di setiap target nasional setiap tahun. Seperti tahun 2019, BEI menargetkan ada 75 pencatatan efek baru secara nasional,” ujar Pintor.

Di Sumut hingga tahun 2019 ini sudah ada tujuh perusahaan yang go public (menjual saham) dan dua perusahaan menjual obligasi.

“Agar semakin banyak perusahaan yang “go public” dari Sumut, BEI Medan terus meningkatkan sosialisasi dan ‘jemput bola’,” katanya.

Di Medan, misalnya, BEI Medan bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), akan menggelar Workshop Go Public pada Selasa (26/3).

Workshop bekerja sama dengan Apindo itu merupakan bagian dari rencana strategi BEI dalam meningkatkan jumlah perusahaan “go public” seperti go public branding, institutional relations, high level approach dan stakeholder engagement,” katanya. (eva)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BURSA EFEK

Sebelum Investasi, BEI Yogyakarta Imbau Cek Legalitas Pialang

Published

on

Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mengecek legalitas atau payung hukum pialang atau perusahaan sekuritas sebelum berinvestasi saham maupun perdagangan berjangka.

Mediaemiten.com, Yogyakarta – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat mengecek legalitas atau payung hukum pialang atau perusahaan sekuritas sebelum berinvestasi saham maupun perdagangan berjangka.

“Masyarakat berhak tanya semua legalitas pialang sebelum berinvestasi,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) DIY Irfan Noor Riza di Yogyakarta, Minggu (26/8/2018).

Meski demikian, ia menjamin 15 pialang atau perusahaan sekuritas di bawah BEI DIY telah memiliki lisensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kalau pialang kami di kantornya selalu ada nomor lisensi dan semua izin-izinnya. Untuk pialang berjangka kami tidak tahu,” kata dia.

Ia mengatakan untuk mencegah tumbuhnya perusahaan sekuritas atau pialang abal-abal, BEI DIY terus menggencarkan edukasi dan sosialisasi agar masyarakat melek investasi.

“Sosialisasi ke masyarakat kami selalu lakukan bersama perusahaan sekuritas atau pialang kami. Biasanya mereka kami dampingi sehingga masyarakat percaya,” kata dia.

Selain itu, Irfan mengatakan peran regulator untuk melakukan pengawasan juga perlu ditingkatkan untuk meminimalisasi tumbuhnya pialang-pialang ilegal.

Menurut dia, jumlah investor di DIY terus meningkat setiap tahun. Per Juli 2018, jumlah investor pasar modal di DIY mencapai 36.437 investor dan hingga akhir 2018 ditargetkan 40.000 investor.

Peningkatan jumlah investor itu, menurut Irfan, mengindikasikan keberhasilan program edukasi dan sosialisasi BEI DIY kepada masyarakat mengenai manfaat berinvestasi di pasar modal.

Hal itu juga didukung dengan tersedianya program pembukaan rekening efek saham yang sangat terjangkau bagi masyarakat dengan biaya mulai Rp100 ribu.

“Beberapa sekuritas di DIY memang sudah menerapkan pembukaan rekening efek dengan biaya terjangkau, khususnya sekuritas yang bekerja sama dengan galeri investasi BEI di kampus-kampus di DIY,” kata dia. (luq)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BURSA EFEK

Dapat Ancaman Digugat ke Pengadilan, Ini Jawaban BEI

Published

on

OJK dan BEI dianggap melakukan pembiaran penggelapan saham milik PTAPT di PT BFI Finance Tbk (BFIN).

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Aryaputra Teguharta (APT) berencana melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, OJK dan BEI dianggap melakukan pembiaran penggelapan saham milik PTAPT di PT BFI Finance Tbk (BFIN).

Menanggapi ancaman tersebut, Direktur Utama BEI Inarno Djayadi mengatakan, pihaknya akan mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

“Rasanya kita ikuti saja hukumnya gimana, karena kita kan selalu, aturan hukumnya bagaimana kita ikuti saja,” kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (23/8/2018).

Wapres Jusuf Kalla Buka Perdagangan Saham 2018

Terkait sengketa antara PTAPT dan BFIN, Inarno mengatakan, bursa menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwewenang. “Yang mana yang kira-kira resmi sebagai owner segala macam kita hormati saja. Kan ada institusi yang bisa melihat yang mana yang sebenarnya yang resmi,” tegas Inarno.

Adapun sesuai dengan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta (PTUN) ditetapkan bahwa PTAPT adalah pemilik 32,32% saham BFIN. Dengan diterbitkannya Penetapan Penundaan oleh PTUN terkait perkara dengan nomor register: 120/G/2018/PTUN-JKT, keberlakuan atas perubahan anggaran dasar PTBFI yang sebelumnya telah disetujui dan atau dicatatkan melalui 10 keputusan oleh Menkumham secara yuridis telah ditunda.

Jasa Armada Catatkan Saham Perdana di BEI

Sebagai bentuk tindak lanjut atas diterbitkannya Penetapan Penundaan ini, Menkumham juga telah melakukan tindakan dengan memblokir Profil Perusahaan dan Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) yang juga dikelola oleh Menkumham. Dengan diblokirnya SABH BFIN maka tidak ada satu pihak pun yang dapat melakukan aksi korporasi terkait BFIN.

Sebelumnya, PTAPT meminta kepada BEI untuk menunda aksi korporasi yang akan dilakukan oleh BFIN. Adapun aksi korporasi yang dimaksud adalah rencana pembelian saham sebanyak 19,9% saham BFIN oleh Compass Banca S.P.A. yang 100% sahamnya dimiliki oleh Mediobanca S.P.A., private investment bank dari Italia.

Termasuk dugaan atas rencana konsorsium Trinugraha Capital & CO SCA, sebagai pihak yang mengklaim sebagai pengendali 42,80% saham di BFIN untuk menjual sahamnya kepada para calon investor (private equity firms).Demikian, seperti dilansir Okezone.com. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending